Gigg All City Champs: Konservasi Alam

Brand “Gigg All City Champs”

Gigg All City Champs merupakan sebuah brand yang berbentuk platform online untuk menawarkan produk clothing. Produk clothing yang dijual memiliki keunikan tersendiri yang dikemas kekinian sehingga cocok untuk kalangan muda dan pastinya akan meningkatkan kepercayaan diri si pemakainya. Bagi pembaca yang ingin melihat produk terbaru dan ingin membelinya dapat melalui akun Instagram @gigg_allcitychamps (https://www.instagram.com/gigg_allcitychamps/)

Ads
Gigg All City Champs
Media Sosial © Instagram gigg_allcitychamps

Konservasi Alam Bersama Gigg All City Champs

Sebagai sebuah brand, Gigg All City Champs turut berkontribusi dalam upaya pencegahan deforestasi hutan mangrove dan melakukan kegiatan konservasi alam. Gigg All City Champs mengajak semua orang terutama konsumen #GiggPeople untuk ikut berpartisipasi bersama LindungiHutan melalui kampanye alam untuk menyelamatkan hutan mangrove. Kampanye alam ini berupa penggalangan dana, yaitu setiap pembelian satu baju edisi “Kemana Paman Petani?” para konsumen telah ikut berkontribusi untuk menanam 3 bibit pohon guna menyelamatkan mangrove di Indonesia. Hasil donasi dari kampanye ini akan disalurkan oleh LindungiHutan yang nantinya akan dilakukan penanaman di Pesisir Kampung Laut, Cilacap.

Saat ini sudah terkumpul 135 pohon (28/01/20) atau 27% dari target yang diinginkan. Kampanye ini dibuat pada tanggal 11 September 2020 hingga 31 Agustus 2021 sebagai batas donasinya. Wah, masih panjang waktunya untuk terus melakukan donasi kebaikanmu! Jadi tunggu apalagi, mari pembaca dan #GiggPeople ikut serta dalam kampanye ini agar semakin banyak pohon yang tertanam di bumi tercinta kita.

Gigg All City Champs
Baju edisi “Kemana Paman Petani?” © Instagram gigg_allcitychamps

Peranan Hutan Mangrove

Hutan mangrove merupakan salah satu tipe hutan yang berada di dekat kawasan pantai. Menurut Riwayati (2014), hutan mangrove merupakan ekosistem yang tumbuh di daerah pasang surut air laut dan mampu mentoleransi kadar garam (salinitas) tinggi. Hutan mangrove memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat sekitar pantai. Masyarakat menggantungkan kehidupan sehari-hari dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan melalui ekosistem ini, seperti mencari ikan dan sumber pangan lainnya. Fungsi ekologis hutan mangrove juga sangat tinggi peranannya, yaitu sebagai penahan gelombang air laut, sebagai habitat berbagai makhluk hidup, sebagai penahan abrasi pantai, dan menyediakan berbagai makanan bagi biota laut.

Hutan Mangrove © hipwee.com
Hutan Mangrove © hipwee.com

Tumbuhan mangrove memiliki morfologi gabungan dari tumbuhan di darat dan laut, karena karakteristik ini lah, maka tumbuhan mangrove termasuk memiliki morfologi unik.  Salah satunya adalah sistem perakaran tumbuhan mangrove, yaitu akar nafas. Sistem perakaran tumbuhan mangrove menonjol di permukaan air sehingga pertumbuhan tidak terhambat. Seperti namanya, akar nafas (pneumatofor) digunakan tumbuhan untuk bernafas dan melindungi dari genangan air laut. Menurut Riwayati (2014), akar mangrove jenis pasak tidak hanya berperan untuk bernafas melainkan dapat menjadi filter bagi kandungan zat-zat kimia sehingga air menjadi relatif jernih. Persebaran mangrove meliputi seluruh lautan tropik dan subtropik serta tumbuh pada daerah pantai yang memiliki pola gelombang rendah atau relatif stabil. Hal ini berkaitan dengan pertumbuhan benih sebagai cikal bakal regenerasi tumbuhan mangrove. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Deforestasi Hutan Mangrove

Hutan mangrove di Indonesia memiliki luasan yang relatif tinggi mencapai 25% dari total mangrove di dunia atau 75% dari total mangrove di Asia Tenggara. Daerah persebaran hutan mangrove terutama berada di pesisir Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan atau terjadi deforestasi yang intensif. Deforestasi merupakan pengubahan areal hutan menjadi tidak berhutan secara permanen yang diakibatkan oleh manusia. Hutan yang seharusnya menjadi suatu ekosistem lestari dengan kebermanfaatannya bagi lingkungan maupun manusia terus mengalami pengurangan dari segi kuantitas dan kualitas.

