Grounding: Dampak positif berjalan tanpa Alas Kaki di Hutan

Pernah berjalan kaki hutan tanpa alas kaki? Apa yang kamu rasakan? Selain sensasi segar dari rumput dan hangatnya matahari, beberapa orang merasa tenang ketika berjalan tanpa alas kaki di hutan. Kalau kamu merasakan hal yang sama, bisa jadi kamu telah merasakan manfaat positif dari grounding. Pernah dengar grounding sebelumnya? Kalau belum, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Ads
Gambar 1. Berdiri tanpa alas kaki di hutan
Gambar 1. Berdiri tanpa alas kaki di hutan

Apa itu Grounding?

Grounding atau Earthing adalah aktivitas untuk menghubungkan kembali individu dengan bumi. Aktivitas ini dipopulerkan oleh Clinton Ober pada tahun 1990-an melalui bukunya, Earthing: The Most Important Health Discovery Ever! Terdapat berbagai tipe dari grounding, tipe yang populer adalah praktik berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang alami. Selain itu ada pula praktik lain seperti berbaring di atas permukaan hingga menyelamkan diri di air. Meningkatnya kebutuhan untuk terkoneksi dengan alam sejalan pula dengan berkembangnya teknologi dan industri. Hal ini disebabkan teknologi yang semakin maju berkontribusi juga terhadap peningkatan kelelahan dan kepenatan individu. Aktivitas grounding kemudian dianggap dapat menyambungkan individu dengan alam dan memberikan berbagai efek positif terutama pada kesehatan. Salah satu tempat yang banyak dituju untuk melakukan grounding adalah hutan. Berbagai elemen alami yang tersedia seperti rerumputan, tanah, hingga daun kering dapat ditemukan di dalam hutan.

Gambar 2. Berdiri di atas batu sungai adalah salah satu aktivitas grounding
Gambar 2. Berdiri di atas batu sungai adalah salah satu aktivitas grounding

 

Bacaan LainnyaWaldeinsamkeit, Tradisi Orang Jerman Menyendiri di Hutan

Manfaat

Grounding memiliki berbagai macam manfaat, baik secara fisik maupun mental untuk manusia. Hal ini dapat dijelaskan oleh fenomena pertukaran muatan listrik antara bumi dan tubuh manusia. Manusia adalah makhluk bio elektrik yang mengandung elektron positif alami sedangkan bumi adalah penghasil elektron negatif yang alami. Sebagai makhluk yang terdiri dari air dan mineral, manusia adalah konduktor yang baik terutama terhadap elektron negatif dari bumi. Penelitian menunjukkan bahwa elektron negatif dari bumi dapat menetralkan elektron positif di dalam tubuh kita. Pada saat ini, tuntutan zaman mendorong kita untuk terus berinteraksi dengan gadget yang dapat menumpuk elektron positif dalam tubuh. Ketika terkoneksi dengan alam, maka elektron yang dihasilkan bumi berperan sebagai antioksidan dan dapat menetralisir berbagai radikal bebas termasuk elektron positif berlebihan, yang dapat merusak tubuh.

Grounding dapat mengembalikan keseimbangan antara pikiran dan tubuh dengan memanfaatkan energi alami dari bumi, membangun koneksi dengan bumi kemudian memberikan efek positif terutama dalam kesehatan. Berikut adalah beberapa efek positif dari grounding yang diperoleh dari berbagai penelitian:

