Danau Kaco: Surga yang Tersembunyi di Tengah Hutan

Danau Kaco

Gambar 1. Kejernihan Air Danau Kaco
Gambar 1. Kejernihan Air Danau Kaco

Membahas mengenai tempat wisata di Indonesia tidak ada habisnya. Indonesia merupakan negara kepulauan. Seperti yang tercatat terdapat 17.504 buah pulau yang berada di Indonesia dan ada lima pulau utama yaitu, Pulau Papua, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Pulau Sumatera. Pulau Sumatera merupakan pulau terbesar keenam di dunia dengan luas sebesar 473.481 km. Pulau ini memiliki sebutan lain yaitu ‘Pulau Emas’. Terdapat sepuluh Provinsi di Sumatera diantaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung dan Jambi. 

Ads

Jambi merupakan provinsi yang memiliki banyak sekali tempat wisata menarik. Salah satunya adalah Danau Kaco. Danau ini terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, tepatnya berada di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Desa Lembur, Kecamatan Gunung Raya.  Telaga Kerinci merupakan panggilan yang disematkan untuk Danau Kaco. UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sudah meresmikan Danau Kaco sebagai warisan dunia. 

Luas Danau Kaco sekitar 90 meter persegi, dan berada pada ketinggian 1289 mdpl. Tempat wisata ini buka setiap hari dan 24 jam nonstop terlebih lagi, sejauh ini belum dikenakan biaya untuk masuk ke area tersebut. Namun dengan segala keuntungan tersebut, danau dengan pemandangan indah ini belum banyak fasilitas yang tersedia dikarenakan lokasi nya berada di tengah hutan belantara. 

Keunikan Danau Kaco 

Gambar 2. Pemandangan Danau Kaco
Gambar 2. Pemandangan Danau Kaco

Mendengar lokasi wisata alam yang satu ini, sudah menjadi ketertarikan tersendiri, karena tidak banyak tempat wisata yang berada di tengah hutan belantara. Namun, faktanya Danau Kaco penuh dengan hal yang unik, seperti kejernihan air danau yang membuat takjub siapapun yang melihatnya. Kejernihan air danau ini membuat kita terhipnotis untuk menyelam ke dalamnya, ditambah dengan pemandangan ikan-ikan yang berenang di dalam danau sangat jelas dan memanjakan mata yang melihatnya.

Tidak hanya sampai disitu, Danau Kaco memiliki phenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh para peneliti, yaitu Danau Kaco dapat memancarkan sinar cahaya saat bulan purnama. Saat bulan purnama terjadi, masyarakat yang berkunjung ke Danau Kaco tidak memerlukan bantuan penerangan lain, dikarenakan pantulan sinar cahaya bulan sudah cukup untuk menjadi sumber penerangan. Saat phenomena ini terjadi, apalagi dilihat dari jauh, menyuguhkan pemandangan seakan-akan sinar lampu langsung dari langit.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kedalaman dari danau ini juga masih tidak diketahui dikarenakan belum pernah ada yang mengukur secara langsung. Tidak hanya itu, warna biru yang terlihat di danau ini masih berupa misteri dan belum diketahui penyebab adanya unsur warna biru yang menyelimuti. Di pinggiran danau terdapat sebatang kayu yang cukup besar, yang biasanya digunakan untuk tempat singgah saat melihat pemandangan Danau Kaco. 

Cerita Rakyat

Gambar 3. Danau Kaco
Gambar 3. Danau Kaco

Danau Kaco penuh dengan keindahannya, tetapi apakah sudah banyak yang mengerti bahwa terdapat cerita rakyat yang berkembang? Inilah cerita lengkapnya. Seperti yang diketahui danau ini terkenal karena keindahan nya, terutama air jernih yang menjadi pusat utama pemandangan nya. Menurut yang terdengar, bahwa air jernih di Danau Kaco tersebut terjadi dikarenakan ada intan atau batu permata untuk mempersunting putri Raja Gagak yang berada di dasar danau. 

