Budidaya Durian: proses Penanaman, Perawatan dan Panen

Buah Durian
Buah Durian (Sumber : bibitbunga.com)

Jika mendengar tentang raja buah, apa yang dipikirkan? Dengan bau yang khas dan rasa yang lezat. buah durian terkenal dengan julukan raja buah. Dengan kenikmatan buah durian, maka tidak mengherankan banyak masyarakat yang mencoba menanam buah ini untuk dibudidayakan maupun hanya sebagai konsumsi pribadi. menanam buah durian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Secara generatif menggunakan benih, dan dilakukan secara vegetatif menggunakan okulasi dan cangkok. Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Berikut tutorial dan langkah budidaya durian yang wajib sobat ketahui!

Ads

Baca Lainnya : Menstrual Cup: Sahabat Lingkungan yang Berisiko Tinggi

Langkah Budidaya Durian Dimulai dari Penyemaian

Biji Durian yang Telah Disemai
Benih Durian yang Telah Disemai (Sumber : bibitbunga.com)

Dalam budidaya durian, pembibitan merupakan hal penting yang harus dilakukan sebelum memulai tahapan-tahapan budidaya. Dan untuk mendapatkan bibit yang baik dan berkualitas unggul demi menunjang keberhasilan budidaya durian tentunya diperlukan teknik pembibitan yang baik dan benar. yuk simak bagaimana menyemai benih durian hingga menjadi bibit pohon durian supaya kita juga bisa ikut mengambil manfaatnya!

Siapkan Benih Unggul

Langkah pertama dalam budidaya durian yaitu memilih benih durian sesuai jenis yang ingin ditanam. Biasanya beda jenis, beda juga bentuk dan ukuran benih nya. Pastikan benih  berasal dari buah yang tua. Pilihlah benih  durian dengan ukuran relatif, utuh, tidak cacat, padat, segar, dan tidak kusut. Selain itu pilih benih  yang berasal dari buah durian indukan yang sehat agar pohon yang dihasilkan juga sehat.

Bersihkan Benih Durian

Bersihkan dengan mencuci benih  durian yang telah terkumpul. Pastikan tidak ada lagi daging durian yang tersisa pada benih. Cuci benih hingga bersih agar tidak mengundang hama pada saat proses penyemaian. Sebaiknya, cuci benih  menggunakan air yang mengalir.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Rendam benih  pada larutan fungisida yang mengandung ZPT selama 30 menit. Larutkan fungisida ke dalam air dengan dosis 2 ml fungisida untuk 2 liter air, aduk hingga tercampur merata dan benih  siap direndam. Tujuan perendaman ini adalah agar pada proses penyemaian benih tidak terserang jamur atau cendawan seperti cendawan rebah kecambah.

Keringkan Benih Durian

Keringkan benih di tempat terbuka (jangan terkena sinar matahari langsung) dan simpan di tempat kering. Setelah itu benih ini tidak dapat langsung digunakan.  Agar benih dapat menghasilkan pohon durian unggulan, maka perlu menyimpannya sekitar 2 minggu di tempat yang kering. Setelah itu barulah benih dapat ditanam dalam tempat persemaian.

Menyiapkan Media Semai

Siapkan tanah dan pasir halus yang sudah diayak. Buat media semai yang terdiri dari campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 1:1. Alternatif lain media semai, bisa juga menggunakan campuran bahan kompos dan pasir, dengan perbandingan 4:1, yaitu 4 bagian kompos ditambah 1 bagian pasir. Isikan media semai ke dalam polybag dengan ketebalan 2 kali lebih besar dari ukuran benih. Siram media hingga benar-benar basah merata. Siram media semai benih durian sampai lembab, tetapi tidak sampai menggenang.

Menyemai Benih Durian

Dalam budidaya durian, benih durian dapat disemai di pot ataupun wadah polybag. Ukuran wadah penyemaian tidak perlu terlalu besar. Tanam benih dengan posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah) dalam polybag berisi media semai dan tutup dengan plastik agar terlindung dari sinar matahari langsung. Sisakan 1/3 bagian benih yang tidak tertutup tanah. Siram persemaian benih hingga merata. Untuk mencegah hama serangga seperti semut, bisa ditambahkan insektisida/nematisida berbahan aktif karbofuran dengan menaburkannya di atas persemaian. Pastikan pengairan dan kelembaban terjaga dengan baik selama masa persemaian.

