Wanaswara

Daisugi, Teknik Unik Penanaman Pohon di Jepang

Daisugi

Mengenal Teknik Daisugi

Gambar 1. Penanaman Pohon dengan Teknik Daisugi di Jepang.

Pada abad ke-15, Jepang sudah menghadapi kekurangan bibit serta lahan untuk menanam pohon. Permintaan kayu jenis cedar pun juga sangat tinggi pada abad itu untuk pembangunan rumah para samurai. Keharusan untuk menciptakan solusi dari masalah yang dihadapi dalam penanaman pohon membuat para rimbawan menemukan cara yang cerdik untuk menanam lebih banyak kayu dengan menggunakan lebih sedikit lahan tanpa harus menebang banyak pohon. Munculnya ide teknik menumbuhkan pohon di atas pohon induk cedar itu sendiri disebut Teknik Daisugi. Tekniknya mendorong anak pohon yang ditanam tumbuh tinggi dan lurus ke atas, anggap saja sebagai bonsai dalam skala besar. “Teknik ini menghasilkan pohon yang menyerupai telapak tangan terbuka dengan banyak pohon tumbuh jika vertikal sempurna,” tulis Spoon dan Johnny Waldman dari Tamago. 

Ads
Gambar 2. Penanaman Teknik Daisugi Berasal dari Kitayama, Kyoto.

Di daerah Kitayama, Kyoto, Jepang, terdapat hutan penuh dengan pohon cedar yang ditanam sepanjang perbukitan. Pohon cedar jenis Kitayama yang biasa dikenal masyarakat Jepang dengan nama Kitayama Maruta ini dikenal tumbuh lurus tanpa simpul dan sudah diminati masyarakat sejak teknik ini muncul di abad 15. Teknik daisugi memungkinkan rimbawan memanen kayu dengan lebih cepat dan mendapatkan lebih banyak kayu. Tunas dapat ditanam untuk membantu mengisi hutan dengan cepat sehingga banyak cabang pohon yang dapat dipanen. Teknik serupa juga telah ditemukan sejak abad Romawi kuno yang disebut pollarding, dan di seluruh Eropa khususnya di Inggris disebut coppicing.

Gambar 3. Teknik Daisugi Biasanya Berada di Kitayama, Pegunungan Utara Kyoto.

Dari penanaman dengan teknik ini menghasilkan kayu cedar ramping yang fleksibel dan padat, menjadikannya pilihan yang tepat untuk atap dan balok kayu tradisional. Pohon cedar daisugi bisa dipanen setiap 20 tahun. Terdapat banyak kayu yang bisa dipanen hanya dari satu pohon. Dengan kayu yang lebih kuat dan lebih padat, namun lebih fleksibel untuk dibentuk, kayu daisugi benar-benar pilihan yang sempurna untuk membangun rumah para samurai bangsawan. Ini menghasilkan estetika sekaligus menahan angin topan pada saat itu untuk menunjukkan kemuliaan dan kekuatan samurai.

Meskipun 20 tahun mungkin tampak memakan waktu yang lama, namun penggunaan teknik ini lebih cepat dibandingkan dengan penanaman pohon cedar Kitayama dengan cara tradisional. Untuk menjaga agar pohon tidak berbentuk simpul, pekerja memanjat batang panjang setiap tiga hingga empat tahun dan dengan hati-hati memangkas setiap cabang yang sedang berkembang. 

Kayu Pohon Cedar Kitayama Memiliki Banyak Manfaat

Gambar 4. Ruangan Tokonoma Menggunakan Kayu Kitayama Sebagai Pilarnya.

