Apa Itu Hutan Pantai?

Hutan Pantai
Hutan Pantai © gpswisataindonesia

Indonesia menjadi salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia dikaruniai garis pantai yang mencapai 99.093 km (Data Badan Informasi Geospasial) per tahun 2013. Karena anugerah inilah, negara kita juga memiliki berbagai tipe vegetasi khas pesisir, salah satunya adalah hutan pantai. Apakah Sahabat Alam sudah mengetahui apa itu hutan pantai? Apakah kawasan hutan ini sama dengan hutan mangrove? Menengok bahwa hutan mangrove yang berada di kawasan pesisir pantai sehingga banyak dari kita yang mengira bahwa kawasan hutan ini sama saja dengan hutan mangrove. Apakah benar seperti itu adanya? Lalu apa saja manfaat dari hutan pantai? Serta apa saja keunikan dan keanekagaraman hayati pada hutan pantai?

Ads

Mengetahui Definisi Hutan Pantai

Indonesia memiliki 15 tipe hutan alam yang merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna. Salah satu jenis tipe hutan yang berada di kawasan pesisir adalah hutan pantai. Penyebutan istilah hutan pantai untuk pertama kalinya dicanangkan oleh Whitford (1911). Kawasan hutan ini merupakan hutan yang berada pada daerah kering pesisir. Kawasan pantai merupakan wilayah perbatasan antara lautan dengan daratan. Akibat pergerakan gelombang dan hembusan angin, menyebabkan pasir pantai membentuk gundukan. Selanjutnya gundukan tersebut biasanya menjadi lokasi hutan pantai. Kawasan hutan ini memiliki ciri-ciri berpasir, berbatu dan tumbuh pada lahan kering. Jumlah sebaran hutan ini dimulai dari Sumatera, Jawa, Bali hingga Sumatera kurang lebih mencapai satu juta hektar pada tahun 1990. Sayangnya, pada 1996 hanya tersisa separuhnya atau setara dengan 0,55 juta hektar.

Perbedaan Hutan Pantai dengan Hutan Mangrove

Hutan Mangrove
Hutan Mangrove © klikkalimantan.com

Selama ini kita mengenal areal pertemuan air tawar hingga air laut terutama di pesisir pantai dengan istilah hutan mangrove. Lantas apakah hutan mangrove bermakna sama dengan hutan pantai? Hutan mangrove dikenal sebagai penjaga stabilitas ekosistem pesisir. Sebenarnya hutan mangrove berorientasi pada istilah komunitas tumbuhan yang berada di kawasan pasang surut pesisir pantai. Selain itu, hutan mangrove memiliki ciri khusus berupa substrat yang tergenang air laut serta dasar berupa lumpur atau liat. Terdapat beraneka ragam spesies tumbuhan yang dapat mencapai ketinggian 30 meter yang hidup di hutan mangrove. Spesies tumbuhan yang mendiami hutan mangrove biasanya didominasi oleh Avicennia sp., Rhizophora sp., Bruguiera sp. dan Ceriops sp. Kawasan hutan mangrove juga terbagi menjadi beberapa zona yang terdiri dari zonasi depan, zonasi tengah dan zonasi belakang.

Berbeda dengan tipe hutan mangrove, hutan pantai memiliki berbagai tumbuhan khas. Perbedaan tumbuhan khas ini dibagi menjadi dua formasi vegetasi, yaitu formasi pes-caprae dan formasi baringtonia. Pada pes-caprae akan lebih banyak menemukan berbagai jenis tumbuhan menjalar (semai) yang berada di atas garis pasang tertinggi. Sedangkan formasi baringtonia terletak setelah formasi pes-caprae. Pada baringtonia akan lebih banyak ditemukan spesies tumbuhan pepohonan dan semak belukar.

Komposisi Vegetasi Hutan Pantai

Dapat dikatakan bahwa komposisi vegetasi hutan pantai tergolong rendah. Penyebabnya adalah lebar dari kawasan hutan yang tidak lebih dari 50 m. Selain itu, berbeda dengan tipe hutan lain, batas zonasi hutan ini tidak jelas. Pada umumnya, kawasan hutan ini berisi tanaman jenis konifer (daun jarum), tumbuhan (pohon) berbunga dan liana. Pembagian jenis tumbuhan dibedakan berdasarkan formasi pes-caprae dan formasi baringtonia.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Formasi Pes-caprae

  • Ipomoea pes-caprae (L.) Sweet

Katang-katang
Katang-Katang © sorongraya.co

Tumbuhan dengan nama lain katang-katang (Convolvulaceae) ini merupakan herba tahunan yang memiliki akar tebal. Ciri khas herba ialah memiliki batang basah. Ia ditemukan pada pantai berpasir mulai dari permukaan air laut hingga mencapai 600 meter menuju daratan.

  • Vigna marina (Fabaceae)

Kacang Laut
Kacang Laut © tropical.theferns.info

Tumbuhan dengan nama lain kacang laut ini termasuk terna (batang lunak). Masa hidupnya tergolong singkat. Vigna marina memiliki bunga berwarna kuning dan biji bulat berbentuk ginjal. Ia juga sangat toleran terhadap kadar garam tinggi.

