Apa itu Hutan Bakau?

Hutan Bakau
Hutan Bakau © pexels.com TomFisk

Hutan bakau merupakan hutan yang tumbuh di air payau pada wilayah pesisir pantai. Atau secara mudah merupakan hutan yang ditanami pohon-pohon bakau. Pertumbuhan dan vegetasi dari kawasan ini sangat dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.

Ads

Persebaran hutan bakau secara alami terdapat di daerah khatulistiwa dengan iklim tropis dan sebagian subtropis. Luas total kawasan ini di seluruh dunia mencapai kurang lebih 16 juta hektar, sementara sekitar 25% nya berada di Indonesia (4,5 juta hektar). Negara lain yang juga memiliki hutan bakau terluas adalah Brazil (1,3 juta hektar), Nigeria (1,1 juta hektar), dan Australia (0,97 Hektar).

Selain habitat tumbuhnya di pesisir pantai, ada beberapa ciri-ciri umum lainnya dari pohon bakau. Pohon bakau dikenal dengan tumbuhan yang memiliki akar pohon yang tidak beraturan (pneumatofora). Akar-akar pohon bakau akan mencuat ke atas permukaan laut dan mudah terlihat, ini merupakan bentuk adaptasi dari pohon bakau untuk memudahkan mereka dalam bernafas.

Di dalam kawasan hutan, sangat jarang sekali ditemukan tumbuhan lain yang hidup selain pohon bakau. Biasanya sepanjang pemandangan pada kawasan ini hanya terdapat pohon bakau saja. Jajaran bakau ini, terdapat dari pesisir pantai yang bertemu langsung dengan ombak laut hingga bakau yang terdapat di hilir sungai.

Jenis-jenis Bakau

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, vegetasi pada hutan ini seperti terkotak-kotakan sebagai akibat dari pasang-surut air laut. Keadaan ini membuat pohon bakau memiliki adaptasi yang berbeda-beda. Selain itu, vegetasi bakau juga dipengaruhi oleh ombak dan jenis tanah. Melalui pola adaptasi yang berbeda-beda ini, bakau terbagi ke dalam beberapa jenis antara lain:

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  1. Rhizophoraceae

Rhizophoraceae merupakan jenis bakau yang tumbuh di daerah pesisir pantai. Jenis pohon bakau yang tumbuh di zona terluar dan berhadapan langsung dengan ombak laut yang keras beradaptasi dengan membentuk akar tunjang (stilt root). Pohon bakau jenis ini memiliki dampak secara langsung dalam menekan angka abrasi pantai.

  1. Sonneratiaceae

Sonneratiaceae atau jenis bakau pidada, merupakan bakau yang dapat hidup di area yang hanya terendam air 10-19 kali saja dalam satu bulan. Bakau jenis ini dapat hidup dalam keadaan lumpur saja. Adaptasi dari bakau pidada adalah menumbuhkan akar napas (pneumatophore) untuk mengambil oksigen dari udara.

  1. Avicenniaceae

Avicenniaceae biasa disebut sebagai bakau api-api memiliki kemiripan dengan bakau pidada. Bakau ini juga hidup di area yang hanya terendam air 10-19 kali saja dalam satu bulan dan beradaptasi dengan menumbuhkan akar napas. Bakau api-api banyak ditemukan di daerah yang tanahnya agak berpasir dan dekat dengan laut.

  1. Meliaceae

Bakau jenis ini tergabung ke dalam famili Meliaceae atau biasa disebut sebagai bakau nyirih. Bakau ini terbagi lagi ke dalam 2 jenis, Xylocarpus dan Hibiscus. Bakau jenis ini hanya dapat ditemui di daerah tertentu, terutama di daerah yang terendam secara musiman. Bakau ini menumbuhkan akar papan yang menjorok dan menonjol keluar sebagai bentuk adaptasi agar memudahkan dalam bernafas.

Peran dan Manfaat Hutan Bakau

Manfaat Hutan Bakau
Hutan bakau dapat mereduksi emisi karbon secara efektif © pixabay.com Kmarius

Keberadaan hutan bakau di pesisir pantai ternyata memberikan banyak sekali manfaat bagi lingkungan. Bakau memiliki peran sebagai tameng ombak yang dapat mencegah terjadinya abrasi. Jika tidak ada bakau, pantai berpotensi mengalami abrasi sebagai akibat dari aktivitas ombak.

Hutan bakau juga menjadi ekosistem tersendiri bagi berbagai macam fauna baik yang di darat maupun laut. Beragam spesies ikan, udang, dan kepiting memanfaatkan akar-akar bakau sebagai tempat persembunyian mereka dari pemangsa dan sebagai tempat mencari makanan. Monyet, ular, dan tupai juga memanfaatkan dahan dan ranting bakau sebagai tempat tinggal mereka. Begitu pula dengan burung-burung yang membangun sarang di sana.

Tidak hanya itu, hutan bakau ternyata menjadi salah satu penyimpan karbon biru yang sangat efektif. Seperti hutan pada umumnya, hutan bakau menjadi tempat sirkulasi antara karbon dengan oksigen dan juga sebagai tempat penyimpanan karbon agar tidak terlepas ke atmosfer. Menurut Aan Wahyudi, peneliti biogeokimia LIPI, daya serap karbon biru melebihi vegetasi daratan hingga 77%.

Potensi ini dimanfaatkan oleh UNFCCC pada Konvensi Perubahan Iklim ke-21 sebagai salah satu upaya dalam mereduksi emisi karbon. Indonesia beserta negara yang tergabung dalam konvensi tersebut, menyepakati langkah ini sebagai perwujudan dari komitmen pengurangan emisi karbon 2030.

Namun terlepas dari potensinya tersebut, hutan bakau terutama di Indonesia masih banyak mengalami degradasi atas kebutuhan manusia. Menurut Daniel Mudiarso, peneliti Center for Forestry Research (CIFOR), Indonesia kehilangan 52 ribu hutan bakau setiap tahun atau setara dengan luas kota New York. Biasanya hutan bakau dikonversikan menjadi tambak oleh masyarakat sekitar, atau terdegradasi akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan.

Tentu hal-hal seperti ini harus kita benahi bersama, dengan mulai mengenali manfaat hutan bakau dan berusaha untuk menjaga demi kelestarian lingkungan kita.

Penulis: Andhika Miftakhul Huda

Referensi: 

Redaksi Ilmugeografi. (n.d.). 4 Jenis Hutan Mangrove yang ada di Dunia. Retrieved from ilmugeografi.com: https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/jenis-hutan-mangrove#:~:text=Adapun%20beberapa%20keluarga%20dari%20pohon%20bakau%20antara%20lain,Mangrove%20%28Bruguiera%29%203%20Tangere%20%2F%20Yellow%20Mangrove%20%28Ceriops%29

Rimba Kita. (n.d.). Hutan Bakau – Pengertian, Sebaran, Peran & Kondisi Mangrove. Retrieved from rimbakita.com: https://rimbakita.com/hutan-bakau/

M, A. (2018, July 27). Mangrove itu Bermanfaat, Sekaligus Terancam, Kenapa? Retrieved from Mongabay 25 June 2020: https://www.mongabay.co.id/2018/07/27/mangrove-itu-bermanfaat-sekaligus-terancam-kenapa/

M, A. (2019, June 25). Indonesia Kembali Serukan Blue Carbon untuk Penanganan Perubahan Iklim. Retrieved from Mongabay 25 June 2020: https://www.mongabay.co.id/2019/06/25/indonesia-kembali-serukan-blue-carbon-untuk-penanganan-perubahan-iklim/

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Enable Notifications    Ok No thanks