5 Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan

Adaptasi Morfologi Tumbuhan

Jika dilihat dari pengertian adaptasi, adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kehidupannya. Sedangkan morfologi adalah bagian dari makhluk hidup itu sendiri baik berupa bentuk serta fungsinya. Sehingga adaptasi morfologi merupakan adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan sebagai upaya untuk menyesuaikan dengan lingkungannya dengan disertai perubahan bentuk dan fungsi tubuhnya. Pada adaptasi tumbuhan, hal ini ditandai dengan adanya perubahan atau perbedaan pada bentuk daun, batang dan  akar sebagai bentuk adaptasi diri terhadap lingkungannya. Adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan juga merupakan rekayasa secara khusus dari sifat-sifat karakteristik anatomi dan fisiologi untuk memberi peluang terhadap keberhasilan menyesuaikan hidup di habitat tertentu.

Ads

Oleh karena itu, adaptasi anatomi dan fisiologi dapat dijadikan sebagai indikator terhadap perubahan lingkungan hidup dari tanaman (Soerodikusuma dan Hartika, 1989). Namun demikian, terdapat jenis tumbuhan yang berbeda dan menunjukkan sensitivitas yang berbeda terhadap perubahan lingkungan bahkan terhadap bahan pencemar lingkungan seperti logam berat. Adaptasi morfologi pada tumbuhan terbagi menjadi 5 macam yaitu tumbuhan yang hidup di perairan atau hidrofit, tumbuhan yang hidup di daerah yang kering atau xerofit, tumbuhan yang hidup di daerah yang lembab atau higrofit, tumbuhan yang hidup di daerah yang berkadar garam tinggi atau halofit dan tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang tidak terlalu kering dan  tidak terlalu basah.

5 Bentuk Adaptasi Morfologi

Adaptasi Tumbuhan Xerofit

Adaptasi xerofit atau tumbuhan xerofit merupakan jenis tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang kering dan memiliki sedikit air. Daerah yang kering ini seperti daerah gurun pasir atau berupa daerah savana. Beberapa tumbuhan yang dapat hidup di daerah ini seperti kaktus, bunga mentega, lili gurun, kurma, lidah buaya dan sp senseveria. Adapun bentuk adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan yang ada di daerah ini berupa adaptasi bentuk daun, akar dan bagian-bagian tubuhnya lainnya. Pada daun umumnya akan berbentuk seperti duri dan daunnya cenderung memiliki ukuran yang kecil. Daun yang berbentuk seperti ini berfungsi sebagai upaya untuk memperkecil proses penguapan sehingga untuk mencegah kehilangan air pada tumbuhan yang lebih banyak. Sedangkan pada akar biasanya akan memiliki bentuk yang panjang dan menyebar ke segala arah. Fungsi dari akar ini adalah sebagai bentuk untuk mencari sumber air ke dalam tanah dan dengan begitu kebutuhan air dari tumbuhan terpenuhi karena jangkauan dari akar lebih luas dan jauh. Tumbuhan xerofit pun juga memiliki sedikit stomata dan biasanya pada tubuh tumbuhan dilapisi oleh lilin secara menyeluruh. Hal ini berfungsi sebagai upaya meminimalkan laju transparansi pada tubuh tumbuhan dikarenakan suhu di daerah yang kering memiliki suhu yang cukup tinggi.

Gambar 1. Tanaman Kaktus
Gambar 1. Tanaman Kaktus

Adaptasi Tumbuhan Hidrofit

Berbeda dengan tumbuhan xerofit, tumbuhan hidrofit hidup pada daerah yang memiliki banyak air atau berada di daerah perairan. Umumnya jenis tumbuhan yang hidup di daerah ini adalah teratai, eceng gondok, dan kangkung.  Tumbuhan ini hidup di atas air dengan cara mengapung di atasnya dan tumbuhan ini melakukan perubahan diri atau morfologi dengan mengubah bentuk dan fungsi tubuhnya seperti pada akarnya memiliki ukuran yang pendek dan halus. Akar ini berfungsi untuk membatasi penyerapan air yang terlalu banyak pada tubuhnya. Memiliki tangkai daun berongga yang berfungsi untuk membatasi penyerapan air oleh akar atau dari batang itu sendiri. Tumbuhan yang hidup di sini umumnya memiliki stomata yang banyak yang terletak di permukaan daun yang bertujuan untuk meningkatkan laju transpirasi dan membuang kelebihan air dalam tubuhnya melalui proses penguapan.

