Apa Itu Pohon Gandaria? Pohon asli dari Indonesia

Pernahkah kalian mendengar Gandaria? Beberapa dari kalian mungkin mengasosiasikan Gandaria dengan nama daerah di Jakarta atau bahkan nama salah satu mall besar di ibu kota. Namun, tahukah kalian kalau ternyata nama gandaria diambil dari salah satu jenis pohon khas Indonesia? Pohon gandaria adalah salah satu ikon khas dari Provinsi Jawa Barat. Bahkan buahnya banyak ditemui di olahan makanan terutama di daerah Sunda. Jadi makin penasaran kan dengan pohon yang satu ini? Yuk kita kenalan lebih lanjut melalui artikel di bawah!

Ads
Gambar 1. Pohon Gandaria Memiliki Daun yang Rindang dan Kanopi Berbentuk Kerucut yang Cocok untuk Berteduh
Gambar 1. Pohon Gandaria Memiliki Daun yang Rindang dan Kanopi Berbentuk Kerucut yang Cocok untuk Berteduh

Karakteristik Pohon Gandaria

Pohon gandaria adalah salah satu pohon yang mudah ditemui di berbagai daerah Indonesia. Pohon dengan nama latin Bouea macrophylla ini memiliki ukuran pohon yang sedang dengan tinggi dapat mencapai 25 hingga 27 meter. Pohon yang satu ini bisa dibilang memiliki pertumbuhan yang cukup lambat, terutama jika tumbuh dari biji, karena membutuhkan waktu dari 8 hingga 12 tahun sebelum akhirnya berbuah. Sedangkan jika ditanam melalui cangkok dan perawatan yang baik, pohon ini dapat bertumbuh dengan lebih cepat. Pohon ini memiliki tajuk, atau bagian-bagian pohon, yang rapat dan bulat dengan dedaunan yang rimbun dan menjuntai. Buah gandaria yang matang memiliki bentuk bulat kecil sebesar kelereng dengan diameter berkisar antara 2,5 hingga 5 cm. Bentuk dari buah ini mirip dengan buah mangga dan berwarna oranye ketika matang atau hijau ketika belum masak. Di dalamnya, buah ini mengandung cairan yang kental, biji berwarna ungu, dan bau yang khas seperti getah pohon pinus. Rasanya yang masam membuat buah ini segar untuk dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi bahan makanan lainnya. 

Tak hanya buahnya, bunga dari pohon ini juga mirip dengan pohon mangga, yaitu berwarna kuning hingga kecoklatan dan tumbuh di ketiak daun. Kemiripan dengan pohon mangga sebenarnya bukan kebetulan karena pohon gandaria sebenarnya memiliki kerabat dekat dengan mangga dan jambu mete yaitu satu famili Anacardiaceae. Pohon gandaria sendiri memiliki dahan dengan ujung yang tumpul dan bentuk yang lebar serta memanjang. Sedangkan daunnya memiliki bentuk bundar seperti telur hingga lonjong dengan panjang berkisar 11-45 cm dan lebar 4-13 cm. Daun dari pohon ini memiliki warna yang berbeda sesuai umurnya, misalnya saat masih muda daunnya  berwarna putih, tetapi berubah menjadi ungu tua dan hijau tua seiring bertambahnya usia pohon. 

Gambar 2. Buah Gandaria Memiliki Bentuk Seperti Mangga dengan Warna Oranye ketika Masak dan Warna Hijau ketika Belum Masak
Gambar 2. Buah Gandaria Memiliki Bentuk Seperti Mangga dengan Warna Oranye ketika Masak dan Warna Hijau ketika Belum Masak

Sebaran Pohon 

Sebagai tanaman asli Indonesia, gandaria dapat ditemukan di berbagai daerah Indonesia mulai dari pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, hingga Papua. Tak hanya di Indonesia, pohon ini juga dapat ditemukan di negara sekitar Asia Tenggara seperti semenanjung Malaysia dan juga Thailand. Bahkan, saat ini pohon ini semakin luas persebarannya hingga mencapai India. Di Thailand, pohon ini disebut dengan nama mayongchid dan memiliki popularitas yang tinggi sehingga banyak dibudidayakan. Di Indonesia sendiri, budidaya pohon gandaria juga banyak ditemui di daerah Sumatra dan Ambon. 

Pohon gandaria biasa tumbuh di daerah tropis terutama dataran rendah dengan ketinggian 5 hingga 850 mdpl. Uniknya, di Ambon pohon ini dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Memiliki sebaran yang luas, pohon ini kemudian mendapatkan julukan yang berbeda-beda di tiap daerah. Misalnya di daerah Gayo, Aceh pohon ini disebut sebagai pohon remeiu. Pohon ini juga disebut sebagai jatake dalam Bahasa Sunda, pohon barania di daerah Dayak, pohon dandoriah dalam Bahasa Minangkabau, wetes di daerah Sulawesi Utara, dan  pohon kalawasa atau rapo-rapo kebo di Makassar

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Gambar 3. Buah Gandaria Muda Memiliki Rasa Asam dapat Diolah Menjadi Rujak yang Banyak Dikonsumsi di Daerah Jawa Barat
Gambar 3. Buah Gandaria Muda Memiliki Rasa Asam dapat Diolah Menjadi Rujak yang Banyak Dikonsumsi di Daerah Jawa Barat

Manfaat Pohon Gandaria

Pohon gandaria termasuk pohon yang kaya manfaat, karena seluruh bagian pohon mulai dari buah, daun, hingga batangnya dapat digunakan untuk fungsi yang berbeda-beda. Buah gandaria sendiri memiliki tekstur berair dengan rasa manis atau asam sehingga sering dikonsumsi sebagai bahan makanan, terutama di daerah Sunda. Buahnya yang masih muda biasa diolah menjadi rujak atau sambal gandaria khas Jawa Barat. Salah satu olahan unik dari buah gandaria muda adalah rujak kanistren yang banyak ditemukan di upacara Tebus Wetengan, atau tradisi budaya Sunda untuk merayakan kehamilan pada bulan ketujuh. Sebaliknya, buahnya yang matang dapat dikonsumsi langsung oleh manusia atau diolah menjadi bahan makanan lain seperti sirup, jus, selai, dan asinan. Tak hanya lezat, buah gandaria juga kaya dengan vitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan buah ini digadang-gadang memiliki beragam manfaat mulai dari mengatasi sariawan, menetralkan racun, dan memperlancar aliran darah.

Tak hanya buahnya, daun gandaria juga dapat digunakan sebagai lalapan pendamping makanan utama juga obat. Selain itu, batang dari pohon ini jika diolah dengan tepat dapat digunakan sebagai bahan untuk membangun papan, bangunan, bahkan sarung keris. Tak hanya bagian pohonnya saja, keseluruhan pohon gandaria yang rindang dengan kanopinya yang berbentuk kerucut juga cocok dimanfaatkan untuk berteduh dari sinar matahari yang terik.

Sekarang sudah kenal kan dengan pohon gandaria? Flora khas Indonesia ini ternyata memiliki segudang manfaat dari olahan makanan hingga bangunan. Tidak heran ya, namanya banyak digunakan sebagai nama jalan atau bangunan. Bagaimana dengan kalian? Pernahkah mencoba buah gandaria atau olahan makanannya? Yuk, kita sama-sama menjaga pohon kaya manfaat ini dengan turut melindungi hutan sebagai salah satu tempat tinggalnya!

 

Penulis: Novia N Sabrina

Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!