Fakta Mengenai Faktor Kebakaran Hutan

Dampak Deforestasi

Sumber: Forestact.com
Sumber: Forestact.com

Indonesia merupakan negara dengan urutan ke-3 sebagai negara yang memiliki luasan hutan tertinggi di dunia dengan kalkulasi dari hutan tropis dan hutan hujan di Indonesia. Terhitung pada tahun 2017, luas hutan di Indonesia adalah 126 juta hektar atau sekitar 63% dari wilayah daratan. Luasan tersebut terbilang cukup sempit mengingat pada tahun 1900-an luas hutan di Indonesia pernah mencapai 260 juta hektar akibat kebakaran hutan hingga deforestasi.

Ads

Menyusutnya hutan di Indonesia disebabkan oleh deforestasi atau kegiatan pengalihan lahan hutan menjadi bukan hutan seperti untuk pertanian, perkebunan atau pembangunan industri. Pengalihan lahan hutan menjadi nir-hutan ini bukan tanpa alasan, beberapa orang masih menganggap menjaga hutan tidak lebih menguntungkan daripada membangun industri. Dengan pemahaman ekosentris, manusia menganggap kalau keberadaannya lebih diutamakan daripada keberlangsungan lingkungan.

Dengan pengalihan hutan menjadi lahan tambang, setidaknya ada dua kota yang mendapatkan subsidi listrik. Listrik yang dijadikan sebagai penerang akan lebih murah biayanya jika didapat dari proses penambangan batu bara, sehingga dengan pertimbangan tersebut deforestasi menjadi lahan tambang batu bara semakin sering terjadi. Keuntungan ini jelas tidak sebanding dengan pengorbanan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari deforestasi.

Demikian juga alasan kenapa lahan hutan banyak dialihkan menjadi pertanian atau perkebunan. Mengalihkan hutan menjadi sawah untuk pertanian dianggap lebih menguntungkan karena tidak seperti kehutanan, proses pemanenan dalam pertanian jauh lebih singkat waktunya. Butuh waktu belasan sampai puluhan tahun agar kayu dari pohon yang ada di hutan dapat dinikmati  hasilnya, sementara untuk pemanenan cabai atau jagung tidak membutuhkan waktu sampai satu tahun.

Pengalihan pertanian menjadi sawit juga bukan hal yang asing lagi terdengar sekarang. Indonesia bahkan mendapatkan urutan nomor satu sebagai negara penghasil sawit. Dengan pengolahan yang masih sederhana, sawit-sawit ini nantinya akan diekspor sehingga petani sawit akan dapat menikmati hasilnya. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Padahal, sawit merupakan tumbuhan herba yang memiliki banyak mineral. Tanah yang ditanami sawit mungkin akan memiliki kesuburan yang tinggi, tetapi begitu tegakan sawit ini dihilangkan, maka tanah akan kehilangan banyak mineral dan dapat menurunkan kesuburan tanah tersebut. Itulah kenapa, tanah yang sudah pernah ditanami sawit tidak akan bisa diganti menjadi hutan.

Deforestasi dengan Membakar Hutan

Sumber: Korem 101 Antasari
Sumber: Korem 101 Antasari

Pengalihan lahan hutan menjadi kegiatan lain dapat dilakukan dengan menghilangkan tegakan hutan. Penghilangan tegakan ini biasanya disebut dengan membuka hutan yang bisa dilakukan dengan dua macam cara seperti penebangan satu-persatu pohon dan dengan cara membakar hutan. Tentu saja, membuka hutan dengan cara dibakar lebih mudah dilakukan daripada harus menghilangkan satu-persatu pohon yang ada di hutan. Selain itu, alasan biaya yang lebih murah juga menjadi pilihan pertama dalam membakar hutan untuk membuka hutan.

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia bukan sekali-dua kali terjadi. Setiap tahunnya kasus  kebakaran hutan di dunia, khususnya Indonesia pasti terjadi. Pada tahun 1997 Indonesia mengalami kehilangan hutan seluas 19.7 juta ha yang diakibatkan terbakarnya hutan.