Lakukan penyiraman pada bibit sebanyak 2x sehari, umumnya pada pagi dan sore hari. Bibit ini akan tumbuh setelah 3 minggu. Bibit akan siap digunakan ketika daunnya sudah mencapai 3 buah. Pemindahan bibit pada lahan dilakukan ketika bibit telah tumbuh setinggi kurang lebih 40 cm.

Dalam budidaya durian, sebelum melakukan pindah tanam bibit durian, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Media tanam harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum ditanami bibit durian. Setelah selesai dibersihkan, kemudian diberikan fungisida sebagai upaya menghindarkan tanah dari jamur yang mungkin akan menyerang pohon durian. Buatlah bedengan sebagai saluran air ketika hujan datang, sehingga air tidak menggenang. Setelah semuanya siap, kemudian buat lubang untuk penanaman pohon durian. Masukkan pohon durian pada lubang, kemudian tutuplah dengan jerami yang kering. Penanaman pohon durian diberi jarak antara 10-12 m agar tanaman tumbuh dengan baik. Siram pohon tersebut dengan air secukupnya.

Persiapan dan Langkah-Langkah Menanam Bibit Durian

Durian Masak Pohon
Durian Masak Pohon (Sumber : bibitonline.com)

Pemilihan Lokasi

Dalam budidaya durian, cara menanam pohon durian yang benar, dimulai dengan pemilihan lokasi yang tepat. Menentukan juga bagaimanakah lahan yang baik untuk menanam durian. Berikut ini syarat-syarat lahan yang baik untuk pohon durian :

  • Intensitas sinar matahari langsung antara 40-50%
  • Pohon durian tumbuh dengan baik di lingkungan tropis dengan ketinggian 50 – 1000 meter dari permukaan laut
  • Suhu lahan yang baik antara 24-30 derajat celcius
  • pH tanah berada di kisaran 6 hingga 7
  • Curah hujan yang cukup dan bukan di lahan yang tandus
  • Jenis tanah yang baik adalah jenis latosol, podsolik serta andosol

Luas dari lahan juga harus diperhatikan. Sebaiknya jangan menanam tanaman buah durian terlalu dekat dan pastikan ada jarak beberapa meter antar tanaman. Luas lahan disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan ditanam.

Pemilihan Bibit Durian

Pemilihan bibit durian yang unggul tentunya akan menghasilkan tanaman dengan buah yang baik dan juga lebih berkualitas. Berikut ini adalah beberapa kriteria dalam memilih bibit unggul :

  • Bibit durian sehat dan segar
  • Bebas dari penyakit dan hama tanaman
  • Daun bibit durian berjumlah banyak
  • Batang dari bibit tanaman durian kokoh dan terdiri dari 2 atau 4 arah cabang
  • banyak terdapat tunas baru pada batang bibit durian

Cara menanam Durian

Setelah kita mendapatkan bibit unggul sesuai kriteria, selanjutnya adalah menyiapkan lahan tanam untuk tempat menanam bibit durian. Berikut ini cara menyiapkan lahan yang harus dilakukan :

  • Pertama-tama bersihkan lahan yang akan digunakan dari tanaman liar dan gulma. Pastikan sinar matahari tidak terhalangi dan bisa masuk ke lokasi lahan
  • Gemburkan lahan dengan cangkul dan diamkan selama kurang lebih tiga hari untuk dianginkan
  • Tambahkan dan sebarkan pupuk kandang sebagai penambah unsur hara didalam tanah, lalu diamkan lagi selama 1 minggu
  • Membuat lubang tanam dengan jarak antar lubang kurang lebih 8 x 8 meter. Tujuan dari jarak tersebut adalah agar tanaman tidak saling terganggu, bisa mendapatkan nutrisi, dan jika terjadi penyebaran hama atau penyakit tidak cepat menular. Selain itu, jarak tanaman juga membantu agar tidak saling menutupi untuk mendapatkan sinar matahari
  • Diamkan kembali lubang tanam selama kurang lebih 1 minggu
  • Menanam durian sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan agar mendapatkan nutrisi dan suplai air yang memadai
  • Masukan bibit durian kedalam lubang tanam dengan posisi tegak, lalu tutup dengan tanah sampai batas pangkal bibit durian
  • Siram bibit tanaman durian setiap hari agar asupan airnya cukup

Pemeliharaan dalam proses Budidaya Durian

1.Pengairan 

Cara pemeliharaan tanaman durian yang pertama adalah dengan rutin menyirami bibit durian setelah ditanam di lahan.  Tanaman durian yang baru ditanam membutuhkan pasokan udara yang cukup banyak sehingga penyiraman dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore hari hingga usia tanaman mencapai umur 1 bulan sejak masa tanam.

