Bahaya Polusi Udara Akibat Kebakaran Hutan

Fenomena Kebakaran Hutan

Belakangan ini kebakaran hutan menjadi semakin menarik perhatian internasional sebagai isu lingkungan dan juga kesehatan. Di Australia, lebih dari 10 juta hektar hutan dan lahan terbakar, melebihi Brasil yang kehilangan hampir 900.000 hektar hutan Amazon. Sementara Indonesia kehilangan lebih dari 5 juta hektar hutan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Ads

Pada umumnya, kebakaran hutan disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor alam dan ulah tangan manusia. Salah satu faktor alam yang menyebabkan bencana tersebut ialah pengaruh El-Nino. Kemarau panjang yang terjadi menyebabkan tanaman menjadi begitu kering, sehingga hal ini berpotensi mengalami kebakaran jika suatu waktu ada percikan batu bara di permukaan atau sumber api lainnya. Selain itu ulah tangan manusia menjadi faktor yang paling umum dijumpai, pembukaan lahan secara liar menyebabkan Indonesia harus kehilangan ratusan ribu hektar hutan dan lahan setiap tahunnya. Bahkan BNPB mengklaim bahwa 99% peristiwa terbakarnya hutan yang terjadi di Indonesia pada tahun 2019 disebabkan oleh ulah tangan manusia. 

© DTDCNews
© DTDCNews

Kebakaran hutan yang terjadi dapat menimbulkan berbagai dampak yang sangat merugikan bagi alam. Diantaranya ialah rusaknya ekosistem hutan, berkurangnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan serta hilangnya tempat tinggal bagi flora yang hidup di dalamnya. Dampak lain yang juga ditimbulkan akibat bencana ini adalah berkurangnya luasan hutan serta terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor, kekeringan dan bencana lainnya. Tidak hanya itu, polusi udara yang ditimbulkan akibat terbakarnya hutan juga memberikan dampak yang sangat berbahaya. Selain gas yang dilepaskan ke udara dapat mempengaruhi perubahan iklim, asapnya juga berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Dampak dari polusi udara yang ditimbulkan telah menyebabkan puluhan juta masyarakat Indonesia terpapar risiko polusi udara. Pekanbaru dan Palangkaraya menjadi wilayah yang sangat merasakan dampak dari polusi udara akibat kebakaran hutan, bahkan kualitas udara di Palangkaraya pada 2019 lalu sempat mencapai 20 kali lipat dari batas normal. Sejumlah riset telah membuktikan bahwa asap dari terbakarnya hutan dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan terutama infeksi pada saluran pernapasan. Dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat terbakarnya hutan disebabkan karena asap yang ditimbulkan mengandung zat-zat yang berbahaya jika terhirup oleh manusia.

 

Zat-zat Berbahaya yang Ditimbulkan Akibat Kebakaran Hutan

© krakatauradio.com
© krakatauradio.com

          Sulfur Dioksida

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Sulfur dioksida atau SO2 merupakan salah satu senyawa berbahaya yang terdapat pada asap akibat terbakarnya hutan. Senyawa ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyempitan serta iritasi pada sistem pernapasan.

          Karbon Monoksida

Asap kebakaran hutan juga mengandung karbon monoksida atau CO yang merupakan gas berbahaya yang tidak dapat dilihat dan dicium baunya. Karbon monoksida dapat menimbulkan gejala pusing, sakit kepala, depresi, mual dan muntah. Dan gejala ini dapat menjadi efek jangka panjang dan menetap. Selain itu senyawa ini dapat menyebabkan kematian jika terhirup dalam konsentrasi yang tinggi.

          Aldehida

Zat lain yang muncul dari terbakarnya hutan adalah aldehida. Zat ini dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan seperti alergi pada saluran pernapasan, hipertensi dan penyakit lainnya.

          Metana

Metana merupakan gas berbahaya yang juga terdapat pada asap akibat terbakarnya hutan. Gas ini dapat menggantikan oksigen di udara jika dalam konsentrasi yang tinggi. Akibatnya, jumlah oksigen di udara akan menipis dan akan mempengaruhi pernapasan pada manusia bahkan dapat menyebabkan kematian.

          Ozon

Sejumlah penelitian juga mengungkapkan bahwa ozon atau O3 juga terdapat pada asap dari hutan yang terbakar. Ozon merupakan senyawa berbahaya yang dapat mengakibatkan iritasi pada tenggorokan.

          Nitrogen Dioksida

Senyawa lainnya ialah nitrogen dioksida atau NO2. Senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ pernapasan sehingga menurunkan fungsi paru-paru. Selain itu, nitrogen dioksida juga dapat menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata dan kulit.

