Berbagai Alternatif lain Bahan Pembuatan Karbon Aktif

Di Indonesia, pembuatan karbon aktif untuk keperluan komersial menggunakan bahan dasar tempurung kelapa atau kayu. Tetapi sebenarnya, terdapat bahan-bahan alternatif lain dari limbah yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan karbon aktif. Beberapa diantaranya adalah dari limbah kulit pisang, kulit jeruk, cangkang buah karet, dan sampah plastik. Lalu, bagaimana proses pembuatan limbah tersebut sampai bisa menjadi karbon aktif? Yuk, simak penjelasannya!

Ads

 

Pembuatan Karbon Aktif dari Kulit Pisang

Gambar 1 Kulit Pisang
Gambar 1 Kulit Pisang

Percobaan pembuatan karbon aktif dari kulit pisang dilakukan oleh Mirsa Restu Adinata dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Ia mempunyai hipotesis bahwa kulit pisang dapat diolah kembali menggunakan cara karbonisasi. Nantinya, dari proses tersebut dihasilkan arang aktif. 

Dalam proses pembuatannya, kulit pisang dikarbonisasi pada suhu 400OC dalam waktu 1,5 jam. Setelah itu, kulit pisang ditumbuk dan direndam pada tiga jenis aktivator, yaitu H2SO4, KOH, dan ZnCI2. Hasil penelitannya menunjukkan bahwa keseluruhan karbonisasi dari kulit pisang mencapai 96,56%. Karbon aktif yang dihasilkan memiliki kemampuan adsorpsi yang maksimal dengan bahan baku yang lebih ekonomis. 

 

Pembuatan Karbon Aktif dari Kulit Jeruk 

Gambar 2 Jeruk Keprok
Gambar 2 Jeruk Keprok

Penelitian pembuatan karbon aktif dari kulit jeruk dilakukan oleh Asriningtyas Ajeng Erprihana dan Dhoni Hartanto dari Universitas Negeri Semarang dengan judul “Pembuatan Karbon Aktif dari Kulit Jeruk Keprok (Citrus reticulata) untuk Adsorpsi Pewarna Remazol Brilliant Blue”. Mereka menggunakan kulit jeruk keprok sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Untuk menghasilkan karbon aktif, pertama-tama kulit jeruk keprok dikeringkan dalam oven bersuhu 120OC selama 3 jam. Dari proses pengeringan tersebut akan didapatkan arang. Kemudian, arang tersebut dihaluskan hingga menjadi serbuk . Setelah itu, baru lah dilakukan aktivasi kimia menggunakan aktivator asam phospat (H3PO4). 

Karbon aktif yang dihasilkan dari kulit jeruk keprok akan difungsikan untuk adsorpsi pewarna Remazol Brilliant Blue. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah karbon aktif dari kulit jeruk keprok dapat menyerap zat warna Remazol Brilliant Blue. Penyerapan tersebut dilakukan pada waktu kontak selama 30 menit dan massa karbon aktif 1 gram. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Karbon Aktif dari Sampah Plastik

Gambar 3 Sampah Plastik
Gambar 3 Sampah Plastik

Sampah plastik yang terus bertambah banyak tiap hari akan menyebabkan dampak berbahaya bagi lingkungan jika tidak dikurangi atau dikelola dengan baik. Salah satu solusi pengolahan sampah plastik adalah dengan membuatnya menjadi karbon aktif. Penelitian yang dilakukan oleh tiga mahasiswa Universitas Diponegoro mampu mengubah sampah plastik jenis polyethylene. Karbon aktif yang dihasilkan dari sampah plastik diuji kegunaannya untuk menurunkan kandungan fosfat yang terdapat pada deterjen. Hal tersebut dilatarbelakangi karena mereka melihat jumlah deterjen yang dipakai dalam industri laundry semakin meningkat dan limbah airnya dibuang secara sembarangan. Tentu saja, limbah air tersebut akan mencemari lingkungan dan akan membahayakan masyarakat. Hasil dari pengujian yang dilakukan, yaitu karbon aktif dari sampah plastik dengan berat 3 gram mampu menurunkan fosfat sebesar 45,45%. 

 

Karbon Aktif dari Cangkang Buah Karet 

 

Gambar 4 Cangkang Buah Karet
Gambar 4 Cangkang Buah Karet

Proses pembuatan karbon aktif dari cangkang buah karet dimulai dengan proses penghancuran cangkangnya. Setelah itu, dilakukan proses karbonisasi menggunakan furnace pada variasi suhu 400OC dan 500OC. Kemudian cangkang buah karet diaktivasi menggunakan H3PO4 selama 24 jam.

Karbon aktif dari cangkang buah karet dapat berfungsi sebagai adsorben untuk penyerapan logam besi (III) dalam larutan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Siti Arofah, M.Naswir, dan Yasdi dari Universitas Jambi menyimpulkan bahwa adsorben karbon aktif dari cangkang buah karet terhadap larutan logam besi tergolong efektif. Dengan massa karbon aktif 0,5 gram mampu menyerap sebesar 68% larutan logam besi.

 

Penulis: Irfan Maulana

 

Referensi Literatur: 

Adinata, Mirsa Restu. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Karbon Aktif. Surabaya, 2013. http://eprints.upnjatim.ac.id/5778/1/file_1.pdf.

Arofah, Siti, M. Naswir and Yasdi. “Pembuatan Karbon Aktif dari Cangkang Buah Karet dengan Aktivator H3PO4 untuk Adsorpsi Logam Besi (III) dalam Larutan.” Engineering (2019): 38-51. https://online-journal.unja.ac.id/JurnalEngineering/article/view/7816/9755.

Erprihana, Asriningtyas Ajeng and Dhani Hartanto. “Pembuatan Karbon Aktif dari Kulit Jeruk Keprok (Citrus reticulata) untuk Adsorbsi Pewarna Remazon Brilliant Blue.” Jurnal Bahan Alam Terbarukan (2014): 25-31. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jbat/article/view/3699/3437.

Wardhana, Irawan Wisnu, Dwi Siwi H and Dessy Ika R. “Penggunaan Karbon Aktif dari Sampah Plastik untuk Menurunkan Kandungan Phosphat Pada Limbah Cair: Studi Kasus: Limbarh Cair Industri Laundry di Tembalang, Semarang.” Presipitasi (2013): 30-40. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/presipitasi/article/view/7226.

 

Referensi Gambar: 

Gambar 1: https://www.idntimes.com/life/women/triyana-sinta-dewi/5-manfaat-kulit-pisang-untuk-kecantikan-c1c2

Gambar 2: https://idnmedis.com/jeruk-keprok 

Gambar 3: https://katadata.co.id/sortatobing/ekonomi-hijau/6038a1dd52550/cegah-kebocoran-sampah-plastik-pasuruan-bangun-2-fasilitas-terpadu 

Gambar 4: https://www.pertanianku.com/wp-content/uploads/2015/11/Sekilas-Mengenai-Biji-Karet.jpg

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!