Gajah Laut, Spesies Anjing Laut Terbesar yang Memiliki Belalai

Karakteristik

Elephant seal atau gajah laut adalah hewan berukuran besar yang hidup di pesisir pantai. Dinamakan demikian karena spesies ini memiliki hidung yang bentuknya menyerupai ‘belalai’ gajah, walaupun belalai gajah laut hanya tumbuh pada tubuh sang jantan. Belalai gajah dan gajah laut memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan spesies, perilaku, dan habitatnya. 

Ads

Kita sudah tau fungsi belalai pada gajah, kan? Belalai biasanya digunakan gajah untuk bernapas, mencium bau, mengambil makanan, dan air. Belalai gajah sebenarnya merupakan gabungan dari hidung dengan bibir atas. Bentuk belalai telah mengalami perubahan sejak dalam tahap fetus. Pada tahap fetus, bibir atas dan hidung gajah masih terpisah, kemudian terjadi penggabungan bentuk menjadi belalai yang fleksibel dan tumbuh semakin panjang seiring masa pertumbuhannya. Belalai adalah anggota tubuh yang paling penting selama hidup gajah. 

Perbedaan bentuk dan fungsi belalai pada gajah laut dapat dilihat dengan jelas. Belalai yang dimiliki spesies ini berukuran lebih kecil, lebih pendek, dan tidak mudah digerakkan. Belalai ini juga berperan sebagai rebreather, yaitu mekanisme pernapasan yang memungkinkan mereka menyerap kembali kelembaban yang terserap saat menghembuskan napas. Fungsi belalai sebagai rebreather sangat penting bagi gajah laut pada masa kawinnya. Pada musim kawin, mereka tidak bisa meninggalkan pantai dan hanya mengandalkan belalainya untuk menampung air.

[1] Belalai gajah laut
[1] Belalai gajah laut
Belalai pada Elephant seal jantan memiliki fungsi lain yang tak kalah penting. Sang jantan juga akan menggunakan belalainya untuk mengaum dan mengeluarkan suara seperti tabuhan genderang yang bisa terdengar sejauh 1 mil (1.6 meter). Mereka sering mengeluarkan suara tersebut untuk menentukan siapa yang paling dominan di antara para pejantan yang lain. Kita bisa mendengar suara dua ekor gajah laut yang sedang ‘mengobrol’ di sini: http://www.parks.ca.gov/pages/523/files/twomales.wav.

Gajah Laut Utara dan Selatan

Terdapat dua spesies Elephant seal yang memiliki kesamaan dalam hal karakteristik, perilaku, dan pola reproduksi. Dua spesies tersebut adalah gajah laut utara (Mirounga angustirostris) dan gajah laut selatan (Mirounga leonine). Spesies Elephant seal dinamakan sesuai dengan habitatnya, yaitu gajah laut utara mendiami daerah pesisir pantai di sekitar Kanada dan Meksiko, sedangkan gajah laut selatan dapat ditemukan di pesisir pantai Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Argentina.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Karena hidup di tempat yang berbeda, terdapat perbedaan dalam masa hidup, ukuran tubuh dan belalai, serta masa perkawinan yang dialami kedua spesies. Perbedaan pertama terkait masa hidup kedua spesies menjadi perbedaan yang paling signifikan. Lifespan gajah laut utara adalah sekitar 9 tahun, sedangkan gajah laut selatan cenderung hidup lebih lama, yaitu sekitar 20-22 tahun. Bila dilihat dari masa hidupnya, Mirounga leonine memiliki kehidupan yang lebih baik, ya. Perbedaan yang lain bisa dilihat dari ukuran tubuh masing-masing spesies, yaitu ukuran Mirounga angustirostris lebih kecil dari Mirounga leonine. Walaupun begitu, ukuran belalai dan bagian dada Mirounga angustirostris cenderung lebih besar. Periode perkawinan yang dialami kedua spesies memiliki perbedaan pada masa kelahiran. Dalam satu tahun, kedua spesies akan menjalani masa kelahiran dalam waktu yang berbeda, gajah laut utara di bulan Januari-Februari, sedangkan gajah laut selatan di bulan September-November. 

