8 Manfaat Buah Buni

Buah Buni (Antidesma bunius L. Spreng) merupakan buah asli dari Asia Tenggara dan Australia yang bentuknya mirip anggur. Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah terlebih dahulu, seperti menjadi jeli, dibuat minuman anggur (fermentasi), dibuat selai, atau dinikmati sebagai teh. 

Ads

Buah Buni

Gambar 1 Buah Buni © Beyond Forgetting

Tanaman ini dapat tumbuh di semak-semak, lahan terbuka, hutan sekunder, serta dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dan tempat yang tidak ternaungi. Pohonnya dapat tumbuh hingga 15 – 20 m. Buahnya berbentuk bulat serta memiliki warna hijau kekuningan pada saat belum matang dan berubah menjadi merah keunguan jika sudah matang. Kulit buahnya tipis, keras, dan memiliki banyak sari buah. Daging buahnya berwarna putih dan memiliki tebal 3 mm serta biji yang berbentuk bulat.

Baca juga: Manfaat Tumbuhan Akway, Tumbuhan Endemik Papua

Persebaran

Buah ini tersebar di Asia Tenggara dan Australia. Di tiap negara, buah Buni memiliki beberapa nama panggilan yang berbeda, seperti Bignay (Filipina), Berunai/Buni (Malaysia), Mao Luang (Thailand), Kho Lien Tu (Laos), Choi Moi (Vietnam), Moi-kin dan Chunka (Queensland). Bahkan, di Indonesia sendiri juga memiliki sebutan yang berbeda, seperti Wuni (Jawa) dan Boni (Bali). 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Baca juga: 10 Gulma Berkhasiat sebagai Tumbuhan Obat

Kandungan Buah Buni

Manfaat yang terdapat pada buah Buni tentunya didapatkan dari kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Berikut merupakan beberapa nutrisi yang terdapat pada buah buni yaitu: 

  • Protein 0,75 gr
  • Kalsium 0,12 gr
  • Fosfor 0,04 mg
  • Besi 0,001 mg
  • Vit. B1 (Tiamin) 0,031 mg
  • Vit. B2 (Riboflavin) 0,072 mg
  • Vit. B3 (Niasin) 0,53 mg

Selain kandungan yang telah disebutkan, buah Buni juga mengandung antioksidan yang dapat menghalau radikal bebas bagi tubuh. 

Baca juga: Tanaman Porang yang Kaya Akan Manfaat

Manfaat Buah Buni

Dengan nutrisi yang dikandung buah Buni, tentunya terdapat berbagai manfaat. Lalu, apa saja ya manfaatnya? Yuk kita simak lebih lanjut!

1. Memperlancar sistem pencernaan

Buah buni dikenal memiliki efek pencahar apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Hal ini dapat membantu mengatasi sembelit. Selain itu, kandungan polifenol yang terdapat di dalam buah buni yang tinggi juga berpotensi dalam menjaga kesehatan pencernaan. Meminum teh buah buni juga dapat memberikan manfaat bagi sistem pencernaan karena dikenal sebagai pembersih usus alami. Dengan meminum teh tersebut dapat menghilangkan toksin dari dalam tubuh. 

2. Kaya akan antioksidan

Pada buah ini mengandung flavonoid yaitu yang terdiri catechin dan procyanidin B1 dan B2. Dengan adanya kandungan antioksidan yang sangat berguna untuk menangkal radikal bebas. Adanya radikal bebas di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan penuaan dini, timbulnya kerutan pada wajah, bahkan penyebab kanker. 

3. Mencegah diabetes

Adanya kandungan flavonoid pada buah Buni dipercaya dapat membantu mencegah penyakit diabetes. Hal tersebut terjadi karena dapat menghambat enzim α-glukosidase di dalam usus, mencegah penyerapan glukosa, serta memperbaiki toleransi glukosa. 

