10 Gulma Berkhasiat sebagai Tumbuhan Obat

Gulma merupakan tumbuhan liar yang sering dianggap sebagai pengganggu bagi tanaman budidaya. Gulma mudah dijumpai tumbuh di sela-sela tanaman, pinggir jalan, areal persawahan, pekarangan rumah, dan tempat-tempat lainnya. Apakah Sahabat Alam tahu? Ternyata ada beberapa jenis gulma yang mampu dijadikan sebagai tumbuhan obat dan dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit tertentu! Yuk simak ulasan seputar jenis-jenis gulma berkhasiat obat berikut ini:

Ads

Anting-Anting (Acalypha indica L.)

anting anting – Wanaswara
Gambar 1 Anting-anting 

Anting-anting merupakan salah satu gulma yang berpotensi sebagai obat. Di Sunda, Anting-Anting dikenal dengan sebutan Lelantang. Selain itu, di beberapa daerah lain juga dikenal dengan nama Kucing Galak, Cakar Kucing (Minahasa), Tjeka Mas (Malaysia), Tapta-Pingar (Filipina), Three-Seeded Mercury (Inggris), dan Tie Xian (China). Gulma dari famili Euphorbiaceae dengan nama ilmiah Acalypha indica L. sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit disentri, diare, gangguan pencernaan, muntah darah, berak darah dan kencing darah, mimisan, peluruh seni, anti radang, dan menghentikan pendarahan (Handayani et al. 2018).

Menurut Badrunasar dan Santoso (2017), anting-anting dapat juga dimanfaatkan sebagai obat dermatitis, eksema, koreng, obat luka luar, disentri ameba, batuk, dan disentri basiler. Selain itu, anting-anting dapat dimanfaatkan untuk obat antiradang, dan obat luka luar (Kinho et al. 2011). Anting-anting memiliki perawakan atau habitus berupa herba atau terna, daunnya bulat dengan bunga seperti mutiara yang mencuat dari ketiak daun. Anting-anting mudah dijumpai di pinggir-pinggir jalan, sawah, pekarangan rumah, sela bebatuan, selokan, dan tumbuh juga di sela-sela tanaman budidaya.

Pecut Kuda Bunga Ungu (Stachytarpheta jamaicensis [L.] Vahl.)

pecut kuda bunga ungu – Wanaswara
Gambar 2 Pecut kuda bunga ungu

Pecut kuda adalah salah satu tumbuhan liar yang biasanya menjadi gulma di area perkebunan dan banyak ditemukan di Indonesia. Tumbuhan ini asalnya dari Florida dan memiliki beberapa nama lokal seperti Jarong Lalaki (Sunda), Daun Sangketan (Jawa), Nyarang (Jawa), Sangko Hidung (Sulawesi), Dodinga (Maluku), Snakeweed (Inggris); dan Yu Long Bian (China). Nama ilmiahnya adalah Stachytarpheta jamaicensis [L.] Vahl. dari famili Verbenaceae.

Bunga dari gulma pecut kuda berwarna ungu dan ada juga yang berwarna ungu kebiruan. Habitusnya berupa semak dengan daun bulat hingga lonjong dengan tepi daun bergerigi. Tumbuhan ini dipercaya dapat meredakan demam, memperkuat otot dan urat kaku, dan obat gondongan (parotitis) (Yusarman, 2016). Selain itu, pecut kuda memiliki khasiat sebagai pembersih darah, anti radang tenggorokan, antirematik, peluruh kencing (diuretik), keputihan, hepatitis A, dan haid tidak teratur (Badrunasar dan Santoso, 2017). 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Ciplukan (Physalis peruviana L.)

cimplukan – Wanaswara
Gambar 3 Ciplukan, ©2021 Ziyadatul Hikmah

Ciplukan memiliki nama ilmiah, yaitu Physalis peruviana L. dari famili Solanaceae. Ciplukan atau cecendet (Sunda) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dikenal orang karena khasiatnya dalam mengobati penyakit Diabetes mellitus, sakit paru-paru, ayan, sampai penyakit borok. Tumbuhan liar berperawakan perdu ini, sering diambil daun, batang, akar, bunga, dan buahnya untuk bahan obat. 

Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth)

susuruhan – Wanaswara
Gambar 4 Susuruhan, ©2021 Ziyadatul Hikmah

Gulma suruhan atau suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) dari famili Piperaceae memiliki daun yang menyerupai bentuk jantung serta memiliki sifat antibiotic, analgesic, anti inflamasi, dan diuretic. Tumbuhan ini dimanfaatkan untuk obat herbal pereda sakit kepala akibat demam, obat sakit perut, dan obat luka bakar. Bisa juga untuk mencegah kanker, penyakit ginjal, katarak, dan infeksi pada mata.

Ki Tolod (Isotoma longiflora [L.] C. Presl.)

ki tolod – Wanaswara
Gambar 5 Ki Tolod, ©2021 Ziyadatul Hikmah

Tumbuhan gulma selanjutnya yang berpotensi untuk obat adalah Ki Tolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl.). Tumbuhan dari famili Campanulaceae ini, juga dikenal dengan nama Daun Tolod (Sunda) dan Sangkobak (Jawa). Tumbuhan liar ini mudah ditemukan di tempat-tempat yang lembab dengan penyinaran matahari cukup. Ki Tolod memiliki daun memanjang dengan tepi daun bergerigi serta memiliki ciri khas, bunganya yang berwarna putih.

Ki Tolod mengandung zat alkaloid seperti lobelin, lobelamin, dan isotomin, saponin, flavonoid, dan poliferol. Daun dan bagian bunganya memiliki sifat antiinflamasi, antikanker, analgesic, dan hemostatik sehingga banyak dimanfaatkan untuk mengobati sakit gigi, asma, bronchitis, radang, tenggorokan, obat luka, obat tetes mata, dan kanker. Walaupun begitu, harus hati-hati dalam memanfaatkan gulma ini karena getah Ki Tolod juga mengandung racun dosis rendah.

Semanggi (Oxalis corniculata L.)

IMG20210904090957 ZIYADATUL HIKMAH IPB – Wanaswara
Gambar 6 Semanggi, ©2021 Ziyadatul Hikmah

Semanggi, tumbuhan gulma menyerupai semak yang mampu tumbuh di area berbatu ini memiliki banyak nama lain di antaranya Lela (Aceh); Semanggi (Palembang); Calingcing (Sunda); Rempi, Semanggen, Semanggi Gunung (Jawa); Cembicenan (Madura); Mala-Mala (Ternate), Schapenklaver (Belanda), Gehornter Sauerklee (Jerman), Yellow Woodsorrel (Inggris), dan Daun Asam Kecil (Malaysia). Semanggi banyak dimanfaatkan untuk obat herbal pereda demam, flu, hepatitis, diare, infeksi saluran kencing, hipertensi, kelemahan badan (neurasthenia), menghentikan pendarahan, peluruh haid, penawar racun, obat batuk, dan obat radang tenggorokan.

Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)

sambiloto – Wanaswara
Gambar 7 Sambiloto, ©2021 Ziyadatul Hikmah

Sambiloto, tumbuhan ini oleh orang Sumatra dikenal dengan nama tumbuhan Paitan karena rasanya yang sangat pahit. Sambiloto diketahui banyak ditemukan menyebar dari Asia hingga India. Sudah lama tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit, antara lain hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, dan radang amandel (tonsillitis). Selain itu, sambiloto juga bisa dimanfaatkan untuk obat gatal-gatal, kudis, demam digigit serangga atau satwa berbisa, kencing manis, radang usus buntu, tifus, dan kaki bengkak (Kementan, 2019).

