Agroforestry

Ketersediaan lahan pertanian yang semakin berkurang mendorong para petani membuka lahan pertanian di daerah pinggiran hutan. Konversi hutan alam menjadi lahan pertanian menimbulkan berbagai macam kerugian dan masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, kekeringan dan perubahan lingkungan global. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini, maka lahirlah sistem agroforestry sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan baru di bidang pertanian atau kehutanan.

Ads

Agroforestry (wanatani) adalah solusi bagi masalah konversi lahan dari hutan menjadi lahan pertanian. Konversi lahan yang berdampak pada masalah lingkungan seperti banjir, kekeringan, erosi tanah, kelangkaan (kepunahan) keanekaragaman hayati, penurunan kesuburan tanah hingga perubahan lingkungan dapat dikurangi dengan sistem ini.

 

Gambar 1. Pemanfaatan Lahan Hutan untuk Pertanian, Agroforestry
Gambar 1. Pemanfaatan Lahan Hutan untuk Pertanian

Pengertian

Agroforestry adalah sistem budidaya tanaman kehutanan yang dilakukan bersama dengan tanaman pertanian atau peternakan. Tanaman kehutanan yang dimaksud adalah tanaman pepohonan, sedangkan tanaman pertanian yang dimaksud adalah berkaitan dengan tanaman semusim. Pengertian agroforestry jika dijelaskan secara lebih luas, yaitu penggabungan sistem budidaya kehutanan, pertanian, perikanan, dan peternakan. Agroforestry merupakan gabungan ilmu kehutanan dengan agronomi yang memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan pedesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan.

Istilah agroforestri (agroforestry) berasal dari kata serapan bahasa Inggris, yakni “agroforestry”. Kata Agro yang berarti pertanian, sedangkan kata forestry berarti kehutanan. Di Indonesia, sistem ini dikenal dengan istilah “wanatani” yang merupakan gabungan dari kata “wana” dan “tani” yang berarti hutan tani. Definisi agroforestry yang digunakan oleh lembaga penelitian agroforestri internasional (ICRAF = International Centre for Research in Agroforestry) adalah sistem penggunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman berkayu (pepohonan, perdu, bambu, rotan dan lainnya) dengan tanaman tidak berkayu atau dapat pula dengan rerumputan (pasture), kadang-kadang ada komponen ternak atau hewan lainnya (lebah, ikan) sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomis antara tanaman berkayu dengan komponen lainnya. Pada prakteknya, agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan yang berguna untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Gambar 2. Pemanfaatan Lahan Hutan untuk Perkebunan
Gambar 2. Pemanfaatan Lahan Hutan untuk Perkebunan

 

Agroforestri pada dasarnya terdiri atas tiga komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian dan peternakan. Masing-masing komponen ini sebenarnya dapat berdiri sendiri sebagai satu bentuk sistem penggunaan lahan. Namun, sistem-sistem tersebut umumnya ditujukan pada produksi satu komoditi khas atau kelompok produk yang serupa. Selain ketiga kombinasi tersebut terdapat kombinasi lain yang termasuk ke dalam agroforestri (wanatani) yaitu:

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  1. Agrisilvikutur merupakan kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pepohonan, perdu, palem, bambu, dan lain-lain) dengan komponen pertanian
  2. Silvopastura merupakan kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan
  3. Agrosilvopastura merupakan kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan
  4. Agrosilvopastura merupakan kombinasi antara komponen pertanian, kehutanan, dan peternakan

Beberapa contoh kombinasi yang menggambarkan sistem yang lebih spesifik yaitu:

  1. Silvofishery merupakan kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan perikanan
  2. Apiculture merupakan budidaya lebah atau serangga yang dilakukan dalam kegiatan atau komponen kehutanan

 

Manfaat Agroforestry

Pengembangan agroforestri (wanatani) dilakukan agar memberikan manfaat kepada masyarakat. Adanya agroforestri diharapkan dapat memecahkan berbagai masalah dalam hal pengembangan pedesaan. Berikut beberapa manfaat dari agroforestri (wanatani):

