
Dari sekian banyaknya limbah yang dihasilkan manusia sampah anorganik merupakan limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia khususnya sampah plastik, yang keberadaannya kadang dianggap kecil dan bukan sesuatu yang harus di khawatirkan. Seperti kita yang tahu bahwa plastik merupakan salah satu ‘musuh’ terbesar lingkungan yang berdampak buruk karena sifat plastik yang memang susah diuraikan oleh tanah meskipun sudah tertimbun bertahun- tahun.
Pemanfaatan kembali sampah anorganik merupakan salah satu cara yang paling tepat dilakukan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya pemanfaat botol plastik sebagai media bercocok tanam. Metode ini diambil karena prosesnya yang praktis dan tentunya sangat ramah lingkungan.
Baca Lainnya : Tanami : Durian, Budidaya si Bau Namun Lezat
Di era saat ini, masalah terbesar yang membuat masyarakat enggan atau tidak ingin bercocok tanam adalah dikarenakan tidak adanya lahan yang memadai dan biasanya mindset masyarakat menganggap bahwa bercocok tanam itu suatu hal yang merepotkan. “mending beli aja”.
Disini metode hidroponik hadir sebagai solusi bercocok tanam yang praktis serta efisien bagi masyarakat yang selama ini kewalahan mengenai lahan dan segala kerepotannya. Keterbatasan lahan di perkotaan sekarang bukanlah hambatan untuk bercocok tanam. Dengan sistem tanam hidroponik hambatan lahan bisa diatasi dengan hasil yang tak kalah bagusnya dengan sistem tanam konvensional.
Cara Mudah Bercocok Tanam Hidroponik
Salah satu keunggulan metode hidroponik adalah kepraktisan dalam bercocok tanam di lahan yang sempit. Pemeliharaan dan serangan dari hama penyakit juga relatif kecil tetapi dengan mutu hasil tanaman yang berkualitas serta tahan lama.
Metode bercocok tanam hidroponik telah banyak dikembangkan di Indonesia. Metode penanaman ini sangat bagus untuk menunjang seruan ketahanan pangan terlebih untuk masyarakat yang tidak memiliki lahan yang luas.
Dalam proses pembuatan hidroponik ini, kita menggunakan sistem Wick (Wick System). Wick System adalah sistem hidroponik paling sederhana. Pada prinsipnya, Wick System (sistem sumbu) ini hanya membutuhkan sumbu yang dapat menghubungkan antara larutan nutrisi pada bak penampung dengan media tanam. Sistem ini adalah sistem yang pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Sistem ini sangat cocok untuk dibuat ketika pertama kali belajar hidroponik.
Sudah mulai tertarik mencoba kreasi daur ulang botol plastik jadi media tanam hidroponik? Yuk simak apa saja yang diperlukan dan dibutuhkan untuk mulai bercocok tanam metode hidroponik ini.
- Siapin Alat dan Bahan yuk

Disini alat dan bahan yang dibutuhkan sangat sederhana dan mudah di dapat:
- Botol bekas minuman ukuran 1500ml
- Gunting, pisau atau Cutter
- Sumbu, kain bekas, atau kain flanel sebagai pengalir nutrisi (Wick System)
- Plastik hitam bekas untuk menutup bagian bawah, agar sinar matahari tidak masuk kedalam botol yanng menimbulkan lumut.
- Bibit tanaman yang sudah dikembangkan di media rockwool
- Nutrisi pupuk A&B (berbentuk cair atau bubuk). Bisa ditemukan di toko khusus tanaman atau pertanian. Sesuaikan jenis nutrisi dengan tanaman yang dipilih (sayur atau buah)
- Air


- Potong bagian atas botol kira-kira 10cm dari ujung botol (jika dirasa terlalu tinggi, bisa dipotong lagi 10cm bagian tengahnya).
- Buatlah lubang di kanan dan kiri pada ujung botol menggunakan cutter atau gunting kira-kira sepanjang 2cm untuk memasukkan kain flanel.
- Masukkan kain flanel melalui lubang dari kiri ke kanan atau sebaliknya, lalu secara terbalik masukkan potongan tutup botol yang telah di berikan kain flanel ke botol bagian bawah.
- Tuangkan air nutrisi hidroponik ke botol bagian bawah kira-kira 2/3 dari tinggi botol.
- Letakkan tanaman yang sudah dikembangkan di media rockwool dan sudah siap pindah tanam sampai menyentuh kain flanel.
- Tutup bagian bawah botol menggunakan plastik hitam agar tidak tembus sinar matahari.
- Biarkan tanaman tumbuh dan tidak lupa untuk sesekali memeriksa.
Untuk perawatannya hanya perlu memeriksa kurang lebih 3 hari sekali untuk air nutrisinya. Jika sudah habis, bisa ditambahkan lagi atau airnya kotor bisa diganti dengan air nutrisi yang baru. Sangat mudah bukan membuat kreasi daur ulang botol plastik ini?
LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.
Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!