Daur Ulang Limbah Dapur untuk Lingkungan

Daur ulang (recycle) adalah residu yang tersisa atau tidak dapat dimanfaatkan secara langsung kemudian diproses atau diolah untuk dapat dimanfaatkan, baik sebagai bahan baku maupun sebagai sumber energi.

Ads

Limbah dapur adalah limbah yang bersumber dari sisa bahan makanan yang akan diolah. Ada 2 jenis limbah dapur yaitu limbah dapur basah dan limbah dapur kering. 

  • Limbah dapur basah adalah limbah yang mudah membusuk seperti kulit pepaya, kulit semangka, kulit pisang dan lain-lain.
  • Limbah dapur kering adalah limbah yang tidak mudah membusuk seperti bungkus plastik, karton, botol dan lain-lain.
Gambar 1. Limbah Dapur
Gambar 1. Limbah Dapur

Alasan Daur Ulang menjadi Perhatian

Badan Pangan Dunia (FAO) menyebutkan bahwa hampir sebanyak 1,3 juta ton makanan terbuang menjadi sampah di seluruh dunia. Sampah makanan dan dapur ini meliputi dari berbagai macam proses, dari pertanian hingga konsumsi.

Dilansir dari Conserve Energy Future, ketika limbah dapur sudah sampai ke pembuangan dan bertemu lapisan tanah akan diurai sehingga menghasilkan gas rumah kaca yang lebih kuat menangkap karbondioksida.

Dengan mengalihkan limbah dapur dan makanan dari tempat pembuangan, kita dapat mengurangi dampak karbon, memanfaatkan energi terbarukan, dan mengembalikan nutrisi penting ke dalam tanah. Limbah makanan dan dapur dapat dengan mudah dilakukan daur ulang dan digunakan agar mengurangi produksi emisi gas rumah kaca. Beberapa alasan mengapa daur ulang mendapat perhatian antara lain :

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Daur Ulang karena Ketersediaan Sumber Daya Alam

Beberapa sumber daya alam bersifat terbarukan atau tidak terbarukan, sehingga ketersediaannya di alam menjadi kendala utama.

Alasan Nilai Ekonomi

Limbah yang dihasilkan dari suatu kegiatan sebenarnya dapat bernilai ekonomi bila dimanfaatkan kembali. Pemanfaatan tersebut bisa dalam bentuk pemanfaatan energi, atau pemanfaatan bahan, baik sebagai bahan utama ataupun sebagai bahan pembantu.

Alasan Lingkungan

Alasan yang mendapat perhatian penting adalah perlindungan terhadap lingkungan. Komponen limbah yang dibuang ke lingkungan dapat berdampak negatif pada lingkungan dengan pencemarannya.

Pendaurulangan Limbah Dapur

Mengurangi jumlah limbah dapur sangatlah penting dan salah satu cara yang paling bijak yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendaur ulang limbah dapur. Melalui cara ini limbah dapur tidak hanya akan berkurang namun, bisa menjadi bermanfaat.

Limbah dapur dapat dijadikan penghilang bau tak sedap misalnya ampas kopi dan teh, penyubur tanaman : cangkang telur, aksesoris penghias dapur dan penggunaan kembali botol kaca bekas sirup, kecap dan jar bekas sambal instan, dan bubuk penyedap masakan misalnya kulit udang.

Regrow Limbah Dapur

Ketika selesai memasak, kita menghasilkan limbah dapur yaitu sisa potongan sayuran seperti sawi putih, selada, daun bawang dan sisa potongan sayur lainnya. Sisa potongan-potongan sayur tersebut jangan langsung dibuang begitu saja, dikarenakan dapat ditanam kembali (regrow). Kalau sudah tumbuh, sayuran tersebut dapat digunakan sebagai bahan masakan. Selain itu, menanam kembali sisa potongan sayur merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah dapur. Cara ini bukan untuk menumbuhkan kembali akar tanaman, seperti sisa lobak, wortel, dan bit yang diletakkan di air akan mengeluarkan seperti tunas dari bagian pucuknya. Namun, mungkin juga kita dapat menumbuhkan kembali sayuran utuh jika dirawat dengan benar, seperti seledri, bok choy, selada, dan bawang daun. Jika kamu bertanya-tanya bagian mana dari potongan sayuran yang bisa ditanam kembali, baik di air atau di tanah. Berikut contohnya:

  • Tumbuh tunas di atas

Wortel, bit, lobak, turnip (seperti lobak),  dan daikon dengan cara potong sekitar 1 inci atau sekitar 2,54 cm pada bagian atas dan taruh di dalam air tetapi jangan sampai terendam. 

  • Tumbuh akar

Daun bawang, bawang putih, seledri, adas (fennel), romaine lettuce, bok choy, kucai, bombai, dan serai dengan cara potong sekitar 1-3 inci atau kira-kira 2,54-7,6 cm bagian bawah dekat akar, letakkan di dalam air, jangan sampai terendam. 

Beberapa tanaman seperti seledri dan adas, dapat dipindahkan ke kebun jika sudah berakar.

Gambar 2. Regrow Limbah Dapur
Gambar 2. Regrow Limbah Dapur

Bioenergi dari Daur Ulang Limbah Dapur

  • Biogas

Lebih dari sepertiga makanan yang diproduksi di seluruh dunia dibuang sia-sia. Padahal limbah dapur dan makanan bisa dimanfaatkan untuk membuat energi terbarukan. Dengan memanfaatkan penyerapan aerob mikroorganisme untuk mendegradasi bahan organik, limbah makanan dan  dapur bisa menghasilkan listrik. Biogas merupakan salah satu sumber energi terbarukan dan berkelanjutan yang dapat dikembangkan dari bahan organik yang terkandung dalam limbah dapur. Dalam proses ini, limbah dibakar untuk menghasilkan cairan mentah yang bisa dikonversi menjadi biofuel. Kemudian, residunya diolah dan akan menghasilkan metana yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik dan panas.

