Deforestasi dan Meningkatnya Penyakit bagi Manusia

Gambar 1. Deforestasi
Gambar 1. Deforestasi

Deforestasi dan Faktor Penyebabnya

Hutan sangat banyak memberikan manfaat bagi keberlangsungan hidup setiap makhluk hidup karena kaya akan sumber daya alamnya. Namun, penggunaan lahan hutan secara masif dan tidak bertanggung jawab menciptakan suatu ancaman bagi paru-paru bumi, seperti deforestasi. Deforestasi adalah suatu proses peniadaan hutan dengan dilakukannya penebangan dengan tujuan mengambil kayu dan memanfaatkan lahan hutan untuk keperluan industri atau tujuan lainnya.

Ads

Faktor-faktor yang turut menciptakan deforestasi ini didominasi oleh aktivitas manusia, seperti konversi hutan menjadi pertanian, memanfaatkan kayu sebagai kayu bakar, illegal logging, atau juga hutan yang dibakar untuk pembukaan lahan. Selain karena ketidakpuasan manusia dalam memanfaatkan SDA yang ada, faktor-faktor ini juga lahir karena adanya pertumbuhan manusia yang semakin pesat tiap waktu sehingga diperlukannya lahan tambahan seperti pertanian untuk dapat menanam kebutuhan pokok. Contohnya di pulau-pulau luar Jawa, pertumbuhan kepadatan penduduk dan jumlah petani memiliki korelasi yang buruk dengan tutupan hutan yang tersedia (FAO 1990:10; Barbier et al, 1993; Fraser 1996 dalam Sunderlin & Resosudarmo, 1997).

Gambar 2. Salah satu kawasan hutan di Indonesia yang ditebang untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit
Gambar 2. Salah satu kawasan hutan di Indonesia yang ditebang untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit

Risiko Peningkatan Penyakit Akibat Deforestasi

Adanya deforestasi ini tentu memberikan dampak yang cukup merugikan, seperti meningkatkan potensi hilangnya keanekaragaman hayati, terjadi erosi, siklus air yang terganggu sehingga menyebabkan kekeringan. Namun, deforestasi juga memberikan dampak yang cukup mengkhawatirkan, yaitu peningkatan penyakit yang mengancam hidup manusia, seperti demam berdarah dan malaria, karena ketiadaan hutan memberi peran sebagai inkubator penyakit yang dapat ditularkan oleh serangga seperti nyamuk dan juga penyakit menular lainnya. Pada tahun 2016, para peneliti meneliti bahwa di wilayah Kalimantan dan Malaysia (dalam satu pulau di Kalimantan) yang mengalami deforestasi, terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kasus malaria pada manusia. Hal ini tentu membuktikan dengan jelas bahwa deforestasi memberikan potensi peningkatan penyakit pada manusia, khususnya penyakit menular. Sebelumnya, penyakit ini biasanya ditemukan pada hewan-hewan primata. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan asal London School of Tropical Medicine and Hygiene, virus atau bakteri yang ada pada hewan-hewan primata ini dibawa oleh nyamuk dan ditularkan kepada manusia ketika manusia sedang bekerja di area perkebunan di tepian hutan. Hal ini dapat terjadi karena tepian hutan merupakan tempat pemukiman manusia dan ladang tempat manusia bekerja yang masih bersinggungan dengan sisa hutan yang ada, sehingga meningkatkan kontak antara manusia dengan hewan yang berhabitat di hutan tersebut. Jika kondisinya yaitu hutan tidak mengalami penebangan, maka mamalia akan saling menularkan antar populasinya sendiri dan tidak akan menularkan kepada manusia. Perbandingan ini lah yang menunjukkan bahwa ketika hutan kehilangan pohon-pohon, maka nyamuk dengan leluasa menularkan penyakit pada manusia.

Peningkatan penyakit pada manusia akibat deforestasi bisa sangat meningkat apabila lahan hutan digunakan untuk membuat lahan pertanian atau jalan. Deforestasi jelas melahirkan kondisi baru yang sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk. Misalnya, tidak ada lagi badan air yang jernih ketika dibangunnya suatu jalan dan akibatnya menciptakan genangan air yang lebih keruh ketika hujan. Hal ini tentu memberi jalan bagi spesies-spesies nyamuk untuk berkembang biak lebih pesat. Ketika dibuatnya lahan pertanian dan jalan tersebut, maka tercipta juga kontak dengan manusia-manusia yang ada di dalam daerah tersebut, sehingga nyamuk dapat menjangkiti manusia dengan mudah.