Periode Kawin Gajah Laut

Selama memasuki masa kawin, spesies ini akan berada di daratan karena perkawinan tidak bisa dilakukan di perairan. Baik spesies jantan maupun betina akan berpuasa dalam beberapa bulan karena mereka tidak bisa mencari makan dan meninggalkan masa kawin yang sudah ditunggu-tunggu. Belalai pada pejantan mengandung banyak air yang akan membantu mereka bertahan tanpa makan dalam beberapa waktu, sedangkan betina terpaksa menahan diri dan mengandalkan lemak di tubuhnya untuk bertahan hidup selama periode kawin.

Periode kawin mereka dimulai pada bulan pertama masa perkawinan (gajah laut utara di bulan Januari; gajah laut selatan di bulan Desember) ketika sang jantan datang beramai-ramai memenuhi pesisir pantai. Mereka sudah mencapai usia dewasa, berukuran besar dan beratnya mencapai 2.5 ton. Spesies jantan mulai menampakkan kekuatannya dan menantang satu sama lain untuk berkelahi. Mereka akan saling mengaum dan mengangkat kepalanya untuk menunjukkan dominasi. Perilaku ini bertujuan untuk menentukan sang alpha yang akan berada di puncak kelompok sosial. Gajah laut jantan yang memenangi pertarungan akan diperbolehkan kawin, dan sang alpha tentu mendapat “jatah” paling banyak. Menarik ya, melihat bagaimana hubungan sosial antar binatang bisa menentukan kasta hidupnya.

"<yoastmark

Pada akhir bulan Desember, spesies betina mulai berdatangan ke pesisir pantai. Ukuran Elephant seal betina lebih kecil dan lebih ringan, panjangnya sekitar 10-12 kaki (3-3.7 meter) dengan berat mencapai sekitar 1200-2000 pounds (550-910 kg). Berbeda dengan sang jantan yang memulai periode kawin dengan memperebutkan status sosial, gajah laut betina justru melahirkan anak dari hasil periode kawin sebelumnya. Satu ekor gajah laut betina akan melahirkan satu bayi yang akan diasuhnya selama sebulan penuh. Bayi spesies ini  hanya minum susu sang induk yang mengandung banyak lemak. Bayi yang baru lahir beratnya mencapai 35 kg, dan akan tumbuh mencapai 160 kg dalam waktu kurang dari sebulan. Pertumbuhan bayi yang cepat memungkinkan sang induk dapat bersiap untuk memasuki periode kawin selanjutnya.

"<yoastmark

Gajah laut betina akan mulai kawin setelah sebulan melahirkan bayi. Walaupun begitu, pertumbuhan janin baru akan dimulai pada bulan keempat setelah kawin. Hal ini terjadi karena betina berada dalam kondisi lemah setelah melahirkan, sehingga tubuhnya belum sanggup menampung janin baru. Bayangkan saja betapa sengsaranya sang betina. Mereka harus berpuasa dan bertahan hidup tanpa makanan dalam kondisi mengandung, melahirkan, sampai memasuki masa perkawinan lagi. Sang betina yang harus menjaga bayinya dalam kondisi kelaparan membuat mereka mengeluarkan suara yang bisa didengarkan di sini http://www.parks.ca.gov/pages/523/files/mom-pup.wav

Ancaman Kepunahan

Seperti banyak spesies binatang lainnya, hewan ini juga mengalami ancaman kepunahan akibat aktivitas manusia. Mereka sering diburu untuk diambil daging, bulu, dan lemaknya. Lemak mereka diambil untuk diolah menjadi minyak yang dijual dengan harga tinggi. Perburuan liar untuk mendapatkan bagian tubuh gajah laut sudah berlangsung sejak lama. Kegiatan ini juga tidak pandang bulu karena dua spesies yang hidup di tempat yang berbeda mengalami hal yang sama.

