Bukit Lawang : Rumah Bagi Orangutan, Kelelawar

Gambar 1. Bukit Lawang
Gambar 1. Bukit Lawang

Bukit Lawang

Sumatera merupakan salah satu kota yang memiliki banyak tempat wisata, salah satunya Bukit Lawang. Bukit Lawang adalah kawasan wisata yang berlokasi di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 80 km di sebelah barat laut kota Medan. Lokasi wisata Bukit Lawang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser. Taman Nasional Gunung Leuser adalah daerah konservasi terhadap orangutan. 

Ads

Sejarah Bukit Lawang

Gambar 2. Orang utan di Bukit Lawang
Gambar 2. Orang utan di Bukit Lawang

 

Bukit Lawang pada awal mulanya merupakan sebuah tempat rehabilitasi untuk orangutan. Pada tahun 1972, sebuah organisasi dari Swiss memprakarsai tempat ini sebagai sebuah tempat rehabilitasi orangutan dari penangkaran untuk dilepasliarkan kembali ke alam bebas. Lokasi ini terpilih sebagai pusat rehabilitasi orangutan kedua setelah Ketambe. Pada tahun 1980, Taman Nasional Gunung Leuser secara resmi ditetapkan sebagai Biosfer dan Taman Warisan ASEAN pada tahun 1984 oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).    

Pada saat masih menjadi tempat rehabilitasi, peran anggota tim rehabilitasi sangatlah penting untuk keberhasilan rehabilitasi orangutan. Anggota tim rehabilitasi memiliki peran penting salah satunya adalah saat orangutan yang diselamatkan dan hidup di tempat rehabilitasi akan tiba masanya mereka dilepasliarkan, sebelum masa itu tiba para anggota tim rehabilitasi akan mengajarkan cara bertahan di alam liar. Karena, pada saat rehabilitasi mereka akan kehilangan kemampuan hidup di alam bebas diakibatkan selalu berinteraksi dengan manusia yang sangat bertentangan dengan kehidupan di alam liar. Saat proses pelepasan orangutan yang telah direhabilitasi, mereka masih diawasi oleh anggota tim rehabilitasi. Oleh sebab itu, Bukit Lawang menjadi lebih sering dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri dan luar negeri karena terikat dengan adanya orang utan di kawasan tersebut.

Pusat rehabilitasi orangutan resmi tutup pada tahun 2002, tetapi peran lokasi ini sebagai pusat ekowisata untuk orangutan masih berlanjut hingga saat ini. Terdapat feeding platform yaitu secara terjadwal orangutan akan di-supply makanan sebanyak dua kali secara rutin. Namun, hal ini menimbulkan masalah lain, bahwa feeding platform bertujuan untuk kepentingan wisata saja. Faktanya, hal tersebut mendorong orangutan untuk mengunjungi wilayah tersebut untuk mendapatkan makanan, dan mengurangi naluri liar mereka. Oleh sebab itu, pada tahun 2015 feeding platform secara resmi ditutup karena banyaknya kontroversi dari banyak pihak.

Keunikan Bukit Lawang

  1. Terdapat Gua Kelelawar

    Gambar 3. Gua Kelelawar
    Gambar 3. Gua Kelelawar

    Bukit Lawang dikenal memiliki pesona alam yang indah dan sebagai pusat pengamatan orangutan. Tetapi tidak hanya itu saja, terdapat lokasi unik lainnya yang dapat dikunjungi jika berada di wilayah bukit ini yaitu, gua kelelawar. Gua kelelawar ini juga memiliki nama lain, biasanya masyarakat sekitar menyebutnya Gua Kampret. Gua ini berjarak 2 km dari hotel Eco Lodge Bukit Lawang. Panjang gua ini sekitar 500 meter. Gua ini berlokasi di area perkebunan karet dan sawit. Biaya untuk masuk gua kelelawar ini sebesar Rp. 5.000 per orang. 