Kegiatan yang mempengaruhi deforestasi hutan mangrove antara lain penambangan mineral, konversi lahan menjadi pertanian, tambak, dan eksploitasi mangrove yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Sebagai contoh kegiatan penambangan mineral akan menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove. Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan penambangan tersebut, antara lain pengendapan bahan atau material yang mengandung unsur logam berbahaya bagi lingkungan maupun manusia. Limbah logam tersebut juga akan mempengaruhi pertumbuhan mangrove karena penyerapan hara dan mineral terhambat oleh adanya material logam berat (Pramudji, 2000).

Rehabilitasi Hutan Mangrove bersama Gigg All City Champs

Rehabilitasi Hutan Mangrove © ksdae.menlhk.go.id
Rehabilitasi Hutan Mangrove © ksdae.menlhk.go.id

Kerusakan hutan mangrove yang kian memburuk, diperlukan upaya untuk pemulihan ekosistem. Rehabilitasi hutan mangrove sebagai upaya pemulihan kondisi ekosistem mangrove sehingga yang diharapkan dapat mengembalikan fungsi dan peranan ekosistem secara lestari dan berkelanjutan. Kegiatan rehabilitasi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas kita semua untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian mangrove. Masyarakat menjadi salah satu pihak yang memiliki peranan dominan dalam kegiatan rehabilitasi. Menurut Novianty et al. (2011), karakteristik keberhasilan pelibatan masyarakat memiliki kriteria, antara lain masyarakat dilibatkan secara aktif oleh pemerintah, pemerintah berperan sebagai fasilitator, perhatian dan partisipasi antar pihak jelas, komunikasi aktif dan dua arah antara pemerintah dan masyarakat agar tercipta kerjasama yang sinergis, serta sumber daya manusia khususnya masyarakat harus memadai. Pelatihan, seminar, dan kegiatan lainnya yang berguna untuk peningkatan kemampuan masyarakat perlu untuk dilakukan. Contoh lainnya mengadakan kampanye alam seperti yang dilakukan Gigg All City Champs bersama LindungiHutan

Produk Mangrove

Tingginya peranan mangrove juga harus diimbangi dengan kegiatan rehabilitasi. Masyarakat terus merusak mangrove dengan cara konversi lahan menjadi pertanian, dapat diindikasikan masyarakat belum memahami peranan dan produk yang dihasilkan dari hutan mangrove. Tahukah kalian? Mangrove dapat menjadi pilihan diversifikasi pangan. Salah satu pangan yang dapat dibuat dari buah mangrove Rhizophora mucronata. R. mucronata tersebar luas sebagai tumbuhan mangrove yang memiliki banyak manfaat. Masyarakat biasanya menggunakan air rebusan daun Rhizophora untuk obat diare. Hasil penelitian Puspitasari et al. (2012) daun R. mucronata mengandung katekin dan epigalokatekingalat sebagai senyawa metabolit sekunder. Kandungan tanin yang tinggi pada buah mangrove menyebabkan rasa sepat sehingga pengolahan buah bakau perlu dilakukan beberapa perlakuan, seperti perendaman selama 2 hari untuk mengurangi rasa pahit. Produk hasil pengolahan buah mangrove, antara lain kerupuk, keripik, dan pangan lainnya (Sulistiyati dan Puspitasari 2015).

Rhizophora mucronata © indonesianegaramaritim.blogspot.com
Rhizophora mucronata © indonesianegaramaritim.blogspot.com

Sudah saatnya kita semua peduli dengan lingkungan sekitar. Hubungan yang baik antara alam dan manusia akan menghasilkan kehidupan sinergis dan harmonis. Lantas dengan cara apa kita berbuat baik kepada alam? Iya, tentu saja salah satunya ikut berdonasi pada kampanye ini.

 

Penulis: Deni Prihanto

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi

Novianty R, Sastrawibawa S, Prihadi DJ. 2011. Identifikasi kerusakan dan upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Pantai Utara Kabupaten Subang. Jurnal Akuatika 2(2):1-9.

Pramudji. 2000. Hutan mangrove di Indonesia: peranan permasalahan dan pengelolaannya. Oseana. 25(1):13-20.

Puspitasari YE, Hariati AM, Suprayitno E. 2012. The potency of Rhizophora mucronata leaf extract as anti diarrhea. Journal of Applied Sciences Research 8(2):1180-1185.

Riwayati. 2014. Manfaat dan fungsi hutan mangrove bagi kehidupan. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera 12(24):17-23.

Sulistiyati TD, Puspitasari YE. 2015. Kerupuk mangrove anti diare dari buah bakau rhizophora mucronate. JIAT. 1(1):82-87.

Referensi Gambar

https://www.instagram.com/gigg_allcitychamps/

https://www.hipwee.com/narasi/adem-banget-hutan-mangrove-ini-bisa-jadi-destinasi-wajib-saat-kamu-liburan-ke-lampung/

http://ksdae.menlhk.go.id/berita/329/rehabilitasi-mangrove-dan-family-gathering-balai-taman-nasional-kutai-dan-pt.-pln-(persero)-upp-kalbagtim.html

http://indonesianegaramaritim.blogspot.com/2014/06/rhizophora-mucronata-si-global.html

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!