Bagaimana Cara Pohon Melindungi Diri?

Pohon adalah makhluk hidup yang mudah kita temukan di kehidupan sehari-hari. Layaknya makhluk hidup pada umumnya, pohon juga bernafas, mencari nutrisi, dan melakukan reproduksi. Namun, terdapat satu karakteristik unik dari pohon dibandingkan makhluk hidup lain yaitu ketidakmampuannya untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Pernahkah kalian melihat pohon berlari layaknya kucing atau terbang layaknya burung? Berbeda dengan manusia dan kebanyakan hewan, pohon adalah makhluk hidup yang tinggal di satu tempat. Lalu, bagaimana ya cara pohon melindungi diri tanpa kemampuan berpindah tempat? Kalau penasaran, yuk kita simak artikel di bawah!

Ads
Gambar 1. Pohon Memiliki Mekanisme Perlindungan Diri yang Unik Karena Ketidakmampuannya untuk Berpindah Tempat
Gambar 1. Pohon Memiliki Mekanisme Perlindungan Diri yang Unik Karena Ketidakmampuannya untuk Berpindah Tempat

Apa Saja Ancaman yang Dihadapi Pohon?

Layaknya makhluk hidup lain, pohon juga harus bertahan hidup dari berbagai ancaman agar dapat dapat bertahan hidup. Ancaman yang dihadapi oleh pohon salah satunya adalah serangan makhluk hidup seperti hewan herbivora hingga serangga. Selain itu pohon juga dapat terancam oleh infeksi hama, jamur, dan bakteri. Tak cukup di situ, pohon juga banyak mendapat ancaman dari perilaku manusia. Pohon menjadi target penebangan liar untuk diambil kayunya atau ditebang untuk dimusnahkan sebelum dibangun lahan industri dan pertanian. Bahkan pohon juga dapat mengalami kekurangan sinar matahari dan nutrisi, terutama jika hidup di tempat yang kurang cocok di dalam hutan.

Bagaimana Cara Pohon Melindungi Diri?

Seperti yang kita tahu pohon tidak dapat berpindah tempat untuk melindungi diri, namun pohon ternyata memiliki beragam mekanisme perlindungan diri yang unik lho!

  • Melalui Pembatas Fisik

Pembatas fisik adalah garda pertama dari pepohonan untuk melindungi diri dari hewan atau mikroorganisme lain yang hendak menyerangnya. Layaknya manusia, pohon juga memiliki kulit yang berperan untuk melindungi dari serangga dan penyakit. Kulit pohon yang tebal dan kasar melindungi bagian dalam pohon yang lebih rentan. Tak hanya kulit, beberapa jenis pohon juga memiliki duri di rantingnya untuk melindungi diri dari pemangsa. Pohon yang memiliki ciri ini misalnya pohon jeruk purut yang rantingnya kecil, bersudut tajam, dan berduri. Selain itu ada pula pohon akasia yang batangnya berduri untuk mencegah jerapah memakan daunnya.

Tak hanya di batangnya, beberapa pohon juga memiliki daun yang berduri sebagai mekanisme perlindungan diri, seperti adanya duri halus pada daun gympie. Jika menyentuh daun gympie, duri halusnya dapat masuk ke dalam pori-pori kulit manusia dan menimbulkan sakit yang luar biasa. Selain itu beberapa pohon juga memiliki daun yang keras dan terlihat dilapisi lilin agar tidak dikonsumsi oleh hewan herbivora. Material seperti lilin tersebut disebut cuticle dan berfungsi untuk menyerap air. Pohon yang memiliki daun tersebut misalnya Magnolia grandiflora dan willow gurun. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Gambar 2. Kulit Pohon yang Tebal dan Kasar Berguna Sebagai Mekanisme Perlindungan Diri Secara Fisik
Gambar 2. Kulit Pohon yang Tebal dan Kasar Berguna Sebagai Mekanisme Perlindungan Diri Secara Fisik
  • Melalui Reaksi Kimia

Jika mekanisme pembatas fisik tidak cukup untuk melindungi diri, maka pohon akan menggunakan zat kimia dalam tubuhnya untuk melindungi diri dari pemangsa. Misalnya beberapa pohon dapat mengeluarkan zat tanin beracun yang menyebabkan daunnya menjadi pahit sehingga mengusir hewan yang memakan daunnya. Tak hanya mengusir hewan, zat tanin tersebut juga dapat membunuh hama yang menginfeksi pohon. Contoh lain adalah pohon akasia yang akan mengeluarkan gas etilen ketika dimakan jerapah. Gas tersebut menyebabkan daun pohon akasia menjadi pahit sehingga mengusir kawanan jerapah yang mencari makan. Gas etilen juga berperan menjadi ‘sinyal’ kepada pohon akasia lain untuk mengeluarkan zat yang sama pula sehingga pohon terlindungi dari kawanan jerapah yang memangsa daunnya.

Pohon juga dapat mengeluarkan sinyal listrik pada daun jika ia merasa ada ulat yang memakan daunnya. Tak hanya sinyal listrik, ketika pohon mengenali air liur dari ulat tersebut, ia akan mengeluarkan feromon atau bau tertentu yang menarik hewan pemakan ulat seperti tawon dan burung pemakan ulat. Contoh dari fenomena ini terdapat pada pohon elm yang akan mengeluarkan feromon ketika merasakan air liur ulat di daunnya. Bau yang dikeluarkan feromon kemudian menarik serangga seperti tawon untuk memakan ulat tersebut.