    Saat memasuki gua kelelawar, hal pertama yang akan dirasakan adalah hawa dingin lembab. Celah-celah gua yang dimasuki sinar matahari sebagai sumber penerang dari luar menambah keindahan gua itu sendiri. Puluhan atau mungkin ratusan kelelawar yang bergelantungan di langit-langit gua juga menjadi daya tarik tersendiri, karena bisa melihat dengan jelas bagaimana kelelawar istirahat sebelum melakukan aktivitas di malam hari karena kelelawar merupakan hewan nocturnal

    Saat berkunjung ke dalam gua kelelawar sesekali kita akan merasakan bagaimana rasanya dilewati oleh kelelawar berterbangan karena merasa terganggu dengan kunjungan manusia. Proses perjalanan wisata gua kelelawar tidak semulus yang dibayangkan. Kondisi gua yang lembab dan penuh dengan kerikil, pengunjung harus selalu berhati-hati dengan menggunakan sepatu yang sesuai. Terdapat stalaktit-stalaktit yang terlihat dengan jelas saat memasuki gua. Stalaktit merupakan batuan yang runcing dan berlubang-lubang lancip dengan ujungnya mengarah kebawah. 

  2. Terdapat Flora dan Fauna Unik

    Kawasan hutan Bukit Lawang merupakan salah satu tempat terakhir bagi para ahli biologi, peneliti dan wisatawan untuk menyaksikan langsung kehidupan orangutan di habitat aslinya alam liar. Hutan ini merupakan tempat pelestarian flora dan fauna yang dilindungi. Beberapa diantaranya terdapat badak, gajah dan harimau merupakan fauna yang dilindungi. Salah satu flora yang terkenal dengan bau bangkai nya juga berada di hutan tersebut, ialah bunga Rafflesia Arnoldi yang diameternya dapat mencapai tiga meter.

    Hal menakjubkan lainnya berasal dari serangga, banyak jenis-jenis serangga yang memiliki kemampuan luar biasa seperti berbaur dengan lingkungan sekitar untuk mengelabui musuh dan terhindar dari ancaman predator. Dipterocarpaceae, Meliaceae, Burseraceae, Euphorbiceae, dan Myrtaceae merupakan famili tumbuhan yang mendominasi Kawasan hutan hutan tropis ini. Terdapat pohon-pohon yang berukuran cukup besar, berdiameter di atas 3 meter seperti pohon meranti, pohon kayu raja dan pohon kayu jenis damar dengan mudah dapat ditemui di lokasi yang mudah dicapai. 

    Fauna yang akan mudah kita jumpai saat jelajah rimba terdapat 3 spesies primate diantaranya orangutan Sumatera (Pongo pygmaeus abelii) yang dijelaskan di atas, kemudian monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan kedih (Presbytis sp.) Untuk fauna yang hanya dapat dilihat pada waktu dan lokasi tertentu di antaranya siamang (Hylobates syndactylus), white handed gibbon  (Hylobates lar), dan beruk (Macaca nemestrina). Ada juga fauna lainya seperti burung rangkong (Buceros rhinoceros), srigunting batu (Dicrurus paradiseus), dan elang (Haliartus sp). 

Penulis: Vebriani A’rofatus Sholihah  

 

Referensi Literatur 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Bobo.id. Ap aitu Stalagmit dan Stalaktit?. Retrieved Februari 23, 2021, from https://bobo.grid.id/read/08678677/apa-itu-stalagmit-dan-stalaktit

Bukitlawang.ecolodge.id. Ecolodge Bukit Lawang. Retrieved Februari 23, 2021, from https://bukitlawang.ecolodges.id/kegiatan/

Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Sumatera Utara. Retrieved Februari 23, 2021, from http://disbudpar.sumutprov.go.id/objek_wisata/bukit-lawang/

Gunungleuser.or.id. Bukit Lawang. Retrieved Februari 23, 2021, from https://gunungleuser.or.id/bukit-lawang/

Ksmtour.com. Uniknya Wisata Alam Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara. Retrieved Februari 23, 2021, from https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/sumatera-utara/bukit-lawang-uniknya-wisata-alam-tamannasional-gunung-leuser-sumatera-utara.html

Pinouva. Petualngan Menyusuri Gua Kampret di Bukit Lawang. Retrieved Februari 23, 2021, from https://pinouva.com/petualangan-menyusuri-gua-kampret-di-bukit-lawang/

Rain Forest Projects: From Rehbilitation Centre to Ecotourism. Retrieved Februari 23, 2021, from https://rainforestprojects.org/project/bukit-lawang-from-rehabilitation-centre-to-ecotourism/

 

Referensi Gambar

https://images.app.goo.gl/7qtydnE79SKwD8CNA

https://images.app.goo.gl/3qktr3dr75ihB3p19

https://images.app.goo.gl/WFWvAScdvGrbEmuKA

https://images.app.goo.gl/SHDgUPVqwxf2PeCH8

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!