Hubungan antara Pencemaran Udara dengan Daur Air

Lebih dari 90% populasi dunia ternyata telah menghirup udara beracun, sehingga World Health Organization (WHO) menyatakan polusi udara merupakan “silent public emergency.” Pencemaran udara di Jakarta pada (15/06/2020), berdasarkan data AirVisual IQAir.com  kualitas udara di Jakarta menjadi kota kedua penyumbang terbesar di bawah kota New Delhi. Berbagai data tentang pencemaran udara telah banyak dipaparkan dan menyimpulkan jika kondisi pencemaran udara mengindikasikan kualitas udara yang buruk, khususnya di kota besar. Pencemaran udara merupakan kondisi di mana kehadiran substansi kimia, fisik, dan biologi di atmosfer dalam jumlah yang membahayakan.

Ads

Baca Lainnya : Gaharu dan Berjuta Keajaiban dalam Satu Jenis Tumbuhan

Menurut Encyclopaedia Britannica, pencemaran udara merupakan pelepasan berbagai komponen baik gas, benda padat yang berukuran halus ataupun aeorosol cair yang terlepas ke udara dalam jumlah yang berlebih. Dampak pencemaran dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa polusi udara berdampak buruk bagi kesehatan, baik yang terhirup secara langsung maupun secara tidak langsung. Terhirupnya pencemaran udara secara langsung terjadi ketika beraktifitas dengan udara yang telah terpapar pencemar, dengan kondisi kualitas udara yang buruk hal ini menunjukkan kebanyakan orang terpapar dengan pecemaran udara secara langsung. Paparan pencemaran udara yang tidak langsung yakni kondisi pencemaran udara yang ternyata berdampak dengan daur air. Hujan asam menjadi bukti nyata antara pencemaran udara dan daur air, hujan asam terjadi sebagai interaksi antara polutan dengan butir-butir air.

Daur Air
Ilustrasi Siklus Air © vivavirda.blogspot.com

Daur air adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui evaporasi, kondensari dan presipitasi. Evaporasi merupakan proses perubahan molekul air menjadi uap-uap air karena adanya pemanasan oleh sinar matahari. Uap air tersebut banyak terbentuk dari penguapan air laut, hal ini karena luas wilayah lautan yang besar. Uap air ternyata merupakan kelompok dari gas rumah kaca, uap air merupakan gas rumah kaca yang terbentuk secara alami.  Uap air merupakan komponen gas rumah kaca yang paling banyak terbentuk dan kuat jika dibandingkan dengan Karbon dioksida.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti bidang pengkajian ozon dan polusi udara, LAPAN menunjukkan bahwa efek pemanasan global yang ditimbulkan oleh uap air yakni 75 W/m2 sedangkan efek yang ditimbulkan oleh karbon dioksida adalah 32 W/m2 sehingga uap air berkontribusi dalam menambahefek yang ditimbulkan oleh konsentrasi karbon dioksida dari 10C menjadi 30C. Aktivitas manusia yang menghasilkan pencemaran udara akan meningkatkan gas rumah kaca seperti karbon dioksida. Hal ini akan meningkatkan evaporasi sehingga terjadinya peningkatan uap air yang juga semakin membuat udara menjadi semakin panas. Tahapan awal daur air ini telah diawali dengan fakta bahwa evaporasi berpengaruh dan dipengaruhi peningkatan suhu bumi.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kondensasi dan presipitasi merupakan bagian dari daur setelah evaporasi. Kondensasi merupakan proses perubahan molekul uap air dari hasil evaporasi berubah menjadi molekul padat, uap air yang terbentuk akan naik ke lapisan yang lebih tinggi dengan suhu yang lebih rendah sehingga terbentuklah awan. Awan yang terbentuk, titik air yang berada di awan semakin besar dan awan akan semakin lebih berat. Daya tarik bumi akan menarik awan ke lapisan yang lebih rendah. Ketika titik awan tersebut bertemu dengan udara panas, titik awan akan mencair dan terjadilah hujan atau presipitasi. Hujan asam menjadi bukti bagaimana polusi udara mempengaruhi daur air. Hujan asam merupakan hujan yang memiliki PH di 5.6 sehingga masuk kategori asam.

Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan hasil dari bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang kemudian bereaksi dengan oksigen menjadi sulfur oksida dan nitrogen dioksida. Senyawa tersebut bereaksi dengan uap air dan turun bersama titik air ketika presipitasi. Ketika aktivitas manusia penghasil sulfur dan nitrogen semakin meningkat maka peluang terjadinya hujan asam semakin besar. Kondisi hujan asam akan berdampak bagi mahluk hidup ataupun benda-benda, kondisi asam ini akan mempengaruhi tanaman, tanah dan juga kondisi air yang masuk kembali ke dalam daur air.

Dampak-dampak dari pencemaran udara yang terjadi bukan hanya dirasakan oleh manusia namun mahluk hidup lainnya. Aktivitas manusia yang semakin meningkatkan tingkat pencemaran akan berdampak pada kondisi air pada daur air sehingga kondisi berpengaruh bukan hanya kualitas udara namun pada air bahkan tanah. Pencemaran udara dapat ditekan jika dibentuk kerjasama antara pemerintah, industri, hingga masyarakat. Tiap komponen memiliki peranan masing-masing. Penekanan terhadap penggunaan bahan bakar fosildapat menjadi faktor utama dalam menurunkan tingkat pencemar di udara.

Sebagai masyarakat, kita dapat melakukan lewat hal sederhana yakni menggunakan transportasi umum hal ini dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil. Penghematan listrik juga sangat mendukung dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil mengingat dalam proses untuk bisa menikmati mengisi daya telepon genggam ternyata membutuhkan proses panjang yang memerlukan bahan bakar fosil. Hal-hal sederhana tersebut tidak membutuhkan daya yang besar, hanya diperlukan niat untuk kelestarian jangka panjang. Jangan sampai kita malah makin menikmati paparan pencemaran udara baik secara langsung terhirup atau yang terpapar pada daur air.

Penulis : Yanty Yosephin

Referensi :

Editor lingkunganhidup.co. 2017. Pencemaran Udara: Pengertian, Penyebab, Dampak, Polutan dan Penanggulannya. LINGKUNGANHIDUP. https://lingkunganhidup.co/pencemaran-udara-pengertian-penyebab-dampak-solusi/ diakses pada 17 Juli 2020.

Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas. 2020. PSBB Transisi Jakarta Nomor Dua Penyumbang Polusi Udara Dunia, Kok Bisa?. KOMPAS. https://www.kompas.com/sains/read/2020/06/16/123400723/psbb-transisi-jakarta-nomor-dua-penyumbang-polusi-udara-dunia-kok-bisa?page=all diakses pada 17 Juli 2020.

Lusia Arumingtyas. 2020. Polusi Udara, Pembunuh Senyap di Jabodetabek. MONGABAY. https://www.mongabay.co.id/2020/04/25/polusi-udara-pembunuh-senyap-di-jabodetabek/ diakses pada 17 Juli 2020.

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!