Garis Wallace dan Garis Weber

Gambar 1. Wallace and Weber’s Line © CK-12
Gambar 1. Wallace and Weber’s Line © CK-12

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia (Facts & Figures, n.d.). Negara yang berada di Asia Tenggara ini terdiri atas lima pulau besar dan sekitar 30 pulau-pulau kecil. Ada 17.508 total pulau di Indonesia dan sekitar 6000 dari pulau-pulau tersebut merupakan pulau berpenghuni. Indonesia berada di persimpangan antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, serta menjembatani benua Asia dan Australia. Kondisi geografis ini tidak hanya mempengaruhi perekonomian, kehidupan sosial, dan budaya masyarakat di Indonesia, tetapi juga mempengaruhi cuaca, iklim, serta persebaran flora dan fauna di Indonesia. 

Ads

Sebagai negara kepulauan tropis di ekuator, angin di Indonesia mayoritas merupakan angin yang berasal dari laut (Letak Geografis Indonesia, n.d.). Hal ini menyebabkan Indonesia hanya mengalami dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Indonesia juga mengalami angin muson, yaitu angin musiman yang bertiup setiap enam bulan dan umumnya terjadi di Samudera Hindia dan sebelah selatan Asia. Di Indonesia, ada dua angin muson, yaitu muson timur dan muson barat. Saat angin muson barat berhembus dari Oktober sampai Maret, Indonesia akan mengalami musim hujan. Sedangkan, saat muson timur berhembus dari April sampai September, Indonesia akan mengalami musim kemarau. 

Pada saat musim hujan, curah hujan di Indonesia cenderung tinggi, sedangkan saat musim kemarau, Indonesia akan memperoleh sinar matahari yang melimpah. Kondisi cuaca tersebut sangat mendukung pertumbuhan dan persebaran berbagai jenis flora dan fauna di Indonesia. Karakteristik flora dan fauna yang ada di Indonesia pun berbeda-beda tergantung daerah dimana flora dan fauna tersebut hidup. Karena perbedaan karakteristik ini, persebaran flora dan fauna di Indonesia dibatasi oleh dua garis khayal, yaitu Garis Wallace dan Garis Weber. 

Apa itu Garis Wallace dan Garis Weber?

Gambar 2. Map of Sunda and Sahul © Wikipedia
Gambar 2. Map of Sunda and Sahul © Wikipedia

Garis Wallace dan Garis Weber adalah dua garis khayal yang berperan sebagai pemisah atau pembatas wilayah persebaran flora dan fauna di Indonesia (Garis Wallace dan Weber, n.d.). Kemunculan teori atau konsep Garis Wallace dan Garis Weber tidak terjadi secara bersamaan. Teori atau konsep pertama yang muncul adalah Garis Wallace. 

Garis tersebut digambar pada tahun 1859 oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis asal Inggris. Garis tersebut kemudian dinamai “Garis Wallace” oleh Thomas Henry Huxley, seorang ahli biologi asal Inggris (Nontji, 2017). Garis Wallace memisahkan flora dan fauna di Indonesia ke dalam dua zona, yaitu zona Asia di sebelah barat dan zona Wallacea atau zona transisi antara Asia dan Australia di sebelah timur. Flora dan fauna pada zona Asia identik dengan spesies atau organisme di benua Asia, sedangkan flora dan fauna pada zona Wallacea merupakan campuran spesies atau organisme dari benua Asia dan Australia. Flora dan fauna pada zona Wallacea umumnya adalah spesies yang endemik di Indonesia. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Pada tahun 1845, Wallace menerbitkan sebuah pamflet berjudul “On the Physical Geography of South-Eastern Asia and Australia”. Pamflet ini berisi tentang penemuan Wallace selama berada di Hindia Timur. Dalam pamflet tersebut, Wallace menemukan bahwa pulau-pulau di bagian barat Indonesia seperti Sumatera dan Jawa terhubung dengan keseluruhan dari benua Asia oleh sebuah laut dangkal, sehingga spesies flora dan fauna yang ada pada pulau-pulau barat akan menyerupai spesies flora dan fauna di benua Asia. Sedangkan, flora dan fauna di pulau-pulau timur seperti Papua Nugini akan menyerupai flora dan fauna di benua Australia karena kedua benua ini terhubung oleh perairan dangkal seperti Laut Arafura dan Laut Timor. Berdasarkan hasil temuan tersebut, Wallace membuat sebuah garis yang memisahkan flora dan fauna di sebelah barat Indonesia dengan flora dan fauna di sebelah timur Indonesia.