  • Vetiveria zizanioides (Poaceae)

Akar wangi
Akar Wangi © suarasurabaya.net

Ia tergolong rumput yang hidup menahun dan membentuk rumpun besar. Ia memiliki ciri-ciri berupa batang tegak lurus, memiliki rimpang dan sistem dan berakar serabut.

  • Sesuvium portulacatrum (L.)

Gelang laut
Gelang Laut © africanplants

Gelang laut adalah herba tahunan yang menjalar dan memiliki banyak cabang. Ia memiliki ciri mencolok, yaitu batangnya merah cerah dan keberadaan akar pada ruasnya.

  • Ischaemum muticum

Rumput Tembaga
Rumput Tembaga © projectnoah.org

Ia adalah rumput menahun yang memiliki akar rimpang panjang. Ia juga mempunyai pelepah daun dan dapat tumbuh agresif atau menjadi belukar. Keberadaannya sering dikaitkan dengan kondisi kesuburan.

Formasi Baringtonia

  • Barringtonia asiatica Kurz (Lecythidaceae)

Barringtonia asiatica
Barringtonia asiatica © worldoffloweringplants.com

Tanaman ini disebut dengan keben atau butun. Ia memiliki bunga besar berwarna putih. Ia juga menghasilkan bunga berbentuk persegi empat.

  • Calophylum inophyllum (Guttiferae)

Calophyllum inophyllum
Calophyllum inophyllum © natureloveyou.sg

Tanaman ini biasa disebut bintangur atau nyamplung. Ia memiliki getah berwarna putih kekuningan. Ia juga menghasilkan buah berbentuk bulat layaknya bola pingpong.

  • Terminalia catappa L. (Combretaceae)

Ketapang
Ketapang © jaringanmedia.co.id

Terminalia catappa L. merupakan tanaman yang berbentuk seperti pagoda. Ia memiliki daun berbentuk bulat telur. Ia sangat mampu menahan angin dan menyukai sinar matahari.

  • Pandanus tectorius ex Z (Pandanaceae)

Pandan Laut, hutan pantai
Pandan Laut © wikipedia

Pohonnya dapat mencapai ketinggian 6 meter. Daunnya berduri dan tajam. Memiliki bunga berwarna merah ungu dan buah seperti nanas.

  • Casuarina equsetifolia (Casuarinaceae)

Cemara laut, hutan pantai
Cemara Laut © sumbarprov.go.id

Pohon ini memiliki percabangan halus dan daun seperti jarum. Ia sangat menyukai sinar matahari, toleran terhadap kadar garam tinggi dan alkali.

Manfaat Hutan Pantai

Tanaman yang berada pada hutan pantai mampu meredam gelombang laut yang tinggi. Ada beberapa faktor penentu tingkat keberhasilan proses peredaman gelombang laut. Diantaranya adalah kerapatan pohon (tree density), diameter pohon (tree diameter), dan lebar hutan (forest width). Selain itu, hutan pantai juga memiliki kemampuan untuk mencegah abrasi, menahan angin, pengendali global warming, serta habitat dari berbagai jenis flora dan fauna.

Kerusakan Kawasan Hutan Pantai

Pada awalnya, keberadaan hutan pantai begitu dikesampingkan. Hingga kesadaran atas pentingnya kawasan tersebut mulai timbul pasca tsunami 26 Desember 2004 di Aceh. Faktor penyebab kerusakan lingkungan terutama kawasan hutan ialah kebutuhan ekonomi (economic driven) dan kegagalan kebijakan (policy failure driven). Pola konsumsi tinggi terhadap sumber daya alam pada kawasan terebut mengakibatkan kegagalan kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

Usaha Revitalisasi Melalui Program Rehabilitasi

Hutan pantai di Indonesia terus mengalami penurunan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dan terletak di antara tiga lempeng bumi. Hal ini tentunya menjadi tekanan besar terhadap negeri ini dengan status mudah memperoleh bencana alam termasuk tsunami sehingga upaya konservasi dan rehabilitasi merupakan tanggung jawab mendesak. Sayangnya, dalam pelaksanaan reboisasi sering menemui kendala. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi mendalam terkait penentuan jenis tumbuhan yang sesuai dengan kondisi lahan. Selain itu, dalam usaha meningkatkan keberhasilan rehabilitasi juga perlu memperhatikan kondisi ekologis, status tapak, ekonomi, dan sosial budaya.

 

Penulis: Melynda Dwi Puspita

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi:

Samin, A. N., Chairul dan E. Mukhtar. 2016. Analisis vegetasi tumbuhan pantai pada kawasan wisata Pasir Jambak, Kota Padang. Jurnal Biocelebes. 10 (2): 32-42.

Tuheteru, F. D. dan Mahfudz. 2012. Ekologi, Manfaat & Rehabilitasi, Hutan Pantai Indonesia. Balai Penelitian Kehutanan Manado. Manado, Indonesia. 178 hal.

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!