Anggrek Serat: Flora Asli Sulawesi yang Bernilai Tinggi

Gambar Anggrek Serat Salah Satu Flora Asli Indonesia
Gambar Anggrek Serat Salah Satu Flora Asli Indonesia (Sumber : https://www.twsflorist.co.id/30-jenis-bunga-anggrek-yang-ada-di-indonesia/anggrek-serat/)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari gugusan pulau besar maupun pulau-pulau kecil. Di pulau-pulau tersebutlah yang menjadi habitat bagi spesies flora endemik salah satunya Anggrek Serat. Total jumlah flora endemik yang ada di Indonesia yaitu lebih dari 40.000 spesies tanaman berbunga, termasuk di dalamnya ada 5.000 spesies anggrek. Jika jumlah semua spesies flora ini digabungkan, maka hasilnya adalah 11% dari seluruh spesies flora di dunia berasal dari Indonesia. 

Ads

Sekilas Info tentang Anggrek

Berbicara tentang anggrek pasti sudah tak asing di telinga kita. Anggrek adalah salah satu jenis flora yang elegan dan tahan lama. Karena dikenal dengan ketahanannya itu, maka anggrek sering dijadikan sebagai tanaman hias atau bahkan dekorasi bagi masyarakat. Anggrek termasuk dalam keluarga Orchidaceae.

Anggrek dibedakan menjadi dua kategori yaitu kategori anggrek epifit dan kategori anggrek terestrial. Kategori epifit yaitu anggrek yang biasanya tumbuh dengan menempel pada tanaman lain, namun tidak bersifat parasit. Yang termasuk ke dalam kategori epifit diantaranya adalah anggrek genus Dendrobium, Bulbophyllum, dan Coelogyne. Sedangkan kategori terestrial yaitu anggrek yang tumbuhnya di tanah. Contoh anggrek terestrial adalah genus Spathoglottis, Calanthe, dan Paphiopedilum.

Baca Lainnya : Tanami : Durian, Budidaya si Bau Namun Lezat

Anggrek Serat (Dendrobium Utile): Simbol Kebanggaan Sulawesi Tenggara

Sulawesi adalah salah satu pulau besar di Indonesia yang merupakan rumah bagi flora Indonesia termasuk berbagai jenis anggrek. Dalam ulasan terbaru mengenai anggrek (Thomas dan Schuiteman 2002), dari sebuah studi pendahuluan tentang inventarisasi anggrek di Sulawesi dan Maluku, tercatat bahwa total ada 820 spesies dimana 60% (548 spesies) ditemukan di Sulawesi. Dan salah satu spesies tersebut yaitu spesies Dendrobium Utile

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Yuk, Adakan Penghijauan di Daerahmu!

Bersama LindungiHutan, Menghijaukan Indonesia.

Dendrobium Utile adalah salah satu dari 1.000 spesies yang tergolong ke dalam genus Dendrobium. Dendrobium Utile adalah spesies anggrek asli yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Mereka hidup di hutan dengan ketinggian hingga 150 meter. Dendrobium Utile ini merupakan simbol bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Masyarakat asli Sulawesi Tenggara sering menyebut Dendrobium Utile ini dengan nama anomi, anemi alemi, atau anggrek serat.

Anggrek serat termasuk ke dalam golongan tanaman epifit yaitu tanaman yang hidupnya menempel pada sebuah batang pohon. Anggrek ini memiliki ciri fisik yang terdiri dari bunga, batang, akar, umbi semu, dan daun. Bunganya akan muncul pada setiap tangkai dan tangkai ini akan muncul pada setiap lipatan daun. Mahkota dan kelopak bunga pada anggrek ini biasanya berwarna kuning dan bentuknya menyempit dan memanjang. 

Anggrek serat memiliki bentuk akar yang unik yaitu seperti tumbuhan paku sarang burung. Akar berfungsi sebagai alat utama bagi anggrek serat untuk menempel pada pohon tempat hidupnya. Anggrek ini juga memiliki umbi semu. Umbi semu ini bentuknya kecil, agak pipih, dan lebih keras daripada umbi semu pada anggrek yang lain. Umbi semu pada anggrek ini akan tumbuh memanjang seperti batang dan berwarna hijau kekuningan. 

