Hutan Mati Papandayan: Surga Kelabu di Tanah Garut

Potret Hutan Mati Papandayan  © Airport.id
Potret Hutan Mati Papandayan  © Airport.id

Pesona Hutan Kelabu Papandayan

Garut merupakan salah satu kawasan wisata alam unggulan di Jawa Barat. Dari utara hingga selatan wilayahnya, terdapat banyak tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Letak geografis Garut yang terbentang dari sepanjang pesisir Pantai Garut selatan hingga dataran tinggi di puncak pegunungan Cikuray, pada ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut, menyuguhkan berbagai destinasi wisata alam terbaik, salah satunya adalah wisata unik khas kawasan Pegunungan Papandayan, yaitu hutan mati Papandayan atau hutan kelabu Papandayan. 

Ads

BACA JUGA: Kampanye Alam Lets Keep The Earth Clean And Green

Hutan sabana ini sudah lama mati, tetapi Anda masih bisa melihat pemandangan sisa-sisa pepohonan mati dan tanah abu yang memberi suasana eksotis dan unik. Kawasan ini biasanya digunakan sebagai jalur pendakian dari puncak gunung Papandayan menuju puncak Tegal Alun.

Jalur Pendakian Hutan Mati Papadayan © Tribun Travel
Jalur Pendakian Hutan Mati Papadayan © Tribun Travel

Sejarah Kelam di Balik Terbentuknya Hutan Ini

Kembali ke sejarah, pemandangan pohon-pohon beserta tanah kelabu di hutan mati berawal dari letusan maha dahsyat Gunung Papandayan ratusan tahun silam. Letusan dahsyat terjadi dalam dua hari, yaitu pada tanggal 11 dan 12 Agustus 1772. Tanpa ada peringatan sebelumnya, Gunung Papandayan meletus hebat hingga menyebabkan sekitar 40 desa tertimbun. 

BACA JUGA: Lets Do Somethinc Good

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Selain itu, sekitar 3.000 orang terkubur di danau vulkanik di sekitar gunung. Hewan peliharaan pun tak luput dari dampak letusan gunung berapi. Bahkan seorang penulis dari luar negeri, Lee Davis menggambarkan betapa mengerikannya wabah Papandayan dalam bukunya “Natural Disaster“.

Jalur Pendakian Hutan Mati Papandayan © IndonesiaKaya
Jalur Pendakian Hutan Mati Papandayan © IndonesiaKaya

Areal hutan mati menyuguhkan pemandangan pepohonan mati tanpa dedaunan, bahkan beberapa pohon tampak hitam. Meski terlihat suram dan berkabut, di baliknya, hutan mati memiliki pesona tersendiri. Pesona suram pepohonan kering dan tanah putih ini berpadu serasi saling melengkapi, sungguh pemandangan yang indah. Saat berada di kawasan ini, indera penciuman kita akan merasakan bau belerang. 

BACA JUGA: Indonesia Green Living Festival Menjadi Bangsa Yang Hijau

Jalan-jalan di kawasan hutan akan menimbulkan sensasi tersendiri. Beberapa pendaki mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama pendaki lainnya. Saat pendaki mencoba mencapai puncak Gunung Papandayan, hutan mati di Gunung Papandayan menimbulkan daya tarik yang lebih besar. Kesan suram seakan sudah hilang dan tergantikan oleh keindahan.

 

Penulis: Latifa Ariani

Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk, jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!