Fitoplankton, Si Penyumbang Oksigen Terbesar di Dunia

Gambar 1. Citra Satelit Fitoplankton Teluk Biscay
Gambar 1. Citra Satelit Fitoplankton Teluk Biscay

Salam Lestari!

Ads

Sahabat Alam pasti sudah dong jika selama ini kita dapat hidup karena menghirup oksigen. Oksigen ini kita peroleh secara percuma karena hasil samping proses fotosintesis tumbuhan. Selama ini banyak orang yang mengira jika penghasil oksigen terbesar adalah pepohonan. Belum lagi, hal ini didukung oleh gelar yang disematkan kepada Negara Indonesia sebagai Paru-Paru Dunia. Karena keberadaan hutan di Indonesia yang luas. Padahal kenyataannya, penyedia oksigen terbesar di dunia berasal dari fitoplankton. Apakah Sahabat Alam sudah tau apa itu fitoplankton? Apakah sama seperti dengan plankton yang ada pada kartun Spongebob Squarepants? Mari kita pelajari bersama dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul terkait makhluk hidup yang mungil ini.

 

Apakah Semua Jenis Plankton Itu Sama?

Plankton didefinisikan sebagai seluruh jasad hidup yang bebas di perairan. Tidak hanya hidup di lautan, habitat plankton juga di perairan payau seperti rawa-rawa. Serta perairan darat seperti sungai, waduk dan danau. Ia memiliki kemampuan gerak terbatas. Selain plankton, ada pula nekton, yang juga mendiami permukaan air (organisme pelagik). Namun ada perbedaan diantara keduanya, yaitu nekton mampu berenang melawan pergerakan arus air. Sedangkan plankton mengandalkan pergerakan massa air. Adapula benthos yang memiliki ciri menyerupai plankton. Hanya saja benthos hidupnya di dasar perairan. 

Kata “plankton” itu berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “mengembara”. Nama ini pertama kali dikenalkan oleh Victor Hensen (1887). Pertanyaannya sekarang ialah apakah plankton termasuk tumbuhan ataukah ia adalah hewan? Jadi, pengertian plankton merujuk pada komunitas organisme akuatik baik flora (tumbuhan) maupun fauna (hewan) yang hidup di perairan. Sehingga plankton hidup melayang di perairan. Ada dua golongan besar plankton, yaitu fitoplankton (plankton nabati) dan zooplankton (plankton hewani). Seperti halnya tumbuhan yang ada di daratan, mereka mampu melakukan fotosintesis berkat bantuan dari sinar matahari dan karbondioksida (CO2). Sedangkan zooplankton berperan sebagai konsumen tingkat pertama di perairan yang memangsa fitoplankton.

 

Apa itu Fitoplankton?

Fitoplankton ialah organisme mikroskopis (tidak kasat mata) yang melakukan fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen. Istilah fitoplankton berasal dari Bahasa Yunani, yaitu “phyton” yang berarti tanaman. Sehingga berarti tanaman yang mengembara. Ukurannya berkisar antara satu hingga 200 mikrometer. Ia hidup di lapisan permukaan perairan baik tawar dan asin yang memperoleh sinar matahari cukup. Pergerakan tubuhnya sangat bergantung pada alur perjalanan arus air. Fitoplankton ada yang bersel tunggal (uniseluler) dan juga bersel banyak (multiseluler) dengan waktu hidup sangat singkat. Ia bisa hidup sendiri dan kadang juga membentuk koloni (kelompok) dan juga sebagai produsen primer yang mampu menghasilkan zat organik dari proses fotosintesis.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Klasifikasi Fitoplankton

Klasifikasi dapat dibedakan berdasarkan ukuran, ekologi dan divisinya.

  • Fitoplankton Menurut Ukuran
  • Ultra nanoplankton memiliki ukuran lebih kecil dari 2 μm.
  • Nanoplankton memiliki ukuran antara 2-20 μm.
  • Mikroplankton berukuran antara 20-200 μm.
  • Mesoplankton memiliki ukuran antara 200 μm – 2 mm.
  • Makroplankton berukuran antara 2-20 mm.
  • Mikronekton berukuran antara 20-200 mm.
  • Megaplankton berukuran lebih besar dari 0,2 mm3.

 

  • Fitoplankton Menurut Ekologi
  • Haliplankton ialah plankton di laut.
  • Limnoplankton adalah plankton yang tinggal di perairan tawar.

