Hari Batik Nasional 2020: Yuk Kenali 10 Corak Batik Khas dari Indonesia

Ilustrasi aktivitas membatik
Ilustrasi Membatik © Viva.co.id

Hari Batik Nasional selalu diperingati setiap tanggal 2 Oktober pada setiap tahunnya di Indonesia. Hari Batik Nasional adalah hari perayaan yang dibentuk untuk memperingati ditetapkannya batik dengan bermacam corak khasnya sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tahun 2009.

Ads

Sudah selayaknya bagi masyarakat Indonesia untuk mencintai batik yang merupakan kebudayaan sendiri. Tujuannya agar batik tetap lestari dan tidak diakui oleh negara lain. Dalam memperingati Hari Batik Nasional 2020, berikut ini merupakan rangkuman 10 motif batik khas dari Indonesia:

1. Batik Kawung

Batik Motif Kawung
Batik Kawung © semarangpos.com

Dilansir dari laman website ilmunik.com, sejarah Batik Kawung sendiri awalnya merupakan salah satu jenis motif batik yang dilarang pada masa itu. Motif batik kawung merupakan salah satu batik tertua di Indonesia yang berasal dari tanah Jawa. Menurut beberapa penelitian yang telahdilakukan, motif kawung sudah ada sejakabad ke-9. Namun seiring berjalannya waktu, batik kawung mulai terkenal pada tahun 1755 di abad ke-18, yaitu pada masa Kesultanan Ngayogyokarta Hadiningrat. Proses pembuatannya sendiri masih menggunakan alat-alat membatik yang tergolong sederhana.

2. Batik Jlampran

Batik Motif Jlampran
Batik Jlampran © docplayer.info

Menurut laman website cintapekalongan.com, Batik Jlampran adalah batik hasil kreasi masyarakat Kota Pekalongan sebagai warisan budaya lokasl dengan mengetengahkan ragam hias ceplokan dalam bentuk lung-lungan dan bunga padma yang di tengahnya. Sejarah perkembangan batik Pekalongan yang tidak mengikuti pakem keraton menjadi sangat menarik. Pewarnaan yang cerah berwarna-warni, serta keberanian menggambarkan motif berupa flora dan fauna menjadi ciri khas dari batik tersebut.

Pekalongan, sejak dahulu, merupakan sebuah kota pesisir yang ramai akan kedatangan para saudagar dari berbagai belahan dunia maupun nusantara, seperti dari Bugis Sulawesi, Sumba, dan yang lainnya.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Makna simbolik dari batik jlampran adalah merupakan motif batik asli Pekalongan dengan makna lambang-lambang agama Hindu-Syiwa yang beraliran Tantra. Kegunaan motif batik jlampran ini adalah dalam bentuk pemakaian kain batik ini secara sakral. Hal ini menyimbolkan jika batik jlampran merupakan media yang digunakan untuk menghubungkan antara dunia manusia dan dunia dewa karena bentuk motifnya merupakan simbol mistis yang bisa diterima oleh dunia “Hyang” yang menjadi dunianya “Den Anyu Lanjar”.

3. Batik Sulur

Batik Motif Sulur
Batik Sulur © Sachiku

Dalam bahasa Indonesia, sulur memiliki arti sebagai tanaman yang merambat. Sulur pada motif sebuah batik memiliki pola yang berbeda-beda. Ada yang menjulang ke atas dan ada yang hanya berukuran setengahnya. Sulur tersebut diumpamakan sebagai lambang umur atau perjalanan hidup manusia. Motif ini mengajarkan bahwa panjang atau pendeknya umur manusia berbeda-beda dan hanya Tuhan yang dapat menentukan.

4. Batik Pring Sedapur

Batik Pring Sedapur
Batik Pring Sedapur © gomuda.co

Batik ini merupakan Batik khas daerah Magetan, dan berasal dari sebuah desa di lereng Gunung Lawu yang kaya akan pohon bambu. Tepatnya di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan.

Dari laman website Kanal 247, dapat diketahui bahwa ‘pring’ merupakan penyebutan bambu dalam bahasa Jawa. Sedangkan ‘Pring Sedapur’ berarti serumpun pohon bambu. Motif batik pring sedapur memiliki makna filosofi yang sangat tinggi. Tanaman bambu menggambarkan kebiasaan hidup bergerombol dan membentuk satu kekuatan, dan jika diurai bisa menjadi tali yang erat.

5. Batik Lasem

Batik Motif Lasem
Batik Lasem © jejakbatik

Batik Lasem atau atau sering disebut Batik Laseman merupakan batik gaya pesisiran yang kaya motif dan warna. Nuansa multikultural sangat terasa pada lembaran batik lasem. Hal ini diapat dijelaskan dengan adanya kombinasi motif dan warna dari batik lasem yang terpengaruh desain budaya Tionghoa, Jawa, Lasem, Belanda, Champa, Hindu, Budha, serta Islam menampakkan paduan yang kian serasi, anggun, dan memukau. Warna cerah batik lasem, khususnya warna merah, sangat terkenal di kalangan pecinta batik Indonesia (Fitinline.com, 2013).

