Cegah Emisi Karbon, Saatnya Gaya Hidup Bersih dan Sehat 

Gambar 1. Emisi karbon di dunia meningkat
Gambar 1. Emisi karbon di dunia meningkat

Emisi Karbon

Emisi karbon sudah harus diperhatikan semenjak era industry sudah berjalan, apalagi  sekarang sudah Revolusi Industri 4.0 yang dimana segala kebutuhan sudah digantikan oleh alat  teknologi modern. Maka dari itu penting untuk cegah emisi karbon terus meningkat. Diterbitkan oleh tirto.id, ternyata di dunia teknologi telah menyumbang emisi  karbon yang sangat besar, seperti penggunaan pesawat terbang dan bermain sosial media. Dikutip  dari laporan Gartner yang dilansir oleh Guardian , bermain sosial media atau melakukan  perncarian di internet dalam setahun membutuhkan listrik sebesar 356 kWh dan menghasilkan  karbondioksida setara dengan yang dihasilkan mobil yang berkendara sejauh 1.400 kilometer. Dan  setiap melakukan pencarian di google.com membutuhkan listrik sekitar 3,4 Wh, setara dengan pelepasan 0,8g karbondioksida ke udara. Sedangkan, mengirim atau menerima 20 surel jika  dikalkulasikan dalam setahun dapat menghasilkan karbondioksida setara dengan mobil berkendara  sejauh 1.000 kilometer. Laporan dari Greenpeace berjudul “Clicking Clean: Who Is Winning The  Race To Build A Green Internet?”, kebutuhan kerja IT menghabiskan listrik sebesar 1,817 miliar  kWh. Dan salah satu penyumbang emisi terbesar itu adalah data center atau pusat data. 

Ads

Meningkat Emisi Karbon

Dikutip dari kompas, persoalan emisi gas rumah kaca sangat menjadi perhatian sekarang karena terus meningkat dan berpeluang menghancurkan sepertiga populasi manusia di bumi,  Prediksi tersebut didapatkan berdasarkan skenario RCP 8.5, yang mewakili masa depan di mana  konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer tinggi. 

Pada Konvensi perubahan iklim (UNFCCC-COP25) mengangkat tema ‘blue carbon‘ yang  diterbitkan oleh detik.com, Dalam upaya mengurangi emisi udara. Indonesia sebagai negara  kepulauan yang terdiri dari 80 persen lautan mulai menangkap peluang karbon biru (blue carbon)  tersebut dalam upaya mencapai ambisi nationally determine contribution (NDC) sebanyak 29  persen. “Saya pikir ini opportunity baru. Kalau bicara blue carbon atau blue COP seperti  sekarang–selama ini kita agak fokus pada mitigation action–agak kurang di bidang adaptation  action, sekarang kita mulai bergerak ke dua-duanya,” jelas Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan  Kehutanan (LHK) yang juga Ketua Tim Delegasi RI Alue Dohong di Paviliun Indonesia, Madrid,  Spanyol pada akhir tahun 2019. 

Upaya Mengurangi

Untuk itu mulai sekarang kita dapat cegah emisi karbon mulai dari hal-hal yang biasa kita  kerjakan dikehidupan sehari-hari kita, apa saja sih yang dapat kita kerjakan untuk membantu upaya  mencegah emisi karbon ? 

  1. Lakukan efisiensi energi dirumah seperti :
  2. matikan lampu setelah digunakan
  3. gunakan listrik sehemat mungkin, cabut peralatan elektronik setelah digunakan 2. Kurangi berpergian menggunakan kendaraan bermotor, mari berahil ke transportasi umum guna mengurangi gas buang 
  4. Kurangi penggunaan sampah plastik seperti botol kemasan, sedotan dan beralih pola hidup sehat dengan membawa beka dari rumah dan alat makan sendiri.
  5. Kurangi berbelanja yang berlebihan agar mengurangi sampah produksi dari barang belanjaan tersebut.
  6. Konsumsi produk-produk lokal ketimbang impor, selain kita mengurangi emisi karbon, kita juga dapat mensejahterakan petani dan pedagang kecil lainnya.

Maka dari itu seharusnya Indonesia harus berada di posisi terdepan untuh cegah emisi karbon dalam upaya mengurangi emisi karbon di dunia, peran pemerintah sangat dituntut disini guna melaksanakan  upaya penurunan emisi karbon dari hasil industri dan lebih memerhatikan lingkungan hijau seperti  hutan, lahan pertanian dan lainnya untuk membantu fotosintesis penghapusan karbondioksida  secara alami. Kita sebagai masyarakat Indonesia mulai belajar cara pola daya hidup yang bersih dan sehat. Dan jangan lupa selalu mengkampanyekan dukungan penggunaan sumber energi  alternatif dan terbarukan dan mengenai krisis iklim lainnya. Salam Lestari! 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Penulis: Nugroho Ganda Novianto

 

Referensi Literatur : 

https://sustaination.id/6-tips-mengurangi-emisi-karbon-dalam-aktivitasmu/ 

https://wri-indonesia.org/id/blog/6-cara-menghapus-polusi-karbon-dari-langit 

http://iesr.or.id/tips-untuk-mengurangi-emisi-gas-rumah-kaca-dari-aktivitas-sehari-hari/ https://tirto.id/dunia-it-menyumbang-emisi-karbon-yang-sangat-besar-elcZ 

https://news.detik.com/berita/d-4808735/ri-tangkap-peluang-karbon-biru-dalam-upaya-menekan-emisi 

https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/21/090300423/pandemi-corona-belum-usai-emisi karbon-berpotensi-jadi-pandemi-baru?page=all

 

Referensi  Gambar: 

https://img.okezone.com/content/2018/12/07/56/1988067/emisi-karbon-dioksida-di-dunia-meningkat-2-7-dalam-setahun-3Rz9eO8jCM.jpg

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!