Gambar 3. Pohon dapat Mengeluarkan Sengatan Listrik dan Feromon yang Menarik Burung atau Serangga Pemakan Ulat Ketika Diserang oleh Ulat
Gambar 3. Pohon dapat Mengeluarkan Sengatan Listrik dan Feromon yang Menarik Burung atau Serangga Pemakan Ulat Ketika Diserang oleh Ulat

Selain serangga atau hewan herbivora, pohon juga dapat mengeluarkan zat kimia tertentu untuk melindungi diri dari bakteri atau jamur. Ketika bakteri dan jamur berhasil membobol pertahanan fisiknya, pohon kemudian mengeluarkan zat kimia untuk melawan infeksi hama. Bahkan beberapa pohon juga dapat mengeluarkan zat kimia untuk menarik bakteri baik yang dapat melawan infeksi pada dirinya. Namun tak semua pohon memiliki mekanisme perlindungan diri yang sama. Beberapa pohon akan melindungi diri dengan cara sengaja mematikan sel di daerah yang terinfeksi oleh bakteri sehingga dapat mencegah infeksi tersebut menjalar ke seluruh bagiannya. 

  • Melalui Komunikasi dengan Pohon Lain

Pohon juga dapat berkomunikasi dengan pohon lainnya lho! Ketika suatu pohon merasa kekurangan cahaya matahari dan air maka pohon lain dapat membagikan sumber nutrisi yang ia punya. Jaringan komunikasi ini disebut pula sebagai “wood wide web” yang tersusun oleh banyak jamur yang menghubungkan akar satu pohon dengan pohon lain. Melalui koneksi ini, pohon dapat berbagi sinyal, air, hingga nutrisi untuk satu sama lain. Utamanya, sumber air dan nutrisi ini diperoleh dari ibu pohon yang memiliki lebih banyak sumber daya dibandingkan pohon lain. Ibu pohon biasanya adalah pohon yang tertinggi, sehingga ia mendapatkan lebih banyak matahari dan menghasilkan lebih banyak makanan dibandingkan pohon lain di sekitarnya. Tak hanya menguntungkan untuk pohon penerima, berbagi sumber daya juga menguntungkan untuk ibu pohon dan juga pohon lain di sekitarnya karena pepohonan ini akan hidup lebih baik di lingkungan yang sehat, kan?

Gambar 4. Pohon yang Paling Besar Memiliki Nutrisi Lebih Banyak yang Dapat Disalurkan ke Pohon yang Membutuhkan Melalui Jaringan Akar Pohon
Gambar 4. Pohon yang Paling Besar Memiliki Nutrisi Lebih Banyak yang Dapat Disalurkan ke Pohon yang Membutuhkan Melalui Jaringan Akar Pohon

Sekarang kalian sudah tau kan berbagai mekanisme perlindungan diri dari pohon? Berbagai cara unik tersebut dilakukan oleh pepohonan untuk menjaga keberlangsungan hidupnya dari berbagai ancaman, mulai dari serangga hingga bakteri. Sayangnya, mekanisme perlindungan tersebut tidak banyak melindungi diri mereka dari keserakahan manusia yang banyak menebang pohon untuk keuntungan semata. Yuk, bersama kita lindungi hutan untuk membantu pepohonan menjaga keberlangsungan hidup mereka dari ancaman manusia!

 

Penulis: Novia N Sabrina

 

Referensi literatur:

Bouchard, A. (23 September, 2016). Trees Have a Defense Mechanism Against Being Eaten. LabRoots.Tersedia dalam: https://www.labroots.com/trending/plants-and-animals/4153/trees-defense-mechanism-eaten. Diakses pada 15 Februari, 2021.

Fotheringham, N. (16 Maret, 2017). Trees Can Talk, See, And Even Fight. HuffPost Canada. Tersedia dalam: https://www.huffingtonpost.ca/nikki-fotheringham/trees-can-talk_b_15390928.html?guccounter=1. Diakses pada 15 Februari, 2021.

Gossner, M. M., Weisser, W. W., Gershenzon, J., & Unsicker, S. B. (2014). Insect attraction to herbivore-induced beech volatiles under different forest management regimes. Oecologia, 176(2), 569-580. https://doi.org/10.1007/s00442-014-3025-4

Hetzler, P. (25 Juli, 2020). How trees protect themselves from wounds, disease and pests (including us). NCPR. Tersedia dalam: https://www.northcountrypublicradio.org/news/story/41982/20200725/how-trees-protect-themselves-from-wounds-disease-and-pests-including-us. Diakses pada 15 Februari, 2021.

War, A. R., Paulraj, M. G., Ahmad, T., Buhroo, A. A., Hussain, B., Ignacimuthu, S., & Sharma, H. C. (2012). Mechanisms of plant defense against insect herbivores. Plant Signaling & Behavior, 7(10), 1306-1320. https://doi.org/10.4161/psb.21663

 

Referensi gambar:
Gambar 1: https://www.pexels.com/photo/pathway-between-green-leafed-trees-109391
Gambar 2: https://www.pexels.com/photo/brown-tree-trunk-1481451
Gambar 3: https://www.pexels.com/photo/summer-animal-leaf-hairy-4096817/
Gambar 4: https://www.pexels.com/photo/green-leafed-tree-38136

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!