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  • Menjaga kesehatan jantung: Penelitian Chevalier dan kawan-kawan pada tahun 2013 menemukan bahwa setelah melakukan grounding, penggumpalan sel darah merah pada partisipan cenderung berkurang dibanding sebelumnya. Penurunan tersebut kemudian menandakan kesehatan jantung yang baik. 
  • Membentuk otot yang lebih kuat: Suatu penelitian pada kelompok besar oleh Brown dan kawan-kawan di tahun 2015 menunjukkan bahwa setelah grounding kerusakan otot dan kelelahan berkurang pada partisipan.
  • Menurunkan stress, kelelahan, dan kecemasan: Penelitian terbaru oleh Chevalier dan kawan-kawan (2018) kepada 16 tukang pijat di California menemukan efek positif lain dari grounding. Sebelumnya, tukang pijat mengeluhkan kelelahan dan stress selama pekerjaannya. Namun, setelah diberikan grounding therapy mereka merasakan perubahan berupa penurunan tingkat stress, depresi, dan kelelahan.
  • Meningkatkan kualitas tidur: Penelitian yang sama juga menemukan efek lain berupa peningkatan lama tidur dan penurunan gangguan tidur setelah grounding berlangsung.
  • Meningkatkan mood: Penelitian Chevalier (2015) pada kelompok kecil yang terdiri dari 40 orang dewasa menunjukkan bahwa grounding selama satu jam dapat meningkatkan mood positif bahkan partisipan merasa lebih rileks.
  • Manfaat lain yang dirasakan setelah grounding adalah peningkatan sistem imun, mobilitas, hingga postur tubuh yang lebih baik.
Gambar 3. Berjalan di rumput dapat menurunkan stress
Gambar 3. Berjalan di rumput dapat menurunkan stress

Praktik Grounding

Aktivitas ini mirip dengan forest therapy yang sudah pernah kita bahas sebelumnya. Namun, grounding memerlukan praktik yang lebih sederhana. Cukup lepas alas kaki dan rasakan beberapa waktu bertelanjang kaki di atas permukaan yang alami. Tidak hanya tanah atau rerumputan, aktivitas ini juga bisa dilakukan di atas pasir, bebatuan, hingga lumpur. Apapun itu selama permukaannya berasal dari alam. Selama melakukan grounding tinggalkan gadget atau gangguan lain dan nikmati keadaan sekeliling. Dari tekstur tanah hingga aliran airnya jika kalian memilih untuk grounding di sungai hutan. Jangan lupa untuk berhati-hati ya! Pastikan kondisi sekitar aman dan singkirkan objek yang bisa melukai badan kita. Kalau merasa berdiri saja tidak cukup, kalian bisa menggabungkannya dengan aktivitas lain seperti berjalan, duduk, hingga rebahan. Jika berada di danau atau pantai, berenang juga bisa menjadi aktivitas grounding. Namun pastikan lingkungan sekitar sudah aman ya! Walaupun lebih baik dilakukan di hutan, kegiatan ini bisa dilakukan di mana saja asalkan terdapat permukaan alami seperti taman kota atau halaman belakang. 

Aktivitas grounding merupakan cara yang efektif untuk menghubungkan tubuh kita dengan alam. Namun, pastikan diri kita dan lingkungan dalam keadaan yang memungkinkan sehingga efek positif dapat dirasakan secara maksimal. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, manusia dan alam adalah suatu kesatuan yang saling mempengaruhi. Termasuk hutan yang terdiri dari berbagai elemen alami sehingga dapat berkontribusi kepada kesehatan mental dan fisik manusia. Kalau sudah mengetahui hal ini, yuk kita lindungi hutan sebagai bagian dari melindungi diri!

 

Penulis: Novia N Sabrina

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi literatur:

Diep, L. (2020, September 9). Grounding: Get barefoot in the forest. The Heart of England Forest. Tersedia dalam: https://www.heartofenglandforest.com/news/grounding-get-barefoot-in-the-forest. Diakses pada 25 Januari 2021.

France-Presse, A. (2020, September 28). Tersedia dalam: Earthing: Will walking barefoot make you feel better? The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/life/2020/09/28/earthing-will-walking-barefoot-make-you-feel-better.html. Diakses pada 25 Januari 2021.

Jean, D. (2020, April 14). Getting grounded: How dirt makes you happy. Greatist. Tersedia dalam: https://greatist.com/grow/grounding#benefits. Diakses pada 25 Januari 2021.

Lockett, E. (2019, August 30). What is grounding and can it help improve your health? Healthline. Tersedia dalam: https://www.healthline.com/health/grounding#the-science. Diakses pada 25 Januari 2021.

Walden, L. (2020, February 22). ‘Earthing’ is 2020’s newest wellness trend – here’s how to do it. Country Living. Tersedia dalam:  https://www.countryliving.com/uk/wellbeing/a30992559/what-is-earthing/. Diakses pada 25 Januari 2021

 

Referensi gambar:

Gambar 1: Photo by Dominik Martin on Unsplash

Gambar 2: Photo by Jordan Whitt on Unsplash

Gambar 3: Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

 

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!