Intan atau batu permata tersebut merupakan titipan para pemuda yang memiliki keinginan mempersunting putri Raja Gagak. Napal Melintang merupakan nama putri Raja Gagak. Putri tersebut diceritakan memiliki kecantikan yang sangat menawan, bahkan kecantikan dan keindahannya dapat memikat hati sang ayah. Kecantikan yang dimiliki putri Raja Gagak tersebut, menimbulkan kegelisahan. Oleh sebab itu sang ayah, Raja Gagak membawa anaknya untuk menjauh dan meninggalkan batu permata tersebut di dasar danau. Batu pertama tersebutlah yang dipercaya dapat memantulkan sinar yang terlihat.

Sejauh ini masyarakat sekitar masih mempercayai adanya peninggalan batu permata Raja Gagak yang membuat pantulan sinar yang indah di danau. Tetapi terdapat beberapa versi cerita legenda yang berkembang. Terdapat masyarakat yang mempercayai bahwa Raja Gagak memiliki sifat serakah. Jika ada yang berniat mempersunting putri nya harus menyerahkan harta dapat berupa emas dan batu pertama atau intan. 

Keserakahan tersebut membuat sang putri ternoda, oleh sebab itu sang putri dibenamkan ke dalam danau bersama dengan seluruh harta yang sudah diberikan oleh para pemuda yang berniat mempersuntingnya. Karena itulah, danau terlihat berkilauan cahaya. 

Terdapat versi yang sedikit berbeda dengan yang sebelumnya, dalam kisah yang kali ini terdapat seorang Raja atau Depati yang memimpin di Lekuk 50 Tumbi yang memiliki seorang putri yang sangat menawan. Kecantikan dan keindahan nya membuat banyak pangeran dan raja yang tiba untuk mempersunting sang putri. 

Saat raja dan pangerang tiba, mereka membawa ikut serta hadiah dan hantaran untuk mencuri hati sang Raja beserta puterinya. Namun, sang Raja merasa gelisah dengan kejadian ini. Sang Raja berfikir, jika salah menentukan keputusan akhir tentang siapa yang akan diterima pinanganya, maka akan terjadi peperangan antar mereka dan membuat Lempur menjadi tempat yang tidak lagi aman. 

Sang Raja berpikiran bahwa kecantikan yang dimiliki oleh sang putri merupakan sebuah hal yang dapat memberikan bencana sekaligus sebuah anugrah. Oleh sebab itu, sang Raja memutuskan untuk mengakhiri hidup putrinya demi keselamatan warganya. Sang putri dimakamkan di tempat yang layak. Kemudian hantaran yang diberikan pangeran dan raja untuk mempersunting sang putri, ia bawa saat melakukan perjalanan dan memutuskan membuangnya ke danau. Kilauan di malam hari pada air Danau Kaco berasal dari batu pertama dan emas yang berasal dari hantaran tersebut. 

 

Penulis: Vebriani A’rofatus Sholihah 

 

Referensi Literatur

Kompas.com.(11 April  2019). Menyusuri Legenda dari Danau Kaco. Retrieved Frebruari 09, 2021, from https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/04/11/154128827/menyusuri-legenda-dari-danau-kaco

Raksapati, Abadi. 2018. Rencana Aksi Kepariwisataan Terpadu Pulau Sumatera Retrieved Frebruari09,2021,from https://www.kemenparekraf.go.id/asset_admin/assets/uploads/media/pdf/media_1568274889_DSRA_Pengembangan_Kepariwisataan_Terpadu_Pulau_Sumatera_2.pdf

Rivendal. 2018. The Charm of Lake Kaco was Aweseome Retrieved Frebruari 09, 2021, from https://steemit.com/travel/@rivendal/the-charm-of-lake-kaco-was-awesome-wondelful-indonesia-2017101t17324938z

 

Referensi Gambar

https://images.app.goo.gl/uT1hgWR8wpM3Zsau7 

https://images.app.goo.gl/hNCDoUGTHfcKqdVB9

https://images.app.goo.gl/BE5QoG8GcBvHyXnp9

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!