Alam Kita, Tanggung Jawab Siapa? (Kampanye Alam dari Bizlab)

Hutan Mangrove

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang memiliki peranan penting dalam perlindungan daerah sekitar pantai. Hutan mangrove memiliki komposisi jenis vegetasi yang tahan terhadap kadar garam (salinitas) tinggi, tanah berlumpur, dan mengalami pasang surut air laut secara terus menerus. Komposisi tanaman mangrove memiliki karakteristik unik dalam beradaptasi pada kondisi kadar garam tinggi. Adaptasi morfologi yang dapat terlihat jelas adalah sistem perakaran. Salah satu jenis akar mangrove adalah akar tunjang yang dapat dilihat pada gambar di bawah. Akar ini berperan dalam menopang mangrove dari angin maupun air laut, sebagai alat pernapasan, filter logam berat, dan dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar hingga bahan konstruksi ringan.

Ads
Akar Tunjang Rhizophora © mangrovemagz.com
Akar Tunjang Rhizophora © mangrovemagz.com

Hutan mangrove biasanya didominasi oleh tanaman dari suku Rhizophoraceae, seperti Rhizophora mucronata dan R. stylosa. Jenis jenis mangrove lainnya, antara lain Avicennia marina, Bruguiera gymnorrhiza, Acanthus ilicifolius, Sonneratia alba, masih banyak lagi. setiap tanaman ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Selain itu, jenis mangrove yang tersebar pada suatu tempat berdasarkan kondisi lingkungan dan sistem regenerasi pertumbuhannya (Darmadi dan Ardhana, 2010).

Sonneratia alba © asianplant.net
Sonneratia alba © asianplant.net

Peranan 

Hutan Mangrove © www.thegef.org 
Hutan Mangrove © www.thegef.org

Hutan mangrove memiliki manfaat secara ekonomi, ekologis, dan biofisik. Hampir semua bagian tanaman mangrove dapat dimanfaatkan, seperti akar dan batang (kayu bakar, konstruksi ringan), daun (obat diare), buah (olahan pangan), dan biji (regenerasi untuk pembibitan). Kebermanfaatan tanaman mangrove tersebut tentu saja memberikan nilai ekonomi bagi yang dapat memanfaatkan secara baik dan lestari. Fungsi ekologis mangrove, meliputi penahan abrasi, sedimentasi, mengurangi gelombang air laut, penyerapan karbon, dan badai angin. Menurut Lekatompessy dan Tutuhatunewa (2010) semakin besar kerapatan dan ketebalan mangrove maka akan semakin dapat mengurangi gelombang air laut. Sementara itu, hutan mangrove secara fisik dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung domestik maupun internasional. Hutan mangrove mampu memiliki keindahan ekosistem yang asri, udara sejuk, dan berbagai makhluk hidup didalamnya, seperti monyet, biawak, dan banyak jenis burung.

Kerusakan Hutan Mangrove

Ekosistem hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan. Jangka waktu 5 tahun (2000-2005) kawasan mangrove berkurang sebesar 5.000 ha atau sekitar 1,6%. Provinsi Jawa Tengah memiliki luasan ekosistem mangrove peringkat pertama di Indonesia, seluas 1,78 juta hektar. Akan tetapi tingginya luasan mangrove ini diimbangi dengan peningkatan kerusakan ekosistem. Wilayah yang mengalami dampak kerusakan ekosistem mangrove relatif tinggi di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Jepara, Rembang, Demak, Kota Semarang, Kabupaten Brebes, dan Kendal. Kerusakan pesisir kawasan tersebut didasarkan oleh intensitas terjadinya abrasi dan akresi (sedimentasi). Sebagai contoh kasus di Kabupaten Kendal memiliki luasan abrasi mencapai 317,44 ha dan akresi sebesar 1.005,84 ha (Sulaiman et al., 2019). Menurut Onrizal dan Kusmana (2008) penurunan kuantitas dan kualitas ekosistem mangrove mengakibatkan berbagai kerugian, meliputi peningkatan bencana abrasi, penurunan hasil tangkapan perikanan bagi nelayan, perkembangan penyakit malaria, dan terjadi pengurangan daerah daratan akibat intrusi air laut.

Faktor lingkungan berupa kandungan pirit, tanah, dan kualitas air dapat mempengaruhi pertumbuhan mangrove dalam upaya rehabilitasi (pemulihan ekosistem mangrove). Pirit merupakan salah satu senyawa mineral tanah FeS2 yang biasa dijumpai pada tanah mineral tergenang air, seperti tanah di hutan mangrove. Pirit ketika tidak bertemu dengan oksigen tidak terlalu membahayakan. Akan tetapi apabila teroksidasi dengan oksigen menurunkan nilai pH secara drastis sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Kandungan pirit yang tinggi dipicu oleh aliran air laut saat pasang surut terhambat akibat adanya tanggul bekas tambak. Oleh sebab itu, diperlukan upaya menghilangkan hambatan aliran pasang surut agar kandungan pirit berada di batas ambang tanaman mangrove (Onrizal dan Kusmana, 2008).

