Crown Shyness: Bentuk Social Distancing Pohon untuk Cegah Penyakit

Crown Shyness dan Pengaruhnya

Gambar 1. Crown Shyness
Gambar 1. Crown Shyness

Hutan menyimpan keunikan-keunikan yang dapat membuat orang-orang kagum melihatnya. Kanopi hutan yang memiliki celah seperti cabang atau dikenal dengan fenomena crown shyness, adalah salah satu hal unik yang terjadi di hutan. Crown shyness merupakan suatu fenomena yang terjadi pada pohon, yaitu ketika tajuk pohon dan daunnya tidak saling bersentuhan dengan pohon-pohon di sekitarnya sehingga menciptakan jarak atau celah antar ujung pohon. Fenomena ini ternyata telah dibahas dalam literatur ilmiah sejak 1920-an. Pada awalnya, beberapa peneliti menduga bahwa pohon-pohon membuat celah dengan tidak saling bersentuhan karena kurangnya sinar matahari. Crown shyness tidak terjadi ketika pohon masih berukuran kecil atau pendek, tetapi akan sangat jelas terlihat ketika pohon sudah tumbuh menjulang tinggi. Fenomena ini tentu lebih jelas ketika memandangnya dari bawah pohon. 

Ads

Fenomena unik ini memberikan manfaat baik bagi pohon itu sendiri maupun sekitarnya. Celah-celah yang dihasilkan dari fenomena ini membantu sinar matahari mencapai dasar hutan, sehingga tanaman lain yang lebih rendah dari pohon dan hewan-hewan yang tinggal di dalamnya, khususnya hewan-hewan arboreal dapat memperoleh asupan cahaya matahari yang cukup. Celah tersebut juga dapat menghindari liana atau tumbuhan merambat yang pada umumnya ada di hutan tropis dan subtropis. Fenomena ini seperti melakukan social distancing yang dilakukan oleh pohon. Tidak berbeda jauh tujuannya dengan social distancing yang dilakukan oleh manusia pada masa pandemi, fenomena ini ternyata juga bertujuan untuk mengurangi potensi penyebaran antar pohon terhadap mikroba penyebab penyakit atau serangga yang tidak terbang. Jika tajuk pohon bersentuhan dengan pohon-pohon sekitar, serangga dan bakteri pembawa penyakit dapat berpindah menuju pohon yang lain dan memungkinkan untuk menyebarkan bakteri dan penyakit. Namun, adanya peluang manfaat-manfaat tersebut belum bisa terlalu diyakinkan untuk dikaitkan dengan fenomena ini karena kanopi hutan tidaklah mudah untuk dipelajari.

Gambar 2. Kumpulan Semut yang Berpindah Tempat dari Pohon Satu ke Pohon Lain (© Rose Thumboor)
Gambar 2. Kumpulan Semut yang Berpindah Tempat dari Pohon Satu ke Pohon Lain (© Rose Thumboor)

Penyebab Crown Shyness

Adanya fenomena ini tidak serta-merta terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya crown shyness pada pohon. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa celah yang tercipta diakibatkan oleh angin yang menggerakkan tajuk dan menyebabkan pengikisan antar pohon yang memiliki ketinggian yang sama. Cabang, daun-daun, dan pucuk pohon di sekitarnya saling mengalami gesekan, sehingga hal ini menyebabkan patah dan rusak pada bagian pohon. Melihat hal ini tentu menimbulkan dugaan bahwa fenomena tersebut lebih mudah ditemukan pada pohon-pohon di lokasi yang sangat berangin. Namun pada kenyataannya, kasus ini tidak ditemukan dalam penelitian pohon yang dilakukan di Monteverde Cloud Forest Reserve di Kosta Rika. Hutan ini dikenal dengan anginnya yang kencang, bahkan sampai melebihi 100 km/jam pada musim dingin di beberapa tempat. Pohon-pohon yang ada di daerah ini justru telah beradaptasi dengan kondisi lingkungannya yang berangin ini. Pohon-pohon di hutan ini cenderung memiliki batang yang lebih tebal dan juga ranting yang pendek dan kokoh, sehingga meminimalisasi terjadi pengikisan atau gesekan pada pohon. Walaupun tetap ada yang mengalami gesekan, pohon-pohon di sini tidak banyak yang mengalami gesekan dibandingkan dengan pohon-pohon di tempat lain. Selain angin, ada beberapa penyebab lain yang dapat mengakibatkan terjadinya fenomena ini.

