Anoa, Si Kerbau Kerdil dari Sulawesi

© Trubus.id
© Trubus.id

Hutan merupakan ekosistem yang sangat kompleks, yang menjadi rumah bagi ribuan jenis satwa dan tumbuhan. Hutan menyuguhkan kita keanekaragaman hayati yang sangat mempesona. Termasuk hewan salah satu ini, hewan yang mungkin pernah kamu jumpai di hutan. Sedikit mirip dengan kerbau, namun berukuran lebih kecil. Hewan ini katanya ikon dari Sulawesi Tenggara, sekalipun keberadaannya justru jadi tanda tanya di sana. Yap, anoa namanya. Yuk kenalan dengan hewan endemik satu ini.

Ads

 

Berkenalan dengan Anoa

Anoa atau yang dikenal sebagai kerbau kerdil sulawesi ini merupakan megafauna endemik pulau Sulawesi. Terdapat dua spesies, yaitu dataran rendah (Bubalus depressicornis) dan pegunungan (Bubalus quarlesi). Memiliki spesies yang berbeda, keduanya memiliki keunikan masing-masing. Spesies dataran rendah memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan spesies pegunungan. Spesies hewan dataran rendah ini memiliki tinggi antara 60-100 cm dengan berat badan kurang dari 300 kg. Sementara spesies hewan pegunungan ini memiliki tinggi kurang dari 75 cm dengan berat badan kurang dari 150 kg. Selain itu, habitat spesies dataran rendah berada di bawah 1000 mdpl sementara habitat spesies pegunungan berada di atas 1000 mdpl. Berikut gambar spesies dataran rendah dan pegunungan secara urut.

© IDN Times
© IDN Times

 

© gardiananimalia.com
© gardiananimalia.com

Perbedaan lainnya juga terletak pada ekor, bulu dan juga tanduk anoa. Spesies dataran rendah memiliki ekor yang lebih pendek, bertanduk melingkar dan memiliki bulu berwarna hitam dan  tipis. Sementara spesies pegunungan memiliki ekor yang lebih panjang, tanduk yang kasar dengan penampang segitiga dan bulunya berwarna coklat dan lebih tebal.

Anoa tergolong ke dalam hewan herbivora. Hewan ini memakan rerumputan, semak, buah-buahan, tunas dan juga umbi-umbian. Namun, berdasarkan pengamatan oleh Kebun Binatang Ragunan, hewan ini lebih menyukai makanan campuran daripada makanan tunggal, sehingga ia lebih menyukai semak dibandingkan rerumputan.

Hewan ini juga tergolong ke dalam ruminansia atau hewan memamah biak. Anoa termasuk hewan yang membutuhkan asupan garam dan mineral untuk metabolisme dalam tubuh. Biasanya, spesies pegunungan memenuhi kebutuhan garam dan mineral dengan menjilat bebatuan yang ada di pegunungan. Sementara spesies dataran rendah meminum air laut untuk memenuhi kebutuhan garam dan mineralnya.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Hidup secara Soliter atau Semi Soliter

Anoa pada umumnya hidup di kawasan hutan lebat, hutan rawa, di sekitar sungai, danau, atau tempat lainnya yang mengandung banyak mineral dan garam. Hewan langka ini termasuk hewan yang hidup secara soliter atau semi soliter. Hewan ini lebih sering ditemukan hidup sendiri atau dalam kawanan yang kecil. Hewan yang hidup berkelompok ini hanya terdiri dari dua sampai lima ekor yang biasanya terdiri dari sepasang kekasih atau anak beserta induknya. 

 

Perkembangbiakan 

© Waza.org
© Waza.org

Pada umumnya, perkembangbiakan anoa sama seperti hewan mamalian lainnya. Hewan ini memiliki masa kehamilan selama 275 sampai 315 hari. Jenis betina hewan ini biasanya hanya akan melahirkan satu ekor anak dari setiap kehamilan, jika melahirkan lebih dari satu ekor anak, hal tersebut merupakan sebuah kelangkaan. Anaknya akan menyapih dengan induknya selama 6 sampai 9 bulan lamanya. Hewan ini sudah dapat berproduksi saat berusia 2 atau 3 tahun dan memiliki harapan hidup 20 hingga 30 tahun.

 

Status Kelangkaan

Hewan endemik yang sering disebut sebagai kerbau kerdil ini ternyata butuh perhatian khusus, sebab penurunan populasi hewan ini terus terjadi setiap tahunnya. Penurunan populasi ini menjadikan anoa masuk ke dalam daftar hewan langka yang terancam punah. Bahkan, status kelangkaan tersebut sudah diberikan oleh International Union Conservation of Nature sejak 1986 sebagai Endangered Species. Saat ini, diperkirakan masih ada 5000 ekor yang hidup di alam liar.