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Hutan Mangrove di Kabupaten Demak

Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah yang menyimpan berbagai keindahan alam, khususnya wilayah pesisir. Pesisir kabupaten Demak memiliki potensi tinggi pada hutan mangrove. Namun, tinggi potensi daerah pesisir tidak diimbangi dengan pelestarian hutan mangrove. Faturrohmah dan Marjuki (2017) menyatakan bahwa terjadi peningkatan kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Demak sebesar 8% tahun 2011 menjadi 13.86% pada tahun 2012. Kerusakan hutan mangrove di Demak akan mengganggu stabilitas dinamika alam yang berasal dari laut, seperti arus, pola gelombang, pasang surut, dan angin. Hal ini akan menyebabkan wilayah daratan semakin berkurang dalam jangka panjang.

Pengelolaan hutan mangrove di Indonesia kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sinergis antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga dan melindungi kawasan mangrove. Berbagai pihak (stakeholders), seharusnya dapat bekerjasama untuk memberikan kontribusi lebih dalam memulihkan ekosistem mangrove. Sementara itu, tingginya potensi hutan mangrove dalam menyimpan karbon, menjaga abrasi, dan melindungi daerah pantai dari pasang surut air laut menjadi alasan kuat untuk mempertahankan keberadaan dan kelestarian mangrove di Indonesia.

Kampanye Alam oleh Bizlab

Bizlab merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pendidikan (edtech) dan memiliki misi untuk menciptakan inklusi akses pendidikan profesional di Indonesia. Bizlab memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga alam sebagai tempat tinggal dan sumber dari segala kehidupan. Menjaga alam secara lestari dan berkelanjutan akan menyambung kehidupan bagi generasi yang akan datang. Oleh sebab itu, Bizlab melakukan kampanye alam bersama LindungiHutan sebagai bentuk kontribusi menjaga kelestarian alam, khususnya ekosistem mangrove yang rusak akibat terkena abrasi. Penggalangan dana yang dilakukan yaitu setiap pembelian kelas reguler Bizlab, sang konsumen telah memberikan donasi sebesar Rp10.000 untuk digunakan dalam gerakan penanaman dan perawatan pohon oleh LindungiHutan. Penggalangan dana telah terkumpul sebanyak 131 pohon hingga pada tanggal 28 Februari 2020 sebagai batas donasi. Nantinya donasi yang telah terkumpul akan dilakukan penanaman bibit pohon mangrove pada tanggal 31 Desember 2020.

Bagi pembaca yang ingin melihat dan membeli kelas reguler di Bizlab dapat mengunjungi website:https://bizlab.co.id. Selain itu, untuk mengetahui berbagai event, promo, dan info menarik dapat follow akun Instagram @biz.lab (https://instagram.com/biz.lab?igshid=1qfwgmju6kzoi)

Media Sosial Bizlab © Instagram biz.lab
Media Sosial Bizlab © Instagram biz.lab

 

Penulis: Deni Prihanto

 

Referensi

Darmadi AK, Ardhana PG. 2010. Komposisi jenis-jenis tumbuhan mangrove di Kawasan Hutan Perapat Benoa Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kodya Denpasar, Provinsi Balo. Jurnal Ilmu Dasar 11(2):167-171.

Faturrohmah S, Marjuki B. 2017. Identifikasi dinamika spasial sumberdaya mangrove di wilayah Pesisr Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Majalah Geografi Indonesia 31(1):56-64.

Lekatompessy STA, Tutuhatunewa A. 2010. Kajian konstruksi model peredam gelombang dengan menggunakan mangrove di Pesisir Lateri – Kota Ambon. ARIKA 4(1):51-59.

Onrizal, Kusmana C. 2008. Studi ekologi hutan mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara. Biodiversitas 9(1):25-29.

Sulaiman M, Sulardiono B, Ain C. 2019. Strategi pengembangan wisata hutan mangrove berbasis kegiatan konservasi di Desa Kartika Jaya, Kabupaten Kendal. Journal of Maquares 8(2):46-55.

 

Referensi Gambar

https://mangrovemagz.com/2017/03/03/tujuh-tipe-akar-mangrove-yang-wajib-anda-ketahui/

https://asianplant.net/Lythraceae/Sonneratia_alba.htm

https://www.thegef.org/news/mangroves-spotlight

https://www.instagram.com/biz.lab/

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Enable Notifications    Ok No thanks