Apa Itu Urban Forest?

Tidak dapat dipungkiri, berjalannya pembangunan infrastruktur di dunia menciptakan kota-kota di seluruh penjuru bumi, baik kota yang telah berkembang dalam waktu yang cukup lama, maupun kota-kota baru yang muncul akibat pesatnya pembangunan tersebut. Seperti yang kita ketahui, definisi kota dalam beberapa dekade terakhir cenderung memiliki konotasi yang kurang beriringan baik dengan lingkungan. Seperti yang orang umum pahami, kota dapat dikatakan sulit untuk dibangun bersamaan dengan penghijauan guna menjaga lingkungan. Meskipun demikian, definisi kota yang seperti itu kini mulai ditinggalkan. Karena, kota-kota di dunia mulai beradaptasi dengan membuat tata pembangunan yang lebih rapi dan diintegrasikan dengan penghijauan serta lingkungan secara keseluruhan. Salah satu bentuk dari pengintegrasian lingkungan dalam pembangunan dapat dilihat dengan adanya urban forest. Lantas, apa yang dimaksud dengan urban forest? Bagaimana dampaknya terhadap lingkungan?

Ads

Definisi

Urban forest adalah hutan atau kumpulan pohon yang tumbuh di dalam kota atau pinggiran kota. Dalam arti yang lebih luas, istilah ini dapat mencakup semua jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh di dalam dan sekitar pemukiman manusia. Berbeda dengan taman hutan, yang ekosistemnya juga diwarisi dari sisa-sisa hutan belantara, urban forest seringkali tidak memiliki fasilitas seperti kamar mandi umum, jalan beraspal, atau batas yang jelas seperti yang kita lihat di taman, karena memang tujuan utama dari urban f0rest adalah keseimbangan lingkungan, meskipun dalam beberapa tempat urban forest sering dijadikan tempat untuk rekreasi. Perawatan dan pengelolaan urban forest disebut kehutanan kota dan hal tersebut diurus oleh pihak yang berwenang. Urban f0rest dapat dimiliki secara pribadi maupun publik. Beberapa urban f0rest mungkin terletak di luar kota, baik di pinggiran kota tersebut maupun di dekat pemukiman.

Gambar 1 Urban Forest Tijuca
Gambar 1 Urban Forest Tijuca

Urban forest memainkan peran penting dalam ekologi habitat manusia dalam banyak hal. Selain menghadirkan keindahan lingkungan perkotaan, urban forest menawarkan banyak manfaat seperti dampaknya pada iklim dan ekonomi sekaligus menyediakan tempat berlindung bagi satwa liar.

Dampak Positif Urban forest

Pepohonan memberikan peluang bagi kota untuk meningkatkan kualitas udara. Ozon permukaan tanah, atau kabut asap, dibuat oleh reaksi kimia antara NOx dan senyawa organik yang mudah menguap karena sinar matahari. Temperatur tinggi meningkatkan laju reaksi ini. Emisi kendaraan (terutama solar), dan emisi dari fasilitas industri merupakan sumber utama NOx. Emisi kendaraan, emisi industri, uap bensin, pelarut kimia, pohon, dan tanaman lain adalah sumber utama polutan. Sebagian besar polusi partikulat dimulai dari asap atau jelaga diesel dan dapat menyebabkan risiko kesehatan yang serius bagi penderita penyakit jantung dan paru-paru serta iritasi bagi warga yang sehat. Pohon dari urban forest adalah solusi penting dan hemat biaya untuk mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara.

Selain itu, dengan urban forest yang luas dan sehat, kualitas udara dapat meningkat secara drastis. Pohon membantu menurunkan suhu udara dan efek panas perkotaan. Penurunan suhu ini tidak hanya menurunkan penggunaan energi, tetapi juga meningkatkan kualitas udara, karena pembentukan ozon bergantung pada suhu. Pepohonan menurunkan suhu tidak hanya daerah yang ada di sekitarnya. Urban forest ini menciptakan perbedaan tekanan atmosfer antara dua area tersebut yang menciptakan angin. Fenomena ini disebut siklus angin perkotaan jika urban f0rest berada di dekat kota dan siklus angin taman jika urban f0rest berada di dalam kota. Angin itu membantu menurunkan suhu di kota.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Urban forest membantu memurnikan sumber air dengan memperlambat hujan saat jatuh ke bumi dan membantunya meresap ke dalam tanah, sehingga secara alami menyaring polutan yang berpotensi masuk ke sumber pasokan air. Urban f0rest mengurangi limpasan air hujan dan mengurangi kerusakan akibat banjir, melindungi sungai, dan danau di sekitarnya. Pepohonan juga membantu meringankan beban pada infrastruktur “abu-abu” (seperti selokan dan saluran air) melalui evapotranspirasi. Pohon sangat cocok karena tajuknya dapat menghalangi air (dan menyediakan vegetasi yang lebat), sementara akarnya dapat memompa sejumlah besar air kembali ke atmosfer sebagai uap air.

Urban forest di Seluruh Dunia

Di banyak negara, ada pemahaman yang berkembang tentang pentingnya ekologi alam di urban forest. Ada banyak proyek yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk restorasi dan pelestarian ekosistem.

Gambar 2 Urban Forest di Johannesburg
Gambar 2 Urban Forest di Johannesburg

Beberapa sumber menyatakan bahwa urban forest buatan manusia terbesar di dunia terletak di Johannesburg di Afrika Selatan. Johannesburg merupakan kota berhutan lebat dengan 6 juta pohon dilaporkan ditanam di sepanjang jalan dan lahan pribadi. Hutan Tijuca di Rio de Janeiro juga dianggap sebagai urban f0rest terbesar. Ini dimulai sebagai kebijakan restorasi pada tahun 1844 untuk melestarikan sisa-sisa alami hutan dan menanam kembali di daerah yang sebelumnya ditebangi untuk gula dan kopi.

Hutan Nasional Nebraska adalah hutan buatan manusia terbesar di Amerika Serikat yang terletak di negara bagian Nebraska. Beberapa kota di Amerika Serikat juga telah mengambil inisiatif berinvestasi di urban f0rest mereka untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi komunitas mereka. Beberapa kota terkenal di antaranya adalah Austin, Atlanta, New York, Seattle, dan Washington, D.C. New York, misalnya, telah mengambil inisiatif untuk memerangi perubahan iklim dengan menanam jutaan pohon di sekitar kota.

 

Penulis: Vigo Marcellino Krisnaya

 

Referensi literatur:

Jiri Lev (2017). “The power of streetscape and how to protect it”. Newcastle Herald. Newcastle NSW Australia.

 Berland, Adam; Shiflett, Sheri A.; Shuster, William D.; Garmestani, Ahjond S.; Goddard, Haynes C.; Herrmann, Dustin L.; Hopton, Matthew E. (June 2017). “The role of trees in urban stormwater management”. Landscape and Urban Planning. 162: 167–177.

 

Referensi gambar:

Gambar 1: https://www.explore-share.com/trip/tijuca-forest-trail-running-tour-rio-de-janeiro-brazil/ 

Gambar 2: http://www.theheritageportal.co.za/notice/save-johannesburgs-urban-forest 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!