Hiu Karang (Triaenodon Obesus): Predator Puncak Penyeimbang Ekosistem Terumbu Karang

Mengenal Hiu Karang: Klasifikasi dan Morfologi

Gambar 1. Hiu Karang Sirip Putih atau Triaenodon Obesus © animaldiversity.org
Gambar 1. Hiu Karang Sirip Putih atau Triaenodon Obesus © animaldiversity.org

Hiu karang sirip putih dengan nama ilmiah Triaenodon obesus merupakan salah satu spesies hiu yang biasa ditemukan di Laut Pasifik serta menghabiskan sebagian besar waktunya di dasar perairan pada celah-celah terumbu karang berair jernih. Hiu ini memiliki ukuran sedang dengan panjang rata-rata sekitar 1,6 meter dan merupakan salah satu predator puncak samudera yang tinggal di kedalaman air antara 8 hingga 40 meter.

Ads

Klasifikasi hewan yang juga disebut sebagai Whitetip Reef Shark ini adalah sebagai berikut:

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Chondrichthyes
  • Subkelas: Elasmobranchii
  • Superordo: Selachimorpha
  • Ordo: Carcharhiniformes
  • Famili: Carcharhinidae
  • Genus: Triaenodon
  • Spesies: T. obesus

Tabel 1. Klasifikasi Hiu Karang atau Triaenodon Obesus

Hiu karang memiliki dua sirip punggung, yaitu satu tegak menjulang ke atas dan satu lainnya lebih kecil atau pendek. Seperti hiu pada umumnya, ia memiliki gigi-gigi yang tajam serta bentuk tubuh torpedo yang memungkinkannya untuk berenang dengan cepat dan leluasa. Hiu ini juga memiliki bagian kepala yang berbentuk seperti moncong, mata yang besar, serta tubuh berwarna coklat keabu-abuan pada bagian atas dan berwarna putih pada bagian bawah. Salah satu ciri khas yang membedakannya dengan spesies hiu lain adalah ujung siripnya yang berwarna putih, menjadikannya dijuluki sebagai hiu karang sirip putih atau whitetip reef sharks.

Hiu karang sirip putih adalah jenis hiu yang tidak terlalu agresif kecuali jika merasa terancam. Ia memiliki kemampuan untuk memompa air melewati insangnya tanpa bergerak maju, yang mengakibatkannya dapat duduk diam di dasar laut dan gua dalam kurun waktu yang lama. Hiu ini tetap berada di area yang relatif kecil sepanjang hidup mereka. Perjalanan terpanjang yang tercatat selama setahun oleh individu adalah tiga kilometer, termasuk ke dalam hiu yang nonteritorial dan gemar berbagi jangkauannya dengan spesies hiu sejenis atau spesies hiu lainnya. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Habitat dan Sebaran

Gambar 2. Habitat Hiu Karang © animaldiversity.org
Gambar 2. Habitat Hiu Karang © animaldiversity.org

Hiu karang merupakan salah satu jenis hiu yang paling umum dijumpai di perairan dengan terumbu karang serta daerah terjal di bawah laut pada wilayah Indo-Pasifik dengan area sirkulasi ke barat Afrika dan timur ke pantai Amerika Tengah terakhir. Hiu karang mendiami wilayah dengan air jernih di dekat dasar laut hingga kedalaman 40 meter.

Sebaran hiu karang bervariasi dalam cakupan area luas dari Indo-Pasifik, yaitu berada pada Samudera Hindia hingga Laut Merah dan anak benua India. Ia juga tersebar di wilayah barat dan tengah Pasifik yaitu dari selatan Tiongkok, Taiwan, Asia Tenggara termasuk Filipina dan Indonesia, hingga pantai utara Australia. Pada wilayah Pasifik timur, hiu ini juga mendiami daerah pesisir Costa Rica hingga wilayah Kepulauan Galapagos.

Peran Hiu Karang dalam Menyeimbangkan Populasi Ikan di Laut

Sebagai predator puncak, hiu karang memiliki peran penting dalam rantai makanan serta ekosistem perairan khususnya pada ekosistem terumbu. Ia menjaga populasi ikan agar tetap seimbang serta mencegah jumlah pemangsa di bawahnya agar tidak meledak. Selain itu, hiu karang juga merupakan inang bagi ikan-ikan kecil yang kerap kali dijumpai mengitarinya.

Tanpa keberadaan hiu karang, maka populasi ikan di laut menjadi tidak terkontrol, hal ini juga akan berakibat bagi pengurangan populasi ikan lain yang menggantungkan kehidupannya pada hiu karang yaitu ikan pembersih seperti ikan gobi dan ikan hiu belang yang mendapatkan makanan dari parasit yang menginfestasi hiu karang.

Status Konservasi Hiu Karang

Hiu karang memiliki populasi yang cukup besar serta tersebar di berbagai wilayah perairan di seluruh dunia, sehingga belum ada konservasi khusus yang melibatkan hiu jenis ini. Meskipun begitu, ia tetap rentan terhadap penangkapan berisiko secara besar-besaran karena memiliki kecepatan reproduksi yang lambat.

Adanya kerusakan pada karang juga dapat mempengaruhi populasi hiu ini. Perburuan hiu untuk diambil sirip dan dagingnya juga berakibat buruk pada populasi hiu karang.

International Union for Conservation of Nature atau IUCN memasukkan spesies hiu karang sirip putih ke dalam daftar hewan “resiko rendah/tidak terancam” (lower risk/threatened).

 

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

 

Referensi Literatur:

Muhammad, Fikri. “Studi: Populasi Hiu Karang Alami Penurunan Drastis di Seluruh Dunia.” National Geographic, 24 July 2020, nationalgeographic.grid.id/read/132259532/studi-populasi-hiu-karang-alami-penurunan-drastis-di-seluruh-dunia.

Semuaikan. “Morfologi dan Klasifikasi Ikan Hiu Krang Sirip Putih (Triaenodon Obesus).” Bertani.co.id, 7 July 2020, www.bertani.co.id/morfologi-dan-klasifikasi-ikan-hiu-karang-hiu-sirip-putih-whitetip-reef-sharktriaenodon-obesus.

“Triaenodon Obesus (Whitelip Reef Shark).” Animal Diversity Web, animaldiversity.org/accounts/Triaenodon_obesus. Accessed 6 Apr. 2021.

Wikipedia contributors. “Hiu karang.” Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 27 Nov. 2011, id.wikipedia.org/wiki/Hiu_karang.

 

Referensi Gambar:

“Triaenodon Obesus (Whitelip Reef Shark).” Animal Diversity Web, animaldiversity.org/accounts/Triaenodon_obesus. Accessed 6 Apr. 2021.

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online uuntu Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!