Bantu Pulihkan Kondisi Ekonomi Mak Jah di Tengah Corona

Foto Penanaman Mangrove
Gambar Foto Bersama Peserta Penanaman © Dokumentasi LindungiHutan

Bedono, Demak – LindungiHutan sebagai sebuah platform penggalangan dana online dan gerakan pelestarian hutan serta lingkungan hidup di Indonesia, baru saja selesai mengadakan aksi tanam pohon di Demak pada 22 Agustus 2020 lalu. Penanaman yang dilaksanakan di Bedono, Demak, dalam upaya untuk membantu memulihkan kondisi ekonomi Mak Jah sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pada kegiatan penanaman, Bantu Pulihkan Kondisi Ekonomi Mak Jah di Tengah Corona ini, LindungiHutan berhasil mengantarkan 1.036 bibit mangrove Rhizopora Sp sukses tertanam. Dengan kondisi rata-rata bibit mangrove yang ditanam oleh LindungiHutan memiliki dimensi tinggi mencapai 50 m dengan diameter 1,5 cm. Aksi tanam pohon tersebut, dihadiri oleh 10 orang peserta yang terdiri dari tim internal LindungiHutan bersama dengan beberapa diantaranya merupakan mitra petani LindungiHutan. 

Ads

Sejak tahun 2017 Mak Jah telah menjadi salah satu mitra petani yang bekerjasama dengan LindungiHutan. Lokasi tempat tinggal Mak Jah sekarang menimbulkan kekhawatiran yang besar bagi tim LindungiHutan akibat dari kerusakan lingkungan yang terjadi. Selain itu, dengan berlangsungnya pandemi Covid-19 juga mengganggu roda perekonomian keluarga Mak Jah. 

Baca Lainnya : Sekilas Pandang (Bukan Pohon) Mangrove

Distribusi Mangrove
Gambar Pendistribusian Bibit © Dokumentasi LindungiHutan

Program kampanye alam “Bantu Pulihkan Kondisi Ekonomi Mak Jah di Tengah Corona” dimanifestasikan menjadi berupa kegiatan penanaman mangrove di Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Daerah ini merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang membutuhkan perbaikan lingkungan. Pada awalnya daerah Desa Bedono merupakan kawasan digunakan untuk kegiatan bercocok tanam dan asri dengan ekosistem mangrovenya. Kawasan ini kemudian berubah drastis seiring waktu karena bencana rob yang terus menerus terjadi. Oleh warga kemudian kondisi ini diubah mengikuti tren pembukaan lahan menjadi tambak. Perubahan tren ini justru semakin memperparah keadaan Desa Bendono. Kawasan luasan mangrove yang ikut menyusut karena rob merubah tambak yang dibuat warga menjadi laut. Warga pun banyak yang memilih untuk meninggalkan desa dan pindah ke daerah lain. Dahulu jarak antara lokasi tempat tinggal Mak Jah terhitung sejauh 4 km. Setelah hempasan bencana rob dan abrasi yang bertubi-tubi kini membuat Mak Jah menjadi satu-satunya warga yang masih bertahan di Desa Bendono yang tergenang. 

Penanaman Bibit Mangrove
Gambar Penanaman Mangrove © Dokumentasi LindungiHutan

Profesi Mak Jah sebagai petani dan penjual hasil laut menjadi terganggu akibat bencana banjir rob dan abrasi yang rutin terjadi di daerah ini. Sekaligus juga karena pandemi yang melanda mengakibatkan Mak Jah kesulitan untuk menjual hasil lautnya karena kondisi pasar yang dibuka secara terbatas. Sudah hampir dua bulan Mak Jah tidak mendapatkan jumlah pemasukan yang sama seperti sebelumnya. Seringkali Mak Jah dan beberapa anggota keluarganya yang lain melakukan kegiatan penanaman pohon secara mandiri untuk menghabiskan waktu. Mak Jah dan anak-anaknya melakukan penanaman di area belakang rumah. Hal ini dilakukan dengan harapan agar tanah tempat tinggalnya yang lenyap tergerus ombak akibat abrasi, dapat kembali menjadi endapan yang mampu mengembalikan desanya. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kegiatan penanaman dan kampanye donasi “Bantu Pulihkan Kondisi Ekonomi Mak Jah di Tengah Corona” merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa syukur tim LindungiHutan terhadap Mak Jah. Besar harapan tim LindungiHutan untuk membantu meringankan beban hidup Mak Jah. 

Bersama Mak Jah
Gambar Foto Kampanye Bersama Mak Jah © Dokumentasi LindungiHutan

Kegiatan penanaman mangrove di Desa Bendono diharapkan mampu membantu menanggulangi dampak dari bencana banjir rob dan abrasi di daerah tersebut. 

Penggalangan donasi yang dilakukan secara online oleh LindungiHutan dibundle bersama dengan bibit mangrove yang ditanam di lokasi sekitar tempat tinggal Mak Jah di Desa Bendono, Kabupaten Demak yang terkena abrasi. (Jehan Adhelia/LindungiHutan)

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!