Maraknya perburuan liar yang mengancam populasi Elephant seal utara membuat kehadirannya pernah dianggap punah pada tahun 1892. Situasi semakin membaik pada tahun 1910, di mana sebuah koloni gajah laut ditemukan di Pulau Guadalupe yang terletak di lepas pantai Semenanjung Baja California Meksiko. Kejadian ini memicu kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk melindungi populasi dan habitat gajah laut. Pada tahun 1922, pemerintah Meksiko menetapkan hewan ini sebagai spesies yang harus dilindungi. Beberapa tahun setelahnya, pemerintah Amerika Serikat juga mengikuti langkah Meksiko terkait dengan perlindungan spesies ini seiring dengan kemunculan mereka di Pantai California Selatan.

Lalu bagaimana status ancaman spesies ini saat ini? Menurut IUCN, gajah laut utara dan gajah laut selatan masuk ke dalam daftar hewan yang populasinya berada dalam kondisi aman (less concern). Meski begitu, masih ada ancaman kematian spesies akibat terjerat puing-puing kayu saat terjadi tabrakan antar perahu di sekitar pantai. Ancaman lain juga datang dari aktivitas pemancing yang bisa menjerat hewan ini dengan alat pancingnya bila tidak dilakukan dengan hati-hati. Penurunan populasi hewan ini pernah terjadi akibat ulah manusia. Sudah sewajarnya bagi kita untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup gajah laut, agar populasinya tetap terlindungi dan semakin meningkat.

 

Penulis: Mutiara Misksalma

 

Referensi Literatur:

Galimberti, Filippo & Sanvito, Simona. (n.d). Elephant Seal & more. Elephant Seal Research Group (ESRG). Diakses pada 25 Februari 2021 dari laman http://www.eleseal.org/bio/north.html

Helmenstine, Anne Marie. (16 Februari 2021). Elephant Seal Facts (Genus Mirounga). Diakses pada 26 Februari 2021 dari laman https://www.thoughtco.com/elephant-seal-facts-4154853

N.N. (n.d). Elephant Seal. Ocean Tracks. Diakses pada 26 Februari 2021 dari laman https://oceantracks.org/library/species/elephant-seal

N.N. (n.d). Elephant Seal. California Department of Parks and Recreation. Diakses pada 26 Februari 2021 dari laman https://www.parks.ca.gov/?page_id=1115

N.N. (n.d). Southern Elephant Seal. Oceanwide Expeditions. Diakses pada 25 Februari 2021 dari laman https://oceanwide-expeditions.com/to-do/wildlife/elephant-seal

Yasuda, Memorie. 27 Oktober 2009. The Elephant Seal. Earth Guide. Diakses pada 25 Februari 2021 dari laman http://earthguide.ucsd.edu/elephantseals/index.html

 

Referensi Gambar

[1] N.N. 5 Februari 2020. New MIMMP research: dominant male elephant seals do better!. Marion Island Marine Mammal Programme. Diakses pada 26 Februari 2021 dari laman https://www.marionseals.com/blog/2020/2/4/dominant-elephant-seal-males-always-do-better-latest-publication-by-mimmp-shows-that-for-male-elephant-seals-it-pays-to-be-dominant

[2] Galimberti, Filippo & Sanvito, Simona. (n.d). Elephant Seal & more. Elephant Seal Research Group (ESRG). Diakses pada 25 Februari 2021 dari laman http://www.eleseal.org/bio/north.html

 [3] & [4] N.N. (n.d). Southern Elephant Seal. Oceanwide Expeditions. Diakses pada 25 Februari 2021 dari laman https://oceanwide-expeditions.com/to-do/wildlife/elephant-seal

 

Lindungihutan.com merupakan Platfrom Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak!

 

 Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!