Hutan Trembesi di Timur Pulau Jawa

Ingin merasakan suasana seperti berada di hutan yang berada di film “Lord of The Ring”? Tidak perlu jauh-jauh, sekarang kamu bisa merasakannya di Hutan De Djawatan yang dipenuhi dengan pohon trembesi rindang. Pepohonan besarnya seakan membawa pengunjungnya ke Hutan Fangorn dalam film “Lord of The Ring” dan “Hobbit”.

Ads
Gambar 1. Hutan De Djawatan
Gambar 1. Hutan De Djawatan

Definisi, Lokasi dan Sejarah Hutan Trembesi De Djawatan

Hutan De Djawatan adalah hutan yang dipenuhi oleh pohon trembesi dan juga tumbuhan epifit. Warga lokal lebih sering menyebutnya Djawatan Benculuk karena lokasinya berada di Benculuk, Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Ada sekitar 50 pohon trembesi besar yang hidup di lahan sekitar 3,8 hektar.

Sejatinya, Djawatan sudah ada dari zaman penjajahan Belanda. Lalu, setelah merdeka, Djawatan termasuk ke kawasan hutang lindung milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Hutan ini menjadi tempat penimbunan kayu (TPK) dari hasil hutan milik Perhutani di kawasan Banyuwangi Selatan. 

Yang membuat hutan ini terlihat seperti angker adalah sebagian pohon trembesinya tertutup oleh sejenis benalu. Dari jauh kelihatannya pohon trmbesinya memiliki bulu-bulu yang menyeramkan. Pohon-pohon trembesi juga menjadi sarang kelelawar sehingga baunya pun cukup menyengat jika berada di sekitarnya. 

Karakteristik Pohon Trembesi

Pohon trembesi dijuluki sebagai pohon hujan karena tajuknya yang lebar dan seringkali meneteskan air. Pohon trembesi biasa tumbuh dengan tinggi sekitar 20 meter dan diameternya mencapai 1 sampai 2 meter. Satu pohon trembesi dapat menyerap karbondioksida sebanyak 28 ton per tahun. Pohon ini mempunyai nama yang berbeda di setiap wilayah Indonesia, seperti Kayu Ambon di Maluku, Ki Hujan di daerah Sunda, dan Meh di daerah Jawa. Pohon trembesi atau yang memiliki nama ilmiah Samanea saman sering dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh dan juga ornamen keindahan kota. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Gambar 2. Daun Pohon Monkey pod tree
Gambar 2. Daun Pohon Trembesi

Pohon ini memiliki batang yang permukaannya kasar, beralur dan berwarna cokelat kehitaman. Daunnya berwarna hijau dengan permukaan yang licin, bentuknya majemuk, dan menyirip ganda. Panjang daunnya berkisar antara 2 sampai 6 cm dan lebarnya berkisar antara 1 sampai 4 cm.

Gambar 3. Bunga di Pohon Trembesi yang sedang mekar berwarna merah muda
Gambar 3. Bunga di Pohon Trembesi

Adapun bunga trembesi berwarna pink dan bentuknya yang rumbai dengan kisaran 12 sampai 25 per kelompok. Bunga trembesi mempunyai stamen yang panjang dan berserbuk dengan warna  kemerahan di bagian atas dan warna putih di bagian bawah. Ratusan bunga berkembang secara bersamaan memenuhi kanopi tajuk. Penyerbukan hanya terjadi di satu bunga saja dengan bantuan serangga. 

Gambar 4. Biji Pohon Trembesi
Gambar 4. Biji Pohon Trembesi

Trembesi memiliki buah yang berbentuk seperti kacang polong yang di dalamnya terdapat bakal biji untuk dibudidayakan atau sebagai makanan ringan. Panjang buah trmbesi sekitar 30 hingga 40 cm dan terdapat 5 sampai 20 biji setiap buahnya. Bijinya berbentuk elipsoid, pipih, gemuk, di sisi kanan dan kirinya membentuk huruf U dan berwarna kekuningan, serta permukaannya halus.

Berkunjung ke Hutan De Djawatan

Misi Kabupaten Banyuwangi adalah mengembangkan wisata alam, karena ada banyak potensi wisata alam di Banyuwangi. Lalu, Djawatan pun mendapat perhatian. Djawatan pun mulai ditata dan dipercantik sebagai tempat wisata di Banyuwangi Selatan. Sejak berubah dengan wajah baru, Djawatan Benculuk berubah nama menjadi De Djawatan. Pada tahun 2018, Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi selaku pemilik lahan resmi membuka De Djawatan sebagai tempat wisata. 

Gambar 5. Hutan De Djawatan Sekarang
Gambar 5. Hutan De Djawatan Sekarang

Walaupun sudah ditata ulang, semua fasilitas yang ada terbuat dari bahan yang alami seperti rumah pohon, jembatan, tempat selfie, dan kendaraan bekas pengangkut kayu. Jadi secara keseluruhan wajah baru De Djawatan tidak merusak lingkungan. 

Hutan De Djawatan berada kurang lebih 31 kilometer ke arah selatan Kota Banyuwangi. Jarak tersebut bisa ditempuh selama 1 sampai 2 jam memakai kendaraan pribadi. Harga tiket masuknya pun sangat murah hanya berkisar Rp. 5.000 per orang dan untuk parkir motor hanya Rp. 2.000 saja. Bagaimana, sudah tertarik untuk mengunjungi hutan De Djawatan? 

 

Penulis: Rusda

 

Referensi Artikel

http://www.banyuwangibagus.com/2017/08/de-djawatan-benculuk-once-upon-a-time-in-banyuwangi.html 

https://www.hipwee.com/travel/hutan-de-djawatan-banyuwangi-ini-memang-hits-banget-kaya-di-film-lord-of-the-rings/ 

https://foresteract.com/pohon-trembesi/#:~:text=Karakteristik%20Pohon%20Trembesi&text=Pohon%20ini%20memiliki%20tinggi%20maksimum,Tajuknya%20lebar%20berbentuk%20menyerupai%20payung.&text=Trembesi%20memiliki%20batang%20yang%20permukaannya,beralur%2C%20dan%20berwarna%20cokelat%20kehitaman

 

Referensi Gambar

Gambar 1

https://travelspromo.com/htm-wisata/hutan-de-djawatan-banyuwangi/ 

Gambar 2 

http://www.gagaspertanian.com/2017/09/manfaat-daun-trembesi-untuk-pestisida.html

Gambar 3

https://mlonggomebel.com/pohon-trembesi/ 

Gambar 4

http://tremes.desa.id/godril-camilan-tradisional-dari-biji-pohon-trembesi/ 

Gambar 5

https://blog.misteraladin.com/de-djawatan-hutan-di-banyuwangi-ala-fangorn-forest-the-lord-of-the-rings/ 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdplanting, penggalangan dana online untuk konservasi hutan dan lingkungan. Kunjungi situs https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga lingkungan dan alam.

Yuk!, bergabung dan jadi pioneer penghijauan!