Biasanya penggunaan kayu cedar yang halus dan indah secara estetika digunakan sebagai pilar utama di ruangan yang disebut tokonoma. Tokonoma merupakan sebuah ruangan yang menjadi pusat di dalam ruangan tradisional jepang yang bernama washitsu. Tokonoma juga muncul pada abad ke-15 selama periode Muromachi. Ruangan tokonoma ini digunakan untuk memajang barang-barang artistik seperti ikebana atau gulungan. Kayu cedar juga digunakan di rumah teh Kyoto dan dikatakan ahli teh terkemuka Kyoto, Sen-no-rikyu, yang menuntut kesempurnaan bentuk cedar Kitayama selama abad ke-16. 

Ads

Seiring berjalannya waktu, penggunaan ruangan tokonoma menurun dengan berkembangnya arsitektur Jepang, penggunaan cedar Kitayama masih digunakan untuk segala hal mulai dari sumpit, furnitur, dan taman-taman tradisional Jepang. Karakteristik Kitayama Maruta yang lurus dan tipis lebih disukai karena sesuai dengan desain bentuk tokonoma. Kayunya tidak menghalangi pandangan tamu dari apa yang sedang ditampilkan, namun cukup kuat untuk menjadi pilar utama ruangan.

Gambar 5. Sumpit yang Dihasilkan dari Kayu Kitayama.

Pohon cedar kitayama dapat digunakan dan bertahan hingga 200-300 tahun, sebelum menjadi lapuk dan usang. Diameter batang pohon induk sebagai tumpuan pohon cedar di atasnya memiliki batang dengan diameter mencapai 15 meter, dan beberapa pohon induk ini masih ditemukan di daerah tertentu di jepang.

Seringkali tanaman dengan teknik daisugi merupakan tanaman multi-generasi yang dipanen oleh rimbawan, dilanjutkan generasi berikutnya yang kemudian ditanam untuk cucu mereka. Praktik kehutanan di Kitayama secara unik berkelanjutan, karena pohon cedar perlu dipanen dengan mempersiapkan pengganti pohon yang ditebang jauh sebelum mereka memanen pohon yang sudah tua. Meskipun Kitayama Maruta dengan menggunakan teknik daisugi biasanya berukuran lebih kecil, namun memiliki ciri yang berbeda dibandingkan dengan pohon cedar pada umumnya. Kayu Kitayama Maruta dengan teknik ini menghasilkan kayu lebih fleksibel dibandingkan kayu kitayama yang ditanam langsung di tanah. Hal ini membuktikan kehutanan di daerah Kitayama maju dan mereka juga telah menyiapkan pohon untuk keturunannya untuk kemudian ditanam kembali. Dari teknik daisugi menunjukan semacam praktek untuk mencegah deforestasi di Kitayama dan menjaga alam tetap lestari.

 

Penulis: Firas Zakir

 

Referensi Artikel:

Daisugi, the 600-Year-Old Japanese Technique of Growing Trees Out of Other Trees, Creating Perfectly Straight Lumber. 2020. openculture.com. Accessed April, 23 2021, from https://www.openculture.com/2020/10/daisugi.html

Daisugi, The Ancient Bonsai Technique That Can Prevent Deforestation. (n.d). earthbuddies.net. Accessed April, 23 2021, from https://earthbuddies.net/daisugi/

Incredible 15th-Century Japanese Technique for Growing Ultra-Straight Cedar Trees. 2020. mymodernmet.com. Accessed April, 23 2021, from https://mymodernmet.com/kitayama-cedar-daisugi/

Teknik Daisugi, Cara Menanam Pohon di Lahan Sempit dari Negeri Sakura. 2020. mediatani.co. Accessed April, 23 2021, from https://mediatani.co/teknik-daisugi-cara-menanam-pohon-di-lahan-sempit-dari-negeri-sakura/

 

Referensi Gambar:
https://www.thisiscolossal.com/2020/10/daisugi-trees-japan/

https://haltonmastergardeners.com/2020/08/09/daisugi-or-coppicing/

https://www.spoon-tamago.com/2020/10/20/daisugi-japanese-forestry-technique/

https://earthbuddies.net/daisugi/

https://mymodernmet.com/kitayama-cedar-daisugi/

 

Exit mobile version