Anggrek Serat Sebagai Bahan Dasar Kerajinan Anyaman Khas Sulawesi Tenggara 

Gambar Pembuatan Kerajinan Anyaman dari Anggrek Serat
Gambar Pembuatan Kerajinan Anyaman dari Anggrek Serat (Sumber :https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsulsel/tradisi-anyaman-anggrek-serat-kab-konawe/)

Anggrek serat banyak dibudidayakan karena keindahan umbi semunya. Penampilan umbi semu pada anggrek ini memiliki warna yang mengkilap.Di dalam umbi semu terdapat serat-serat sklerenkim yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk keperluan pembuatan barang kerajinan. Barang kerajinan tersebut berupa anyaman. 

Cara masyarakat Sulawesi Tenggara memanfaatkan umbi semu ini untuk membuat anyaman kerajinan yaitu:

  1. Membelah umbi semu secara memanjang.
  2. Setelah umbi semu berubah bentuk menjadi memanjang seperti serat maka selanjutnya dipipihkan.
  3. Setelah dipipihkan, serat tersebut kemudian dililitkan pada balok kayu yang berbentuk kotak. Lalu biarkan sampai serat tersebut kering.
  4. Ketika serat tersebut sudah mengering maka maka nanti akan berubah warna menjadi kuning keemasan dan mengkilap. 
  5. Selanjutnya serat warna kuning keemasan ini siap untuk dibentuk menjadi kerajinan anyaman. Biasanya masyarakat akan membuat anyaman untuk perabotan rumah tangga seperti keranjang dan tas serbaguna. 

Sayangnya, pembuatan kerajinan anyaman dari anggrek serat ini biasa dilakukan oleh generasi tua dari Sulawesi Tenggara. Bahkan banyak generasi muda yang tidak mengetahui cara pembuatan dan hasil produk kerajinan anyaman dari anggrek ini. 

Nasib Kehidupan Anggrek Serat Saat Ini

Bagian serat pada anggrek ini telah memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Serat tersebut memiliki nilai estetika yang sangat tinggi. Selain itu anggrek ini tidak mudah untuk didapat karena habitat aslinya yang berada di hutan. Sehingga membuat nilai jual anggrek serat dan hasil kerajinannya menjadi mahal.

Karena nilai ekonomis yang tinggi ini membuat anggrek serat dieksploitasi oleh masyarakat Sulawesi Tenggara. Keadaan ini diperparah dengan hutan sebagai habitat asli tumbuhan ini juga telah dirusak karena penebangan besar-besaran untuk suatu kepentingan. Bahkan kabar terbaru menyebutkan bahwa eksistensi anggrek ini terancam punah. Sangat disayangkan bahwa tidak hanya anggrek ini saja yang punah tapi kerajinan anyaman pun ikut punah karena bahan baku dan tenaga pembuatnya pun turut hilang.

Untuk itu pemerintah bisa membuat aturan ketat untuk menjaga hutan agar tidak dirusak oleh pihak tertentu. Lalu masyarakat Sulawesi Tenggara berusaha untuk membudidayakan anggrek ini agar jumlah anggrek ini bisa diperbanyak. Karena anggrek ini dapat tumbuh hanya di habitat aslinya saja yaitu di Sulawesi Tenggara. 

Pada akhirnya, pemerintah beserta masyarakat Sulawesi Tenggara harus bersama-sama melestarikan anggrek serat untuk menjaga simbol kebanggaan Sulawesi Tenggara agar tetap eksis selamanya. 

Penulis : Linda Azariani

Referensi:

Better-Gro. 2020. Dendrobiums at a Glance. https://www.better-gro.com/dendrobium.html (diakses 1 Agustus 2020)

Griffis, Greg. 2017. Identifying Orchids. https://longwoodgardens.org/blog/2017-01-31/identifying-orchids (diakses 31 Juli 2020) 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsulsel/tradisi-anyaman-anggrek-serat-kab-konawe/ (diakses 1 Agustus 2020)

Mwaniki, Andrew. 2017. Native Plants Of Indonesia. https://www.worldatlas.com/amp/articles/native-plants-of-indonesia.html (diakses 31 Juli 2020)

Wikipedia. 2020. Anggrek Serat. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Anggrek_serat (diakses 1 Agustus 2020)

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!