Gambar 2. Bunga Teratai
Gambar 2. Bunga Teratai

Adaptasi Tumbuhan Higrofit

Pada adaptasi tumbuhan higrofit merupakan tumbuhan yang hidup di dalam lingkungan yang lembab. Jenis tumbuhan ini seperti lumut, paku-pakuan dan keladi. Upaya adaptasi yang dilakukan tumbuhan higrofit ini seperti menyesuaikan jumlah stomata. Stomata ini berada di permukaan daun yang berfungsi sebagai alat untuk proses penguapan. Pada tumbuhan higrofit proses penguapan terjadi untuk menyeimbangkan kebutuhan dalam tubuhnya karena tumbuhan ini mendapat cukup asupan air dari lingkungannya. Selain itu, upaya adaptasi lainnya melalui bentuk daun yang memiliki ukuran lebar, tipis dan jumlahnya yang banyak. Daun ini berfungsi untuk menyesuaikan laju transpirasi karena dengan semakin banyak daun maka laju transpirasi yang terjadi akan semakin banyak pula.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Gambar 3. Tumbuhan Paku-pakuan
Gambar 3. Tumbuhan Paku-pakuan

Adaptasi Tumbuhan Halofit

Sedangkan adaptasi tumbuhan halofit merupakan tumbuhan yang dapat hidup pada lingkungan dengan kadar garam yang tinggi. Biasanya tumbuhan yang hidup di lingkungan ini berada di wilayah pantai atau laut. Contoh dari adaptasi tumbuhan halofit seperti tumbuhan bakau. Tumbuhan halofit memiliki ciri-ciri khusus dalam adaptasinya seperti memiliki akar yang kuat yang berfungsi sebagai upaya untuk tetap kuat meskipun diterjang oleh ombak pantai.

Gambar 4. Tanaman Bakau
Gambar 4. Tanaman Bakau

Adaptasi Tumbuhan Mesofit

Gambar 5. Tanaman Mangga
Gambar 5. Tanaman Mangga

Adaptasi tumbuhan mesofit merupakan tumbuhan yang dapat bertahan hidup di daerah yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Umumnya jenis tumbuhan yang hidup di lingkungan ini antara lain pohon mangga, pohon rambutan, pohon manggis, dan pohon pisang. Ciri-ciri adaptasi morfologi tumbuhan ditandai dengan memiliki sistem perakaran yang kuat dan daun yang berwarna hijau karena mengandung banyak klorofil.

 

Penulis: Irene Mega Mellyana

 

Referensi Literatur:

Im Ina. 2017. Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan. Tersedia dalam (Online)   https://dosenbiologi.com/tumbuhan/adaptasi-morfologi-pada-tumbuhan. Diakses pada 14 Januari 2021.

Haryati, dkk. —. Adaptasi Morfologi dan Fisiografi Eceng Gondok. Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA UNDIP. Tersedia dalam https://media.neliti.com/media/publications/69105-ID-adaptasi-morfologi-fisiologi-dan-anatomi.pdf. Diakses pada 15 Januari 2021.

Alex R. M. —. Perbedaan Adaptasi Tumbuhan. Tersedia dalam https://id.scribd.com/doc/122962531/Perbedaan-Adaptasi-Tumbuhan. Diakses pada 15 Januari 2021.

Referensi Gambar:

https://penjaskes.co.id/adaptasi-morfologi-pada-tumbuhan-contoh-dan-cirinyaterlengkap/

https://arproductionsblog.blogspot.com/2019/08/gambar-adaptasi-morfologi-pada-tumbuhan.html

https://review.bukalapak.com/hobbies/mengenal-tumbuhan-paku-dan-manfaat-yang-tersembunyi-di-dalamnya-111324

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/ciri-ciri-hutan-bakau

https://bibitbunga.com/cara-menanam-pohon-mangga-dari-biji/

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!