  • Biomiru

Biogas Mini Rumahan (Biomiru) merupakan sebuah sistem daur ulang sampah organik rumah tangga menjadi biogas yang mampu menggantikan peran gas LPG. Berbeda dengan instalasi Biogas Rumah (Biru) dengan konstruksi beton (fixed dome) dan membutuhkan lahan yang cukup luas, instalasi Biomiru sangat sederhana. Biomiru hanya memerlukan lahan seluas 2,5 meter hingga 3 meter persegi, sehingga sangat cocok untuk lingkungan perumahan dengan luas lahan minimalis. Dengan memanfaatkan profile tank atau tandon air berbahan fiber sebagai digester dan pipa PVC sebagai tampungan gas, maka pengguna Biomiru tak perlu lagi membeli gas LPG seumur hidup. Sebuah instalasi Biomiru dengan kapasitas digester 600 liter, dapat menghasilkan biogas untuk memasak selama 1 – 3 jam/ hari.

Gambar 3. Biogas- Daur Ulang sampah dapur
Gambar 3. Biogas

 

Pengomposan

Pengomposan menjadi salah satu cara mendaur ulang limbah dapur yang paling mudah dan ramah lingkungan. Pengomposan bisa dilakukan sendiri di rumah dengan cara memisahkan limbah dapur. Limbah dapur dibagi menjadi 4 bagian, yaitu limbah dapur hijau, coklat, sisa makanan, dan kemasan daur ulang. Limbah dapur yang dapat dijadikan bahan kompos adalah sampah dapur yang cepat membusuk berasal dari bahan-bahan organik misalnya sayur dan buah. Kedua jenis sampah ini mudah terurai sehingga dapat menjadi bahan baku pembuatan pupuk kompos.

Gambar 4. Kompos- Daur Ulang Sampah Dapur
Gambar 4. Kompos

Eco Enzyme

Eco Enzyme diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Beliau merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan ini bertujuan untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya terbuang ke pembuangan sampah secara sia-sia menjadi pembersih organik. Eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Eco enzyme memiliki warna coklat gelap dan aroma fermentasi asam manis yang kuat. Cairan ini bermanfaat sebagai pembersih rumah, pupuk alami dan pestisida yang efektif.

Gambar 5. Eco Enzyme
Gambar 5. Eco Enzyme

Donasi Sampah Dapur untuk Pakan Hewan

PBB pernah memperkirakan bahwa jika petani dan pemilik ternak memberi makan hewan mereka dengan sisa makanan yang diizinkan hukum, maka produksi dan konsumsi gandum bisa dialihkan pada 3 miliar orang di seluruh dunia. Bahkan, pengalihan sisa makanan untuk hewan menjadi strategi yang aman dan efektif untuk mendaur ulang limbah dapur dan makanan. Untuk melakukan hal ini, untuk bisa menerapkannya maka diperlukannya kerja sama dengan peternak lokal atau bisa juga mengumpulkan dan memilah sampah dapur yang kemudian diberikan pada hewan ternak peliharaan jika memelihara hewan di rumah.

 

Penulis : Roshelly

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi Literatur

Damanhuri, Enri; Tri Padmi. 2016. Pengelolaan Sampah Terpadu. Bandung: Penerbit ITB.

Fridayani, Nine. 2020. Cara Tanam Kembali Sisa Potongan Sayuran di Rumah, Yuk Cobain! . Tersedia pada: https://www.kompas.com/food/read/2020/07/20/111100675/cara-tanam-kembali-sisa-potongan-sayuran-di-rumah-yuk-cobain?page=all (diakses pada 18 Januari 2021)

Imron, Maurilla. Eco Enzyme. Terdapat pada: https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/eco-enzyme/. (diakses pada 20 Januari 2021)

Oliver, Rachel. 6 Environment-Friendly Ways to Recycle Food Waste. Tersedia pada: https://www.conserve-energy-future.com/smart-ways-recycle-food-waste.php (diakses pada 18 Januari 2021)

Rumah Energi. 2019. Tersedia pada: https://www.rumahenergi.org/2019/05/14/daur-ulang-sampah-dapur-menjadi-energi-dengan-biomiru.html (diakses pada 19 Januari 2021)

Setiati, Yati; Nurlaila. Pemanfaatan Limbah Dapur Segar menjadi Berbagai Produk Komersial bagi Ibu Rumah Tangga di Wilayah Rawamangun. Jurnal Sarwahita, Vol. 11 (No. 2), hal. 134-137.

Setyorini, Tantri. 2016. Tanam sendiri 6 sayuran ini dari bahan sisa masak di dapur. Tersedia pada: https://www.merdeka.com/gaya/tanam-sendiri-6-sayuran-ini-dari-bahan-sisa-masak-di-dapur.html (diakses pada 19 Januari 2021)

 

Referensi Gambar

https://www.dream.co.id/fresh/4-cara-mendaur-ulang-sampah-dapur-di-rumah-190614r.html

https://www.kompas.com/food/read/2020/07/20/111100675/cara-tanam-kembali-sisa-potongan-sayuran-di-rumah-yuk-cobain?page=all

https://www.google.co.id/imgres

https://www.aetra.co.id/sahabat_aetra/detail/5/Mengelola-Sampah-Rumah-Tangga-Menjadi-Kompos

https://agrozine.id/mengenal-eco-enzyme-manfaat-dan-cara-membuatnya/

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!