HUJAN ASAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP EKOSISTEM HUTAN

Pandangan bahwa pencemaran udara merupakan masalah yang tidak perlu diperhatikan kini mulai berubah, hal ini terjadi setelah adanya fakta turunnya hujan asam dan pencemaran udara lainnya yang berdampak terhadap makhluk hidup dan lingkungan. Zat-zat pencemaran yang dihasilkan dari berbagai sumber akan terakumulasi di udara hingga merubah air hujan menjadi asam. Hal ini kemudian berdampak buruk terhadap seluruh makhluk hidup terutama pada hutan.

Ads
Gambar 1. Hujan
Gambar 1. Hujan

Mengenal Hujan Asam

Hujan asam merupakan istilah untuk proses presipitasi atau pengendapan dengan komponen zat yang bersifat asam, seperti asam sulfat atau nitrat, yang kemudian jatuh ke tanah dari atmosfer dalam bentuk basah atau kering. Proses ini dapat berupa hujan, salju, kabut, hujan es atau debu yang bersifat asam. Hujan ini memiliki tingkat keasaman (pH) di bawah normal yaitu kurang dari 5,6. Adapun hujan yang turun di wilayah Indonesia memiliki pH normal yaitu sekitar 6. Tingkat keasamannya dikarenakan adanya kandungan karbondioksida (CO₂) yang larut dengan air hujan dan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Hujan ini terjadi bila adanya sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX) menyebar di atmosfer setelah diangkut oleh angin atau arus udara.

Atmosfer dapat mengangkut berbagai zat-zat pencemaran di udara hingga ratusan kilometer jauhnya, sebelum menjatuhkannya ke permukaan bumi dalam bentuk air. Dalam perjalanannya dengan jarak yang jauh ini, atmosfer bertindak sebagai reaktor kimia yang kompleks mengubah zat-zat pencemaran setelah berinteraksi dengan substansi lain, uap air dan energi matahari. Pada kondisi tertentu sulfur oksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX)  hasil pembakaran bahan bakar fosil akan bereaksi dengan molekul-molekul uap air di atmosfer menjadi asam sulfat dan asam nitrat yang selanjutnya turun ke permukaan bumi bersama air hujan yang disebut dengan hujan asam.

 

Proses Terjadinya Hujan Asam

Proses terjadinya hujan asam berasal dari berbagai aktivitas, baik aktivitas dari alam ataupun dari manusia. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan berbagai macam zat-zat penyebab hujan ini, seperti karbondioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Adanya sinar matahari dapat mengakibatkan air pada permukaan tanah dan air (laut, sungai, pantai dan lain sebagainya) akan menguap. Sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX) dapat bereaksi dengan air, oksigen, dan bahan kimia lainnya sehingga membentuk asam sulfat dan nitrat. Unsur-unsur itu kemudian bercampur dengan air dan bahan-bahan lainnya sebelum jatuh ke permukaan bumi. Uap air yang timbul dari pengembunan tersebut juga akan bertemu dengan gas-gas seperti karbon dioksida dan karbon monoksida. 

Adanya pertemuan antara uap air dengan karbon dioksida atau karbon monoksida ini akan menghasilkan asam yang bersifat lemah. Hidrogen oksida dan sulfur dioksida saat bertemu dengan uap air akan menghasilkan asam yang bersifat kuat. Kemudian kandungan yang bertemu tersebut terbawa oleh angin menuju tempat yang jauh dari sumbernya dan akan semakin ke atas. Ketika sudah sampai di atas, gas yang telah bercampur dengan uap air tersebut akan mengalami kejenuhan sehingga menjatuhkan kandungan airnya yang kemudian disebut sebagai hujan asam. Deposisi asam terjadi apabila asam sulfat, asam nitrat, atau asam klorida yang ada di atmosfer baik sebagai gas maupun cair terdeposisikan ke tanah, sungai, danau, hutan, lahan pertanian, atau bangunan. Deposisi asam tersebut kemudian jatuh melalui tetes hujan, kabut, embun, salju, atau butiran- butiran cairan (aerosol), ataupun jatuh bersama angin.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Gambar 2. Proses Hujan Asam
Gambar 2. Proses Hujan Asam

 

Penyebab Terjadinya Hujan Asam

Hujan asam dapat disebabkan oleh beberapa faktor dari alam hingga dari ulah manusia. Berikut beberapa sumber penyebabnya:

  1. Sulfur dan Nitrogen

Sulfur dan nitrogen adalah penyebab hujan asam yang pertama. Kedua senyawa tersebut adalah dua senyawa dari hasil pembakaran yang dihasilkan dari aktivitas industri, pembangkit listrik, kendaraan bermotor, hingga amonia yang berasal dari aktivitas pertanian. Sebagian kecil sulfur dan nitrogen juga berasal dari sumber alami, seperti erupsi gunung api. Sulfur juga merupakan senyawa yang berasal dari kebakaran hutan dan letusan gunung berapi. Berbagai industri yang dikelola manusia seperti industri minyak kelapa sawit dan industri logam menghasilkan sulfur dioksida yang merupakan penyebabnya. Sedangkan industri pupuk kimia dan obat dengan penggunaan pembakaran suhu tinggi akan menghasilkan nitrogen oksida yang juga merupakan senyawa penyebab hujan asam.

