Jejak Karbon di Makanan, apa artinya?

Adakah Jejak Karbon di Makananmu
Adakah Jejak Karbon di Makananmu (Sumber : antalis.co.uk)

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan segala usaha dan aktivitas yang tak jarang malah memberikan dampak buruk bagi lingkungan. hal ini sejalan dengan perubahan iklim ekstrim yang terjadi karena adanya pemanasan global. dampak destruktif dari pemanasan global seperti yang kita ketahui telah menyebabkan bencana-bencana yang melanda seluruh dunia. salah satu penyebabnya adalah peningkatan karbon pada efek gas rumah kaca. manusia merupakan satu-satunya makhluk yang meninggalkan jejak karbon di bumi, jejak karbon merupakan jejak yang berdampak buruk bagi ekosistem dan makhluk hidup jika dihasilkan dalam skala besar. tetapi tahukah kamu bahwa Jejak karbon ada di mana-mana, termasuk jejak karbon di makanan? Masih bingung apa yang dimaksud dengan jejak karbon? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Ads

Baca Selengkapnya : Jelajahi 7 Taman Nasional di Jawa yang Patut Dikunjungi

Definisi Jejak Karbon

gambar sayuran
Langkah Mengurangi Jejak Karbon (Sumber : freepik.com)

Jejak karbon (carbon footprint) adalah ukuran dampak aktivitas manusia yang dinyatakan dalam jumlah emisi gas rumah kaca (karbon dioksida). Gas rumah kaca ini mengandung berbagai macam emisi salah satunya adalah karbon dioksida (CO2). Karbon dioksida (CO2) mengalami peningkatan konsentrasi paling tinggi akibat dari aktivitas manusia di berbagai sektor yaitu penggunaan listrik dan air, konsumsi produk-produk makanan, penggunaan kendaraan, dan aktivitas industri lainnya sehingga membuat konsentrasi gas rumah kaca semakin meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan pemanasan global dan perubahan iklim.

Apa yang Kita Makan Menentukan Jumlah Jejak Karbon yang Dihasilkan

Makanan dan Jejak Karbon
Makanan dan Jejak Karbon (Sumber : tiredearth.com)

Faktanya, sekecil apapun aktivitas manusia akan menghasilkan karbon termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan yang ikut menyumbang emisi karbon yang cukup besar. pada tahun 2008 misalnya sebuah penelitian menyebutkan sistem rantai makanan telah menyumbang sebanyak 30% efek gas rumah kaca diseluruh dunia. jumlah ini setara dengan melepaskan gas karbondioksida (CO2) 9800-16900 megaton . Hal ini dimulai dari proses produksi bahan makanan, cara kita mendapatkan bahan makanan, porsi dan jenis-jenis makanan yang kita konsumsi, hingga pada sisa-sisa atau limbah produk makanan yang telah kita makan. juga termasuk emisi tak langsung yang disebabkan oleh perubahan fungsi lahan misalnya dari lahan kehutanan menjadi peternakan. oleh sebab itu kita sebagai manusia yang telah mengambil manfaat bumi juga harus menjaga keseimbangan ekosistem didalamnya. salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah berapa banyak jumlah jejak karbon yang dihasilkan agar kita bisa mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh makanan yang kita konsumsi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global.

Cara Mengetahui Jumlah Jejak Karbon di Makanan

Pesatnya kemajuan pada ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan hasil penelitian mengenai komponen perhitungan jejak karbon yang berprinsip pada life cycle assessment. itu berarti mulai dari awal aktivitas peternakan dan pertanian untuk memproduksi bahan makanan, lalu penjualan kepada pasar dan swalayan, lalu pendistribusian ke tangan konsumen, hingga konsumen mengkonsumsi makanan, dan sampai pada sisa limbah yang dihasilkan dari makanan tersebut ini semua diidentifikasi mana yang menghasilkan emisi gas rumah kaca, sehingga bisa dihitung total jejak karbon dari produk tersebut.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Berikuti ini adalah salah satu grafik yang bisa dijadikan acuan bagi kita untuk mengetahui jumlah jejak karbon pada masing-masing produk makanan.

Jejak Karbon di Makanan yang Kamu Makan
Jejak Karbon di Makanan yang Kamu Makan (Sumber : miss-ocean.com)

Saat ini , carbon food calculator atau alat pengukur jejak karbon yang tersedia sudah sangat banyak. Seperti pada situs bbc.uk yang memudahkan dalam menghitung jumlah jejak karbon pada makanan. Aksesnya pun mudah, hanya dengan memasukkan data berupa jenis dan intensitas kita mengkonsumsi produk makanan tersebut.  Setelah semua data diinput maka akan muncul hasil kalkulasi karbon pada asupan makanan yang kita konsumsi disertai dengan fakta-fakta menarik seputar makanan yang kita makan.

Bagaimana Makananmu Mempengaruhi Lingkungan
Bagaimana Makananmu Mempengaruhi Lingkungan (Sumber : bbc.uk)

Beberapa Langkah Mengurangi Jejak Karbon pada Makanan yang Dikonsumsi

gambar sayuran
Langkah Mengurangi Jejak Karbon (Sumber : freepik.com)

Setelah mengetahui jumlah jejak karbon pada makanan yang dikonsumsi, maka langkah selanjutnya adalah mengubah porsi makanan menjadi lebih ramah lingkungan, seimbang dengan alam, dan memperhatikan karbon yang dikeluarkan. Adapun langkah-langkah efektif yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jejak karbon pada makanan yang kita konsumsi diantaranya:

  1. Perlahan-lahan untuk mengurangi konsumsi daging merah seperti daging sapi dan daging kambing dan menggantinya dengan sayuran. Protein dari daging bisa diganti dengan protein dari sayuran seperti kacang, tahu, dan tempe. Artinya kita dilatih untuk menjadi vegetarian. Sebab menjadi vegetarian bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh namun juga bagi keselamatan bumi dari emisi gas rumah kaca.
  2. Memanfaatkan sisa makanan seperti sayur mentah untuk dibuat pupuk kompos buatan sendiri.
  3. Membeli produk makanan secara bijak. Caranya dengan membuat daftar makanan apa saja yang dibutuhkan agar tidak membeli dalam jumlah yang berlebihan, lalu periksa label makanan yang kira-kira terindikasi mengalami proses dengan jejak karbon yang tinggi, dan mengurangi pembelian frozen food dan makanan kemasan kaleng atau plastik karena mereka memiliki jejak karbon yang tinggi.
  4. Melakukan reuse dan recycle dimulai dari menggunakan tas belanja sendiri, menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai namun masih layak untuk digunakan dengan sedikit memodifikasinya, dan mendaur ulang limbah atau sisa-sia apapun yang kita bisa.
  5. Menanam buah dan sayuran sendiri di rumah.

menanam buah dan sayuran di rumah memberikan beberapa manfaat untuk mengurangi jejak karbon karena kita tidak perlu menggunakan transportasi untuk pergi ke pasar atau swalayan sekaligus dapat menghemat pengeluaran. Saat ini banyak metode yang bisa diterapkan dalam berkebun walaupun tidak memiliki lahan yang luas seperti dengan metode hidroponik atau berkebun di sekitar dinding rumah kita.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk kurangi jejak karbon agar kita bisa menyelamatkan bumi dari pemanasan global!

Penulis : Linda Azariani

Dikurasi Oleh : Daning Krisidianti

 

 

Referensi Tulisan

https://cleanomic.co.id/jejak-karbon-makanan/

https://www.bbc.co.uk/news/science-environment-46459714

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!