          Benzena

Benzena atau C6H6 merupakan senyawa yang diproduksi secara alami akibat dari terbakarnya hutan dan letusan gunung berapi. Senyawa ini dapat menyebabkan orang yang menghirupnya menjadi pusing, sakit kepala dan mengantuk. Namun, dampak jangka panjang yang ditimbulkan dari senyawa ini sangat berbahaya, bisa menyebabkan anemia, melemahkan sistem kekebalan tubuh, serta merusak organ reproduksi bahkan hingga menyebabkan kemandulan.

          Toluena

Toluena atau C7H8 merupakan senyawa yang berupa cairan bening dan beraroma khas. Senyawa ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf, pusing, sakit kepala, gangguan kognitif, serta gangguan penglihatan dan pendengaran. Selain itu, wanita yang sedang mengandung dan terpapar senyawa ini dapat mengakibatkan keterbelakangan mental dan pertumbuhan pada anak.

 

Upaya Pencegahan dan Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Terbakarnya Hutan

Mencegah tentu saja lebih baik daripada mengobati. Namun bagaimana jika semua ini telah terjadi ? Upaya terbaik dari setiap permasalahan tentu saja mencabut akar dari permasalahan itu sendiri. Seperti kebakaran hutan, upaya primer yang begitu ampuh tentu saja dengan menghentikan peristiwa ini terulang di masa yang akan datang. Namun, peristiwa terbakarnya hutan bukanlah hal yang sederhana, bahkan sudah menjadi permasalahan tahunan yang tidak ada habisnya.

Melihat dampak kesehatan masyarakat yang ditimbulkan akibat terbakarnya hutan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) membuat panduan penanganan dan pencegahan dampak kesehatan akibat asap dari hutan yang terbakar. Terdapat tiga upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dampak kesehatan akibat kebakaran hutan.

Panduan Pencegahan dan Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Asap Kebakaran Hutan © klikpdpi.com
Panduan Pencegahan dan Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Asap Kebakaran Hutan © klikpdpi.com

Upaya primer, merupakan upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk terhindar dari pajanan asap kebakaran. Seperti mengurangi aktifitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.

Upaya sekunder, berupa pencegahan dini terhadap berbagai gejala yang ditimbulkan akibat asap dari terbakaranya hutan seperti batuk, sesak nafas dan lainnya. Masyarakat juga dihimbau untuk mempersiapkan obat-obatan sebagai pertolongan awal dan disarankan untuk melakukan pengobatan ke dokter atau pelayan kesehatan terdekat jika keadaan memburuk.

Upaya tersier bertujuan untuk mencegah komplikasi dan kematian pada penderita penyakit yang diakibatkan kebakaran. Langkah ini berupaya menghentikan aktivitas yang dapat memperburuk keadaan, seperti merokok. Selain itu, mematuhi berbagai aturan kesehatan yang mendukung penyembuhan juga sangat diperlukan. Seperti melakukan pengobatan secara maksimal dan teratur serta meminum obat sesuai anjuran dokter.

Nama Penulis : Fauzan

 

Referensi Literatur

CNN Indonesia. (2019, August 15). 4 Kandungan Zat Berbahaya Asap Kebakaran Hutan. Retrieved December 14, 2020, from https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190815152437-199-421641/4-kandungan-zat-berbahaya-asap-kebakaran-hutan

IDN Times. (2019, September 18). Bahaya, 7 Zat Beracun Ini Terkandung dalam Asap Hasil Kebakaran Hutan. Retrieved December 14, 2020, from https://www.idntimes.com/science/discovery/nena-zakiah-1/zat-beracun-yang-terkandung-dalam-asap-hasil-kebakaran-hutan/7

Interaktif Kompas. (2020, February 18). Dibalik kebakaran Tiga Hutan Besar di Dunia. Retrieved December 14, 2020, from https://interaktif.kompas.id/baca/di-balik-kebakaran-tiga-hutan-besar-di-dunia/

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2015). Retrieved December 14, 2020, from http://klikpdpi.com/download/2019-pencegahan-dan-penanganan-dampak-kesehatan-akibat-asap-kebakaran-hutan.pdf

The Conversation. (2019, September 25). Kebakaran Hutan Makin Mengancam Kesehatan Penduduk Indonesia: dari Iritasi hingga Potensi Kanker. Retrieved December 14, 2020, from https://theconversation.com/kebakaran-hutan-makin-mengancam-kesehatan-penduduk-indonesia-dari-iritasi-hingga-potensi-kanker-124112

 

Referensi Gambar

http://klikpdpi.com/download/2019-pencegahan-dan-penanganan-dampak-kesehatan-akibat-asap-kebakaran-hutan.pdf

https://news.ddtc.co.id/otoritas-beri-penangguhan-pajak-bagi-korban-kebakaran-hutan-18345?page_y=0

http://www.krakatauradio.com/2015/10/asap-kebakaran-hutan-sudah-masuki.html

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealamuntuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dan bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!