 

  • Fitoplankton Menurut Divisi
  • Chlorophyta (Ganggang Hijau)
Gambar 2. Ganggang Spirogyra
Gambar 2. Ganggang Spirogyra

Memiliki 8.000 jenis, 87 % di air tawar dan 13 % di air laut serta mengandung klorofil a,b dan β-karotin. Contohnya Spirogyra, Volvox dan Chlamydomonas

  • Cyanophyta (Ganggang Biru)
Gambar 3. Ganggang Microcystis
Gambar 3. Ganggang Microcystis

Memiliki 1.500 jenis, mengandung pigmen klorofil, fikosianin dan karotin. Contohnya Microcystis, Chroococcus dan Anabaena

  • Euglenophyta (Euglena)
Gambar 4. Ganggang Euglena
Gambar 4. Ganggang Euglena

Memiliki flagela (ekor untuk bergerak), klorofil a,b dan β-karotin. Contohhnya Euglena, Phacus dan Trachelomonas. 

  • Chrysophyta (Ganggang Emas dan Kuning Hijau) 
Gambar 5. Ganggang Ochromonas
Gambar 5. Ganggang Ochromonas

Memiliki pigmen kuning karotenoid dan coklat fukosantin. Contohnya Ochromonas, Navicula dan Tribonema

  • Pyrhophyta (Dinoflagellata)
Gambar 6. Ganggang Peridinium
Gambar 6. Ganggang Peridinium

Memiliki 1.100 jenis, mengandung pigmen klorofil a,c dan β-karotin, xantofil, dinosantin, neodinosantin, peridinin, neoperidinin dan diatosantin. Contohnya Peridinium, Ceratium dan Dinophysis

 

Fitoplankton, Sang Pahlawan Oksigen

Pada awalnya fitoplankton hanya diketahui berperan pada lingkup kegiatan perikanan. Karena fungsinya sebagai produsen yang menjadi organisme pertama dalam rantai makanan di perairan. Ia dirasa mampu menjadi indikator kesuburan produktivitas suatu perairan. Seiring dengan berjalannya waktu, manfaat fitoplankton semakin digali lebih dalam. Salah satunya ialah memiliki peran penting terhadap siklus biogeokimia global yang mampu memproduksi dimetilsulfida serta perannya terhadap fiksasi (penyerapan karbon) sehingga mampu menjadi pengatur iklim global.

Sekitar 70,8% total luas bumi adalah lautan. Untuk di Indonesia sendiri, luas perairan mencapai 3.257.483 km2. Sehingga jumlah organisme yang mampu melakukan fotosintesis terbesar jatuh kepada produsen yang berada di perairan, yaitu fitoplankton. Maka gelar paru-paru dunia lebih tepat diberikan kepada fitoplankton. Ia menjadi komponen utama siklus karbon global karena mengurangi kandungan karbondioksida di atmosfir. Ia menyimpan karbondioksida di dalam perairan terutama lautan dan mengolahnya menjadi produk berupa oksigen. Walaupun jumlah fitoplankton lebih kecil dari 1% total biomassa produsen alami (organisme fotosintesis). Namun fitoplankton mampu menyumbang lebih dari 45% total produksi oksigen (O2) di bumi. Fitoplankton di laut dapat mentransformasikan sekitar 100 Gt karbondioksida setiap tahun. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan karbondioksida yang bisa diserap sistem pertanian. Nilainya hanya berkisar antara 9-12 Gt karbondioksida setiap tahun.

Nah, ternyata selama ini kita salah ya. Penghasil oksigen terbesar di dunia bukanlah pohon, tetapi fitoplankton. Kita harus berterima kasih kepada fitoplankton nih. Walaupun kecil tetapi bermanfaat ya. Kecil-kecil cabe rawit dong

 

Penulis: Melynda Dwi Puspita

 

Referensi Artikel:

Alianto dan Hendri. 2016. Analisis peran dan kontribusi fitoplankton laut dalam pengaturan iklim global. Prosiding Seminar Nasional Penguatan Pengajaran dan Penelitian Perubahan Iklim

Asriyana dan Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. Bumi Aksara. Jakarta.

Widianingsih dan H. Endrawati. 2008. Buku Ajar Planktonologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.

 

Referensi Gambar:

Citra Satelit Fitoplankton Teluk Biscay (https://visibleearth.nasa.gov/images/71206/phytoplankton-bloom-in-the-bay-of-biscay)

Ganggang Spirogyra (https://www.qsstudy.com/biology/the-characteristics-and-habitat-of-plant-spirogyra)

Ganggang Microcystis (https://alchetron.com/Microcystis)

Ganggang Euglena (https://alchetron.com/Euglena-sanguinea)

Ganggang Ochromonas (http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Heterokontophyta/Ochromonas/sp_6.html)

Ganggang Peridinium (https://alchetron.com/Peridinium)

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!