Alap-alap Kawah, Burung Pemangsa Tercepat di Dunia

Gambar 1. Alap-Alap Sawah © Christopher Watson
Gambar 1. Alap-Alap Kawah © Christopher Watson

Karakteristik

Alap-alap kawah atau peregrine memiliki panjang tubuh sekitar 34 sampai 58 cm dengan rentang sayap yang berukuran 74 sampai 120 cm dari ujung paruh hingga ujung ekornya. Alap-alap kawah jantan dan betina memiliki tanda dan bulu yang sama, tetapi seperti kebanyakan burung pemangsa, alap-alap kawah betina memiliki tubuh yang lebih besar daripada jantan hingga 30%. Alap-alap jantan memiliki berat 330 sampai 1.000 g dan betina yang berukuran lebih besar seberat 700 sampai 1.500 g. Pada bagian belakang dan sayap burung alap-alap dewasa biasanya berwarna hitam kebiruan dengan garis gelap dan ujung sayap yang berwarna hitam. Bagian bawah burung ini berwarna putih karat dengan irisan tipis berwarna coklat gelap atau hitam. Ekor burung ini memiliki warna seperti pada punggungnya tetapi dengan garis tipis, panjang, sempit, dan membulat di ujungnya. Bagian atas kepala memiliki bulu seperti kumis di sepanjang pipi berwarna hitam, kontras tajam dengan sisi pucat leher dan tenggorokan putih. Paruh bagian atas berbentuk lekuk untuk membunuh mangsa dengan memotong tulang belakang di leher mangsa.

Ads
Gambar 2: Alap-Alap Kawah © Roger Culos
Gambar 2: Telur peregrine  © Roger Culos

Reproduksi

Alap-alap kawah dewasa secara seksual dapat berkembang biak ketika berumur satu sampai tiga tahun, sementara pada populasi sehat setelah dua sampai tiga tahun. Burung alap-alap betina dan jantan akan kembali ke tempat bersarang yang sama setiap tahunnya. Pada masa pacaran seperti halnya anak ABG melakukan campuran akrobatik udara, spiral yang tepat, dan manuver ketika menangkap mangsa di udara dengan harapan sang betina menerima makanan dari cakar jantan. Ketika musim kawin tiba, burung ini akan bersifat teritorial. Setiap pasangan dapat memiliki beberapa sarang yang dapat digunakan untuk dua sampai tujuh sarang dalam periode 16 tahun. Biasanya pada musim kawin tiba sekitar bulan Februari hingga Maret di Belahan Bumi Utara, dan dari Juli hingga Agustus di Belahan Bumi Selatan. Alap-alap kawah akan berkembang biak hingga akhir bulan November atau sekitar bulan Juni dan Desember dengan jumlah telur satu sampai lima telur. Telur alap-alap kawah berwarna putih dengan sebagian tanda warna merah atau coklat yang dierami selama 29 hingga 33 hari secara bergantian siang dan malam. Setelah menetas, anak alap-alap kawah akan memulai berburu dengan sang induk dengan radius 19 hingga 24 km dari sarang. Anakan alap-alap kawah akan bergantung pada suplai makanan dari induk dari sejak menetas antara hingga dua bulan. 

Gambar 3. Alap-alap Kawah Bertengger Di Pohon © Francisco M. Marzoa Alonso
Gambar 3. Alap-alap Kawah Bertengger Di Pohon © Francisco M. Marzoa Alonso

Habitat dan Kebiasaan

Habitat burung ini berada di lembah, pegunungan, sungai maupun garis pantai. Jika habitat alap-alap kawah adalah daerah dingin biasanya mereka akan membuat sarang permanen. Sementara beberapa individu alap-alap terutama yangjantan akan tetap berada di wilayah perkembangbiakannya. Hanya sebagian populasi yang mampu berkembang biak di iklim Arktik yang biasanya bermigrasi dalam jarak yang jauh selama musim dingin di utara.

Habitat spesies ini bervariasi berupa daerah terbuka, lahan pertanian dan lingkungan perkotaan sampai ketinggian 2000 m. Burung ini sering kali mengepak-kepakkan sayap statis saat di ketinggian. 