2.Penyiangan

Cara pemeliharaan tanaman durian yang tidak kalah penting adalah mencabut gulma dan rumput yang muncul di atas tanah. Sebaiknya membersihkan rumput ini tidak menggunakan arit atau cangkul karena dikhawatirkan dapat mengenai akar mayang tanaman durian.

3.Pemupukan 

Pemupukan juga perlu dilakukan dalam cara menanam durian untuk menghemat cadangan hara tanah untuk nutrisi yang dibutuhkan tanaman durian.  Pemupukan dilakukan sekali dengan menaburkan pupuk yang sudah matang di tanaman durian.

4.Pengendalian hama dan penyakit

Hama seperti penggerek buah, penggerek batang dan perusak daun dikendalikan menggunakan insektisida dengan dosis 2 cc/liter air. Pada tanaman dewasa dilakukan dengan menyuntikkan pestisida ke batang.

Langkah Perawatan Pohon Durian agar Budidayanya Berhasil

Perawatan Pohon Durian
Perawatan Pohon Durian (Sumber : mekarbibit.com)

Penjarangan dan Penyulaman dalam proses Budidaya durian

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan. Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yang ada.

Penyiangan dalam budidaya durian

Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput di sekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (± diameter 1 m dari pohon durian).

  • Pemangkasan atau Perempelan
  1. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Cara pemotonganwkedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.
  2. Apabila ada tanaman durian yang sudah tua dan kurang produktif maka dapat dilakukan peremajaan pada tanaman. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan.
  3. Agar pohon durian tidak tumbuh mengarah ke atas maka perlu dilakukan pembentukan pada dahan pohon. Pembentukan dapat dilakukan dengan cara dahan pohon ditarik paksa dan dibanduli, kemudian diikat dengan pasak.

Pemupukan

Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk, dan unsur hara yang terkandung dalam tanah.

  1. Pemupukan dasar

Pemupukan dasar adalah pemupukan yang dilakukan pada masa awal pertumbuhan tanaman. Pada masa ini sebaiknya diberikan pupuk yang mempunyai kandungan nitrogen dan fosfor yang tinggi dengan menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos, bokhasi, atau pupuk hijau dengan dosis pupuk sekitar 30-40 kg. Pupuk ditempatkan dalam rorakan (selokan) melingkari tanaman dengan kedalaman 10-15 cm. Lingkaran berubah mengikuti pertumbuhan tanaman dan tajun pohon. Pupuk ditabur merata ke rorakan dan ditutup kembali dengan tanah.

  1. Pemberian Pupuk sebelum tanaman berbuah

Pupuk yang diberikan pada masa ini adalah pupuk NPK. Pemupukan menggunakan NPK dilakukan setiap bulan 2 kali sepanjang tahun dengan proporsi 15:15:15 dengan takaran seperti di bawah ini:

  • Untuk tanaman yang berusia 1 tahun dengan pupuk NPK dosisnya 40-80 gr/pohon/tahun.
  • Untuk tanaman yang berumur 2 tahun dengan pupuk NPK dosisnya 150-300 gr/pohon/tahun.
  • Untuk tanaman berumur 3-4 tahun dengan pupuk NPK dosisnya 400-600 gr/pohon/tahun.

Aplikasi pupuk NPK terhadap pohon durian adalah dengan cara disebar dengan merata disetiap parit yang tadi dibuat. Setelah itu, timbun pupuk NPK tersebut dengan tanah dan ulangi kembali secara berkala setiap 3-4 bulan sekali.

Selain NPK, perlu juga ditambahkan pemberian pupuk organik setelah usia pohon durian mencapai satu tahun dengan dosis pemberian pupuk organik sebanyak 50-100 kg/pohon, pemberian diulangi setiap 1 tahun sekali. Cara pemupukan sama halnya dengan pemberian pupuk NPK, membuat parit dan ditimbun kembali.

Pada usia pohon durian sudah mencapai umur 3 tahun, pemupukan perlu ditambahkan terutama pemberian pupuk NPK sebanyak 25% sampai 30% dari pemberian pupuk sebelumnya.

