Ayo Cegah Abrasi di Desa Bedono

Bedono, Demak – BagaSiPanda berhasil menyelesaikan sebuah kampanye alam pada tanggal 11 April 2021 yang lalu. Penanaman ini dilakukan dalam rangka mengatasi kerusakan alam yang disebabkan oleh abrasi parah dan banjir rob di pesisir Bedono, Demak. Kerusakan alam ini telah menghancurkan ekosistem dan mengancam keberlangsungan manusia. Akan tetapi, kita masih memiliki kesempatan untuk memulihkan daerah tersebut. Tentunya, hal ini akan membawa berbagai dampak baik bagi kehidupan masyarakat, terutama anak-cucu kita di masa depan. Oleh karena itu, BagaSiPanda memutuskan untuk memulai sebuah kampanye alam untuk upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan bagi kehidupan manusia.

Ads

 

BagaSiPanda
Gambar 1 Kampanye Alam BagaSiPanda © LindungiHutan

Ayo Belajar dan Bermain Bersama BagaSiPanda!

BagaSiPanda merupakan sebuah brand yang menyediakan berbagai mainan edukatif untuk merangsang perkembangan sensorik, motorik, dan kreativitas anak dengan harga terjangkau. Setiap produknya menggunakan bahan yang aman bagi kesehatan anak. Produk ini juga didesain dengan semenarik dan sebaik mungkin agar dapat digunakan oleh anak-anak dengan mudah. Semua produk mereka dapat ditemukan melalui Shopee dan Tokopedia.

 

BagaSiPanda
Gambar 2 Akun Instagram BagaSiPanda © Instagram

Selain itu, mereka menyebarkan berbagai informasi mengenai produk dan berbagai aktivitas yang dapat merangsang perkembangan anak melalui akun Instagram dan YouTube. Hal ini dilakukan untuk membantu orang tua menciptakan zona bermain yang nyaman dan edukatif bagi anak. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut dapat mendorong anak untuk terus berkreasi dan berkarya. Tentunya, hal ini akan membantu perkembangan anak dan membangun interaksi antar orang tua dengan anak. 

Kampanye Alam BagaSiPanda

Seperti yang kita ketahui, terdapat berbagai masalah lingkungan yang terjadi di Indonesia yang dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia. Lihat saja kerusakan alam yang terjadi di Desa Bedono, Demak. Daerah ini mengalami abrasi dan banjir rob yang sangat parah selama beberapa dekade. Tentunya, hal ini membawa berbagai masalah lingkungan bagi daerah tersebut, seperti hilangnya lahan kering, tanah tenggelam, kerusakan ekosistem, dan lain-lain. Akibatnya, daerah ini menjadi tidak layak dihuni dan banyak penduduk desa yang memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Akan tetapi, masih ada satu keluarga yang memutuskan untuk tetap tinggal, yaitu Mak Jah yang beranggotakan enam orang. Prihatin akan hal ini, BagaSiPanda memutuskan untuk menjalankan suatu kampanye alam berupa penanaman pohon mangrove demi menanggulangi kerusakan alam yang ada.

Gambar 3 Kegiatan Penanaman BagaSiPanda © Dokumentasi LindungiHutan

Kampanye tersebut mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk berkontribusi melindungi dan melestarikan lingkungan bagi masa depan buah hati. Untuk melakukan hal ini, BagaSiPanda bekerja sama dengan LindungiHutan untuk membentuk sebuah penggalangan dana online dengan donasi sebesar Rp10.000,00/pohon di laman khusus LindungiHutan. Selain itu, mereka menyebarkan berbagai informasi mengenai kegiatan kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap upaya pelestarian lingkungan di jaringan sosial media LindungiHutan dan BagaSiPanda. Pada saat yang sama, BagaSiPanda memutuskan untuk menyisihkan sebagian dari profit penjualan mereka sebagai bentuk kontribusi pembelian bibit. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Pada akhirnya, rangkaian kegiatan kampanye berhasil dilakukan pada tanggal 11 April 2021 yang lalu. LindungiHutan dan BagaSiPanda berhasil mengumpulkan dan menanam tiga ratus bibit mangrove jenis Rhizophora sp dengan tinggi 80 cm dan diameter 2 cm dalam kondisi yang baik. Kegiatan penanaman bibit ini juga dibantu oleh tim LindungiHutan, Mak Jah, dan dua orang peserta gabung aksi. Seluruh rangkaian kegiatan ini menghabiskan dana sebesar Rp2.850.000,00.

Lestarikan Alam untuk Masa Depan Si Kecil

Kerusakan alam yang terjadi sekarang ini telah mengancam kehidupan buah hati tercinta kita. Sebagian besar kerusakan alam yang terjadi disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah plastik ke laut, penggunaan kendaraan bermotor berlebih, penggunaan sumber daya alam berlebih, dan lain-lain. Akibatnya, tidak hanya alam saja yang rusak, tapi juga keberlangsungan hidup manusia terancam. Ambil saja limbah plastik sebagai salah satu contohnya. Plastik merupakan salah satu sumber polusi terbesar yang tidak dapat didaur ulang. Jadi, limbah plastik sering kali dibuang ke laut, ditimbun, atau dibakar. Hal ini mengakibatkan peningkatan jejak karbon, kerusakan terumbu karang, pencemaran air, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita harus mengambil langkah nyata melestarikan lingkungan demi masa depan anak-cucu kita.

Gambar 4 Hasil Penanaman BagaSiPanda © Dokumentasi LindungiHutan

Kampanye berupa penanaman yang dilakukan oleh BagaSiPanda merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan. Mereka menanam bibit pohon mangrove yang memiliki kemampuan memperbaiki ekosistem yang rusak, menambah garis pantai, menyaring air dari bahan kimia berbahaya, dan lain-lain. Tentu saja, semua ini tidak dapat dilakukan tanpa adanya partisipasi aktif dari berbagai kalangan masyarakat. Akan tetapi, usaha kita tidak boleh berhenti di sini. Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi dan melestarikan alam demi masa depan buah hati. Jadi, tunggu apa lagi?

Penulis: Jeannette Sharon

 

Referensi Gambar:

BagaSiPanda. (n.d.). [Screenshot]. Instagram. https://www.instagram.com/bagasipanda/?hl=en

LindungiHutan. (2020, Juli 13). [Campaign]. LindungiHutan. https://lindungihutan.com/bagasipanda

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. 

Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!