  1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara yang disebabkan oleh gas karbon monoksida, karbondioksida, hidrogen sulfida, dan sulfur dioksida dapat menyebabkan hujan asam. Karbon monoksida dan karbondioksida berasal dari polusi kendaraan dan proses pembakaran. Kedua senyawa tersebut jika bertemu dengan air dapat membentuk asam karbonat atau sering dikelompokkan ke dalam asam lemah.

Hidrogen sulfida dan sulfur dioksida merupakan senyawa hasil dari pemanasan dan pembakaran belerang. Jika bertemu dengan air kedua senyawa ini dapat membentuk asam sulfat yang tergolong dalam kelompok asam kuat dan menjadi penyebab hujan asam.

Pada umumnya hujan biasa sudah mengandung asam karena kandungan CO2, namun pH-nya masih berkisar di angka 6. Pada daerah yang mengalami pencemaran lingkungan dan udara yang sangat parah akan menyebabkan tingkat keasaman yang tinggi dan membuat pH menjadi lebih rendah.

 

Dampak Hujan Asam Terhadap Ekosistem Hutan

Dampak dari Hujan asam telah menimbulkan masalah besar seperti di daratan Eropa dan Amerika serta negara Asia termasuk Indonesia. Dampak dari hujan ini mengakibatkan rusaknya bangunan dan berkaratnya benda-benda dari bahan logam serta mengakibatkan kerusakan lingkungan terutama pengasaman (acidification) danau dan sungai. Air danau akan menjadi bersifat asam sehingga tidak ada lagi kehidupan akuatik, hal ini dikenal dengan sebutan danau mati. Di samping merusak ekosistem perairan, hujan ini mengancam komoditi pertanian dan menimbulkan kerusakan pada hutan beserta ekosistemnya. 

Hujan asam akan mengubah komposisi kandungan tanah dan air sehingga menjadi tidak layak untuk tanaman maupun hewan. Air  yang masuk kedalam tanah, kemudian akan menyebabkan sulitnya perkembangan pada akar tanaman dan pertumbuhannya menjadi terganggu seperti tanaman menjadi berukuran kerdil. Akar tanaman yang tumbuh dengan tidak baik akan menyebabkan tanaman mudah tumbang. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan hutan yang terancam berkurang populasinya. Hujan ini juga akan membuat tanah menjadi tandus dan mematikan organisme kecil atau mikroorganisme yang ada di dalam tanah. Selain itu, akan mengakibatkan peningkatan terhadap kandungan logam di air dan tanah. Logam sangat berbahaya dan dapat mencemari lingkungan karena sifatnya yang toksik. Dampaknya  terhadap manusia yaitu dapat memicu timbulnya penyakit tertentu. Contohnya, sakit paru- paru, penyakit kulit dan lain sebagainya.

 

Penulis : Roshelly

 

Referensi Literatur

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta: Penerbit ANDI.

Lado, Versatile Holiday. 2020. Hujan Asam: Penyebab, Dampak dan Solusi Pencegahannya. Tersedia pada: https://tirto.id/hujan-asam-penyebab-dampak-dan-solusi-pencegahannya-erNl (diakses pada 19 Januari 2021)

Nasihah, Mimatun. 2017. Efek Hujan Asam Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Jurnal EnviScience, (Vol.1 No.1), hal.27-30.

Nugroho, Rizzaq Aynur. 2019. Penyebab Hujan Asam, Dampak dan Cara Pencegahannya. Tersedia pada: https://hot.liputan6.com/read/3941767/penyebab-hujan-asam-dampak-dan-cara-pencegahannya (diakses pada 19 Januari 2021)

 

Referensi Gambar

Hujan, Tersedia pada: 

https://tirto.id/hujan-asam-penyebab-dampak-dan-solusi-pencegahannya-erNl (Diakses pada 26 Januari 2021)

Proses Hujan Asam, Tersedia pada: https://www.climate4life.info/2020/02/fenomena-hujan-asam-penyebab-dan-proses-terjadinya.html (Diakses pada 26 Januari 2021)

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!