Dampak Kebakaran Hutan

Sumber: Liputan6.com
Sumber: Liputan6.com

Kondisi ini tentunya mengkhawatirkan mengingat dampak yang ditimbulkan dari hilangnya hutan tidak sedikit, apalagi hilangnya hutan akibat pembakaran sama artinya dengan merusak hutan. Hutan yang hilang akibat perusakan dampaknya jauh lebih parah daripada hilangnya hutan secara alami. Selain berdampak kepada perubahan iklim, pembakaran hutan juga mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan.

Pembakaran hutan yang baru-baru ini terjadi di Pulau Kalimantan berakibat pada tebalnya asap yang menimbulkan polusi udara yang cukup pekat. Asap pekat ini berakibat bukan hanya di Indonesia, tetapi juga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, bahkan Australia. Di Indonesia, akibat asap dari adanya kebakaran hutan ini mengakibatkan penduduk di sekitar—khususnya Kalimantan—mengalami gangguan kesehatan dan pemendekan jarak pandang.

Pada saat itu, asap yang diakibatkan dari kebakaran hutan berdampak cukup lama. Pemerintah bahkan bukan hanya harus memperbaiki Indonesia, melainkan juga negara-negara tetangga yang mengalami dampak dari kebakaran hutan. Dampak yang cukup parah dari kebakaran hutan terjadi karena lingkungan yang mendukung dan terlambatnya penanganan.

Proses dan Faktor Kebakaran Hutan

Proses terjadinya kebakaran hutan disebabkan oleh komponen segitiga api, dimana ketiga komponen tersebut adalah sumber panas, bahan bakar, dan oksigen. Ketiga komponen ini yang apabila saling terhubung satu sama lain akan mengakibatkan kebakaran, begitu juga sebaliknya. Sehingga untuk dapat mencegah terjadinya kebakaran, yang perlu dilakukan adalah menghilangkan salah satu komponen tersebut.

Terjadinya kebakaran hutan biasanya dikategorikan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam yang menjadi sebab dari adanya kebakaran seperti cuaca, iklim, dan bahan bakar yang terdapat pada hutan seperti serasah dedaunan dan gesekan ranting. Sementara faktor manusia penyebab kebakaran bisa terjadi karena kesengajaan ataupun kelalaian manusia seperti pembukaan hutan dengan cara membakar hutan dan puntung rokok yang sering menjadi kambing hitam.

Di negara tropis seperti Indonesia, kasus kebakaran hutan yang diakibatkan oleh faktor alam sangat jarang terjadi. Gesekan ranting yang terjadi di hutan mungkin akan mengakibatkan percikan api, tetapi kecil sekali kemungkinannya dapat menimbulkan kebakaran. Begitu juga kebakaran yang terjadi akibat sambaran petir.

Tidak seperti negara beriklim subtropis seperti Amerika Serikat dan Kanada, sambaran petir di Indonesia biasanya hanya terjadi ketika hujan. Dengan cuaca yang panas dan kering, percikan api yang diakibatkan oleh sambaran petir mungkin dapat mengakibatkan kebakaran hutan. Namun, di Indonesia, karena sambaran petir datang bersamaan dengan turunnya hujan, maka tidak akan terjadi kebakaran. 

Begitu juga gesekan ranting yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Secara umum, benda yang saling bergesekan akan menimbulkan panas, dan apabila terjadi secara konstan dan cepat, mungkin saja akan menimbulkan adanya percikan api. Gesekan ranting yang disebabkan oleh angin memang mungkin saja terjadi antar pohon di hutan, tetapi, gesekan itu tidak mungkin berlangsung dengan cepat dan terus menerus. 

Pohon yang belum mati menyimpan air di dalamnya sehingga membutuhkan rangsangan yang lebih dari sekadar gesekan ranting untuk dapat membakar pohon. Pada pohon yang sudah mati mungkin akan menyimpan banyak minyak di dalamnya, sehingga mungkin sekali menimbulkan percikan api ketika terjadinya gesekan. Namun, di hutan Indonesia kebakaran dengan sebab tersebut tidak akan terjadi kecuali kemarau panjang.

