Albatros: Burung dengan Sayap Terpanjang di Dunia Hewan

Desiran ombak, hangatnya sunset, suara alam, dan oww… Kamu melihat sesuatu yang hebat melintas. Hewan apa itu? Itu adalah albatros, burung laut kawan dari burung camar. Rentangan sayapnya besar sekali dan dia sangat ahli dalam terbang sambil menangkap ikan. Di artikel kali ini kami akan membawakan kepada kamu, Sobat Alam, albatros sang pemilik sayap terpanjang di dunia hewan. Kuy, kita baca sama-sama, sekaligus menambah ilmu.

Ads

Karakteristik

(gambar 1  albatros terbang)
(gambar 1  albatros terbang)
(gambar 2  perbandingan albatros)
(gambar 2  perbandingan albatros)

Albatros (Phoebastria albatrus) adalah burung laut terbesar dari keluarga  diomedeidae. Rentangan sayapnya adalah yang terpanjang di lautan. Saat albatros terbang ia bisa merentangkan sayapnya sepanjang 3,7 m. Selain ia memiliki sayap yang lebar, albatros juga memiliki paruh yang panjang, tajam, dan ujungnya seperti kail. Pada paruh albatros lubang hidungnya tidak sama seperti pada burung kebanyakan, hanya pada pangkal paruh. Lubang hidung albatros panjang dari pangkal menuju ujung paruh dengan bentuk seperti pipa. Tujuan bentuk hidung albatros adalah untuk mengukur kecepatan udara saat ia terbang. Fungsinya tidak jauh berbeda dengan pipa khusus yang ada di pesawat tempur. Selain untuk mengukur kecepatan udara, hidung albatros berfungsi menangkap aroma makanan, berbeda dengan burung kebanyakan yang mengandalkan mata.

 Karakteristik unik dari albatros lainnya adalah ia bisa meminum air laut. Albatros memiliki yang namanya procellariiformes yang berfungsi untuk menyaring garam dari air dan makanan laut. Procellariiformes pada albatros terletak pada bawah matanya. Hasil sisa dari pemurnian garam oleh albatros kemudian dikeluarkan melalui lubang hidungnya. 

Habitat

(gambar 3  albatros)
(gambar 3  albatros)

Seperti yang sudah disebutkan, albatros adalah burung laut. Tempat tinggal spesifik mereka adalah pulau terpencil di daerah laut Selatan sampai Pasifik Utara. Ada fakta mengatakan bahwa burung albatros ini bisa tidur sambil mengembara di lautan tanpa takut kehilangan arah. Andai saja burung albatros adalah kita, sosok manusia yang tidak takut kehilangan arah. Bagaimana cara ia terbang sambil tetap tertidur dan tidak kehilangan arah? Pada sayapnya terdapat tendon yang dapat mengunci sayapnya ketika terbang. Jadi, saat albatros terbang melewati angin laut mereka tidak perlu mengepakkan sayap. Sayapnya akan membentuk garis lurus, kemudian ia memanfaatkan angin horizontal dan vertikal untuk membuatnya tetap terbang tanpa perlu mengepakkan sayap lagi.

Informasi lain terkait habitat albatros adalah tempat di mana mereka bertelur. Dalam suatu koloni albatros, mereka akan membuat sebuah tempat yang disebut dengan gua. Gua ini terletak jauh dari garis pantai kepulauan utama. Pulau utama yang aku maksud adalah pulau-pulau yang ada di peta dunia. Tetapi di penelitian lain, albatros juga bisa membuat sarangnya di tebing atau di daratan pantai, yang tentu saja bukan di pulau utama. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Perilaku

Mayoritas burung albatros adalah seafood lovers, dikarenakan adaptasi mereka terhadap tempat tinggal mereka, laut. Makanan mereka antara lain ikan, cumi, dan udang-udangan kecil. Biasanya mereka menangkap makanan mereka baik dengan mengeruk sampah atau pasir, menjelajahi daratan, atau menyelam. Makanan yang didapatkan betina biasanya dibawa ke sarang mereka kemudian diberikan ke anak mereka. Apakah kamu menyadari sesuatu? Sampah. Sampah yang didapat oleh betina tak jarang menjadi makanan untuk albatros kecil yang baru saja memulai kehidupan. 

