4 Inovasi Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa

Lampu Seumur Hidup
Lampu Seumur Hidup (Sumber : DBS)

LindungiHutan.com, Semarang – Fenomena pemanasan global yang ditandai dengan suhu udara yang semakin panas, banjir di mana-mana, permukaan air laut yang semakin naik, kutub es yang semakin mencair hingga fenomena alam lainnya yang terjadi saat ini merupakan suatu kondisi yang sangat memprihatinkan. Hal ini mendesak kita sebagai manusia untuk menciptakan inovasi ramah lingkungan untuk mengatasi fenomena tersebut.

Isu ini bukan sekali dua kali kita dengar ya Sahabat. Dampaknya yang sudah terlihat nyata dimana-mana membuat banyak masyarakat di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia, berpikiran untuk membuat teknologi yang ramah lingkungan sekaligus memiliki manfaat yang besar dan bisa mencegah kerusakan alam.

Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa

  • Lampu Seumur Hidup

Sekelompok mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya berhasil mengubah bakteri menjadi lampu hemat energi.

Baca Lainnya : Program Penghijauan Berkelanjutan untuk Indonesia

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, kebutuhan energi pun semakin bertambah sedangkan pasokan energi berbasis energi fosil kian menipis. Sehingga lampu hemat energi ini diharapkan bisa mengatasi persoalan krisis energi.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Dalam pembuatan lampu tersebut, mereka memanfaatkan bakteri bioluminescence, bakteri unik dalam tubuh cumi-cumi yang mampu mengeluarkan cahaya berwarna biru. Lampu akan semakin terang jika jumlah kandungan bakteri ditambah. Lampu ini memiliki keuntungan, yaitu ramah lingkungan dan ekonomis. Bahkan lampu ini dapat dipakai seumur hidup karena bakteri yang mati akan menghasilkan indukan baru.

  • Kulkas Tanpa Listrik
Kulkas Tanpa Listrik
Kulkas Tanpa Listrik (Sumber : Tribun)

Kulkas tanpa listrik ini dibuat oleh Arya Nardhana dan Sanika Putra dari SD Al Azhar 14 Semarang. Wah kecil-kecil cabe rawit ya Sahabat!!

Bahan yang mereka pakai cukup sederhana yaitu styrofoam, pasir, dan air dingin. Cara membuatnya juga mudah yaitu menyiapkan kotak yang terbuat dari styrofoam. Dalam kotak tersebut diletakkan kaleng biskuit untuk tempat menyimpan buah atau sayur, kemudian di sekelilingnya diberi pasir dan air dingin.

Lemari kotak dari styrofoam itu diutak atik sehingga bisa menjadi lemari es dan bisa membuat sayuran bertahan hingga 7 hari.

  • Motor Listrik

Yuk, Adakan Penghijauan di Daerahmu!

Bersama LindungiHutan, Menghijaukan Indonesia.

Motor Listrik
Motor Listrik (Sumber : Otospirit)

Seiring berjalannya waktu, Indonesia mulai memiliki kemampuan dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang inovatif. Brand Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS) menambah deretan karya anak bangsa yang patut dibanggakan. Untuk saat ini Sahabat bisa memesan motor listrik ramah lingkungan ini secara online melalui websitenya karena baru akan diluncurkan secara resmi pada tahun 2019.

Dengan kapasitas baterai 5.000 wh atau 5kWH, motor listrik ini bisa menempuh 80 hingga 100 km setelah melakukan pengisian baterai selama empat jam. Para pembuat teknologi ramah lingkungan yang juga adalah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November, berhasil membuktikan bahwa Indonesia memiliki peluang dalam melakukan inovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

  • Kincir Angin
Kincir Angin
Kincir Angin (Sumber : Tribun)

Angin bisa menjadi sumber energi alternatif yang baik untuk menggantikan bahan bakar fosil. Baling-baling dari kincir akan berputar dan bergerak ketika ada energi angin yang mendorongnya. Selain untuk pengganti bahan bakar fosil, kincir angin juga berfungsi sebagai pembangkit listrik dan membantu penyaluran air dalam imigrasi.

Baca Lainnya : Program Penghijauan Berkelanjutan untuk Indonesia

Dalam hal pemanfaatan energi yang ramah lingkungan, kincir angin mampu menjaga kebersihan lingkungan, karena tidak menimbulkan polusi udara sama sekali, berbeda dengan bahan bakar lainnya yang dapat menyebabkan munculnya polusi udara yang berbahaya bagi lapisan atmosfer bumi.

Indonesia, pada awal tahun 2018 lalu baru saja memiliki kebun kincir angin yang digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin (bayu). PLTB yang terletak di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini merupakan PLTB pertama di Indonesia loh Sahabat.

Wah, keren-keren ya Sahabat inovasi mereka. Semoga kedepannya akan semakin banyak lagi inovasi karya anak bangsa yang ramah lingkungan lagi bermanfaat bagi kelestarian alam seisinya. Salam Lestari!! (Kika)*

Referensi: Berinovasi, DBS

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di daerahmu. Selain daerahmu, kamu  juga bisa membantu menghijaukan daerah lainnya di Indonesia lho!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks