Anggrek Hitam Adalah Bunga Eksotis Khas Indonesia

Anggrek hitam adalah bunga eksotis khas Indonesia yang harus kita jaga kelestariaannya. Berikut ulasan singkat mengenai bunga anggrek.

Ads
Anggrek Hitam ⓒ id.psichapter.net
Anggrek Hitam ⓒ id.psichapter.net

Sahabat alam pasti pernah lihat tanaman Anggrek, kan?. Tanaman ini paling mudah dijumpai di pekarangan rumah karena memang banyak digemari apalagi sama ibu-ibu. Tapi apa sahabat alam pernah lihat tanaman Anggrek yang bunganya berwarna hitam? Pasti jarang, kan. Ternyata Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) adalah tanaman asli Indonesia, lho. Tanaman ini memang unik dan eksotis sampai-sampai banyak dikenal di mancanegara. Anggrek ini juga dinobatkan sebagai maskot flora Kalimantan Timur karena keindahannya. Pada tahun 1976 tanaman ini meraih juara satu dalam Pameran Anggrek Nasional di Jakarta dari Ibu Tien Soeharto. Kenalan lebih jauh lagi yuk dengan tanaman eksotis satu ini.

 

Taksonomi

Kingdom : Plantae

Sub Kingdom : Tracheobionta

Divisi : Magnoliophyta

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kelas : Liliopsida

Ordo : Orchidales

Famili : Orchidaceae

Genus : Coelogyne

Spesies : Coelogyne pandurata 

 

Ciri-Ciri Morfologi

Sesuai dengan namanya, Bunga Anggrek Hitam memiliki lidah (labellum) yang berwarna hitam dengan garis hijau berbulu. Pada pangkal bunga terdapat umbi berbentuk bulat pipih dan dua helai daun berbentuk elips yang menjulang ke atas. Warna hitam ini merupakan bawaan sifat langka yang dapat dijadikan sumber pembawa warna hitam dalam penyilangan untuk menghasilkan tanaman dengan corak bunga yang menarik. Kelopak dan mahkotanya berwarna hijau kekuningan. Tanaman ini tumbuh bergerombol dan membentuk rumpun dan dalam satu tangkai biasanya terdapat 5-10 kuntum bunga. Bunga ini saat mekar akan mengeluarkan aroma khas bunga anggrek.

 

Habitat dan Sebaran Anggrek Hitam

Anggrek Hitam adalah jenis anggrek yang hanya bisa ditemui di beberapa daerah di Kalimantan. Sebarannya meliputi Kalimantan, Semenanjung Malaya dan Sumatra. Habitat alami dari tanaman ini semakin menipis akibat berkurangnya hutan di Kalimantan. Namun, tanaman ini masih bisa dijumpai di kawasan Cagar Alam Kersik Luway, Kalimantan Timur. Umumnya, bunga ini tumbuh di batang kayu pohon, tapi ada beberapa juga yang tumbuh di batang kayu yang rebah di tanah. Pada bulan Oktober sampai Desember atau musim berbunga, ratusan Anggrek Hitam di cagar alam ini akan mekar dan dapat dinikmati keindahannya.

 

Syarat Tumbuh

Anggrek Hitam tergolong anggrek epifit karena hidup menumpang pada inang (batang pohon). Umumnya tanaman ini dapat dijumpai pada pohon-pohon dekat sungai di hutan primer yang memiliki kelembaban yang relatif tinggi. Kelembaban nisbi (RH) yang paling baik untuk tanaman ini berkisar 60%-85%. Daerah tumbuh yang optimal untuk tanaman ini bisa di dataran rendah maupun daerah dengan ketinggian 1.000-1.500 meter di atas permukaan laut.

Bunga Anggrek Hitam ⓒ 99.co
Bunga Anggrek Hitam ⓒ 99.co

 

Pembudidayaan Anggrek Hitam

Anggrek Hitam dapat dibudidayakan dengan cara generatif maupun vegetatif. Cara generatif hanya dapat dilakukan melalui proses di laboratorium. Sedangkan cara vegetatif dilakukan dengan memisahkan anakan. Budidayanya termasuk mudah dilakukan dan murah biaya. Selain itu, tanaman ini rajin berbunga, bisa sampai lima kali dalam sebulan.

