Elang Flores, Burung Endemik yang Terancam Punah

Karakteristik

Halo, Sobat Alam! Yuk kenalan dengan elang flores! Elang flores (Nisaetus floris) merupakan jenis elang endemik yang tersebar di tiga pulau, yaitu Pulau Sumba, Pulau Lombok, dan tentu saja Pulau Flores. Satwa ini juga tersebar ke pulau-pulau kecil lainnya, seperti Pulau Komodo dan juga Pulau Rinca. Elang flores berukuran ±60-82 cm dan memiliki karakteristik berupa warna tubuh cokelat kehitam-hitaman, dada dan perut berwarna putih keabuan, kepala putih, kadang dengan garis-garis cokelat pada mahkota, ekor cokelat dengan enam garis gelap, dan memiliki kaki putih. 

Ads
Elang Flores
Gambar 1 (Nisaetus floris) © Colin Trainor  

 

Seperti burung pada spesiesnya lainnya, elang flores ini memangsa ular, tikus, kadal, burung kecil, dan hewan kecil lainnya. Elang flores berburu dengan cara bertengger di dahan pohon dan memanfaatkan udara panas (thermal soaring) untuk menentukan lokasi mangsanya. Burung ini berhabitat di hutan rendah dengan ketinggian 1000-1600 mdpl

 

Habitat dan Ancaman Kepunahan 

Taman Nasional Tambora adalah salah satu habitat utama dari elang flores, yang berlokasi di Pulau Sumbawa. Di Taman Nasional Tambora, kehidupan burung ini sangat dilindungi dan dijaga oleh masyarakat dan pemerintah Pulau Sumbawa. Pihak Taman Nasional Tambora juga akan melakukan ground survey untuk kelestarian dari elang flores agar kehidupan dari dari satwa ini terjamin aman.

Elang Flores
Gambar 2 (Nisaetus floris) © Dok Taman Nasional Kelimutu

 

Selain Taman Nasional Tambora, ada juga habitat lainnya, yaitu Taman Nasional Gunung Rinjani. Namun, populasi yang ada di Taman Nasional Gunung Rinjani sangat memprihatinkan. Sobat Alam, burung ini ini terancam punah dikarenakan banyaknya perburuan liar, kebakaran hutan, dan juga penebangan pohon yang ada di habitat asli mereka. Hal ini sangat memprihatinkan, sehingga menjadikan burung ini sebagai salah satu dari 25 spesies prioritas terancam punah. 

Selain di Taman Nasional Gunung Rinjani, populasi spesies ini di Taman Nasional Kelimutu juga makin kritis, dimana pada tahun 2019, populasi di sana hanya ada sekitar sepuluh ekor saja.  Tetapi, ketiga taman nasional ini sangat menjaga dan melindungi kelestarian satwa ini. Sobat Alam,  data Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkannya sebagai jenis kritis, populasinya saat ini diperkirakan antara 100 hingga 240 individu dewasa. Oleh karena itu, sekarang sudah banyak upaya konservasi dan pelestarian untuk menjaga satwa ini.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Elang Flores 2 – Wanaswara
Gambar 3 (Nisaetus floris) © Yovie Jehabut

 

Upaya Konservasi 

Sobat Alam, dikarenakan populasinya yang memasuki kategori terancam punah, maka diadakannya upaya untuk melindungi serta menjaga spesies ini yang sudah sangat sedikit. Upaya ini dilakukan dalam penyelenggaraan workshop Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) elang flores oleh berbagai organisasi lingkungan serta bantuan dari pemerintah Nusa Tenggara. Dengan diadakannya SRAK, maka pada bulan Februari 2019, terlaksanalah kegiatan pelatihan metodelogi survei dan juga analisis data elang flores di Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya SRAK ini, beberapa isu strategis pun muncul, yaitu:

  1. Mempertahankan dan meningkatkan populasi elang flores;
  2. Meningkatkan kualitas kawasan hutan yang menjadi habitat utama elang fIores;
  3. Mengembangkan Program Ex-situ agar dapat mempertahankan dan meningkatkan populasi elang flores;
  4. Meingkatkan pemahaman dan kesadaran kritis masyarakat tentang elang flores.

Diharapkan dengan adanya keempat point tersebut, kehidupan burung ini akan semakin membaik dan juga lepas dari “cap” terancam punah. 

Oleh karena itu, Sobat Alam! Kita harus menjaga dan bersama-sama melindungi keberadaan satwa ini agar tidak punah!

Penulis: Raihan Nazerra 

 

Referensi Literatur:

Administrator INDONESIA.GO.ID. 2019. Diakses pada 15 Maret, 2021. Elang FIores, Si Pemburu Yang Kian Diburu. Di https://indonesia.go.id/ragam/keanekaragaman-hayati/sosial/elang-fIores-si-pemburu-yang-kian-diburu

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2019. Diakses pada 15 Maret, 2021. Upaya Konservasi EIang Flores Melalui Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi.  Di http://ksdae.menlhk.go.id/info/5747/upaya-konservasi-elang-fIores-melalui-penyusunan-strategi-dan-rencana-aksi-konservasi.html

Syarief, Ika Suryani. 2018. Diakses pada 15 Maret, 2021. Populasi Elang FIores di Gunung Rinjani Terancam Punah. Di https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2018/Populasi-Elang-Flores-di-Gunung-Rinjani-Terancam-Punah/

Tim Penulis CNN Indonesia. 2019. Diakses pada 15 Maret, 2021. Populasi EIang Flores di TN Kelimutu Makin Kritis. Di https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190410130634-269-384903/populasi-elang-fIores-di-tn-kelimutu-makin-kritis

 

Refrensi Gambar:

Gambar 1 : © Colin Trainor 

Gambar 2 : © Dok Taman Nasional Kelimutu

Gambar 3 : © Yovie Jehabut

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdplanting, penggalangan dana online untuk konservasi hutan dan lingkungan. Kunjungi situs https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga lingkungan dan alam.

Yuk!, bergabung dan jadi pioneer penghijauan!.