6. Batik Sekar Jagad

Batik Motif Sekar Jagad
Batik Sekar Jagad © kanal247

Batik Sekar Jagad berasal dari Solo dan Yogya. Motif Sekar Jagad ini berasal dari kata “kar jagad” yang diambil dari bahasa Jawa (Kar=peta; Jagad=dunia), sehingga motif ini melambangkan keragaman di seluruh dunia. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa Sekar Jagad berasal dari kata sekar yang berarti bunga dan jagad yang berarti dunia. Ini menggambarkan bahwa Batik Sekar Jagad bermakna keindahan dan keanekaragaman bunga di seluruh dunia.

7. Batik Parang

Batik motif parang
Batik Parang © kanal247

Batik motif Parang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo). Diciptakan oleh pendiri Keraton Mataram, sehingga motif ini menjadi pedoman utama dalam menentukan derajat kebangsawanan seseorang. Bahkan pada jaman dulu, motif parang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keturunannya. Motif yang tertuang ke dalam kain membentuk seperti huruf S yang saling terkait dan melambangkan sebuah kesinambungan. Bentuk huruf S tersebut diadaptasi dari bentuk ombak lautan, menggambarkan semangat yang tidak pernah padam.

8. Batik Mega Mendung

Batik motif Mega Mendung
Batik Mega Mendung © kanal247

Batik motif Mega Mendung berasal dari kota Cirebon. Motif batik ini merupakan hasil asimilasi budaya antara penduduk asli Cirebon dengan pemahaman filsafat yang dibawa masyarakat Tionghoa. Dahulu masyarakat Tionghoa masuk ke Cirebon melalui pelabuhan di Cirebon, salah satu pelabuhan perdagangan yang cukup ramai. Motif batik ini berbentuk menyerupai awan dengan corak warna yang menggambarkan nuansa mendung. Motif yang dibuat pada dasarnya berupa garis-garis lengkung yang membentuk gambar awan yang menggumpal. Batik mega mendung didominasi dengan warna biru, putih, dan abu-abu yang melambangkan warna langit ketika sedang mendung.

9. Batik Sogan

Batik motif Sogan
Batik Sogan © kanal247

Batik motif Sogan adalah salah satu jenis batik klasik di Indonesia yang kental dengan unsur tradisional. Warnanya didominasi warna gelap seperti hitam dan coklat. Dinamakan batik sogan karena pada awal mulanya, proses pewarnaan kain batik ini menggunakan pewarna alami yang diambil dari batang kayu pohon soga (Peltophorum pterocarpum). Batik Sogan merupakan jenis batik yang identik dengan daerah keraton Jawa yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogya) dan Surakarta Hadiningrat (Solo).

10. Batik Tujuh Rupa

Batik motif Tujuh Rupa
Batik Tujuh Rupa © kanal247

Batik motif Tujuh Rupa berasal dari Pekalongan. Batik ini bernuansa kekayaan alam. Umumnya, batik asal Pekalongan menampilkan bentuk motif bergambar hewan atau tumbuhan. Motif-motif pada batik tujuh rupa diambil dari campuran kebudayaan lokal dengan kebudayaan luar. Hal tersebut dikarenakan Pekalongan dulunya merupakan tempat transit para pedagang dari banyak negara. Akulturasi budaya itulah yang membuat batik Pekalongan sangat khas, khususnya motif jlamprang, motif buketan, motif terang bulan, motif semen, motif pisan bali, dan motif lung-lungan.

Nah, itu dia 10 motif batik yang ada di Indonesia. Yuk sahabat, ikut serta dalam melestarikan batik. Agar batik terus menjadi salah satu identitas bagi bangsa Indonesia.

Selamat Hari Batik Nasional 2020, Sahabat Alam!

Penulis : Arif Hidayat

Referensi :

1] ilmunik. 2019. Motif Batik kawung, Sejarah, Makna, dan Filosofi (Terlengkap). https://ilmunik.com/motif-batik-kawung/. Diakses pada 29 September 2020.

[2] Cinta pekalongan. Sejarah Batik Jlamprang Motif Khas Kota Pekalongan. https://www.cintapekalongan.com/sejarah-batik-jlamprang-motif-khas-kota-pekalongan/#:~:text=Motif%20Batik%20Pekalongan%20adalah%20Motif,para%20pedagang%20asal%20Gujarat%2C%20India.. Diakses pada 29 September 2020.

[3] Kanal 247. 2017. Batik Motif Pring Sedapur. https://www.kanal247.com/media/konten/0000005263/6.html. Diakses pada 29 September 2020.

[4] Fitinline. 2013. Batik Lasem. https://fitinline.com/article/read/batik-lasem/#:~:text=Batik%20Lasem%20atau%20sering%20disebut,terasa%20pada%20lembaran%20Batik%20Lasem. Diakses pada 29 September 2020.

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks