Darurat Perubahan Iklim Akibat Emisi Karbon

Emisi Karbon Dunia Saat Ini

Emisi karbon adalah salah satu penyebab perubahan iklim di dunia. Emisi karbon membuat bumi perlahan semakin memanas dan cuaca yang tidak menentu. Emisi karbon adalah karbon dioksida yang dihasilkan dari semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Jumlah rata-rata karbon dioksida atmosfer di dunia pada tahun 2019 telah mencapai 409,8 bagian per juta (singkatnya ppm), dengan kisaran ketidakpastian plus atau minus 0,1 ppm. Saat ini, tingkat karbon dioksida lebih tinggi daripada titik manapun setidaknya dalam 800.000 tahun terakhir. 

Ads
Gambar 1. Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer Global (CO2) dalam Bagian Per Juta (Ppm) Selama 800.000 Tahun Terakhir penyebab perubahan iklim.
Gambar 1. Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer Global (CO2) dalam Bagian Per Juta (Ppm) Selama 800.000 Tahun Terakhir.

Puncak tertinggi jumlah karbon dioksida di atmosfer setinggi ini adalah sekitar 3 juta tahun yang lalu. Saat itu suhu bumi 2 ° –3 ° C (3,6 ° –5,4 ° F) lebih tinggi dari pada era pra-industri, dan permukaan laut 15–25 meter (50–80 kaki) lebih tinggi dari hari ini. Konsentrasi karbon dioksida yang tinggi saat ini disebabkan oleh bahan bakar fosil yang dibakar manusia untuk energi. Bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak mengandung karbon yang ditarik tanaman dari atmosfer melalui fotosintesis selama jutaan tahun, karbon tersebut kembali hanya dalam beberapa ratus tahun.

Rekor tertinggi karbon dioksida di atmosfer adalah 409,8 ± 0,1 ppm pada tahun 2019. Ini merupakan peningkatan dari tahun 2018, sebesar 2,5 ± 0,1 ppm. Peningkatan yang sama dari tahun 2017 ke tahun 2018. Pada tahun 1960-an, laju pertumbuhan global karbon dioksida atmosfer kira-kira 0,6 ± 0,1 ppm per tahun. Namun pada tahun 2009,  tingkat pertumbuhan telah menjadi 2,3 ppm per tahun. Laju peningkatan tahunan karbondioksida di atmosfer selama 60 tahun terakhir sekitar 100 kali lebih cepat dari peningkatan alami sebelumnya, seperti yang terjadi pada akhir zaman es terakhir 11.000-17.000 tahun yang lalu.

Kenapa Karbon Dioksida Mempengaruhi Perubahan Iklim?

Karbon dioksida adalah gas efek rumah kaca,  yang menyerap dan memancarkan panas. Dipanaskan oleh matahari, daratan dan permukaan laut bumi terus menerus memancarkan energi panas. Gas ini juga menyerap panas dan melepaskannya secara bertahap seiring waktu. Akan tetapi jika bumi tidak dipengaruhi oleh gas efek rumah kaca maka suhu rata-rata tahunan bumi berada di bawah titik beku, bukan mendekati 60°F. Tetapi peningkatan yang sangat pesat inilah yang membuat energi bumi tidak seimbang, memerangkap panas tambahan dan meningkatkan suhu rata-rata bumi.

Karbon dioksida adalah gas rumah kaca dengan umur panjang. Dibandingkan dengan gas rumah kaca metana atau dinitrogen oksida, karbon dioksida menyerap lebih sedikit panas per molekul, tetapi memiliki kandungan karbon dioksida yang lebih tinggi dan waktu retensi yang lebih lama di atmosfer. Selain itu, meskipun karbon dioksida per molekul kurang kaya dan efektif dibandingkan uap air, karbon dioksida menyerap panjang gelombang energi panas yang tidak dapat diserap uap air, yang berarti meningkatkan efek rumah kaca dengan cara yang unik. Peningkatan karbon dioksida di atmosfer menyumbang dua pertiga dari ketidakseimbangan energi total yang menyebabkan suhu bumi meningkat.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Alasan lain kenapa karbon dioksida penting terhadap sistem bumi adalah karena karbon dioksida dapat larut ke laut. Karbon dioksida akan bereaksi terhadap molekul air menghasilkan asam karbonat dan menurunkan pH laut. Pada awal revolusi industri, pH air permukaan laut telah turun dari 8,21 menjadi 8,10. Penurunan pH ini disebut pengasaman laut. Penurunan pH 1 unit berarti peningkatan keasaman sepuluh kali lipat. Perubahan 0,1 berarti peningkatan keasaman sekitar 30%. Peningkatan keasaman mengganggu kemampuan kehidupan laut untuk mengekstraksi kalsium dari air untuk membangun cangkang dan kerangka mereka.

Perubahan Iklim Yang Semakin Nyata

Bukti bahwa perubahan iklim sedang berlangsung adalah naiknya air laut dunia yang semakin tinggi. Lapisan es di beberapa bagian Greenland mencair dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Lapisan es di Kutub Utara juga mulai kehilangan massanya. 

 

Penulis : Rusda Elpiani

 

Referensi Artikel

Lindsey, Rebecca. 2020. Climate Change: Atmospheric Carbon Dioxe. Diakses pada 9 Mei 2021 di

https://www.climate.gov/news-features/understanding-climate/climate-change-atmospheric-carbon-dioxide#:~:text=The%20global%20average%20atmospheric%20carbon,least%20the%20past%20800%2C000%20years

 

Referensi Gambar

Gambar 1

https://www.climate.gov/news-features/understanding-climate/climate-change-atmospheric-carbon-dioxide#:~:text=The%20global%20average%20atmospheric%20carbon,least%20the%20past%20800%2C000%20years

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfunding Penggalangan Dana untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung penghijauan yang ada di seluruh Indonesia. mari bersama menjaga dan melestarikan hutan seluruh Indonesia.

Yuk jadi pioneer penghijauan untuk hutan Indonesia yang lebih baik.