Hitung Jejak Karbon Pribadi Tuk Dukung Aksi Perbaikan Iklim

Aktivitas manusia yang terus menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) membuahkan keniscayaan bahwa pemanasan global terus terjadi, bahkan semakin parah. Pemanasan global tersebut kemudian akan menyebabkan perubahan iklim. Setidaknya seperti itulah bagaimana kita melihat sebab-akibat perubahan iklim yang sedang mengancam kondisi bumi dan hayati di dalamnya ini. Termasuk di dalamnya jejak karbon yang semakin meninggi.

Diagram Sebab-Akibat Perubahan Iklim
Diagram Sebab-Akibat Perubahan Iklim (Sumber : #pasarkarbon) 

Berdasarkan diagram tersebut, maka masalah emisi GRK atau emisi karbon menjadi core diskursus perubahan iklim. Emisi karbon yang terus terkonsentrasi akibat segala aktivitas manusia secara bertahap namun langsung, akan menyebabkan perubahan iklim. Juga, upaya aksi perbaikan iklim pada dasarnya akan berkisar antara pengurangan emisi atau netralisasi dari emisi yang dilepaskan.

Baca Lainnya : #Opini : Spanduk Raksasa di Ikon Kota Jakarta

Menghitung Jejak Karbon

Top Carbon Footprint
Top Carbon Footprint (Sumber : BBC.com)

Upaya pengurangan emisi atau netralisasi emisi karbon (carbon offset), kita perlu terlebih dahulu mengetahui emisi yang telah dikeluarkan, setidaknya untuk melihat seberapa besar tanggung jawab kita untuk membayarnya. Data mengenai pemetaan emisi tiap negara sudah tersedia dan terus diperbarui, begitu juga berdasarkan perusahaan besar. Namun, bukan berarti individu atau rumah tangga tidak bisa menghitung jejak karbon pribadinya.

Jejak karbon pribadi atau carbon footprint mulai populer sebagai istilah dan perbincangan mulai abad ini, setidaknya dilihat oleh Wiedmann dan Minx (2008) dalam tulisannya mengenai carbon footprint di United Kingdom. Disebutkannya, emisi karbon yang dikeluarkan tidak hanya menjadi tanggung jawab negara atau perusahaan, tetapi juga individu yang menyumbang emisi maupun bisa memberi sumbangsih perbaikan.

Saat ini sudah banyak platform yang memudahkan kita menghitung jejak karbon pribadi kita. Berbagai komunitas atau situs yang bergerak dalam bidang lingkungan seperti carbonfootprint.com, safeclimate.net, dan carbonethics.org, menyediakan wadah langsung bagi pengunjung situsnya untuk menghitung jejak karbon pribadinya.

Beberapa jenis aktivitas yang mempengaruhi jejak karbon kita, seperti dirangkum oleh Cleanomic.co.id, antara lain barang yang kita beli dan gunakan, konsumsi bahan bakar, konsumsi makanan, layanan yang kita pakai, serta perilaku kita terhadap segala barang/aktivitas itu. Dan pada jenis-jenis itu, masih tergantung lagi pada faktor emisinya, seperti efisiensi tenaga pada alat/mesin tersebut akan mempengaruhi emisi yang kita keluarkan.

Contoh kasus dari rangkaian emisi yang kita keluarkan pada tiap jenis, ada pada aktivitas kita sehari-hari. Ketika kita akan membeli sesuatu, bagaimana cara kita membelinya sangat berpengaruh. Jika ke tempat belanja atau supermarket, kemungkinan akan mengeluarkan emisi bahan bakar juga, dan itu juga tergantung pada jenis kendaraan yang dipakai.

Makanan yang kita makan secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap emisi karbon. Jika ada yang pernah mendengar emisi atas pemotongan daging dan dukungan vegetarian dalam melestarikan lingkungan, nah itu adalah salah satu contoh pengaruh pilihan makanan pada emisi karbon. Kemudian, semuanya tergantung bagaimana perilaku kita terhadap barang tersebut, seperti boros listrik, membuang makanan, dan berkendara yang boros bahan bakar.

Aksi Perbaikan Iklim

Nah, setelah kita mengetahui jejak karbon pribadi kita, setidaknya kita tahu seberapa besar dampak aktivitas kita kepada lingkungan dan pengaruhnya kepada perubahan iklim. Setelah kita mengetahui, layaknya melakukan aksi untuk memperbaiki ‘kerusakan’ yang kita buat. Tentu kita tidak dibatasi untuk menetralisasi sebatas emisi yang kita keluarkan, karena untuk menahan dampak terparah dari perubahan iklim, emisi yang telah manusia keluarkan bahkan harus dijadikan negatif.

Perubahan iklim yang sedang tak terhindarkan, tentunya harus kita tanggulangi dengan aksi perbaikan iklim, yang jika kita ingin bumi lestari secara berkelanjutan juga mau tak mau kita lakukan. Karena perubahan iklim memberi dampak tidak hanya untuk sebagian manusia dan makhluk hidup, maka kita aksi perbaikan iklim juga bukan merupakan tanggung jawab segelintir orang.

Penulis : Abiyyi Yahya Hakim

Sumber Bacaan

Who is Responsible for Climate Change? – Who Needs to Fix It?, Kurzgesagt – In a Nutshell. https://www.youtube.com/watch?v=ipVxxxqwBQw

Carbon Calculator. Carbonfootprint.com. http://www.carbonfootprint.com/calculator.aspx

http://safeclimate.net/

Carbon Calculator. Carbonethics.org. https://www.carbonethics.org/carboncalculator

Wiedmann, Thomas & Minx, Jan. 2008. A Definition of Carbon Footprint. CC Pertsova, Ecological Economics Research Trends. 2. 55-65.

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications.    Ok No thanks