Pada saat yang sama, Max W. C. Weberㅡseorang peneliti asal Jermanㅡsedang melakukan ekspedisi mengenai persebaran flora dan fauna di Indonesia untuk mendalami persebaran fauna Asia atau Oriental dan fauna Australis (Kusdyantono, 2015). Ekspedisi ini berlangsung dari Maret 1899 hingga Februari 1900. Menurut Weber, Garis Wallace di Selat Lombok kurang tepat apabila digunakan sebagai perbatasan persebaran flora dan fauna di Indonesia. Oleh karena itu, Weber membuat sebuah garis baru melalui Kepulauan Tanimbar. Berdasarkan Garis Weber, pulau-pulau di antara Garis Wallace dan Garis Weber seperti Sulawesi, sebagian Nusa Tenggara, dan Halmahera merupakan zona Wallacea. Flora dan fauna di sebelah barat Garis Wallace merupakan flora dan fauna zona Asia atau Oriental, sedangkan flora dan fauna di sebelah timur Garis Weber merupakan flora dan fauna zona Australis. 

Proses Persebaran Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia

Flora dan fauna di Indonesia merupakan perpaduan antara flora dan fauna dari benua Asia dan Australia. Namun, tidak mungkin persebaran keragaman flora dan fauna ini semata-mata karena Indonesia terhubung dengan keseluruhan benua Asia dan Australia oleh laut dangkal. Persebaran ini lebih berkaitan pada biogeografi benua Asia dan Australia pada zaman purba. 

Pada zaman es, benua Asia dan Australia tergabung sebagai satu benua besar (Mayr, 1944). Ketika permukaan air laut naik mencapai 120 meter, kedua benua tersebut terpisah. Selama lebih dari 50 juta tahun, laut di antara kedua benua tersebut menghalangi migrasi serta persebaran spesies flora dan fauna Asia dan Australia. Namun, di antara laut tersebut kemudian muncul pulau-pulau seperti Sulawesi, sebagian Nusa Tenggara, dan Halmahera. Pulau-pulau di zona Wallacea ini menjadi penghubung bagi migrasi serta persebaran spesies flora dan fauna di Asia dan Australia. Pada zona Wallacea, muncul berbagai flora dan fauna endemik hasil perpaduan flora dan fauna dari benua Asia dan Australia. Sedangkan, spesies flora dan fauna pada zona Asia dan Australis akan lebih mirip dengan flora dan fauna dari masing-masing benua. 

Karakteristik Flora dan Fauna di Setiap Daerah Pembagian

Gambar 3. Tarsius © Gunadarma News
Gambar 3. Tarsius © Gunadarma News

Garis Wallace membagi perbedaan flora dan fauna di Indonesia ke dalam dua zona, yaitu zona Asia di sebelah barat dan zona Wallacea di sebelah timur. Sedangkan, Gari Weber membagi ke dalam tiga zona, yaitu Asia atau Oriental, Wallacea, dan Australis. Zona Asia meliputi pulau-pulau di bagian barat Indonesia seperti Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Zona Wallacea meliputi pulau-pulau di bagian peralihan Indonesia seperti Lombok, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Zona Australis meliputi pulau-pulau di bagian timur Indonesia seperti Maluku, Halmahera, dan Papua. Berikut ciri-ciri flora dan fauna dari masing-masing zona pada Garis Wallace dan Garis Weber (Yohannes, 2020). 

Ciri-ciri flora dan fauna zona Asia

  1. Terdapat mamalia besar atau megafauna seperti gajah dan badak.
  2. Terdapat berbagai spesies kera, reptil, dan ikan air tawar.
  3. Terdapat berbagai spesies burung, namun mayoritas merupakan spesies burung berkicau.
  4. Tidak terdapat fauna berkantung.
  5. Spesies flora merupakan flora hutan tropis, seperti meranti, kamper, keruing, dan mahoni.
  6. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan berdaun lebat.

