Ikan Kakatua, Penjaga Ekosistem Laut yang Kerap Dikonsumsi

Gambar 1 4 – Wanaswara
Gambar 1. Parrotfish © OCEANA

Ikan Kakatua

Ikan kakatua adalah salah satu jenis ikan yang hidup di sekitar terumbu karang perairan tropis dan subtropis. Pada umumnya, ikan yang tergolong dalam suku Scaridae ini memiliki ukuran tubuh yang beragam, mulai dari sedang hingga besar. Di kawasan perairan Indo-Pasifik, populasi ikan ini sangatlah melimpah dan digemari sebagai bahan pangan. Karena itu, ikan ini menjadi salah satu komoditas pangan yang cukup diminati di kawasan Asia, seperti Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Indonesia (Adrim, 2008). 

Ads

Ikan yang dikenal nama parrotfish dalam bahasa Inggris ini memiliki peranan penting dalam menjaga kelangsungan ekosistem laut. Sebagai makhluk herbivora, ikan ini memakan alga yang menempel pada terumbu karang. Siklus konsumsi alga oleh ikan kakatua berfungsi dalam menjaga kesehatan terumbu karang.  Terumbu karang sendiri memiliki beragam manfaat bagi ekosistem laut, salah satunya adalah sebagai habitat untuk berbagai jenis ikan dan biota laut lain yang memungkinkan terwujudnya rantai makanan ekosistem laut (Noviana, et al., 2018).

 

 

Morfologi Ikan Kakatua

Ikan kakatua adalah salah satu spesies ikan dalam suku Scaridae. Secara umum, ikan yang tergolong suku Scaridae ini memiliki bentuk tubuh agak pipih dan lonjong, moncong yang membundar, dan berkepala tumpul. Selain itu, ikan ini memiliki sirip punggung yang terdiri dari 9 duri keras dan 10 duri lemah, sirip dada dengan 13-17 duri lemah, serta sirip perut dengan 1 duri keras dan 5 duri lemah. Ukuran ikan ini dapat berkembang hingga mencapai 1,2 meter.

Ikan kakatua dapat kita kenali dengan mudah melalui bentuk dan susunan giginya yang unik. Susunan gigi di rahang atas dan rahang bawah membentuk semacam flat yang terlihat seperti paruh kakatua. Susunan gigi tersebut sangatlah kuat karena terbungkus otot-otot penyangga yang amat kuat. Penelitian yang dilakukan oleh laboratorium Berkeley dan Universitas Wisconsin-Madison mengungkapkan bahwa susunan gigi ikan kakatua merupakan biomineral tersulit kedua di dunia, yang membuatnya lebih keras dibandingkan tembaga (Ermalia, 2020).

Selain susunan gigi, ikan ini juga memiliki keunikan dalam corak dan warnanya yang beragam serta kemampuannya untuk mengubah jenis kelamin. Corak dan warna dari ikan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis, fase usia, serta jenis kelamin dari ikan ini. Jika ikan kakatua berwarna keabu-abuan atau kecoklatan, maka ikan ini masih masuk dalam kategori usia muda dengan berjenis kelamin betina. Akan tetapi, jika warna dari ikan ini sudah berubah menjadi warna-warni, maka ikan ini sudah memasuki usia dewasa dan masuk fase kelamin jantan. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Gambar 2 4 – Wanaswara

Habitat Ikan Kakatua

Pada umumnya, ikan kakatua dapat ditemui di perairan karang dan padang lamun Indo-Pasifik. Selain disana, ikan ini juga masih dapat ditemukan di daerah perairan sub-tropis, seperti kawasan timur Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Di Indonesia sendiri, ada 36 jenis ikan kakatua yang tersebar hampir di seluruh daerah perairan karang dan padang lamun. Ikan jenis ini yang berada di perairan padang lamun umumnya masih berusia muda, sedangkan ikan ini yang berusia dewasa cenderung akan menjadikan perairan karang sebagai habitat mereka. 

Ikan ini pada umumnya hidup berkelompok. Biasanya, ikan ini akan membentuk sebuah koloni yang jumlahnya hingga mencapai 30 ekor. Akan tetapi, beberapa jenis dari ikan ini juga ditemukan hidup sendiri-sendiri atau berpasangan. Kebanyakan dari jenis ikan ini beraktivitas di siang hari. 

