Cemara Udang: Fakta Sang Penghadang Angin Laut

Tanaman cemara udang merupakan tanaman yang sering kita temukan dipesisir pantai. biasanya tanaman ini tumbuh tinggi bercabang-cabang dengan daunnya yang rimbun mirip pohon cemara yang tumbuh dihutan. Konon ada sebuah kisah mengenai keberadaan cemara udang yang berada di kawasan Pantai Lombang (pantai yang terkenal dengan keberadaan tanaman ini). kisah itu mengatakan bahwa cemara udang yang ada disana dibawa oleh para pedagang dari Tiongkok yang merapat ke Sumenep. penasaran tumbuhan seperti apa cemara udang itu?

Ads

Taksonomi

dilansir dari wikipedia tanaman cemara udang/ laut memiliki kalsifikasi taksonomi sebagai berikut:

 

Kingdom : Plantae

(tanpa takson): Angiospermae

(tanpa takson): Eudikotil

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

(tanpa takson):Rosidae

Ordo: Fagales

Famili: Casuarinaceae

Genus: Casuarina

Spesies: C. equisetifol

Morfologi

Lahan Hijau
Lahan Hijau di Pesisir Pantai

cemara laut atau cemara udang (Casuarina equisetifolia) merupakan salah satu spesies Family Casuarinaceae atau biasa disebut dengan cemara – cemaraan, biasanya tumbuh dari 6 – 35 meter dan bisa mencapai tinggi 60 meter. Batang yang berbentuk silindris lurus bisa dengan bebas bercabang sepanjang 10 meter dan berdiameter 20 – 100cm. Tanaman ini banyak tumbuh di berbagai negara Asia mulai dari Myanmar, Bangladesh Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia,Australia,  Filipina,  hingga Kepulauan Pasifik.

tanaman cemara laut dapat mencapai ketinggian 35 meter, dengan daun hijau yang monoton berbentuk seperti jarum, kayu berwarna cokelat kemerahan hingga abu-abu pucat. tekstur kayu dari tanaman ini sangat keras dan bertekstur kasar. Tumbuhan ini dinilai tahan terhadap unsur garam. akarnyapun menancap kuat dan rapat yang berguna untuk mencengkram substrat yang tidak stabil seperti pasir.

Lain dengan pohon cemara biasanya, cemara laut adalah tumbuhan berumah satu. itu berarti dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan betina. Bunga jantan pada tanaman ini berada pada ujung cabang dan berwarna kekuningan, sementara bunga betina berada di percabangan dan berwarna merah.

namun kesamaannya dengan tanaman cemara yang lain ialah ada pada buah. buah dari cemara udang sama seperti buah pohon cemara pada umumnya yang cenderung keras dan berduri. sementara itu, Buah yang dihasilkan ketika masih muda berwarna kehijauan dan buah yang sudah mengeluarkan biji akan berubah menjadi cokelat gelap. Di dalam buah tersebut terdapat biji kecil seukuran biji cabai yang memiliki ‘sayap’. Dalam satu buah, dapat terdapat 7 – 9 biji yang ketika buah itu pecah, biji tersebut akan terbang dan disebarkan angin.

Manfaat Cemara Udang

karena karakteristiknya yang kuat, Cemara udang memiliki beberapa manfaat sebagai tanaman yang sering ditemukan dipesisir pantai. apa saja itu? yuk simak penjelasannya!

Cemara udang bagi Pertanian

Lahan diartikan sebagai lingkungan fisik dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisik berupa relief atau topografi, iklim, tanah dan air, sedangkan lingkungan biotik adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Indonesia, pada tahun 2012, memiliki total luas penggunaan lahan sebesar 39,594,537 ha, dengan 14,252,383 ha diantaranya berupa lahan yang sementara tidak difungsikan. Beberapa tumbuhan seperti cemara laut hanya dapat tumbuh di lahan tertentu, sehingga klasifikasi lahan diperlukan untuk menjadi habitat tumbuh.

