Manfaat Kayu Gaharu, Pohon dengan Sejuta Keajaiban

Manfaat kayu gaharu sangatlah banyak, selain itu kayu gaharu juga dapat menjadi prospek bisnis yang menjanjikan, berikut kami rangkumkan sekilas pandang tentang kayu gaharu untuk sobat alam

Ads
Pohon Gaharu
Pohon Gaharu © Eddy Kuni Pexels.com

Indonesia dikenal sebagai negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi”, memiliki kekayaan yang begitu berlimpah di setiap jengkal wilayahnya. Hal tersebut tidak lepas dari keberadaan tanah yang begitu subur dan penyinaran matahari yang bisa didapat sepanjang tahun. Sampai-sampai ada yang menyebutkan apabila tongkat, kayu, dan batu pun bisa menjadi tanaman di sini. Tidak mengejutkan kemudian apabila dapat ditemui keanekaragaman flora yang tersebar di seluruh negeri. Namun, tahukah Sobat Alam? Di antara begitu banyak spesies pepohonan, ada beberapa di antaranya yang berharga tetapi bukan emas maupun berlian. Pepohonan ini dikenal sebagai penghasil tumbuhan gaharu, kayu beraroma semerbak dan bernilai jual tinggi. Merekalah spesies pepohonan dari genus Aquilaria.

Menilik Keberadaan Aquilaria di Indonesia

Bunga Gaharu
Bunga © Wikimedia

Pepohonan dengan marga Aquilaria ini dapat tumbuh subur di belantara hutan tropis maupun dataran rendah. Dalam data yang dihimpun oleh Susilo, Kalima, dan Santoso (2014) Indonesia mencatat persebaran 6 spesies Aquilaria, di antaranya: Aquilaria Malaccensis yang menjadi favorit banyak kalangan, A. Filaria (Oken) Merr dan A. Cumingiana (Decne) Ridl yang tersebar di wilayah Timur Indonesia seperti Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi maupun Papua, A. Becariana Van Tiegh, A. Hirta Ridl, serta A. Microcarpa Baill. Pada dasarnya, Pulau Sumatera dan Kalimantan adalah wilayah persebaran pohon marga Aquilaria yang paling utama.

Pohon ini dikenal karena terdapat kandungan resin pada bagian batang kayunya. Kandungan resin ini akan membuat batang pohon tampak gelap kehitaman juga menjadi lebih keras dan berat. Di sisi lain, resin ini juga yang membuat tumbuhan gaharu memiliki aroma harum yang khas hingga dapat melambungkan pamornya ke dunia International khususnya wilayah Timur Tengah. Usut punya usut, pohon Aquilaria ketika dewasa dapat tumbuh  hingga 40 meter dan memiliki diameter batang hingga 60 centimeter, loh! Pasti kebayang kan tingginya seperti apa? Selain itu, marga pohon yang satu ini juga akan berbunga pada waktunya tiba, dengan lima daun kelopak membentuk tabung, corong, maupun magkok (cawan).

Proses Pembentukan Kayu Gaharu dan Beragam Manfaat Kayu Gaharu

Kayu Gaharu
Kayu © Dekoruma.com

Pada dasarnya gaharu sendiri merujuk pada kayu kehitaman beraroma harum yang dihasilkan dari pohon Aquilaria. Hal ini bukan muncul tanpa sebab, melainkan bagian dari mekanisme penyembuhan pohon tersebut secara mandiri tatkala terdapat luka. Ketika terdapat bagian kulit batang pohon yang terkelupas, otomatis risiko masuknya bakteri dan mikroba pada jaringan tanaman juga akan meningkat. Oleh karena itu, pohon Aquilaria akan menghasilkan senyawa tertentu (fitoaleksin) untuk bertahan  dari serangan penyakit. Iya, senyawa ini berwujud resin atau  mudahnya seperti getah yang berwarna coklat dan wangi. Apabila hal ini tidak dilakukan, luka pada tanaman tersebut justru dapat memicu pembusukan.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Nah, semakin tinggi kandungan resin ini akan semakin tinggi juga nilai jualnya. Dilansir dalam Indonesiainside.id, harga termurah yang dipatok untuk gaharu mencapai Rp 650.000 per kilogramnya, sementara kualitas tertinggi dapat mencapai penawaran hingga Rp 700.000.000 per kilogram. Wah, mendadak bisa jadi ‘Crazy Rich Indonesian’ yaa!

Baca Lainnya : Saatnya Generasi Z Memulai Zero Waste Lifestyle

Karena harumnya yang tidak diragukan lagi, tumbuhan gaharu banyak dikembangkan dan diolah sebagai salah satu bahan pembuatan parfum dan pengharum ruangan. Namun tidak hanya itu, manfaat kayu gaharu sangatlah banyak. Mulai dari dibentuk menjadi beragam kerajinan dan produk rumah tangga, pengembangan obat-obatan baik alternatif seperti teh herbal maupun keperluan medis layaknya antibiotik penyakit TBC, hingga dikelola sebagai bahan dasar kosmetik dan shampo.

Tumbuhan Gaharu Melawan Derasnya Arus Perdagangan

Hutan Gaharu
Hutan Gaharu © Bharat Nursery

Apabila merujuk pada status konservasi yang dikemukakan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) tahun 2009, dua spesies Aquilaria yang ada di Indonesia yakni A. malaccensis dan A. filaria berada dalam posisi endangered. Selebihnya, ditetapkan sebagai flora yang rentan (vulnerable). Menindaklanjuti hal ini, A. Malaccensis dimasukkan dalam daftar Appendix II oleh CITES sebagai tanaman yang dibatasi perdagangannya. Menyikapi hal ini, Pemerintah Indonesia pun sempat mengajukan agar semua pepohonan genus Aquilaria turut diikutsertakan dalam kategori Appendix II hingga perdagangan harus memenuhi perijinan dan kuota tertentu.

Namun, ada hal yang perlu dicatat juga bahwa budidaya pohon penghasil gaharu terus dilakukan dan dikembangkan. Untuk memenuhi kebutuhan industri dan perdagangan, masyarakat diedukasi untuk tidak lagi menebang sembarang pohon maupun mengekploitasinya begitu saja. Sekelompok masyarakat yang memang berminat untuk menjalani bisnis penjualan dan ekspor kayu gaharu kini akrab disebut sebagai petani gaharu. Mereka menanam pohon penghasil gaharu sedari awal, merawatnya selama puluhan tahun, hingga memutuskan untuk menjualnya atau tidak. Sama halnya seperti yang dilakukan oleh sekelompok petani di Desa Margacinta, Pangandaran yang telah menanam 700 pohon Aquilaria jenis A. Malaccensis lebih dari 10 tahun yang lalu. Pohon yang dibudidayakan oleh para petani umumnya memiliki treatment yang berbeda dengan pohon yang tumbuh secara alami karena berfokus untuk memkasimalkan hasil produksi ketika masa panen tiba.

Yang jelas, upaya untuk menjaga kelestarian Aquilaria sebagai pohon penghasil gaharu membutuhkan kesadaran dan kerja sama semua pihak terkait. Pemerintah tetap perlu mengawasi dan mengatur regulasi sedemikian rupa agar pohon ini tidak benar-benar punah. Sementara, tanggung jawab besar kita bersama yakni mengedukasi semua kalangan agar dapat memanfaatkan pohon Aquilaria secara bijak untuk menjaga keberadaanya dalam jangka waktu yang lama. Salam lestari!

Penulis : Sintya Chalifia Azizah

Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!