Gambar 3 4 – Wanaswara
Gambar 3. Colony of Bumphead Parrotfish © Dive Magazine

 

Khasiat Ikan Kakatua

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan kakatua merupakan salah satu jenis komoditas yang cukup diminati sebagai bahan pangan di kawasan Asia. Ikan ini mengandung beberapa nutrisi yang berkhasiat bagi tubuh, seperti protein rendah lemak, omega 3, omega 6, fosfor, serta retinol. Beberapa khasiat yang didapat dari mengkonsumsi daging ikan ini adalah :

  1. Untuk sistem peredaran darah, dapat menurunkan resiko gagal jantung dan mencegah resiko hipertensi.
  2. Untuk sistem integumen (kulit, rambut, kuku, dsb.), dapat mencegah munculnya jerawat, mengendalikan gejala psoriasis, dan mencegah penuaan dini.
  3. Untuk sistem reproduksi, dapat menunjang kesehatan janin dan ibu hamil serta mengatur keseimbangan produksi hormon.
  4. Untuk sistem saraf dan otak, dapat membantu keberlangsungan fungsi otak.
  5. Untuk sistem rangka (tulang), dapat menyehatkan tulang dan mengatasi tulang keropos.
  6. Untuk sistem ekskresi, dapat mencegah terbentuknya batu ginjal.
  7. Untuk mulut dan gigi, dapat menunjang kesehatan gigi dan rongga mulut.
  8. Untuk sistem jaringan otot, dapat membantu pembentukan massa otot dan pertumbuhan sel-sel tubuh.
  9. Untuk sistem kekebalan tubuh, dapat mencegah terjadinya penyakit kanker dan membantu mengeluarkan zat-zat sisa di dalam tubuh.

 

Ancaman Kepunahan Ikan Kakatua

Cukup tingginya minat terhadap ikan kakatua mendorong terjadinya penangkapan secara berlebihan yang mengakibatkan terjadinya fenomena destructive fishing, yaitu praktek penangkapan ikan yang tidak memperhatikan keberlanjutan dari sumber daya dan ekosistem laut (WWF Indonesia, 2015). Di Indonesia sendiri, masih banyak nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan yang kurang ramah lingkungan, seperti bubu, jaring, serta speargun. Selain itu, selektivitas usia jenis ini yang ditangkap juga masih rendah. Hal tersebut membuat populasi ikan ini menurun hingga terancam punah. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kesadaran massal bagi para nelayan untuk menerapkan praktek penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan agar dapat menjaga keberlangsungan populasi ikan kakatua di Indonesia.

 

Penulis: Aditya Gilang Rumpaka

 

Referensi Literatur

Adrim, M. (2008). ASPEK BIOLOGI IKAN KAKATUA(SUKU SCARIDAE). Oseana, 33, 41-50.

Noviana, L., Arifin, H. S., Adrianto, L., & Kholil. (2018). Study of Coral Reef Ecosystem in Taman Nasional Kepulauan Seribu. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 9(2), 352-365. http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.9.2.352-365

Ermalia, A. A. U. (2020, July 23). Mengenal Ikan Kakatua Penghasil Pasir Putih di Laut, Giginya Lebih Keras dari Tembaga. IDN Times. Retrieved February 16, 2021, from https://bali.idntimes.com/science/discovery/ayu-afria-ulita-ermalia/fakta-ikan-kakatua/5

Andra Farm. (n.d.). Ikan kakatua, segar Manfaat, Khasiat, dan Kandungan Gizi per 100 gram. Andra Farm. Retrieved February 16, 2021, from https://m.andrafarm.com/_andra.php?_i=daftar-tkpi&kmakan=GR031#manfaat%20ringkas

Tim Perikanan WWF-Indonesia. (2015). IKAN KAKATUA DAN BARONANG: PANDUAN PENANGKAPAN DAN PENANGANAN (1st ed.). WWF Indonesia.

 

Referensi Gambar

Parrotfish. Retrieved from https://oceana.org/marine-life/ocean-fishes/queen-parrotfish.

Parrotfish Eating Coral Reef. Retrieved from https://phys.org/news/2019-12-reefs-die-parrotfish.html

Colony of Bumphead Parrotfish. Retrieved from http://divemagazine.co.uk/eco/6707-bumphead-parrotfish-like-elephants

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!