  1. Membantu penggunaan lahan secara optimal sehingga dapat memperbaiki kebutuhan hidup masyarakat
  2. Meningkatkan daya dukung ekologi manusia terutama di daerah pedesaan. Agroforestri juga bisa dimanfaatkan untuk menjamin dan memperbaiki kebutuhan pangan
  3. Meningkatkan persediaan pangan pada tiap musim, sehingga petani dapat memperoleh tambahan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun untuk memperoleh manfaat ini, maka petani harus memperhatikan kualitas nutrisi, pemasaran serta setiap proses yang terjadi pada agroforestri
  4. Memperbaiki penyediaan energi lokal terutama produksi kayu bakar
  5. Meningkatkan dan memperbaiki produksi bahan mentah hasil kehutanan maupun pertanian. Umumnya peningkatan produksi bahan mentah ini dilakukan secara kualitatif dan diversifikasi. Selain itu, biasanya juga dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis pohon dan perdu
  6. Memperbaiki kualitas hidup terutama di daerah pedesaan, terutama di daerah miskin. Agroforestri dapat meningkatkan pendapatan serta tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat
  7. Meningkatkan kinerja usia produktif (usia muda) di pedesaan sehingga kualitas hidup dapat meningkat
  8. Memelihara dan memperbaiki kemampuan dan kelestarian lingkungan setempat. Hal ini dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya erosi tanah dan degradasi lingkungan

Selain beberapa manfaat yang telah disebutkan, adanya agroforestri juga berkontribusi terhadap program Tantangan Tanpa Kelaparan PBB untuk menyudahi kelaparan global, mengurangi gizi buruk dan membangun sistem pangan berkelanjutan.

 

Tujuan Agroforestry

Agroforestri (wanatani) memiliki tujuan baik, terutama bagi lingkungan hidup. Salah satunya adalah sebagai upaya perlindungan terhadap keanekaragaman hayati. Sistem agroforestri (wanatani) dapat menghasilkan keanekaragaman yang tinggi, baik menyangkut produk maupun jasa. Agroforestri (wanatani) juga bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah serta mengelola sumber air agar tetap lestari dan menjadi lebih baik. 

Seluruh tujuan dari sistem agroforestri (wanatani) akan dapat tercapai bila pengelola atau petani mampu melakukan teknik pengembangan dengan baik. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar sistem ini dapat berjalan dengan baik. Misalnya, mengadakan interaksi positif antara berbagai komponen penyusun, meliputi pohon, produksi tanaman pertanian, dan hewan atau ternak. Interaksi positif juga dapat dilakukan antara komponen-komponen penyusun dengan lingkungannya. Interaksi tersebut sebaiknya dilakukan secara optimal agar pengembangan agroforestri dapat berjalan dengan baik.

Agroforestri merupakan suatu teknik yang baik dan dapat menjadi pilihan bagi para petani untuk meningkatkan kualitas dari produktivitas lahan di tengah keterbatasan lahan. Selain itu, upaya ini juga berdampak baik untuk lingkungan. Metode agroforestri dapat melindungi keanekaragaman hayati, serta tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan.

 

Sistem Agroforestry

 

Gambar 3. Sistem Agroforestri
Gambar 3. Sistem Agroforestri

 

Jenis-jenis sistem agroforestri (wanatani) yang dikembangkan di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Pertanaman Sela

Jenis ini memiliki sistem pertanaman campuran antara tanaman tahunan dengan tanaman semusim yang banyak dijumpai di daerah hutan dan kebun yang dekat dengan lokasi pemukiman. Pertanaman sela bertujuan untuk meningkatkan intersepsi dan intensitas penutupan langsung sehingga memperkecil resiko tererosi.