Gambar 3. Nyamuk Penyebab Penyakit Malaria
Gambar 3. Nyamuk Penyebab Penyakit Malaria

Penyakit-penyakit Akibat Deforestasi

Menurut Colfer, et al. (2006:35-37), tidak hanya malaria dan demam berdarah yang ditimbulkan akibat pengaruh lingkungan seperti deforestasi, tetapi ada berbagai penyakit lainnya, seperti penyakit chagas, leishmaniasis, lymphatic filariasis, dan penyakit lain yang pada umumnya disebabkan oleh serangga.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Penyakit Chagas

Penyakit chagas merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh suatu parasit bernama Trypanosoma cruzi. Chagas dapat terjadi karena serangga triatomine menggigit kulit manusia yang tipis ketika tidur, seperti mata atau mulut. Gejala yang muncul dapat berupa demam, ruam, muntah, diare, dan bisa juga adanya bengkak pada kelopak mata.

Leishmaniasis

Leishmaniasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Leishmania. Parasit leishmania ini pada umumnya berkembang biak pada lalat phlebotomus. Penyakit ini ternyata juga merupakan penyakit yang mematikan selain penyakit malaria yang sering ditemui di daerah tropis seperti Indonesia. Serangga penyebab penyakit ini umumnya aktif pada malam hari dan menyukai tempat-tempat lembab.

Lymphatic filariasis

Penyakit lymphatic filariasis atau biasa disebut juga dengan penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh terjadinya deforestasi. Penyakit ini menyebabkan terjadinya pembengkakan bagian tubuh dalam skala yang cukup besar bahkan sampai menyebabkan kecacatan pada anggota tubuh. lymphatic filariasis disebabkan oleh cacing filarial dengan nyamuk sebagai vektornya. Cacing filarial umumnya akan menyerang saluran dan juga kelenjar getah bening.

Melihat fenomena ini tentu memberi gambaran bahwa deforestasi sangat memengaruhi kondisi kesehatan manusia. Secara tidak langsung, deforestasi juga membuka peluang terjadinya dampak-dampak lain, seperti desertifikasi (jika lahan tidak dimanfaatkan dengan baik) ataupun peningkatan suhu. Hal ini tentu menghambat tujuan keberlangsungan hidup setiap makhluk hidup. Sudah saatnya kita bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan alam sekitar yang ada, khususnya hutan. Jika pemanfaatan alam dilakukan dengan penuh tanggung jawab tentu akan mengurangi potensi terciptanya dampak-dampak buruk, baik bagi alam maupun bagi manusia sendiri.

 

Penulis: Mikhael Sihite

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi Literatur

Colfer, C. J. P., D. Sheil and M. Kishi. 2006. Forests and Human Health: Assessing the Evidence. Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor. Tersedia dalam: https://www.cifor.org/publications/pdf_files/OccPapers/OP-45.pdf. Diakses pada 29 Januari 2021.

Hapsari, A. 2019. Penyakit Leishmaniasis, Infeksi Mematikan Akibat Gigitan Lalat. hellosehat. Tersedia dalam: https://hellosehat.com/infeksi/infeksi-serangga/penyebab -leishmaniasis-dan-pengobatannya/#gref. Diakses pada 29 Januari 2021.

Klikdokter. Penyakit Chagas. Tersedia dalam: https://www.klikdokter.com/penyakit/ penyakit-chagas. Diakses pada 29 Januari 2021.

Prakarsa Lintas Agama untuk Hutan Tropis. 2020. Hutan dan Pandemi: Bagaimana Melindungi Hutan Tropis Dapat Mencegah Virus Corona dan Penyakit Baru Lainnya. Tersedia dalam: https://www.interfaithrainforest.org/s/Interfaith_ForestsPandemics_ Primer_ID.pdf. Diakses pada 29 Januari 2021.

Risnandar, C. 2018. Deforestasi. Jurnal Bumi. Tersedia dalam: https://jurnalbumi.com/ knol/deforestasi/. Diakses pada 29 Januari 2021.

Robbins, J. 2016. Deforestation: How Forest Loss Is Leading To a Rise in Human Disease. Yale Environment E360. Tersedia dalam: https://e360.yale.edu/features/how_ forest_loss_is_leading_to_a_rise_in_human_disease_malaria_zika_climate_change. Diakses pada 29 Januari 2021.

Sunderlin, W. D. and I. A. P. Resosudarmo. 1997. Laju dan Penyebab Deforestasi di Indonesia: Penelaahan Kerancuan dan Penyelesaiannya. Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor. Tersedia dalam: https://www.cifor.org/ publications/ pdf_files/occpapers/op-09i.pdf. Diakses pada 29 Januari 2021.

UGM, T. 2020. Lymphatic Filariasis, Penyakit yang dapat ditularkan oleh Semua Jenis Nyamuk. Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK Universitas Gadjah Mada. Tersedia dalam: https://tropmed.fk.ugm.ac.id/2020/03/04/lymphatic-filariasis-penyakit-yang- dapat-ditularkan-oleh-semua-jenis-nyamuk/. Diakses pada 29 Januari 2021.

Referensi Gambar

Gambar 2: https://e360.yale.edu/features/how_forest_loss_is_leading_to_a_rise_in_human_ disease_malaria_zika_climate_change

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!