Faktor lain yang sering dijadikan alasan terjadinya kebakaran adalah puntung rokok yang tidak sengaja dibuang saat bara apinya masih menyala. Bekas puntung rokok yang masih menyala apinya bisa menyambar daun-daun kering yang jatuh di permukaan. Daun merupakan bagian pohon yang paling cepat pembakarannya, terutama daun kering dan sudah mati. 

Pada daun kering, seperti proses pembakarannya, proses padamnya api juga berlangsung sangat cepat. Merembetnya api dari daun kering yang satu ke daun kering yang lain bisa saja terjadi mengingat cepatnya proses pembakaran pada daun, tetapi sedikit mustahil untuk api dapat merembet ke batang pohon. Tidak seperti daun, batang pohon adalah bagian yang sangat lambat proses pembakarannya, sehingga sebelum api dari daun kering menyambar ke batang pohon, api tersebut akan mati lebih dulu sebelum batang pohon dapat terbakar.

Faktor-faktor di atas tidak dapat dikambinghitamkan atas permasalahan kebakaran hutan. Sebagai negara tropis, Indonesia jarang sekali mengalami musim panas yang ekstrim. Kecuali di hutan rawa gambut, kebakaran yang disebabkan karena cuaca panas sedikit sekali kemungkinan terjadinya.

Pada lahan hutan rawa gambut memang menyimpan banyak bahan bakar, sehingga mungkin sekali terjadinya kebakaran bawah yang diakibatkan oleh cuaca panas yang ekstrim. Namun, seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, proses pembakaran hanya terjadi jika ada segitiga api, jika pada hutan pada umumnya tidak terdapat banyak bahan bakar dan sumber api, maka tidak akan terjadi pembakaran.

Kebakaran hutan yang diakibatkan oleh faktor alam jarang sekali dapat terjadi di Indonesia. Seringnya, kebakaran hutan terjadi disebabkan oleh faktor kesengajaan seperti membuka hutan dengan cara membakar hutan atau kegiatan lain yang meninggalkan bekas pembakaran pada hutan. Bekas pembakaran yang belum padam apinya inilah yang akan mengakibatkan kebakaran hutan.

 

Penulis: Fifi Melinda Setiawati

 

Referensi Artikel

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/01/12/bagaimana-hutan-indonesia-sebagai-paru-paru-dunia-di-masa-depan.

http://infopublik.id/read/259865/luas-kawasan-hutan-indonesia-1259-juta-hektare-.html.

https://international.sindonews.com/berita/1443259/45/10-kebakaran-hutan-terparah-dalam-sejarah.

Loren A, Ruslan M, Yusran F.H. Rinawati F. 2015. Analisis faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan serta upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat di kecamatan basarang kabupaten kapusas kalimantan tengah.  Jurnal Enviro Scienteae. 11(1):1-9.

Nurkholis A, Suci AW, Abdillah A, Widiastuti AS, Rahma AD, Maretya DA, Wangge GA, Widyaningsih Y. 2016. Analisis temporal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 1997 dan 2015 (studi kasus provinsi riau). Jurnal Kebakaran Hutan. Halaman:1-15.

Zulkifli, Ismail, Kamarubayana. 2017. Studi prngrndalian kebakaran hutan di wilayah kelurahan merdeka kecamatan samboja Kalimantan timur. Jurnal AGRIFOR. 16(1):141-150.

 

Referesi Gambar

https://images.app.goo.gl/BELjWuqhs3GromEt5

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fkorem101antasari.mil.id%2Fmedia%2F2018%2F09%2Fhutan-2.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkorem101antasari.mil.id%2F2018%2F09%2F05%2Fmembuka-hutanlahan-dengan-di-bakar-adalah-tindakan-melanggar-hukum%2F&docid=vRj9KSdy9xmRWM&tbnid=fu8ORtg90Ap5nM&vet=1&source=sh%2Fx%2Fim.

https://images.app.goo.gl/wRrzhWTFoeGfePuGA

 

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crwodfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dan bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!