Alap-alap kawah mampu terbang sangat cepat dan berputar-putar menukik secara dahsyat dari tempat yang sangat tinggi di atas mangsanya. Burung ini mampu terbang dengan kecepatan yang lebih cepat daripada hewan lain di bumi ini saat sedang menukik, yang mengakibatkan kecepatannya melonjak sangat cepat pada kecepatan lebih dari 320 km/jam. Akan tetapi, tekanan udara yang diakibatkan dari terbang menukik tersebut dapat merusak paru-paru mereka. Selain itu, untuk melindungi mata, mereka menggunakan selaput nictitating mereka (kelopak mata ketiga) untuk sekresi air mata dan membersihkan kotoran dari mata mereka sambil mempertahankan penglihatannya. Sebuah penelitian yang menguji fisika penerbangan menemukan bahwa batas kecepatan teoritis terjadi pada kecepatan 400 km/jam (250 mph) untuk ketinggian rendah sedangkan 625 km/jam (388 mph) untuk penerbangan dengan ketinggian tinggi. Pada tahun 2005, Ken Franklin mencatat seekor alap-alap kawah memiliki kemampuan menukik pada kecepatan tertinggi, yaitu sekitar 389 km/jam (242 mph). Maka dari itu, burung ini disebut sebagai burung tercepat di dunia yang bersarang di tebing-batu cadas.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Umur atau masa hidup alap-alap kawah di alam bebas berusia hingga 19 tahun 9 bulan. Terlepas dari itu, ancaman antropogenik terjadi kepada spesies ini seperti tabrakan dengan benda buatan manusia, dibunuh oleh elang lainnya ataupun burung hantu yang lebih besar.

Gambar 4. Close-Up dari Alap-alap Kawah © Greg Hume
Gambar 4. Close-Up dari Alap-alap Kawah © Greg Hume

Sebaran

Alap-alap kawah sangat mudah beradaptasi di lingkungan apa saja kecuali dingin membuatnya mudah hidup dimana saja, tak heran jika burung ini tersebar di seluruh benua kecuali antartika. Pada musim dingin di  Asia Utara bermigrasi ke wilayah pesisir dan dataran rendah kepulauan sunda besar. Alap–alap kawah sangat mudah dijumpai di Indonesia terutama pada kawasan pegunungan-pegunungan di sumatera utara dan barat, Kalimantan utara, jawa, bali, nusa tenggara, Sulawesi, ambon, ternate, papua serta pulau-pulau di sekitarnya.

Konservasi

Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas. Beberapa dari subspesies terancam oleh hilangnya habitat, penggunaan pestisida dari mangsanya dan kontaminasi. Alap-alap kawah ditetapkan dalam status Berisiko Rendah oleh IUCN Red List dan terdaftar dalam CITES Appendix I. Meski perkembangbiakan alap–alap kawah terbilang cukup banyak namun jika tidak dijaga dan dilestarikan bisa saja terjadi kelangkaan atau kepunahan hewan. Perlu diingat bahwa ancaman terbesar bagi burung ini adalah kekurangan makanan atau mangsa, perubahan habitat dalam skala besar, keracunan pestisida atau cuaca ekstrim serta perburuan yang dilakukan manusia.

Untuk itu, mari kita bersama melindungi alap-alap kawah agar tidak terancam punah.

 

Penulis: Anisyafa Firda Dwi Damaranti

 

Referensi Literatur:

  1. Wikipedia contributors. (2021a, February 19). Peregrine falcon. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Peregrine_falcon
  2. Peregrine Falcon. (2019, December 24). Audubon. https://www.audubon.org/field-guide/bird/peregrine-falcon
  3. Desti, W. (2021, January 10). Alap-alap Kawah: Ciri, Kebiasaan, Makanan, Harga, Keunikan Dll. SentraBudidaya.Com. http://sentrabudidaya.com/alap-alap-kawah-ciri-kebiasaan-makanan-harga-dll/

 

Referensi Gambar: 

Gambar 1: Christopher Watson

Gambar 2: Roger Culos

Gambar 3: Francisco M. Marzoa Alonso

Gambar 4: Greg Hume

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!