Lahan yang tidak difungsikan tersebut bisa jadi karena sifatnya yang marginal sehingga tidak cocok digunakan sebagai lahan pertanian. Gunadi (2002) menyebutkan bahwa yang dimaksud lahan marginal adalah suatu lahan yang mempunyai karakteristik keterbatasan dalam sesuatu hal, baik keterbatasan satu unsur / komponen maupun lebih dari satu unsur / komponen.

Salah satu contoh lahan marginal dapat ditemukan di pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Di sepanjang pantai selatan Bantul mulai dari Pantai Parangtritis  hingga Pantai Pandansimo, lahan berpasirnya selalu bergerak dan bergulung akibat hembusan angin laut yang kencang. Pertanian sulit dilakukan pada ekosistem gumuk pasir disana, hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu yang ekstrim pada siang dan malam hari, udara yang sangat kering, kencangnya hembusan angin, kandungan unsur hara yang rendah dan uap air yang mengandung garam-garaman sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.

Hingga pada tahun 1999 pada tim dari UGM yang diketuai Prof Sutikno dari Fakultas Geografi dan Prof Suhardi dari Fakultas Kehutanan, mencoba menanam cemara udang di kawasan pantai selatan Bantul.

Ternyata, dengan teknik rehabilitasi menggunakan cemara laut (Casuarina equisetifolia), lahan pantai berpasir yang semula gersang dan tidak dimanfaatkan, lantas berubah hingga dapat meningkatkan produktivitas yang mendatangkan keuntungan bagi masyarakat sekitar. hal ini disebabkan pesisir pantai yang ditanami cemara udang meningkatkan agregasi perkembangan struktur tanah karena memperbesar granulasi dan porositas tanah, memperbaiki unsur hara dan meningkatkan kadar air tanah di bawah tegakan. Tegakan cemara udang juga mampu menciptakan iklim mikro lebih baik yang dapat menyebabkan lahan pantai berpasir pada daerah atau zona setelah tegakan dapat digunakan untuk budidaya tanaman semusim dan hortikultura. untuk lebih jelasnya, yuk simak gambar dibawah ini!

 

Bacaan Lainnya: Bahaya Sunscreen untuk Biota Laut

Yuk, Adakan Penghijauan di Daerahmu!

Bersama LindungiHutan, Menghijaukan Indonesia.

 

Cemara Udang Melindungi Pantai dari Abrasi
Manfaat cemara udang sebagai lahan pertanian dan mencegah abrasi

Melindungi dari Gelombang Tsunami

Pohon cemara udang dapat melindungi masyarakat di kawasan pantai selatan dari ancaman gelombang tsunami.

”Pembuatan lapisan cemara udang di sepanjang pantai dapat digunakan sebagai benteng untuk melindungi penduduk dan tempat berkembangnya satwa yang sangat peka dengan tanda-tanda akan terjadinya tsunami. Keberadaannya dapat memberi isyarat kepada manusia akan datangnya bencana itu,” kata Prof Suhardi, yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM.

Baca Lainnya : Motivasi Menjadi Relawan, Ikhlas kah?

Sebagai tempat Peneduh

Pohon cemara udang, mampu menahan tiupan angin kencang, hempasan gelombang laut, dan terpaan pasir yang bergulung di sepanjang pantai selatan. Sehingga sangat baik digunakan sebagai `windbreaker` di kawasan pantai yang rentan terhadap bahaya angin kencang dan tsunami. Daunnya yang rindang juga menjadikan cemara udang cocok sebagai tanaman peneduh.

Sumber: BPS, Gumukpasir, Forda, Sunarto Gunadi

 

 

Penulis: Kika & Daning Krisdianti

 

Referensi:

https://www.floradirgantara.site/2020/07/cemara-udang-tanaman-paling-dibenci-di.html

https://www.satuharapan.com/read-detail/read/cemara-udang-bermanfaat-bagi-lingkungan

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di daerahmu. Selain daerahmu, kamu  juga bisa membantu menghijaukan daerah lainnya di Indonesia lho!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!