  • Cedera pada Pohon

Cedera pada pohon ini dapat disebabkan oleh angin juga. Ketika angin bertiup kencang, ranting dan cabang antar pohon akan mengalami gesekan. Gesekan ini lah yang dapat menimbulkan kerusakan pada ranting pohon, terutama pada ranting atau cabang pohon yang lemah. Gesekan-gesekan yang terjadi menimbulkan cedera pada pohon menyebabkan terjadinya fenomena ini, sehingga dapat menciptakan celah. Adanya fenomena ini, cabang pohon akan mengalami gesekan pada pohon itu sendiri. Pohon-pohon sekitarnya akan terhindar dari gesekan yang terjadi yang diakibatkan oleh ranting pohon yang kuat, sehingga cara ini juga yang membuat beberapa jenis pohon menjaga keutuhan pohon dari kerusakan.

  • Kemampuan Tanaman dalam Menghindari Kontak Antar Tanaman

Penyebab fenomena ini ternyata tidak hanya disebabkan oleh angin saja. Contohnya pada pohon kamper (Dryobalanops aromatica) yang tidak ditemukan bukti adanya kikisan/lecet pada pohon. Suatu penelitian  menunjukkan bahwa tanaman dapat mendeteksi frekuensi cahaya yang terlihat, disebut dengan far-red light yang dapat memberitahukan seberapa dekat pohon satu dengan yang lainnya. Pohon juga dapat memanfaatkan cahaya biru pada spektrum untuk menghindari pertumbuhan menuju bayangan.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Pohon-pohon yang Dapat Mengalami Crown Shyness

Fenomena ini hanya dialami oleh beberapa jenis pohon saja. Pohon-pohon yang mengalami crown shyness secara umum dapat ditemukan di hutan. Jenis-jenis pohon yang dapat mengalaminya yaitu:

  • Eucalyptus
    • Japanese larch
  • Black mangrove
  • Sitka spruce
  • Camphor
  • Lodgepole pine
Gambar 3. Tampak Atas Hutan di Meksiko yang Menunjukkan Adanya Crown Shyness
Gambar 3. Tampak Atas Hutan di Meksiko yang Menunjukkan Adanya Crown Shyness

Fenomena crown shyness ini secara tidak langsung membuka pemahaman kita bahwa hutan ternyata menyimpan banyak keunikan yang kita tidak disadari atau bahkan menggugah kita. Sudah selayaknya kita menjaga eksistensi hutan yang ada di bumi ini, khususnya di Indonesia. Dengan menjaga dan melindungi hutan, maka kita juga turut melestarikan keunikan yang ada pada hutan.

 

Penulis: Mikhael Sihite

 

Referensi Literatur

Bebeja. 2016. Memahami Fenomena Crown Shyness. Tersedia dalam: https://www.bebeja.com/memahami-fenomena-crown-shyness/. Diakses pada 11 Februari 2021.

E, Edd. Fakta Crown Shyness, Fenomena Unik dari Kehidupan Para Pohon. IDN Times. Tersedia dalam: https://www.idntimes.com/science/discovery/filianti/fakta-crown- shyness-pohon-exp-c1c2/5. Diakses pada 11 Februari 2021.

M, Gun. 2018. Flora Unik Jilid 2. Ambon: Gun Mardiatmoko. Tersedia dalam: https://www.researchgate.net/publication/324006162_FLORA_UNIK_JILID_2. Diakses pada 11 Februari 2021.

O, Emily. 2020. Crown shyness: are trees social distancing too?. Natural History Museum. Tersedia dalam: https://www.nhm.ac.uk/discover/crown-shyness-are-trees-social-dis tancing.html. Diakses pada 11 Februari 2021.

W, Katherine J. 2020. Some Trees May ‘Social Distance’ to Avoid Disease. National Geographic. Tersedia dalam: https://www.nationalgeographic.com/science/2020/07/ tree-crown-shyness-forest-canopy/. Diakses pada 11 Februari 2021.

 

Referensi Gambar

Gambar 1: https://www.si.edu/newsdesk/releases/connections-make-difference-tropical- forests

Gambar 2: https://allyouneedisbiology.wordpress.com/2018/12/09/crown-shyness-trees/

Gambar 3: https://weather.com/news/trending/video/watch-mysterious-forest-phenomenon- crown-shyness

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!