  1. Pertanaman Lorong

Jenis ini merupakan sistem dimana tanaman pagar pengontrol erosi berupa barisan tanaman yang ditanam rapat mengikuti garis kontur, sehingga membentuk lorong-lorong dan tanaman semusim berada di antara tanaman pagar tersebut yang diterapkan di lahan kritis.

  1. Talun Hutan Rakyat

Talun merupakan lahan diluar wilayah pemukiman penduduk yang ditanami tanaman tahunan yang dapat diambil kayu maupun buahnya. Jenis sistem talun hutan rakyat membutuhkan perawatan intensif dan hanya dibiarkan begitu saja sampai saatnya panen. Sistem ini bermanfaat dalam hal konservasi melalui dapat mencegah erosi secara maksimal dan mempunyai fungsi seperti hutan.

  1. Kebun Campuran

Sistem ini memiliki tanaman tahunan yang dimanfaatkan sebagai hasil buah, daun, dan kayunya. Kebun campuran memberikan bantuan dalam mencegah erosi dengan baik karena kondisi penutupan tanah rapat sehingga butiran air hujan tidak langsung mengenai permukaan tanah.

  1. Pekarangan

Sistem ini merupakan kebun di sekitar rumah dengan berbagai jenis tanaman baik itu tanaman semusim maupun tanaman tahunan. Contoh tanaman pekarangan, ubi kayu, sayuran, tanaman buah-buahan, tanaman obat-obatan dan tanaman lainnya yang bersifat subsisten.

  1. Tanaman Pelindung

Sistem ini memiliki tanaman tahunan yang ditanam di sela-sela tanaman pokok tahunan. Dimana fungsi sistem ini untuk mengurangi intensitas penyinaran matahari dan dapat melindungi tanaman pokok dari bahaya erosi terutama ketika tanaman pokok masih muda.

  1. Silvipastura

Sistem silvipastura merupakan bentuk lain dari sistem tumpang sari, tetapi yang ditanam di sela-sela tanaman tahunan bukan tanaman pangan melainkan tanaman pakan ternak seperti rumput gajah (Pennisetum purpureum). Dimana sistem ini mempunyai fungsi untuk mengembangkan peternakan sebagai komoditas unggulan di suatu daerah.

  1. Pagar Hidup

Sistem ini merupakan sistem yang memanfaatkan tanaman sebagai pagar untuk melindungi tanaman pokok. Dimana manfaat tanaman pagar untuk melindungi lahan dari bahaya erosi baik erosi air maupun angin.

Agroforestri adalah solusi untuk masalah konversi lahan dari hutan menjadi lahan pertanian sekaligus meningkatkan kualitas tanah. Agroforestri sebaiknya dilakukan dengan lebih teliti agar penerapannya dapat berjalan secara proporsional. Penerapan sistem agroforestri yang benar dan tepat tentu akan memberikan hasil yang lebih optimal.

 

Penulis : Roshelly

 

Referensi Literatur

Lamboris, Pane. 2020. 8 Jenis Sistem Wanatani (Agroforestry) dalam Konservasi Tanah. Tersedia pada tautan: https://www.panehutan.com/2020/02/8-jenis-sistem-wanatani-agroforestry.html. Diakses pada: 06 Februari 2021.

Rimbakita.com. (n.d) . Agroforestri – Pengertian, Manfaat Serta Tujuan. Tersedia pada tautan: https://rimbakita.com/agroforestri/. Diakses pada: 06 Februari 2021.

Setiawan, Hayyan. (n.d) . Apa itu Agroforestri?. Tersedia pada tautan: http://ilmuhutan.com/apa-itu-agroforestri/. Diakses pada: 06 Februari 2021.

 

Referensi Gambar

https://id.wikipedia.org/wiki/Wanatani

https://agrozine.id/mengenal-agroforestri-istilah-sistem-pertanian-indonesia/

https://cindyyoelandviolitashut.blogspot.com/2017/08/pengertianjenis-bentuk-tujuan.html

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!