Media Tanam

Media yang biasa digunakan untuk budidaya Anggrek Hitam antara lain sabut kelapa, serbuk gergaji dan pakis. Diantara ketiga jenis media tanam tersebut yang paling baik adalah serbuk gergaji karena paling mirip dengan batang pohon inang tempatnya tumbuh. Cara persiapannya adalah dengan merendam serbuk gergaji dengan air selama minimal 24 jam atau sampai getah yang melekat hilang. Kemudian beri larutan fungisida ke serbuk gergaji untuk mencegah dan menghilangkan jamur. Tanaman ini tidak suka berpindah-pindah, oleh karena itu sebaiknya sediakan tempat khusus untuk tumbuh dalam waktu yang lama.

Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan dan penyiraman yang rutin serta pengendalian hama dan penyakit. Pupuk diberikan dua kali seminggu pada pagi hari atau sore hari dengan dosis yang sesuai untuk umur tanaman. Jenis pupuk yang diberikan untuk tanaman muda adalah yang mengandung banyak unsur N untuk merangsang pertumbuhan vegetatif, sedangkan untuk tanaman dewasa menggunakan pupuk yang merangsang pembungaan seperti Gandasil atau Growmore. Cara mengaplikasikan pupuk adalah dengan menyemprotkan ke bagian bawah daun, lalu ke batang dan terakhir ke akar. 

BACA JUGA: Indonesia Green Living Festival: Menjadi Bangsa yang Hijau

Penyiraman  dilakukan tergantung dari umur tanaman dan kelembaban media tanam. Tanaman muda perlu disiram dua kali sehari pada pagi dan sore hari, sedangkan tanaman dewasa hanya perlu disiram satu kali sehari. Cara penyiraman yang baik adalah dengan menyemprot air ke media tanam, batang dan daun. Sebaiknya jangan semprotkan air langsung ke bunga karena akan menyebabkan kerontokan. Air yang dipakai bisa berupa air bersih, air bekas cucian beras ataupun air bekas mencuci daging. Penyiraman dilakukan secukupnya karena jika terlalu banyak akan menyebabkan tanaman menjadi busuk. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan tergantung kondisi tanaman serta harus tepat waktu dan sasaran. Pengendaliannya dapat menggunakan insektisida, herbisida dan fungisida.

Anggrek Hitam ⓒ 100gambarbunga.blogspot.com
Anggrek Hitam ⓒ 100gambarbunga.blogspot.com

 

Ancaman dan Upaya Konservasi Anggrek Hitam

Kebakaran hutan yang terjadi sepanjang tahun menyebabkan habitat alami Anggrek Hitam semakin menipis. Selain itu, pernah terjadi kebakaran hebat di wilayah Cagar Alam Kersik Luway yang melahap sebagian besar habitatnya dan menyisakan lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar. Jumlah populasinya di cagar alam hanya tersisa sedikit, sementara sebagian besar lahan yang lain berupa semak belukar, padang ilalang dan area kosong. Selain itu, hal yang memperparah adalah adanya lahan bercocok tanam ilegal milik masyarakat dan bahkan kawasan pemukiman di wilayah cagar alam.

Upaya konservasi telah dilakukan WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah setempat, organisasi dan masyarakat lokal untuk melestarikan Anggrek Hitam di habitat alaminya. WWF mendukung kerjasama lintas sektor dan lintas program untuk mengelola daerah konservasi berkelanjutan Anggrek Hitam di habitat alaminya, khususnya Cagar Alam Kersik Luway. Rencana ke depan dari WWF adalah melakukan kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kutai Barat untuk mengelola kelestarian anggrek lokal yang terancam punah di beberapa kecamatan di Kutai Barat. 

 

Penulis : Yuliana

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!