Beberapa fauna endemik pada zona ini adalah Gajah Sumatera, Badak Bercula Satu, Orang Utan, Bekantan, dan Jalak Bali. Sedangkan, flora endemik pada zona ini adalah Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii), Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum), dan Kantong Semar.

Ciri-ciri flora dan fauna zona Wallacea

  1. Karakter flora dan fauna merupakan campuran dari spesies pada benua Asia dan Australia.
  2. Flora dan fauna pada zona Wallacea merupakan spesies endemik yang tidak ditemukan di luar Indonesia. 

Beberapa fauna endemik pada zona ini adalah Babi Rusa, Komodo, Anoa, Kuskus, dan Tarsius. Sedangkan, flora endemik pada zona ini adalah Longusei (F. Minahasae), Gofasa (Vitex cofassus), Eboni, Anggrek Serat, Cempaka hutan kasar, Cengkeh, dan Ampupu (Eucalyptus urophylla). 

Ciri-ciri flora dan fauna zona Australis

  1. Terdapat fauna berkantung atau marsupial.
  2. Terdapat mamalia, namun ukurannya cenderung kecil.
  3. Jumlah spesies ikan air tawar cenderung sedikit.
  4. Terdapat spesies burung dengan warna-warna yang mencolok.
  5. Flora dan vegetasi memiliki daun paralel dengan bentuk yang memanjang.

Beberapa fauna endemik pada zona ini adalah Cendrawasih, Kanguru Pohon, Wallaby, dan Kasuari. Sedangkan, flora endemik pada zona ini adalah Pakis, Eboni, Siwalan, dan Matoa. 

 

Penulis: Fiona Evangeline Onggodjojo

 

Referensi Literatur

Facts & Figures. (n.d.). Embassy of the Republic of Indonesia Washington, DC. Retrieved February 5, 2021, 12:20 WIB from https://www.embassyofindonesia.org/index.php/basic-facts/.

Garis Wallace dan Weber – Pengertian, Sejarah, dan Pembagian. (n.d.). RimbaKita.com. Retrieved February 6, 2021, 10:12 WIB from https://rimbakita.com/garis-wallace-dan-weber/#:~:text=Garis%20Wallace%20adalah%20garis%20pembagi,yakni%20bagian%20tengah%20dan%20timur.

Kusdyantono, W. (2015, December 16). Garis Wallace dan Weber, Daratan Hindia dan Garis Khayal yang Membaginya. HMGF UGM. Retrieved February 6, 2021, 12:38 from https://hmgf.fmipa.ugm.ac.id/daratan-hindia-dan-garis-khayal-yang-membaginya/.

Letak Geografis Indonesia: Pengaruh, Dampak, Keuntungan (Lengkap). (n.d.). The Gorbals Retrieved February 5, 2021, 13:21 from https://thegorbalsla.com/letak-geografis-indonesia/.

Mayr, E. (1944). Wallace’s Line in the Light of Recent Zoogeographic Studies. The Quarterly Review of Biology, 19(1), 1–14. doi: 10.1086/394684.

Nontji, A. (2017, March 4). Wallace: Dari Garis Maya Zoogeografi Hingga Surat Dari 

Ternate. Oseanografi LIPI. Retrieved February 6, 2021, 13:47 from http://oseanografi.lipi.go.id/datakolom/06%20Wallace%20&%20Surat%20ternate%204.pdf.

Yohannes, M. (2020, April 24). Mengenal Flora dan Fauna di Indonesia. Traveloka. Retrieved February 6, 2021, 15:15 WIB from https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/flora-dan-fauna-di-indonesia-acc/29729.

 

Referensi Gambar

Wallace and Weber’s Line. Retrieved from https://www.ck12.org/user:zxbpc2r3z0blcglzzc5vcmc./book/episd-world-geography-2017-2018/section/10.1/.

Map of Sunda and Sahul. Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/File:Map_of_Sunda_and_Sahul_2.png.

Tarsius. Retrieved from http://news.gunadarma.ac.id/2017/05/tarsius-filipina-primata-terkecil-kedua-di-bumi/.

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!