Burung Kasuari: Si Pemalu yang Paling Berbahaya di Dunia

Gambar Kasuari Menjadi Burung Paling Berbahaya di Dunia
Gambar Kasuari Menjadi Burung Paling Berbahaya di Dunia (Sumber : https://pixabay.com/id/images/search/cassowary/)

Sobat Alam, siapakah diantara kalian yang hobi memelihara burung? Biasanya kalian yang hobi memelihara burung karena ingin menikmati suara kicauan burung yang sangat merdu sehingga bisa memberikan ketenangan. Selain itu, burung juga bersifat jinak sehingga mudah untuk dipelihara dan dirawat. Namun, tahukah kalian bahwa ada satu spesies burung yang bisa menyerang manusia hingga tewas? Sobat Alam ingin tahu spesies burung apakah itu? Dia adalah burung Kasuari. Yuk simak bagaimana hebatnya burung ini.

Ads

Baca Lainnya : LindungiHutan Memperbarui Izin Pengumpulan Donasi

Berkenalan dengan Burung Kasuari

Casuarius adalah salah satu dari dua genus burung di dalam suku Casuariidae. Casuarius atau yang lebih dikenal dengan Kasuari adalah spesies penting yang hidup di di hutan hujan tropis dan pegunungan di Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Kasuari merupakan burung besar yang tak bisa terbang yang masih berkerabat dengan burung Emu, burung unta, Rhea, dan burung Kiwi. Saat ini burung kasuari memiliki tiga jenis spesies yaitu dua diantaranya hidup di daerah Papua dan satu diantaranya hidup di hutan hujan tropis Queensland, Australia.

Kasuari sudah dianggap sebagai burung paling berbahaya di dunia. Dan anggapan tersebut memang benar. Ada satu kejadian yang belum lama ini terjadi yaitu pada tahun 2019 tepatnya berlokasi di Florida, Amerika Serikat. Dimana ada seorang pria tewas karena diserang oleh burung Kasuari yang tak lain adalah burung peliharaannya sendiri. Polisi menemukan fakta bahwa pria tersebut tewas karena ditemukan luka bekas cakaran kaki si burung Kasuari itu.

Casque dan Cakar: Senjata Andalan Kasuari untuk Menyerang Musuh

Karena Kasuari tidak bisa terbang, maka mereka telah beradaptasi dengan menggunakan casque (semacam tanduk) dan cakar mereka untuk melindungi diri mereka dari serangan musuh. Casque adalah semacam yang terletak di bagian atas kepala sebagai pelindung kepala mereka yang mempunyai panjang sekitar 15 sentimeter dan tinggi sekitar 17 sentimeter. Casque ini berguna untuk mencegah cedera tengkorak pada kasuari selama bertarung dengan
musuh. Ketika terjadi pertarungan, mereka akan berdiri tegak setinggi mungkin, lalu menurunkan kepala mereka untuk memamerkan Casque mereka sebelum menyerang.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Selain Casque, terdapat cakar yang sangat tajam yang berada pada kaki Kasuari. Cakar Kasuari ini bertindak seperti belati, dengan panjang 12 centimeter. Saat Kasuari terancam, Kasuari akan menyerang musuhnya dengan cakar hingga dapat menyebabkan kerusakan serius dimana organ dalam akan mengalami pendarahan.

Kaki Burung Kasuari yang Sangat Kuat

Gambar Tubuh Kasuari yang Besar dengan Kaki yang Kuat dan Cakar yang Tajam
Gambar Tubuh Kasuari yang Besar dengan Kaki yang Kuat dan Cakar yang Tajam (Sumber : https://pixabay.com/id/images/search/cassowary/)

Biasanya, Kasuari mempunyai sifat pemalu dan tertutup. Tetapi mereka bisa menjadi agresif ketika merasa terancam. Kasuari memiliki otot kaki yang sangat kuat. Sehingga saat Kasuari terancam mereka akan melompat setinggi lima kaki di udara bahkan dapat menendang dan melompat-lompat di atas tubuh musuh. Otot kaki Kasuari yang kuat ini juga membuat Kasuari mempunyai kemampuan lari yang sangat cepat yaitu sekitar 30 mil per jam.