  1. Pemupukan Ketika Pohon Berbuah

Pemupukan pada tanaman durian juga harus dilakukan ketika tanaman sudah memperlihatkan buahnya. Adapun cara dan dosis pemupukan pada saat tanaman berbuah adalah sebagai berikut :

  • Sesudah pemangkasan, berikanlah pupuk KCl sebanyak 530 gr, SP-36 sebanyak 890 gr, pupuk urea 670 gr dan pupuk organik sebanyak 40-60 kg.
  • Pada waktu pucuk mulai menua sebaiknya pohon durian diberikan pupuk KCl sebanyak 265 gr, SP-36 sebanyak 445 gr dan pupuk urea sebanyak 335 gr.
  • Sesudah 2 bulan dilakukan pemupukan yang kedua sebaiknya berikan pupuk KCl sebanyak 100 gr, SP-36 sebanyak 650 gr, dan pupuk urea sebanyak 180 gr.
  • Ketika telah keluar bunga lebih baik diberikan pupuk KCl sebanyak 100 gr, SP-36 sebanyak 225 gr, dan urea sebanyak 45 gr.
  • Setelah itu pada waktu 1 bulan sebelum panen tiba sebaiknya diberikan pupuk KCl sebanyak 150 gr, SP-36 sebanyak 650 gr, dan urea sebanyak 180 gr.

Pengairan dan Penyiraman untuk Budidaya durian

Pada awal pertumbuhan dilakukan setiap hari tergantung cuaca. Selanjutnya dilakukan 1-3 kali seminggu di musim kemarau, terutama ketika tanaman berbuah. Durian yang dikebunkan harus memiliki sistem drainase yang baik agar air tidak menggenang saat musim hujan. Perlu dibuat parit-parit untuk membuang kelebihan air agar tanah tidak terlalu basah/becek.

Penyemprotan Pestisida

Untuk bibit tanaman, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh dengan dosis 1 cc/liter air dan ditambah dengan pupuk cair mikro majemuk dengan dosis 0,5 cc/liter air. Jenis insektisida yang digunakan adalah Diazinon 600 g/l yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga. Untuk cendawan cukup melaburi batang dengan fungisida agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian di laburi oleh fungisida tersebut.

Pemeliharaan Lain dalam budidaya durian

Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan.

Memanen Hasil dari Budidaya Durian

Panen Buah Durian – Wanaswara
Panen Buah Durian (Sumber : indonesian.alibaba)

Pada umur sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga yang jatuh pada waktu kemarau. Cuaca dan iklim memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan hasil panen buah durian. Dari mulai proses pertumbuhan bunga sampai masa panen, durian membutuhkan waktu sekitar lima bulan. Awal pertumbuhan bunga ini sangat berpengaruh terhadap kualitas durian nantinya.

Durian yang proses berbunganya dimulai pada akhir musim penghujan, yakni pada Februari sampai Maret, hasil panennya akan paling bagus. Itu artinya, jika durian berbunga pada Februari sampai Maret, maka akan bisa dipanen sekitar bulan Juni sampai Agustus. Sementara durian yang masa berbunganya dimulai pada musim kemarau, antara Juli sampai September, kualitasnya yang dihasilkan akan menurun.

Dalam budidaya durian, buah durian yang matang tentunya menghasilkan bau menyengat dan terjadi perubahan warna kulitnya. Pada durian yang sudah masak bila diketuk akan terdengar dentang udara antara isi dan kulitnya.

Secara normal, buah durian yang sudah matang akan jatuh sendiri. Oleh karena itu, petani durian sering mengikat durian dengan tali plastik satu bulan sebelum durian matang sehingga tetap menggantung pada tali dan durian tersebut dapat diambil dalam keadaan utuh.

Buah durian dari pohon rendah dapat dipetik dengan menggunakan pisau tajam. Tangkai buah dipotong mulai dari bagian paling atas, ± 1,5 cm dari dahan. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena di tempat ini terdapat bahan tunas yang akan berbunga pada musim berikutnya.

Jumlah durian yang dapat dipanen dalam satu pohon adalah 60-70 butir perpohon pertahun dengan bobot rata-rata 2,7 kg. Apabila diinginkan jumlah buah yang lebih banyak lagi maka bobot buah akan turun.

 

Demikian serba-serbi budidaya durian. Proses budidaya dan perawatan durian memang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Ada baiknya sebelum menanam, kita mengenal karakteristik pohon durian terlebih dahulu.

 

Penulis : Iffa Dwi Maulidina dan Alma Cantika Aristia

Dikurasi Oleh : Daning

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!