Krokot (Portulaca oleracea L.)

krokot – Wanaswara
Gambar 8 Krokot

Selanjutnya ada gulma krokot, gulma yang kaya akan asam lemak Omega-3, asam alfa linolenat, asam lemak, dan mengandung vitamin A. Rupanya kandungan asam lemak pada krokot lebih tinggi daripada ikan serta kandungan vitamin A yang tergolong tinggi juga bisa dimanfaatkan untuk membantu penurunan berat badan, menjaga kesehatan mata, menguatkan tulang, dan memperlancar sirkulasi darah. Tumbuhan dari famili Portulacaceae ini juga bisa dimanfaatkan untuk obat pegal linu, bisul, borok, radang pada kulit, dan beberapa masyarakat juga menjadikannya sebagai pereda demam serta radang gusi.

Patikan Cina (Euphorbia thymifolia L.)

tumbuhan obat
Gambar 9 Patikan cina, ©2021 Ziyadatul Hikmah

Patikan cina atau krokot cina merupakan herba yang sudah sejak lama dikenal berkhasiat untuk pengobatan penyakit di antaranya diare dan disentri. Tumbuhan ini masih asing di telinga karena memang lebih dianggap gulma dibanding sebagai tumbuhan obat. Di India, patikan cina bahkan sudah popular sejak dahulu dan masuk dalam pengobatan tradisional India (Ayurveda). Dari hasil uji fitokimia yang dilakukan oleh para ahli, diketahui bahwa patikan cina mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, dan fenolik. Selain itu, tumbuhan patikan cina dipercaya dapat mengobati radang tenggorokan, bronkitis, asma, disentri, radang perut, diare, kencing darah, radang kelenjar usus, payudara bengkak, dan eksim (Afrida dan Sanova, 2020).

Babadotan (Ageratum conyzoides L.)

gulma babadotan
Gambar 10 Babadotan, ©2021 Ziyadatul Hikmah

Terakhir ada babadotan, gulma yang kerap disebut bandotan, wedusan, atau babadotan. Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides L. dari famili Asteraceae. Ageratum conyzoides L. kerap dimanfaatkan untuk obat demam, malaria, sakit tenggorokan, radang paru (pneumonia), hingga radang telinga tengah (otitis media). Babadotan juga kerap dimanfaatkan untuk mengobati luka dan bahan pembuatan pestisida alami karena memiliki kandungan senyawa aktif pada bagian akar dan daunnya. Senyawa aktif tersebut di antaranya adalah dari golongan alkaloid, saponin, flavonoid, anthraquinone, terpen, steroid, tannin, phenol, dll. 

Demikian Sahabat Alam, 10 jenis tumbuhan liar dan sering dianggap sebagai gulma, namun memiliki banyak khasiat untuk kesehatan dan pengobatan berbagai penyakit. 

 

Author: Ziyadatul Hikmah 

Reference:

[Kementan] Kementrian Pertanian. 2019. Tanaman Obat Warisan Tradisi Nusantara untuk Kesejahteraan Rakyat. Ed ke-2. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Afrida, Sanova A. 2020. The herbal antibakteri dari ekstrak tumbuhan patikan cina (Euphorbia thymifolia Linn.). Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry. 12(1): 1-8.

Badrunasar A, Santoso HB. 2017. Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat. Ed ke-1 Rachman E, Siarudin M, editor. Bogor: FORDA PRESS.

Handayani S, Kadir A, Masdiana M. 2018. Profil fitokimia dan pemeriksaan farmakognostik daun anting-anting (Acalypha indica L.). J Fitofarmaka Indones. 5(1):258–265. doi:10.33096/jffi.v5i1.317.

Kinho J, Irawati D, Arini DWI, Halawane J, Nurani LIS, Kafiar Y, Karundeng MC. 2011b. Tumbuhan Obat Tradisional Di Sulawesi Utara Jilid II. Mahfudz, editor. Manado: Balai Penelitian Kehutanan Manado.

Yusarman. 2016. Mengenal Tanaman Jarong. BPTP Banten. [diakses 2021 Sept 11]. https://banten.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/publikasi/folder/962-mengenal-tanaman-jarong

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!