 4. Antimikroba

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Indrawati dan Rizki pada tahun 2017, ekstrak buah buni memiliki potensi antibakteri gram positif B. cereus dan bakteri gram negatif S. typhimurium. Bakteri B. cereus dapat menimbulkan keracunan dengan gejala diare dan muntah sedangkan bakteri S. typhimurium merupakan bakteri yang paling umum menginfeksi dan terisolasi dalam bahan makanan. Selain itu, ekstrak buah buni juga menunjukkan potensi antimikroba terhadap bakteri P. fluorescens dan B. subtilis serta menghambat pertumbuhan bakteri  P. fluorescens dan B. subtilis pada produk panggang seperti muffin dan membuatnya menjadi lebih lembut (Lizardo et al., 2015).    

5. Sebagai antiinflamasi

Pada buah buni terdapat kandungan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antiinflamasi. Sifat antiinflamasi dan diuretik yang terdapat di dalamnya bermanfaat untuk mengatasi gatal karena alergi, gigitan nyamuk, bisul, bahkan jerawat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menumbuk buah buni lalu menempelkan hasil tumbukan tersebut ke bagian yang gatal. 

6. Dijadikan obat tradisional

Buah buni kerap kali dijadikan sebagai obat tradisional karena manfaatnya. Di Indonesia, buah Buni dijadikan obat tradisional untuk mengobati penyakit jantung berdebar, sifilis, darah tinggi, dan kurang darah. Di Thailand, buah Buni yang sudah matang untuk dijadikan obat tradisional dalam menyembuhkan masalah pencernaan, seperti disentri dan konstipasi bahkan untuk mengobati penyakit diabetes (Bukhtup dan Samappito, 2008). 

 7. Menjaga tekanan darah 

Tanaman ini dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya yaitu menjaga tekanan darah. Hal tersebut diduga karena tingginya aktivitas antioksidan dan kadar polifenol yang terkandung dari ekstrak buah Buni sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Penyakit hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya penyakit jantung. Dengan menjaga tekanan darah tetap normal maka risiko menderita penyakit jantung lebih kecil.

8. Sebagai pewarna alami

Pada buah Buni terdapat kandungan antosianin. Antosianin merupakan pigmen alami yang terdapat pada buah merah, sayuran, kacang-kacangan, akar, dan sereal (Mateus dan Freitas, 2009 dalam Ritana et al., 2019). Pada penelitian yang dilakukan oleh Ritana et al. tahun 2019, buah Buni dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam pembuatan lip cream.   

 

Mengonsumsi buah Buni sangat baik bagi kesehatan asalkan masih dalam batas wajar dan tidak berlebihan. Jika ingin menggunakan buah Buni sebagai obat herbal, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa bagian buah, daun, dan kulit pohon dapat digunakan namun, bagian akarnya beracun. Tanaman Buni juga berperan penting dalam proses reklamasi lahan-lahan terdegradasi. 

 

Referensi:

Indrawati, I., & Rizki, A. (2017). POTENSI EKSTRAK BUAH BUNI (Antidesma bunius L) SEBAGAI ANTIBAKTERI DENGAN BAKTERI UJI Salmonella thypimurium DAN Bacillus cereus. Jurnal Biodjati, 2(2), 138 – 148. Retrieved from http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/biodjati

L. Butkhup and S. Samappito. (2008). An Analysis on Flavonoids Contents in Mao Luang Fruits of Fifteen Cultivars (Antidesma bunius), Grown in Northeast Thailand. Pakistan Journal of Biological Sciences, 11: 996-1002. DOI: 10.3923/pjbs.2008.996.1002

Lizardo, R., Mabesa, L., Dizon, E., & Aquino, N. (2015). Functional and antimicrobial properties of bignay [Antidesma bunius (L.) Spreng.] extract and its potential as natural preservative in a baked product. International Food Research Journal, 22(1), 88 – 95.

Ritana, L., Aryani, R., & Syahnir, L. (2019). Pemanfaatan Ekstrak Buah Buni (Antidesma bunius L. Spreng) sebagai Pewarna Alami dalam Sediaan Lip Cream. Prosiding Farmasi, 5(2), 637 – 644.

 

(Penulis): Almadinah Putri Brilian

 

(Editor): Yoel Katona Raditya

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!