Kasuari Masih Mempunyai Hubungan dengan Dinosaurus

Banyak yang mengklaim bahwa Kasuari terlihat seperti ”kalkun raksasa prasejarah”. Kasuari mempunyai postur tubuh dengan tinggi sekitar 1,5 meter hingga 2 meter dan berat sekitar 100-200 pound. Kenyataanya adalah memang Kasuari masih ada hubungan dengan dinosaurus. Buktinya adalah dengan Casque yang dimiliki oleh Kasuari yang berada tepat di kepalanya. Selain itu, Kasuari mempunyai ciri fisik yaitu tampak seperti kombinasi antara kalkun dan burung unta. Tubuh Kasuari memiliki warna dan tekstur yang mirip seperti dinosaurus. Tubuh
Kasuari yang besar, berbulu hitam, kulit kepala yang kebiruan, kulit leher yang kemerahan, dan kaki yang berwarna biru-abu-abu membuat ciri-ciri tersebut yang membuktikan bahwa Kasuari merupakan satu keturunan dari dinosaurus.

Burung Kasuari Mempunyai Sistem Pendengaran yang Spesial

Ternyata Kasuari juga memiliki pendengaran yang sangat baik. Sistem pendengaran ini telah dirancang dan disesuaikan secara khusus untuk dapat mendengar panggilan frekuensi rendah yang berasal dari Kasuari lainnya. Mereka membuat suara gemuruh namun dengan frekuensi rendah dan suara gemuruh dari Kasuari tersebutlah yang membuat nada terendah dari Kasuari dapat terdengar oleh burung lain.

Burung Kasuari Menyerang 200 Orang Per Tahun

Hampir lebih dari 200 serangan dari Kasuari terhadap manusia dilaporkan di setiap tahunnya. Penyebab dari serangan ini adalah karena alasan pertahanan diri. Kebanyakan Kasuari tidak akan menyerang kecuali mereka diprovokasi dan merasa terancam. Mereka diketahui menyerang saat akan diberi makanan. Namun itu hanya terjadi ketika manusia berusaha untuk terlalu mendekat dan burung merasa terancam dan oleh karenanya mereka perlu
menggunakan pertahanan diri. Banyak orang-orang yang bekerja dalam usaha konservasi Kasuari menyatakan bahwa burung-burung Kasuari itu sebenarnya adalah hewan yang sangat damai yang hanya menginginkan ruang mereka sendiri untuk bisa dihormati. Kasuari juga dikenal dapat menyerang seekor anjing tanpa alasan. Mereka bahkan bisa merobohkan beberapa pintu dan jendela dengan cara mematuk benda-benda tersebut dengan paruh mereka yang kuat.

Walaupun Berbahaya, Kasuari Telah Bertanggung Jawab Untuk Menjaga Kesehatan Hutan Hujan Tropis

Faktanya makanan utama dari Kasuari adalah buah-buahan. Mereka sangat menyukai berbagai jenis buah-buahan. Cara Kasuari memakan buah-buahannya adalah dengan langsung memakan buang secara utuh tanpa dikunyah. Sistem pencernaan mereka pun cukup lembut sehingga bisa menjaga benih (biji) buah untuk tetap utuh. Lalu benih-benih tersebut dilepaskan oleh Kasuari melalui saluran pembuangan air besarnya sambil mereka berjalan mengelilingi hutan hujan tropis. Sehingga benih tersebut nantinya bisa menjadi pupuk alami yang akan bisa menumbuhkan tanaman baru di kawasan hutan hujan tropis.

Walaupun dianggap sebagai spesies burung paling berbahaya, namun kini keberadaan Kasuari terancam punah akibat adanya perburuan liar dan perdagangan ilegal. Untuk itu, pemerintah telah menetapkan Kasuari sebagai satwa yang paling dilindungi. Dan kita juga bisa ikut melindungi dengan tidak mengganggu kehidupan Kasuari dan selalu merawat ekosistem hutan hujan tropis sebagai habitat asli mereka.

Penulis : Linda Azariani

Referensi:
Buckman, Kaylah. 2020. 9 curious cassowary facts. https://www.queensland.com/us/en/places-to-see/experiences/nature-and-wildlife/facts-about-the-cassowary.html (diakses 29 Juli 2020)

Rollinson, Bethany. 2020. Cassowary Facts – The World’s Most Dangerous Bird.
https://www.thefactsite.com/cassowary-facts/ (diakses 29 Juli 2020)

Wening, Tyas. 2020. Bukan Hewan Buas, Kasuari Justru Merupakan Burung Paling Berbahaya di
Dunia! Ini Alasannya. https://bobo.grid.id/read/082087294/bukan-hewan-buas-kasuari-justru-
merupakan-burung-paling-berbahaya-di-dunia-ini-alasannya?page=all (diakses 29 Juli 2020)

Wikipedia. 2019. Kasuari. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kasuari (diakses 29 Juli 2020)

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!