Penurunan populasi anoa di alam liar disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengalihan hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan, pembukaan lahan untuk pemukiman, hingga perburuan yang terus terjadi. Sebuah data menunjukkan bahwa lebih dari 200 hewan berumur dewasa ini yang mati akibat perburuan setiap tahunnya. Spesies dataran rendah merupakan yang paling terancam, sebab habitatnya lebih dekat dengan berbagai aktivitas manusia termasuk perburuan. Pada umumnya, hewan ini diburu untuk dimanfaatkan tanduk, kulit dan juga dagingnya. Terkadang hewan ini juga diperjualbelikan dalam keadaan hidup. Padahal, Convention of International of Trade Endangered Species of Wild Flora and Fauna memasukkan hewan ini ke dalam Appendix I pada tahun 2008 yang berarti hewan ini dilarang untuk diperjualbelikan secara bebas.

 

Menjaga Anoa dari Kepunahan

© belajarsimpati.com
© belajarsimpati.com

Ancaman kepunahan anoa sudah disadari sejak lama. Pada 1936, Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan aturan Ordinasi Perlindungan Binatang liar dan memasukkan hewan ini sebagai satwa yang wajib dilindungi. Namun, populasinya setiap tahun cenderung mengalami penurunan. Sehingga diperlukan upaya untuk menjaganya dari kepunahan. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk terus menjaga kelestarian hewan ini di alam. Salah satunya melalui penegasan terhadap berbagai aturan yang telah dibuat oleh berbagai pihak untuk menjaga satwa ini dari berbagai ancaman, termasuk perburuan. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia telah berupaya melindungi hewan ini dengan menerbitkan Peraturan Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemmnya juga Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) No. 54 Tahun 2013 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) hewan ini Tahun 2013 – 2022. Dalam peraturan tersebut, KLHK mendapat mandat untuk dapat meningkatkan populasinya sebesar 10% melalui upaya konservasi.

Konservasi anoa juga sangat penting dilakukan, salah satunya ialah konservasi ex-situ. Konservasi ex-situ akan membantu menjaga kelestariannya dan menjauhkan dari ancaman perburuan yang kerap dilakukan oleh manusia. Salah satu penangkaran yang terkenal ialah Breeding Center Anoa di Balai Penelitian dan Pegembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Manado. Semoga, sinergitas lintas sektor ini dapat terus menjaga kelestarian dan kemurnian hewan ini di alam.

Selain itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga hewan ini dari kepunahan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat ialah menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan penebangan secara liar, berhenti membakar hutan, serta berhenti melakukan perburuan anoa yang dinilai cukup masif. Dengan melestarikan hutan, artinya kita juga turut menjaga kelestariannya untuk selalu ada. 

 

Penulis : Fauzan

 

Referensi Literatur

Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi KLHK. (2015, July 12). Breeding Center of Anoa” Upaya Konservasi Ex-Situ Anoa. Retrieved December 30, 2020, from https://www.forda-mof.org/berita/post/2165

CNN Indonesia. (2020, September 2). Sulawesi Tenggara, ‘Bumi Anoa’ yang Nyaris Nihil Anoa. Retrieved December 30, 2020, from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200902125828-269-541923/sulawesi-tenggara-bumi-anoa-yang-nyaris-nihil-anoa

Paino, C. (2020, June 29). Melacak Leluhur Anoa di Sulawesi. Retrieved December 30, 2020, from https://www.mongabay.co.id/2020/06/29/melacak-leluhur-anoa-di-sulawesi/

RImbakita.com. (n.d.). Anoa – Taksonomi, Asal, Perkembangbiakan, Kelangkaan & Konservasi. Retrieved December 30, 2020, from https://rimbakita.com/anoa/

 

Referensi Gambar

https://gardaanimalia.com/anoa-si-kerbau-kerdil-satwa-endemik-sulawesi-yang-terancam-kepunahan/

https://news.trubus.id/baca/6502/cegah-kepunahan-pemkab-kolaka-bangun-penangkaran-anoa

https://www.belajarsampaimati.com/2013/04/apakah-anoa-pegunungan-hanya-hidup-di.html

https://www.idntimes.com/science/discovery/xehi-dekirty/5-fakta-anoa-hewan-asal-sulawesi-tenggara-yang-hampir-punah-exp-c1c2

https://www.waza.org/priorities/conservation/conservation-breeding-programmes/global-species-management-plans/anoa-babirusa-and-banteng/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!