(gambar 4 albatros bertelur)
(gambar 4 albatros bertelur)

Bicara tentang anak albatros, burung albatros jarang ditemukan di daratan kecuali mereka sedang memiliki anak. Saat musim kawin tiba, mereka akan memulai tarian ritual kawin mereka untuk menangkap hati lawan jenis. Setelah kawin, selanjutnya mereka akan memiliki anak. Untuk informasi tambahan, albatros tidak berkumpul dan kawin di daratan utama. Mereka akan memilih daratan yang sangat pelosok dan aman dari jangkauan manusia, kemudian mereka bertelur di sana. Kembali ke anak albatros, albatros hanya bisa menetaskan satu telur setiap beranak. Sebelum hingga setelah telur itu menetas, albatros jantan dan albatros betina akan menjaga sang anak secara bergilir. 3-10 bulan kemudian (tergantung spesies), albatros kecil sudah bisa terbang sendiri. Tetapi, untuk meninggalkan tanah kelahirannya dan kembali lagi untuk kawin membutuhkan waktu 5-10 tahun.

Hubungan dengan Manusia

(gambar 5  perumpamaan tentang albatros)
(gambar 5  perumpamaan tentang albatros)

Berbicara tentang hubungan dengan manusia, albatros termasuk salah satu burung yang diincar bulunya. Kemudian bulu yang dikumpulkan akan digunakan untuk dijadikan topi wanita. Oleh suku Aleut dan Eskimo, albatros diburu untuk dimakan, karena albatros adalah makanan utama mereka. Selain untuk diburu, albatros juga menjadi bagian dari kebudayaan. Gambar albatros di tengah medali dilambangkan sebagai kepolosan dan kecantikan dari ciptaan Tuhan. Albatros juga ada dalam perumpamaan kuno yang berbunyi “An albatros around his neck” (Seekor albatros melingkar di lehernya). Dalam arti harafiah, perumpamaan itu ditujukan kepada pelaut yang berani membunuh albatros harus mendapatkan hukuman.

Mendapatkan banyak perhatian seperti di atas membuat albatros menjadi tertekan baik langsung maupun tidak langsung. Di beberapa negara bahkan memburu albatros untuk disajikan di atas meja sebagai hidangan, miris sekali. Dari 21 jenis albatros di dalam IUCN Red List, 19 diantaranya ada dalam status dilindungi dan 2 diantaranya hampir punah. 

Ada beberapa musuh alami albatros yaitu, tikus, kucing, dan manusia. Seperti yang tadi sudah aku sebutkan, tempat tinggal mereka adalah di pulau terpencil yang tidak ada manusianya. Tetapi apakah hewan lain tidak ada? Belum tentu. Tikus dan kucing adalah pemangsa utama anak-anak albatros. Mereka biasanya menyerang telurnya atau menggigiti hidup-hidup anakan albatros. Aku sarankan jangan mencari masalah ini di internet, yang ada kamu menangis. Bagaimana  manusia  menyerang albatros? Masih ingat yang sempat aku singgung di bagian perilaku? Benar sekali, sampah terutama sampah plastik. Jika kalian sering melihat di internet tentang burung yang mati memakan tutup botol, burung itu adalah albatros. Pencernaan mereka tidak didesain untuk melahap plastik. Tetapi untung saja para peneliti dari BirdLife International yang bekerja sama dengan pemerintah dan nelayan berhasil mengurangi masalah yang dihadapi albatros terutama soal sampah.

Sekian dulu artikel kali ini. Menyenangkan bukan membahas tentang kawan kita, albatros. Kelihatannya kehidupan albatros damai banget di pulau terpencil, tetapi siapa sangka rodent dan musuhnya masih saja bisa menyerang. “Apa yang tidak terlihat, bukan berarti tidak ada” . Terima kasih sudah selalu membaca artikel di Wanaswara ini. Aku harap jangan pernah bosan membaca artikel kami. Sekian terima kasih.

 

Penulis: Stella Angela

 

Daftar Literasi

“WATCH: The Amazing Life of This 65-Year-Old Bird.” Animals, www.nationalgeographic.com/animals/birds/facts/albatrosses?loggedin=true. Accessed 10 Mar. 2021.

Wikipedia contributors. “albatross.” Wikipedia, 4 Mar. 2021, en.m.wikipedia.org/wiki/albatross.

 

Daftar Gambar

albatros terbang

https://news.mit.edu/2017/engineers-identify-key-albatross-marathon-flight-1011

Perbandingan albatros

https://www.pinterest.cl/pin/299770918932948209/

albatros  

https://www.earthlife.net/birds/albatross.html

albatros dan telurnya

https://www.smithsonianmag.com/smart-news/wisdom-66-year-old-albatross-having-another-baby-180961400/

Perumpamaan albatros

https://en.m.wikipedia.org/wiki/albatross_(metaphor)

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online uuntu Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kkegiata dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarika lingkungan dan menjaganya.

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!