Daun Kentut, Tumbuhan yang Tak Seaneh Namanya

Daun Kentut

"Gambar

Daun kentut merupakan nama lain yang diberikan masyarakat Indonesia untuk menyebut daun sembukan. Namun nama daun kentut juga beragam tergantung dimana mereka tumbuh. Dilansir dari eattheweeds.com, di Madura daun ini disebut Bintaos, untuk bahasa Sunda disebut Kahitutan. Sedangkan di luar Indonesia, seperti Malaysia daun ini disebut Akar Kentut, dan Kantutai untuk sebutan di Filipina. Sedangkan sebutan secara internasional adalah skunk vine yang berartikan anggur busuk. Mengapa disebut daun kentut ataupun anggur busuk? Semua nama ini mengacu pada baunya yang kurang sedap dan makin bertambah baunya saat diremas layaknya bau kentut. Baunya seperti kentut/kotoran karena senyawa di daun menghasilkan bau yang mirip dengan belerang atau sayuran yang membusuk. Bahkan nama ilmiahnya – Paederia foetida/Paederia scandens – berarti “bau busuk”.

Ads

Tumbuhan ini berasal dari Asia tropis, tepatnya Asia Timur dan Selatan. Batang berdaunnya tumbuh merambat 1,5 meter hingga 7 meter. Tanamannya bisa mencapai 35 kaki karena menghasilkan banyak batang yang  tumbuh di tanah, di sekitar pohon dan semak, atau di sekitar struktur buatan seperti pagar dan tiang lampu. Daun kentut juga ditemukan di Florida sekitar tahun 1897. Pada negara bagian utara, daun kentut akan membeku setiap musim dingin dan kembali tumbuh pada musim semi, terkecuali di Florida bagian tengah dan selatan akan selalu hijau.

Bentuk Daun Kentut

"Gambar

Daun sembukan tumbuh merambat melilit ke kanan. Bentuk dan ukurannya pun bervariasi. Umumnya berbentuk bulat hingga berbentuk hati dan ujungnya yang tajam (runcing) dengan seluruh tepi halus. Daun kentut memiliki bunga kecil berwarna merah muda keabu-abuan atau ungu muda, dengan bagian tengah berwarna merah. Buahnya kecil bulat berwarna cokelat dengan 2 biji hitam di dalamnya.

Karena keindahan dari rambatan yang ditampilkan, terkadang daun kentut ditanam sebagai tanaman hias atau dibiarkan terus tumbuh ketika ditemukan, terlepas dari bau tidak sedap yang dikeluarkan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, daun ini bisa merambat di pagar atau tiang lampu dan akan tampak menawan saat berputar-putar di sepanjang pagar dan ke tiang lampu.

Daun Kentut Sebagai Obat

Selain keindahannya yang bisa digunakan sebagai tanaman hias, daun ini juga memiliki sisi positif bila dikonsumsi sebagai obat. Sejak jaman dahulu sejumlah praktisi kesehatan bergantung pada tanaman obat untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan. Daun sembukan   bisa digunakan untuk penyembuhan penderita asam urat, batu vesikalis, diare, disentri, dan wasir.  Hal ini dikarenakan adanya kandungan kimia yang terdapat di batang dan daunnya, seperti  asperuloside sebagai anti radang alami, deacetylasperuloside, scandoside, oleanolic acid. Biasanya jika ingin dikonsumsi sebagai obat, kita perlu menumbuk daun menjadi beberapa gram, lalu ditambahkan garam serta satu mangkok air, disaring dan diminum sebelum makan. Selain itu getah daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat tetes atau kompres sakit mata dan telinga, juga obat kurap, rematik, dan buang air kecil tidak lancar. Hasil tumbuk dari daun sembukan  – berupa getah bening dengan gelembung-gelembung kecil, juga bisa digunakan sebagai obat ruam kulit (herpes), dengan cara dibalurkan di atas kulit yang sakit.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Dikutip dari eprints.umm.ac.id, penelitian yang dilakukan Erwin Setya Hardhani mengeksplorasi lebih jauh manfaat dan khasiat dari sembukan untuk menghambat bakteri Shigella dysentriae. Terdapat potensi dengan adanya zat aktif asam oleanolat, arbutin, dan alkaloid. Shigella dysenteriae merupakan bakteri yang menyerang pencernaan, khususnya usus besar. Hasil penelitian menyimpulkan infus daun sembukan/Paederia scandens, berpengaruh untuk menghambat bakteri Shigella dysenteriae secara in vitro. Untuk menghambat bakteri Shigella dysenteriae secara optimal diperlukan konsentrasi 100 persen. Infus daun sembukan/Paederia scandens bisa menjadi alternatif untuk mengobati radang usus disertai diare berdarah (disentri).

Dampak Negatif Daun Kentut Bagi Tumbuhan Lain

Sayangnya, walaupun bisa digunakan sebagai obat dan tanaman hias, daun kentut memiliki sedikit dampak negatif terhadap tumbuhan di sekitarnya karena bentuknya yang bervariasi. Daun sembukan menciptakan lapisan daun yang lebat sehingga menutupi tanaman di dekatnya. Selain itu daunnya mencegah sinar matahari mencapai pohon, semak, dan pada akhirnya dapat membebani pohon, hingga menyebabkan mereka tumbang saat angin kencang atau hujan lebat. Tanaman merambat yang merayap dapat membentuk lapisan vegetasi yang rapat, menutupi banyak semak dan tanaman lain yang tumbuh di bawahnya.

Keberadaannya bisa dikatakan sulit untuk disingkirkan. Seperti banyak spesies invasif lainnya, daun sembukan sulit dibasmi. Melilit dan berakar di simpul, menghasilkan banyak biji. Penggunaan herbisida (menekan atau memberantas gulma pengganggu tanaman utama) biasanya tidak memberikan pengendalian yang efektif. Jika dipotong, tanaman akan merambat dengan cepat sehingga bertunas kembali, dan tanaman baru dapat tumbuh dari potongan batang atau biji yang ada.

Untuk alasan ini, jika tanaman khawatir akan tumbuh dengan lebat, awal yang yang baik adalah belajar mengenali tanaman ini saat masih muda dan mencabutnya dari akarnya sebelum mulai menghasilkan biji. Tanaman yang tumbang, terutama batang dengan buah, harus dibersihkan dan dibuang untuk mencegah penyebarannya yang terlalu massif.

 

Penulis: Firas Zakir

 

Referensi Artikel:

Five Facts: Skunkvine in Florida. 2018. floridamuseum.ufl.edu. Accessed March, 25 2021, from https://www.floridamuseum.ufl.edu/science/five-facts-skunkvine-in-florida/

Paederia foetida. (n.d). plants.ifas.ufl.edu. Accessed March, 25 2021, from https://plants.ifas.ufl.edu/plant-directory/paederia-foetida/

5 Fakta Unik Tentang Daun Kentut. 2020. Idntimes.com. Accessed March, 25 2021, from https://www.idntimes.com/science/discovery/alya-rekha/5-fakta-unik-tentang-daun-kentut-c1c2

Daun Kentut, Penangkal Disentri. 2016. Satuharapan.com. Accessed March, 25 2021, from https://www.satuharapan.com/read-detail/read/daun-kentut-penangkal-disentri

 

Referensi Gambar:

Gambar 1 : https://www.flickr.com/photos/reulim/50018692152

Gambar 2 : http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:758897-1

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!